
Aldi mengembalikan pedangnya ke punggungnya. "Jangan biarkan pasukan musuh selamat!" katanya tegas.
"Bos, Dunia Maha Tinggi mendapat serangan dari Pasukan Langit. Mereka membawa 120 miliar pasukan Immortal Kapten," kata Mahesa melalui telepati.
Arief mengerutkan kening, setelah Dunia Utama sekarang Dunia Maha Tinggi diserang. "Pasti Si Peramal sudah membocorkan informasi kita!" katanya sambil mengeratkan giginya.
Peperangan di Dunia Utama membutuhkan beberapa hari untuk melenyapkan 100 miliar pasukan musuh.
Namun keadaan memaksanya untuk menggunakan kartu as yang sebelumnya disembunyikan untuk menghadapai pasukan Peramal dan Maha Pencipta.
"Shen Qui, lepaskan beberapa Nuklir raksasa. Kita tidak mempunyai waktu berenang-senang lagi!" kata Aldi memberikan perintah.
Shen Qiu langsung tersenyum mendengar perintah Aldi. Sebenarnya dia telah menyiapkan ribuan Nuklir Raksasa untuk menyambut peperangan besar.
Jadi melepaskan beberapa Nuklir raksasa dapat melihat seberapa besar dampak yang dihasilkan. Sehingga dia bisa memperbaiki kekurangan.
"Baiklah, mari kita coba kerja keras kita bersama!" kata Shen Qiu penuh semangat.
Sebuah Nuklir Raksasa muncul dari atas. Shen Qiu adalah satu-satunya orang yang bisa menggunakan senjata tersebut. Bahkan Aldi tidak mempunyai akses ke Dimensi lain untuk menyimpan senjata terbaik.
Semua pasukan musuh maupun Seven Soul langsung melihat atas. Mereka tidak mempercayai mempercayai matanya yang melihat sebuah senjata sebesar itu.
"Semua mundur," kata Aldi melalui telepati. Setelah mendengar perkataannya semua pasukan Seven Soul menghilang seperti debu yang tertiup angin kencang.
Pasukan Neraka kebingungan melihat semua pasukan musuh menghilang. Seven Soul menggunakan simbolnya untuk masuk kedalam Dunia Buatan.
Aldi yang melihat 3 Nuklir Raksasa tersenyum dan memakai kacamata hitam untuk melindungi matanya.
"Bos untuk apa kamu memakai kacamata?" tanya Shen Qui yang mendampinginya menguji senjata pemisahan massal.
"Aku dengar Lee Yoon menceritakan bahwa anak muda di Dunia Utama sering menggunakan kacamata hitam untuk tampil lebih keren," jawab Aldi sambil tersenyum manis.
Shen Qiu hanya bisa menggelengkan kepalanya, sebenarnya dia ingin mengatakan bahwa umur Aldi bukan anak muda lagi. Namun nasi sudah menjadi bubur, biarlah Aldi menikmati pembelaan dirinya.
"Shen Er, bagaimana simbol pengurungan yang kamu pasangan?" tanya Aldi melirik Shen Er yang sedikit tertawa di belakangnya.
Shen Er langsung merubah ekspresinya menjadi serius. "Semua sudah selesai, kita bisa melihat hasilnya sekarang," katanya.
Nuklir Raksasa menghantam salah satu sisi, ledakan super besar terlihat di luar angkasa. Banyak manusia di Dunia Utama panik melihat matahari menjadi dua.
Belum selesai sampai disitu, Nuklir Raksasa meledak lagi menciptakan matahari lainnya.
"Sebenarnya apa yang sedang terjadi di luar angkasa?" tanya pemimpin perserikatan Dunia Utama.
Semua orang tampak kebingungan kecuali satu orang yang muncul dari udara tipis. "Tenanglah, mereka sudah datang, tidak mungkin dunia bisa hancur."
Orang tersebut adalah Fahmi yang telah di tolong Aldi di Galaksi Mata Hitam. Sekarang dia adalah seorang Immortal Perang tahap 6.
"Siapa kamu?" tanya pemimpin perserikatan Dunia Utama menodongkan pistolnya.
"Aku adalah Fahmi, orang yang berada di pihak kalian. Jangan terlalu tegang, aku pikir Seven Soul akan terlambat ternyata tidak."
Fahmi mendapatkan sebuah warisan yang dapat melihat masa depan. Dia melihat Dunia Utama hancur tanpa bantuan Aldi dan Seven Soul.
Sekarang dia mengerti keberadaan Seven Soul adalah sesuatu yang tidak bisa diramal. Itulah alasan kenapa Si Peramal Agung ingin melenyapkannya.
"Apa buktinya kamu bukan musuh?" tanya pemimpin perserikatan Dunia Utama.
Fahmi langsung duduk di kuris kosong sebelahnya. "Aku tidak punya bukti, tapi kalau kalian ingin membunuhku cobalah."
"Fahmi, kamu menakuti orang yang tidak bersalah." seorang wanita cantik muncul dari pintu, dia adalah serpihan jiwa Shen Er.
