
Memanfaatkan situasi, Aldi menggunakan kekuatan Kitty untuk membuat dirinya menjadi lebih kuat. Bahkan Moris dan Zuma tidak akan mengenali dirinya.
Energi yang dipancarkan sangat aneh. Bahkan Gaia dan Axel akan terkejut melihatnya. "Sudah waktunya kita keluar," katanya sambil mengangkat ujung bibirnya.
Disisi lain Shen Haise juga membuka matanya karena merasakan Aldi sudah keluar dari gua hukuman. Dia langsung menghampirinya untuk menerima perintah selanjutnya.
Semua pasukan inti Seven Soul yang berjumlah 700 juta mahluk bangkit menuju Aldi yang baru keluar dari gua hukuman.
Sedangkan anggota lainnya tidak merasakan sedikitpun perasan senang melihat Aldi. Mereka hanya berfokus untuk menjadi lebih kuat.
Raja Neraka dan Adolf juga sudah sangat kuat, bahkan 100 dari mereka pada masa lalu tidak dapat melawannya sekarang.
Bisa dibilang mereka berdua 100 kali lebih kuat dari setelah menerima segel penyerahan. Rocky adalah guru yang baik, dia tidak pernah melewatkan latihan.
Rocky jauh lebih kuat dari Raja Neraka dan Adolf. Setiap kali mereka berdua melewatkan latihan, Rocky akan mengajarnya.
Aldi memandang Raja Neraka dan Adolf, dia meletakkan tangannya ke pundak keduanya. "Sudah waktunya untuk membalikkan keadaan, aku berharap banyak pada kalian berdua," katanya.
Seluruh pasukan Seven Soul siap melancarkan serangan balasan. Mereka sudah mengerahkan pasukan ke Celah Dimensi untuk menggempur markas pasukan Panca.
Raja Neraka dan Adolf memimpin pasukan Neraka yang sudah dilatih Raja Mulawarman dan Kaisar Kong. 300 miliar pasukan Neraka telah mencapai Maha Segalanya tahap 9.
Sekarang hanya meninggalkan seberapa kuat ketrampilan bertarung mereka semua. Kekuatan kedua pasukan bisa dikatakan setara.
Bandi memimpin 10 miliar pasukan elit untuk menghadapi pasukan Neraka yang sudah bersiap untuk mengorbankan diri demi kehancuran Axel dan pasukannya.
"Raja Neraka, sebelumnya kita adalah rekan. Mengapa kamu menyerang balik kita," tanya Bandi mengulur waktu supaya pasukannya bersiap.
Raja Neraka menggelengkan kepala, "Tidak, kalian menggunakan kami untuk melawan pasukan aneh seperti Seven Soul. Setelah aku bergabung dengan mereka, aku merasakan apa yang dimaksud persahabatan dan perasan nyaman."
Tanpa melanjutkan pembicaraan Adolf langsung melebar bola energi yang sudah dia siapkan sejak awal.
Bola energi itu di simpan dalam sebuah cincin, jadi pasukan musuh tidak menyadarinya.
Setelah bola energi sampai di depan pasukan Bandi, ia meledak dan menyebabkan banyak pasukan musuh yang keracunan.
Adolf adalah orang yang sangat licik, dia bertemu dengan orang yang tepat karena Kim Hoon dan Kim William.
Sembari mengisi waktu luang, Adolf selalu belajar kepada dua orang yang selalu menggunakan racun di setiap serangannya.
Adolf sangat cocok dengan kepribadian mereka, hingga akhirnya dia berhasil mempelajari kekuatan yang dapat menyebabkan keracunan.
"Matilah!" teriak Adolf sambil melepaskan bola energi yang lebih banyak. Dia sangat puas melihat pasukan Sang Peramal merasa kebingungan.
Racunnya memang tidka terlalu berpengaruh, tetapi jika dihirup terus menerus bisa membuat pembudidaya kuat langsung jatuh.
Racun tersebut menyerang tubuh dan menggerogoti Jiwa. Hanya pembudidaya Jiwa yang bisa lolos dari racunnya.
Namun tanpa disangka semua pasukan Bandi tidak terlalu terpengaruh. Mereka melepaskan energi jiwa yang sangat misterius.
