7 Soul Reinforcement

7 Soul Reinforcement
Shie Sang Naga Hitam



Petra tertawa keras. "Aku tidak menyangka kita mempunyai takdir seperti ini. Sayangnya kali ini aku akan menang!."


Naga Putih mengeluarkan aura yang sangat aneh, dia telah menyerap jiwa naga yang telah dia bunuh. Sekarang kekuatannya tidak terukur, hal itu membuat Shie mengerutkan keningnya.


"Sepertinya aku harus serius untuk menghadapi orang hina sepertimu. Aku tidak menyangka, kamu menyerap semua jiwa rekan-rekanmu!" kata Shie sambil tersenyum.


"Jangan banyak bicara!" teriak Naga Putih menyembuhkan sebuah energi kuat dari mulutnya. Serangan tidak terukur dari Naga Putih membuat pasukan Langit mati.


Anehnya tidak ada pasukan Seven Soul yang terkena serangannya. Hal itu dikatakan Shie selalu menghindar dan memperlihatkan keahliannya melakukan kalkulasi serangan.


Shie dengan wujud Naga Hitam menyerang balik dengan semburan energi yang jauh lebih besar. Bahkan semburannya membuat aliran waktu dan dimensi retak. Hal itu mempengaruhi kekuatan lawannya yang secara umum mengendalikan waktu untuk bertahan.


"Menarik, kamu bisa melukai aku yang bersembunyi di Ruang lain!" kata Naga Putih. Petra sudah sepenuhnya dikendalikan kekuatannya, dia sekarang bukan lagi manusia melainkan seorang Naga Putih sepenuhnya.


Sedangkan Shie telah berhasil mengendalikan kekuatan dalam tubuhnya, hal itu dikatakan dia pernah terluka parah dan Naga Hitam memberikan semua kekuatannya padanya.


Shie tidak ingin memberikan kesempatan Naga Putih untuk beristirahat, dia langsung menyerang dengan tangan kanannya. Sebuah cakaran langsung mengenai leher Naga Putih dengan telak, hingga ruang di sekitarnya retak.


Suara pecahan kaca selalu terdengar setiap kali Shie mengayunkan serangan. Bukan tanpa alasan, hal itu karena Naga Putih berlindung di Ruang lain. Jika mahluk lainnya bertarung dengan Naga Putih, mereka akan kebingungan karena tidak dapat melukainya.


Sayangnya Shie sudah pernah bertarung dengannya, jadi dia dengan mudah menemukan kelemahan Naga Putih.


"Sial, bagaimana kamu bisa menemukanku!" teriak Naga Putih yang tidak bisa menghindari serangan. Anehnya lukanya selalu sembuh dengan cepat setelah masuk kembali ke dalam ruang lain.


Shie mengangkat sudut bibirnya untuk memprovokasi musuhnya, dia ingin Naga Putih terus bersembunyi. Musuhnya tidak tahu bahwa Shie adalah salah satu orang yang berhasil menguasai Mata Dunia.


Sehingga dia bisa melihat mahluk Yin dan Mahluk Yang. Dengan mempelajarinya, Shie bisa melihat pergerakan Naga Putih di ruang lainnya.


"Kamu pikir bisa kabur seperti itu!" tangan kiri Shie langsung menyerang dengan cakaran Naga Hitam yang sangat mengerikan.


Kali ini dia mengenai tubuh Naga Putih. Tidak seperti serangan biasanya, Shie menambahkan sebuah simbol penanda untuk membuatnya bisa menyadari keberadaan Naga Putih.


Teriakan kecil Naga Putih membuatnya terlihat seperti anak-anak. "Sialan, sebenarnya aku tidak ingin membunuhmu, tetapi karena kamu meminta kematian, maka akan aku kabulkan!.


Naga Putih mengeluarkan aura berwarna hijau, dia telah menyerap jiwa naga hijau yang tidak lain adalah istrinya sendiri.


Kala itu karena dia kalah dari Naga Hitam, Naga Hijau menyembuhkan lukanya dengan seksama. Dia tidak pernah meninggalkan Naga Putih, itulah kesetiaan pada suaminya.


Namun air susu di bayar dengan air tuba, Naga Hijau mati di tangan suaminya sendiri. Karena terobsesi dengan kekuatan, Naga Hitam telah membunuh banyak keluarganya untuk mendapat kekuatan.


"Nak, kamu tidak akan pernah menang melawan Naga Hitam. Sifat yang kamu miki tidak mencerminkan seorang pahlawan dari ras naga!" kata terakhir ayah Naga Putih.


Karena Naga Putih teringat kata-kata ayahnya, dia mengeluarkan semua kekuatan yang telah diserap. Bahkan dia mengorbankan energi kehidupan untuk menciptakan energi padat.


Shie yang melihatnya hanya bisa tersenyum kecut, dia tidak pernah menyangka Naga Putih menyerap kekuatan istrinya sendiri.


Dimasa lalu, Naga Hitam dan Naga Hijau adalah sepasang kekasih. Namun karena Naga Hitam tidak mempunyai keluarga yang terpandang, akhirnya ayah dari Naga Hijau menjodohkannya dengan keluarga pahlawan, Sang Naga Putih.


Namun siapa sangka, keputusan ayah Naga Hijau membuat seluruh keluarganya musnah di tangan menantunya. Tidak hanya itu, Naga Putih telah menguras semua harta milik keluarga Naga Hijau.


Naga Hitam yang sudah tersakiti tidak melakukan tindakan apapun. Dia hanya duduk manis di tempat tinggalnya.


Setelah melepaskan semua kekuatannya, Naga Putih menjadi seorang Maha Segalanya tahap 9 yang sangat kuat. Bahkan Raja Langit akan kesulitan melawannya.


