7 Soul Reinforcement

7 Soul Reinforcement
Kekuatan Moras



Aldi yang memegang leher Moras tanpa ekspresi mulai menyerap jiwanya. Namun sesuatu yang aneh muncul di tubuh Moras yang sedang sekarat.


"Seperti yang diharapkan dari Moras, Sang Peramal yang sesungguhnya. Kamu ternyata masih menyimpan kekuatan untuk melawanku, jangan mengecewakanku lagi," kata Aldi melepaskan Moras.


Dia menuju Shen Yi yang hampir kehabisan energi kehidupan. Dengan kekuatannya, Shen Yi bisa diselamatkan, tetapi kekuatannya akan hilang dan menjadi manusia abadi biasa.


Walaupun terlihat lemah, Shen Yi tidak mudah untuk dibunuh sama seperti Kim Hoon, Kim William, dan Park Jimin sebelumnya.


Kekuatan tubuhnya jauh melebihi manusia biasa, bahkan jika senjata nuklir buatan manusia biasa menghantamnya, Shen Yi masih bisa mempertahankan hidupnya.


Walaupun hanya dengan kekuatan tubuh, Shen Yi akan hidup lebih lama daripada yang lainnya. Setidaknya dia bisa hidup selama satu setengah juta tahun.


Dengan teknik khusus, Aldi memindahkan tubuh Shen Yi yang tidak sadarkan diri. Aldi menghela nafas dan berkata, "Terima kasih, aku harap kalian hidup nyaman."


Pandangannya berbalik ke Moras yang telah selesai melepaskan Segel kekuatannya.


Moras berubah menjadi monster aneh berukuran 4 meter. Auranya tampak lebih tebal dari Axel yang mempunyai warisan Sang Peramal yang paling banyak. Hal itu karena Moras selalu melakukan eksperimen kepada para mahluk aneh.


Karena rasnya tidak memiliki perasaan ataupun pemikiran, mereka hanya menuruti semua perlakuan Moras.


Warisannya dari Sang Peramal memang sangat sedikit, tetapi pemikirannya tentang evolusi warisan telah dibudidayakan sangat lama. Bahkan Axel akan kesulitan membunuh Moras, padahal kemampuan spesial Moras adalah abadi yang tidak mempunyai serangan yang mematikan.


Setelah penelitian yang sangat lama, akhirnya Moras berhasil mengevaluasi dirinya sendiri. Dengan perubahan bentuk seperti monster aneh, Moras berhasil menggunakan pengetahuannya untuk membuat kekuatan buatan.


Setelah membuat sebuah peralatan aneh, Moras berhasil membuat sebuah kekuatan buatan yang tidak bisa habis. Alat itu sering dinamakan Lubang Hitam.


Dengan Lubang Hitam, Moras bisa menyerap semua kekuatan yang ada di sekitarnya. Namun alat itu hanya bisa digunakan pada Celah Dimensi, makanya Moras hanya bisa memaksimalkan kekuatannya di Celah Dimensi.


Karena Aldi ingin melihat semua kekuatan Moras, dia menantangnya ke Celah Dimensi.


"Ayo tunjukkan padaku, kekuatan yang selalu kamu banggakan. Kekuatan yang berani menantang aku!" kata Aldi sambil tersenyum lebar. Dia seperti seorang psikopat yang sedang menantang lawannya untuk membunuhnya.


Moras sudah kehilangan ingatannya tentang Aldi dan lingkungan sekitar. Dengan seluruh kemampuannya, monster besar setinggi 4 meter berlari dengan kecepatan suara.


Namun kecepatan suara tidak akan bisa mengimbanginya kecepatan perpindahan ruang, bahkan kecepatan cahaya milik Axel hanya bisa menggigit jari.


Untuk menguji kekerasan tubuh musuh, Aldi menggunakan tinjunya untuk melukai musuh. Namun siapa sangka, ketika tinjunya mengenai punggung Moras, pukulannya kekuatan pukulannya langsung hilang.


"Sepertinya serangan biasa tidak bisa melukaimu, baiklah mari kita coba dengan sedikit kekerasan." Aldi muncul di depan Moras dan memukul wajahnya dengan kekuatan penuh.


Namun siapa sangka, Moras tidak bergerak sama sekali. Bahkan dia seperti tidak merasakan sakit sedikitpun.


Karena Aldi berada di depannya, Moras mengayunkan tangannya untuk menangkap mahluk kecil di depannya.