"Jangan terlalu terkejut, aku adalah Shen Er anggota Seven Soul. Karena kamu adalah pewaris Axel, mungkin kita akan bertarung suatu hari nanti!" katanya sambil tersenyum.
Fahmi menggelengkan kepala, "Aku sudah mencapai tujuan hidupku. Sekarang sudah waktunya membalas budi kepada penolongku!."
"Aku harap kamu mengatakan yang sesungguhnya. Walaupun ini adalah pertemuan pertama kita, aku cukup mengenalmu."
Fahmi adalah orang yang mendapatkan warisan Axel, dia menggunakannya untuk mengalahkan para musuhnya. Dia bisa melihat semua masa depan manusia dengan melihat target.
Karena itulah dia bisa membalas dendam dengan kekuatannya sekarang. Teknik yang di berikan Aldi bisa mencapai tingkat Maha Segalanya, jadi perkembangan Fahmi masih belum maksimal.
Seiring berjalannya waktu, Fahmi telah berhasil mengumpulkan 300 juta pasukan setia untuk membantunya membalas budi. Mereka akan bergabung dengan Seven Soul, sehingga jumlah pasukan adalah 1 miliar.
Jumlah tersebut masih terlalu kecil jika dibandingkan Langit dan Neraka, tetapi dengan kualitas yang mereka miliki sudah cukup untuk mengalahkan ratusan miliar orang.
Disisi lain, Dunia Maha Tinggi sedang di kepung 120 miliar pasukan Langit. Mereka sedang mencoba menghancurkan penghalang yang menyelimuti dunia.
Berbeda dengan Dunia Utama yang mendapat bantuan dari Shen Er, Dunia Maha Tinggi hanya mempunyai simbol pelindung otomatis.
Karena jarak antara Dunia Utama dan Dunia Maha Tinggi tidak terlalu jauh, Seven Soul berhasil sampai sebelum pasukan Langit menyerang.
"Mahesa, bagaimana keadaan sekarang?" tanya Aldi melihat langit yang berwarna putih karena tertutup pasukan Langit.
Mahesa menggelengkan kepala, "Simbol Pelindung tidak akan kuat untuk menghentikan mereka. Waktu yang kita punya sekitar 10 menit."
"Kita akan melawan langsung," kata Aldi memberikan saran. Anehnya semua orang tersenyum tipis mendengar perkataannya.
Seluruh pasukan Seven Soul adalah seorang Maha Segalanya, mereka bisa menghancurkan apapun yang dilihatnya pada Dunia Maha Tinggi. Namun musuh di luar angkasa jauh lebih menantang.
"Apa semua orang sudah tertular kebiasaan buruk ku?" tanya Aldi dalam hati.
Aldi tanpa sadar akan tersenyum ketika melawan orang yang kuat. Dengan melawan orang kuat, Aldi memiliki pengalaman tambahan untuk melawan musuh.
Alasan Chu Feng mengasingkan diri karena tidak ada musuh yang mau membuat pertengkaran dengannya.
700 juta pasukan Seven Soul telah keluar dari gerbang Dunia. Mereka langsung menuju luar angkasa untuk menyerang pasukan Langit secara langsung.
Pemimpin dari Pasukan Langit adalah Petra dan Aprilia, mereka adalah Jendral terlemah setelah Cesar yang sudah mati.
Walaupun terlihat lemah, Raja Langit sudah memberikannya sebuah benda yang dapat mengalahkan seorang Maha Segalanya tahap 9. Sayangnya benda itu hanya bisa digunakan satu kali.
Jika gagal mereka akan kehilangan nyawanya, bisa di benda tersebut adalah senjata bermata dua. Bisa membuat lawan terbunuh, atau mereka yang akan terbunuh duluan.
Aldi yang terbang dengan santai di atas pasukan Langit berkata, "Aku Aldi, pemimpin pasukan Seven Soul. Aku harap kalian menarik mundur pasukan!."
Aprilia tersenyum melihat Aldi sang pemimpin datang secara langsung. Tanpa menjawab, dia langsung menusukkan sebuah pisau ke arah perut Aldi.
Jika orang biasa, mereka akan tertusuk secara langsung. Namun orang ini adalah Aldi sang monster tua, dia bisa menghindar dengan trik sederhana.
Orang yang di tikam Aprilia adalah sebuah boneka kayu yang telah dirubah bentuk untuk mengelabuhi lawannya.
Setelah berubah menjadi kayu, Aldi yang satunya muncul dari belakang. "Sungguh tidak sopan. Aku bertanya dengan sopan, tapi kamu menyambutnya dengan tikaman."
Aprilia tersenyum untuk kedua kalinya. "Seperti sudah takdirku untuk mati sekarang."
Tubuhnya langsung membesar dan meledak tepat di depan Aldi. Jika seorang Maha Segalanya tahap 9 ada di posisinya, mereka akan langsung mati di tempat.
Namun menggunakan teknik khusus, Aldi berhasil membelokkan pusat ledakan ke sebelahnya.
"Baiklah, mungkin kalian memang tidak bisa diajak bicara. Serang!" kata Aldi memberikan perintah penyerangan.