"Kali ini aku akan membuktikan bahwa perkataan Tua Bangka itu tidak benar!" teriak Naga Putih sambil menyerang dengan cakarnya.


Pertarungan jarak dekat mereka perlihatkan. Shie yang telah menerima pelatihan tubuh tidak terluka sama sekali, berbeda dengan Naga Putih yang selalu terluka setiap kali diserang.


Walaupun kekuatan Naga Hijau sangat kuat dalam menyembuhkan tubuh, sayangnya lawannya adalah sang Naga Hitam ditambah kekuatan prinsip jiwa. Jadi kekuatan Naga Hijau tidak dapat berfungsi dengan baik.


Aldi dan Shen Haise hanya menonton di pertarungan jarak deket antara Naga Hitam dan Naga Putih.


"Bos, bagaimana pendapatmu tentang pertarungan ini?" tanya Shen Haise.


Mereka bertiga adalah rekan pertama yang mendirikan Seven Soul. Tidak menyangka Shen Haise yang dulunya serpihan jiwa Roh Asura menjadi salah satu mahluk terkuat di alam semesta.


Aldi meliriknya dan menjawab, "Sayangnya Shie akan kalah jika terus memegang pemikirannya yang sekarang. Dia harus merubah cara pandangannya terhadap lawan, jika ingin hidup."


Semua yang dikatakan Aldi adalah sebuah kebenaran. Jika Shie tidak merubah pikirannya tentang musuh, dia akan mendapatkan barunya setelah Naga Putih menjadi lebih kuat.


Kekhawatirannya langsung terjadi, Naga Putih yang merasa tidak dapat mengalahkan Shie langsung menuju pasukan Langit dan membantai mereka semua.


Setelah membunuh, Naga Putih menyerap semua kekuatan yang mereka miliki. Miliaran pasukan berpencar melarikan diri dari serangan Naga Putih yang mereka kira adalah Petra.


Salah satu prajurit memberikan laporan kepada Jendral lainnya untuk menghentikan Petra yang sedang mengamuk. Namun semua Jendral tidak ada yang percaya dengan laporannya, Desi dan Marko sangat mengetahui kekuatan Petra, jadi tidak mungkin dia adalah keturunan Naga Putih yang Legendaris.


Semburan energi terjadi dimana-mana. Semua pasukan Langit terluka para karena terkena serangan pemimpin mereka sendiri.


"Jangan menghindar. Aku adalah pemimpin kalian, maka korbankan diri untuk membuatku lebih kuat!" teriak Naga Putih kepada seluruh pasukannya.


Semua pasukan Langit langsung mengerutkan kening, mereka tidak menyangka bahwa Petra yang selalu mengayomi pasukannya mempunyai maksud tersembunyi.


Kepercayaan pasukan Langit sudah jatuh, mereka tidak bisa bertarung dengan benar. Hal itu membuat Seven Soul memiliki celah untuk melakukan serangan baik.


"Shen Haise, aku serahkan Shie kepadamu. Mungkin dia akan mengalami kecelakaan yang tidak akan pernah dia alami sebelumnya." Aldi pergi dari tempatnya untuk menyambut seseorang yang sedang mengintai pertempuran.


"Baik, Bos!" jawab Shen Haise tegas. Dia juga merasakan ada keberadaan kuat yang telah datang.


Aldi sudah sampai di depan Gerbang Dunia yang terbuka di dekat peperangan. "Apa tujuanmu datang kemari?" tanyanya memandang seorang pria tua berambut putih.


"Aku tidak menyangka kamu bisa menemukanku dengan mudah. Tidak ada maksud khusus, aku hanya ingin melihat pertarungan mahluk yang seharusnya tidak ada."


Pria tua itu adalah sang Maha Pencipta atau Gaia yang sedang menyamar. Namun Aldi sudah mengenali auranya, sehingga mudah untuk menentukan bahwa dia adalah pria tua yang menemuinya di alam bawah sadar.


"Mungkinkah benar dia adalah Maha Pencipta yang dimaksudkan dalam ramalan?" kata Aldi dalam hati. Dia tidak bisa melawannya untuk saat ini, jadi tidak baik untuk memprovokasinya.


Tatapan lembut dari Gaia membingungkan Aldi yang menguasai perubahan ekspresi wajah. Dia hanya tidak melihat adanya ekspresi berlebihan ketika melihat pertarungan antara Shie dan Naga Putih.


"Temanmu akan kalah jika terus seperti ini." Gaia melirik Aldi dengan tatapan lembut yang tidak pernah kehilangan senyumnya.


Aldi menggelengkan kepala, "Memang kita adalah orang lemah, tidka seperti anda. Namun jika mengalahkan musuh, kami adalah ahlinya."


Gaia tertawa kecil mendengar pernyataan Aldi, tetapi dia setuju dengan perkataannya. Namun ada sesuatu yang seharusnya dia bawa untuk melihat buku kepercayaannya.


Pertarungan Naga Hitam dan Naga Putih sangat sengit, kali ini Shie terluka parah. Berbanding terbaik dengan Naga Putih yang selalu menyembuhkan lukanya dengan baik. Namun serangan Jiwa Shie belum bisa digunakan, karena Shie masih terlalu sibuk dengan dunianya.


"Sekarang sudah waktunya kamu mati!" kata Naga Putih sambil tersenyum lebar. Dia mengangkat tangannya karena melihat Shie terjatuh kehabisan kekuatan.


Shie menggelengkan kepala. "Aku tidak pernah menganggap pertarungan ini adalah satu lawan satu. Sebagai anggota Seven Soul harus pintar dalam memilih situasi.


Shen Haise muncul menghentikan tangan Naga Putih dengan pedangnya. Dia menyelamatkan Shie karena Seven Soul masih membutuhkan jasanya.