
Aldi mengajarkan teknik tombak yang lebih bagus daripada Seribu Perubahan. Namun Zhou Ming masih keras kepala mengembangkan teknik itu.
Seribu Perubahan merupakan peninggalan ayah tercinta. Dia ingin membalas dendam dengan teknik itu juga.
Shen Liu sudah menggambar dan memberikan peta dari wilayah Barat menuju Sumatera Selatan. Dengan pesawat jet yang hanya bisa memuat 2 orang membutuhkan 11 hari.
Jika Aldi ingin memindahkan pasukan Seven Soul, membutuhkan waktu yang cukup lama. Akhirnya dia memutuskan untuk membuat gerbang Dunia Buatan di ujung wilayah Sumatera Selatan.
Namun, dia harus menemui Raja Selatan untuk meminta sebidang tanah. Hal itu dilakukan agar tidak timbul rumor yang berbeda dengan kenyataan.
6 bulan sudah berlalu di Dunia Buatan, Zhou Ming sudah berkembang sangat pesat. Namun dia belum bisa mengalahkan Yonimaru.
"Guru, waktu pertempuran akan segera dimulai. Kapan kita akan berangkat?" tanya Zhou Ming dengan penuh antusias. Dia sudah menunggu 6 bulan untuk pertandingan ulang melawan Yonimaru.
Aldi tersenyum, 6 bulan di Dunia Buatan setara dengan 6 hari di Dunia Utama. "Mari kita menuju Kerajaan Manusia untuk membahas masalah ini."
Mereka berjalan menuju istana kerajaan, tetapi Aldi dihadang oleh dua penjaga gerbang istana.
"Dia guruku. Biarkan dia lewat," kata Zhou Ming.
"Baik, Tuan Muda."
Aldi melirik seorang pe jaga gerbang, dia merasakan ada yang aneh. Jika firasatnya benar, maka penjaga gerbang itu bukan Ras Manusia.
Namun, untuk sekarang Aldi tidak ingin ikut campur urusan istana kerajaan. Dia masih sibuk meningkatkan kekuatan pasukan Seven Soul.
Seorang pria dan wanita memakai baju besi lengkap dengan pedang di tangan kirinya, menghadang Aldi dan Zhou Ming.
"Raja tidak ingin di temui," kata Wanita berbaju besi.
"Perang melawan Orc akan segera berlangsung, aku harus segera berbicara dengan Yang Mulia." Zhou Ming berkata dengan wajah serius.
"Apa maksudmu, Tuan Muda Ming. Baru satu minggu sejak pasukan Orc mundur. Kita masih mempunyai lebih dari 5 bulan untuk persiapan." Pria berbaju besi menjawab kebingungan.
Zhou Ming juga ikut bingung, dia melirik Aldi. Namun, hanya senyum tipis yang dia dapatkan.
"Baiklah, sepertinya Raja mempunyai masalah yang sangat penting," kata Aldi dengan suara sedikit keras. Bahkan sampai terdengar kedalam ruangan Sang Raja.
"Tunggu!" suara terdengar dari pintu ruangan Raja. Dia adalah Raja Sumatera Selatan, Naja.
"Salam hormat, Yang Mulia." ucap kedua penjaga dan Zhou Ming bersamaan.
Sedangkan Aldi hanya tersenyum tipis dengan tangan di dadanya serta sedikit membungkukkan badan.
"Apa kamu Shen Zero, guru dari Zhou Ming?" tanya Raja Selatan.
"Benar, Yang Mulia." Aldi menjawab singkat dengan mata tertuju tajam pada Raja. Dia sedang mengirimkan informasi penting kepada Raja melalui telepati.
Informasi yang dikirim merupakan, pengintai yang menjadi penjaga gerbang.
Raja Naja berisik kepada penjaga pria. "Segera selidiki penjaga gerbang kerajaan yang berjaga saat ini."
Penjaga pria langsung pergi menuju gerbang kerajaan.
"Silakan masuk," ucap Raja Naja dengan hormat. Dia sudah mengetahui seberapa kuat Shen Zero, jadi bersikap sopan merupakan pilihan yang terbaik.
Sejak bertemu dengan Raja Naja, Aldi menggunakan Mata Langit untuk melihat seberapa kuat Raja Selatan.
Kekuatan Raja Naja setara segan Leluhur tahap 5, jauh lebih lemah dari wilayah Barat dan Utara. Namun, Aldi menemukan sebuah garis darah yang cukup istimewa.
Garis darahnya berbentuk pedang, dengan tingkat sekitar Raja. Tidak heran jika kekuatan Raja Naja berkembang sangat cepat.
Bahkan melebihi kekuatan semua jendralnya. Padahal di zaman ini, kekuatan jendral harusnya lebih kuat dari raja.
Kerajaan Selatan mempunyai 5 Jendral terhormat, termasuk Jendral Song dan We. Kemudian ada 19 biasa yang bertugas membantu kelima jendral terhormat.
Zhou Yang juga merupakan Jendral terhormat pasukan manusia. Sayangnya dia sudah gugur dalam perang.
Jika Jendral Zhou masih hidup, mereka mempunyai 6 jendral yang dapat menandingi Raja Orc. Namun sekarang Raja Naja sedikit cemar karena kepergian Zhou Yang.
Dia membutuhkan pasukan tambahan untuk perang selanjutnya. Gencatan senjata yang di usulan Shen Zero menjadi penolong mereka.
Sampai akhirnya mereka duduk di ruang kerja Raja Naja. "Baiklah jangan terlalu formal. Jadi apa yang membuat kalian datang?" tanya Raja Naja.
Aldi sudah membuka mulutnya, tetapi Zhou Ming berbicara terlebih dahulu. "Saya ingin menjadi pemimpin perang melawan Kerajaan Orc."