Aldi langsung menghilang menggunakan teknik ruang. Melihat kekuatan tubuh Moras yang tidak masuk akal, Aldi harus menggunakan cara lain.


Pedang Cahaya dan Pedang Kematian di jadikan satu, Aldi berencana menggunakan kekuatan kedua pedang untuk melukai Moras yang telah berubah menjadi monster.


Ayunan pedang pertama langsung diluncurkan Aldi setelah berhasil menggabungkan pedang. Tubuh Moras yang sangat keras tidak tergores setelah menerima serangan.


Moras yang mempunyai serangan lemah ternyata memiliki pertahanan absolut yang tidak bisa di tembus dengan mudah. Bahkan dua pedang yang istimewa tidak bisa melukainya.


Melihat situasi semakin tidak kondusif, Aldi memikirkan serangan yang tidak mungkin untuk di hindari musuhnya dengan mudah.


Pilihannya jatuh kepada serangan Jiwa, dia mencoba serangan normal yang dapat melukai jiwa. Serangannya berupa sebuah bola energi kecil, yang dilempar dengan kecepatan rendah.


Namun siapa sangka, Moras menghindari serangan lemah yang menggunakan energi jiwa.


Melihat Moras ketakutan dengan serangan jiwa, Aldi langsung berpindah di belakangnya dan menembakkan beberapa bola energi yang dapat melukai jiwa.


Setidaknya ada 100 bola energi kecil yang menghantam Moras dalam wujud monster. Tidak disangka, Moras masih berdiri tegap tanpa sedikitpun luka.


Dia nampak sangat sehat, hal itu membuat Aldi sedikit kebingungan. Padahal monster langsung menghindar ketika Aldi melepaskan bola energi jiwa sederhana. Namun tidak ada efek yang berarti kepada Moras.


Setelah memperhatikan monster Moras, Aldi menyadari sedikit nafas musuhnya tidak stabil, tetapi auranya masih sangat kuat.


Untuk eksperimen lebih lanjut, Aldi melepaskan bola energi yang lebih kuat. Dia ingin melihat tubuh Moras yang sangat kuat.


Energi berukuran bola sepak menghantam perut Moras yang tidak bisa memprediksi kecepatan Aldi hanya bisa menerima serangan.


Moras yang sudah tidak memiliki kesadaran langsung menyerang Aldi dengan apapun yang dia punya. Namun serangannya tidak ada satupun yang berhasil, sebenarnya Aldi bisa menerima serangan Moras tanpa menghindar.


Tujuan awalnya menghindar adalah menarik perhatian Moras supaya tidak menyerang orang lain selain dirinya. Dengan fokus yang terbatas, beberapa anggota Seven Soul telah bersiap di tempat mereka masih-masing.


Dengan menggunakan tangan hayalan, Aldi menghentikan pergerakan Moras dari belakang. Ratusan juta pasukan Seven Soul melempar pedangnya dengan kekuatan jiwa.


Moras yang sedang dipegang tidak bisa berbuat apapun. Dia hanya bisa menerima serangan Jiwa dari ratusan orang secara bersamaan.


Tidak semua pedang menancap di tubuhnya, namun beberapa berhasil membuat luka yang sangat dalam.


Teriakan Moras terdengar sangat nyaring, dia sangat tersisa karena jiwanya terluka. Hal itu dikarenakan semua pedang Seven Soul telah mengandung energi yang dapat melukai jiwa seseorang.


Aldi memanfaatkan situasi untuk menyerap jiwa Moras, karena tangan hayalan sudah menggenggamnya, Aldi langsung menggunakan tekniknya. Dia tidak ingin membiarkan Moras terus bertambah kuat.


Karena Moras sama seperti Aldi, dia memiliki tubuh tanpa tanding yang di modifikasi. Bahkan bisa dibilang lebih hebat daripada Aldi karena Moras hidup lebih lama.


Dengan menyiksa dirinya sendiri, Moras menciptakan batas mahluk aneh di Celah Dimensi. Bahkan tidak ada satupun mahluk yang bisa melukai tubuhnya dengan serangan normal.


Jika bukan serangan prinsip jiwa, Moras tidak akan kalah. Bahkan Sang Penguasa Segalanya akan kesusahan jika melawan Moras dalam keadaan seperti ini.


Untungnya Prinsip Jiwa mempunyai teknik khusus yang menggunakan energi jiwa. Dengan memanfaatkannya, Aldi ingin mengajar Moras sampai parah.


Namun keadaan harus memaksanya mengakhiri pertempuran karena Tubuh Tanpa Tanding milik Zuma yang di salin.


Karena menyerap jiwa sangat menyakitkan, Moras berteriak sangat keras. Suaranya tampak seperti monster yang baru saja kehilangan kaki.


Karena mereka berada di dalam Celah Dimensi, tidak ada manusia atau mahluk lainnya di sekitar. Jadi sekeras apapun Moras berteriak, tidak ada yang akan menolongnya.


Aldi yang berhasil mengambil ingatannya tersenyum lebar. "Ternyata pengetahuan milikmu sangat melimpah, terima kasih telah melakukan banyak penelitian untukku!."


Dia sangat senang karena mahluk yang dia serap menjadi seorang peneliti handal yang tidak akan pernah kalah oleh siapapun. Bahkan Sang Penguasa Segalanya akan berusaha keras melawannya.


Penyerapan Jiwa membutuhkan waktu yang sangat lama, karena pengetahuan Moras jauh lebih banyak daripada Axel yang hanya bergantung dengan ramalan.


Tidak ada yang tahu berapa lama Aldi bertarung dengan Moras, tetapi satu hal yang pasti, tidak ada yang bisa mengalahkan Aldi dengan pengetahuannya sekarang.


Bahkan Sang Pencipta yang hanya melihat mahluk rendahan akan kesusahan melawannya yang mempunyai banyak pengetahuan tentang alam semesta.


"Sungguh pengetahuan yang melimpah, aku tidak menyangka Moras mempunyai ketrampilan yang sangat banyak untuk dicoba. Sayangnya dia menggunakan kekuatan bodoh yang dapat membunuh dirinya sendiri!" kata Aldi sambil tersenyum.


Dia kembali menuju markas besar Seven Soul di Kerajaan Bima Sakti. Setelah melihat keadaan sekitar, dia merasa sangat sakit hati.


Tidak ada satupun kehidupan yang terlihat, bahkan semua pasukan Seven Soul telah musnah kecuali pasukan inti yang kabur ke Dunia Buatan.


Aldi sudah men buat simbol khusus yang dapat melindungi mereka semua. Bahkan Sang Penguasa Segalanya tidak akan bisa melihatnya.


Seroang mahluk misterius muncul di depan Aldi yang sedang berdiri di atas reruntuhan Istana Kerajaan Bima Sakti.


"Menarik, Nak. Kamu telah berhasil membuatku terkesan. Jadi apa tujuanmu mengumpulkan semua kekuatan Sang Pencipta dan Sang Peramal?" tanya mahluk misterius.


"Sang Penguasa Segalanya, jangan berpura-pura bodoh. Aku yakin kamu sudah mengetahui Tujuan ku sebenarnya, sekarang aku tidak akan membiarkanmu menulis senjata manusia sesuka hatimu!" jawab Aldi dengan nada serius.


Sang Penguasa Segalanya tersenyum mendengar perkataan lawan bicaranya, tidak ada satupun mahluk di dunia yang mengetahui bahwa Sang Penguasa Segalanya yang menulis sejarah.


Buku Awal Mula Alam Semesta adalah sebuah buku yang bisa menciptakan takdir. Jadi semua penciptaan berasal darinya, orang yang bertanggung jawab menjadi pencatatan adalah Sang Penguasa Segalanya.


"Kamu telah mengetahuinya, selama kamu adalah manusia atau mahluk di alam semesta, tidak mungkin untuk mengalahkan aku. Jadi apa yang kamu cari?" tanya Sang Penguasa Segalanya sambil tersenyum manis.


Dia sedang sangat bosan, karena seluruh alam semesta tidak hancur. Dia hanya ingin menciptakan sesuatu yang lebih hebat di alam yang baru. Untuk menciptakannya, Sang Penguasa Segalanya harus mengosongkan semuanya.


"Tidak ada, hanya kebebasan yang tidak pernah aku miliki selama ini. Jadi mari kita mulai dengan beberapa gerakan ringan," kata Aldi menghilang dari pandangan semua orang.


Dia langsung muncul di hadapan Sang Penguasa Segalanya dan menyerang dengan bola energi di tangannya. Namun siapa sangka, Sanga Penguasa segalanya mengendalikan darah di dalam diri Aldi untuk menghentikan serangan.


Aldi yang tidak bergerak langsung mengerutkan kening. Dia sangat yakin bukan teknik waktu, karena dia juga menggunakannya.