Zhou Ming mengatakan dengan nada tegas serta mata penuh tekad.
Raja Naja melirik Shen Zero, dia menunggu pendapatnya untuk menentukan keputusan. Jika Zhou Ming menjadi pemimpin, maka kemungkinan besar Shen Zero akan ikut dalam perang.
Satu kali pukulan dapat merobohkan Benimaru, jelas itu merupakan kekuatan yang melampaui manusia.
Namun siapa sangka, Shen Zero mendatangi mereka tanpa meminta apapun. Aldi sudah menebak akan terjadi hal seperti itu.
Berkat Carlos yang mengirim pesan secara berkala, Aldi tidak pernah ketinggalan berita terkini dari wilayah selatan.
"Aku mendukungnya, tetapi tidak akan ikut campur dalam perang. Aku yakin kekuatannya cukup untuk menunbangkan Orc bernama Yonimaru." Ekpresi Aldi berubah menjadi serius.
Dia tidak ingin banyak terlibat dalam urusan perebutan wilayah. Hal itu dilakukan agar pertempuran di wilayah berjalan seimbang.
Raja Naja tersenyum, dia sudah menebak bahwa Aldi tidak akan mudah memihaknya. Namun, sesuai rencana, dia sudah menyiapkan hadiah yang menarik.
"Aku sudah menyiapkan hadiah." Raja Naja memberikan sebuah kotak dengan hiasan emas yang sangat megah.
"Tidak perlu repot."Aldi mengambil hadiah, dia sedikit terkejut dengan isi di dalamnya.
Kotak itu berisi sepasang cincin roh. Ada dua jenis roh yang terkandung dalam cincin, seekor harimau dan burung elang.
Untuk Aldi benda itu tidak berarti apapun, tetapi untuk Zhou Ming sangat berguna.
"Raja, bolehkah saya meminta lahan yang cukup besar di pinggir laut selatan?" tanya Aldi langsung kepada intinya.
Lahan merupakan tujuan utamanya mendatangi Raja Naja, dia membutuhkan lahan yang besar untuk membuat gerbang menuju Dunia Buatan.
"Karena pinggiran laut sangat sepi penduduk, maka ambillah. Namun, perlu diingat jangan merusak keindahan alam didalamnya."
Aldi menyodorkan sebuah surat perjanjian, bahwa tanah kepemilikan menjadi miliknya. Dia tidak ingin perjanjian lisan, tetapi juga perjanjian tertulis.
Raja Naja tersenyum, dia hanya berjanji dengan ucapannya. Artinya jika Aldi membuat masalah setelah dia mati, maka perjanjian dengan Raja Naja dibatalkan.
Karena adanya perjanjian kertas, perjanjian pembebasan lahan tidak akan pernah ada batas waktunya.
Melihat Raja Naja tersenyum, Aldi membalas dengan senyuman.
Raja Naja tidak mempunyai pilihan. Hak utama yang perlu dia lakukan adalah membawa Shen Zero ke pihaknya.
Perjanjian pembebasan lahan sudah disepakati oleh kedua pihak. Raja Naja dan Aldi berjabat tangan untuk menandakan persahabatan.
Aldi sengaja memberikan celah kepada Raja Naja. Tidak ada saksi di pihak Kerajaan, artinya perjanjian itu bisa di batalkan oleh satu pihak.
Dia sengaja memberikan celah untuk melihat seberapa tulus kerajaan selatan terhadapnya.
Aldi dan Zhou Ming pergi menuju kediaman keluarga Zhou.
"Aku yakin kau mempunyai banyak pertanyaan. Namun bukan disini aku bisa menjawabnya." Aldi menjentikkan tangannya.
Aldi dan Zhou Ming sudah berada di Dunia Buatan, lebih tepatnya pegunungan berbatu tempat berlatih Zhou Ming selama 6 bulan.
"Jadi apa yang ingin kau tanyakan?" tanya Aldi dengan lirih.
"Siapa sebenarnya kau, Guru. Mungkinkah Dewa?" tanya Zhou Ming penuh antusias. Jika dia dilatih oleh seorang Dewa, pencapaian dimasa depan tidak akan terukur.
"Bukan aku hanya manusia yang sedikit istimewa."
Burung yang sangat besar membentangkan sayapnya di langit. Dia adalah Rocky yang sedang mengajak Lava dan Bima mengitari Dunia Buatan.
Rocky melihat Aldi dan seorang pria. Dia langsung mendarat kedepan Aldi dengan kecepatan yang dapat menghancurkan tanah dibawahnya.
Ketika debu menghilang, Rocky sudah berubah menjadi wujud manusia dengan menggendong dua golem cilik.
"Ayah, sejak kapan kau kembali?" tanya Rocky.
"Sudah beberapa bulan lalu. Aku sedang melatih seorang murid jadi belum bisa menemui kalian," kata Aldi pelan.
Zhou Ming tidak membantu di belakang Aldi, dia tidak mengira sebuah burung bisa berubah menjadi seorang manusia.
"Aku Rocky, siapa namamu, Kawan?" tanya Rocky.
"Zhou Ming."
"Sungguh beruntung ayah menjadikan manusia sepertimu sebagai muridnya." Rocky memberikan hadiah berubah biji.
Biji itu merupakan biji buah dunia yang sangat bermanfaat untuk meningkatkan kekuatan energi dalam tubuh.
"Dia belum mengembangkan energi dalamnya. Jadi benda itu tidak bermanfaat," kata Aldi setelah melihat Rocky menyerahkan biji.
"Bukankah dia sudah menerima tekniknya?" tanya Rocky kebingungan.
"Dia merupakan murid yang keras kepala. Dengan kebanggaan kecilnya, tidak akan pernah bisa menjadi jendral Seven Soul."