"Energi jiwa," kata Adolf sedikit kebingungan. Menurut informasi sebelumnya pasukan Axel bukanlah pembudidaya Jiwa.
Bandi menatap tajam ke arah Adolf yang menggunakan trik untuk menyerangnya. "Baiklah, mari kita selesaikan!" katanya sambil mengeratkan giginya.
Bandi melesat seperti sebuah anak panah yang baru lepas dari busurnya, dia mengayunkan pedangnya untuk menyerang Adolf yang tampak lemah.
Melihat serangan Bandi mengarah padanya, Adolf tersenyum lebar. Dengan santai dia menghembuskan nafas racun yang dapat menghancurkan konsentrasi lawannya.
Bandi tidak merasakan sedikitpun perubahan pada badannya, dia melanjutkan serangan untuk melukai Axel. Namun siapa sangka serangan pedang Bandi meleset dari targetnya.
"Hihihi, ayo kita bermain jendral!" kata Adolf dengan nada mengejek. Dia telah berhasil mempengaruhi penglihatan Bandi.
"Pengecut sialan. Kamu menggunakan racun yang sangat menyebalkan!" kata Bandi mengayunkan pedangnya ke segala arah.
Adolf yang melihatnya melemparkan bola energi yang dapat melukai jiwa. Serangannya mengenai punggung Bandi yang terbuka lebar.
Bandi memuntahkan seteguk darah segar karena terkena serangan telak. Dengan pemikiran matang dia melepaskan segel yang diberikan Axel.
Semua racun yang ada dalam tubuhnya segera melebur bersamaan dengan aura yang keluar dari tubuhnya. "Kamu memaksaku mengeluarkan semua kemampuanku!" kata Bandi dengan nada tinggi.
Karena fokusnya melihat Adolf, Bandi tidak melihat serangan yang dilancarkan Raja Neraka dari sambil. Sehingga dia terpental puluhan kilometer jauhnya.
"Sejak kapan kamu hanya memiliki satu lawan?" kata Raja Neraka sambil mengangkat ujung bibirnya.
Bandi yang belum bisa menstabilkan tubuhnya, Adolf muncul dibelakangnya. Dia menggunakan pedang besar dengan tubuh yang tampak kurus.
Pedangnya mengenai perut Bandi dengan sempurna, walaupun tidak bisa memotong Bandi, setidaknya memberikan luka sangat parah.
Bandi langsung memegang perutnya yang terkena serangan musuh, dengan cepat dia bergegas menyembuhkan lukanya.
Tubuh Bandi yang sangat hebat dalam penyembuhan langsung terpotong halus. Namun batu yang menyimpan kesadarannya masih belum dihancurkan.
Dengan kecepatan tinggi batu tersebut terbang melarikan diri. Kim Hoon dan Kim William tidak sedang dalam kondisi untuk mengejarnya, jadi mereka membiarkannya kabur.
"Kalian terlalu lama menjalankan tugas, sekarang bersihkan medan perang. Semuanya sudah disingkirkan." Kim Hoon melirik Raja Neraka dengan tatapan datar.
Dalam sekejap mereka menghilang dari pandangan semua orang. Raja Neraka memberikan tanggapannya tentang keduanya, "Seven Soul masih memiliki banyak rahasia yang belum kita ketahui!."
Adolf mengangguk menandakan persetujuan. Dia telah berlatih bersama Kim Hoon dan Kim William, tetapi masih belum melihat batas mereka berdua.
Hanya dengan serangan kombinasi, mereka berdua berhasil membunuh Bandi dengan kondisi terbaiknya. Sayangnya batu penampung jiwanya melarikan diri.
Raja Neraka dan Adolf memalingkan tatapannya, mereka melihat tumpukan mayat yang ditata dengan rapi. Tidak ada satupun korban di pihak pasukan Neraka.
"Jadi simbol Pelindung milik Seven Soul sangat bermanfaat untuk menurunkan kerugian. Sudah aku duga mereka menggunakan trik untuk mempertahankan pasukannya," kata Adolf melihat pasukan Neraka tidak berkurang sama sekali.
Mereka semua menuju markas pasukan Panca untuk membuat perhitungan. 300 miliar pasukan Neraka terbang menyerbu pasukan musuh dengan tatapan yakin.
Namun siapa sangka sebuah senjata nuklir yang hampir sama dengan milik Shen Qiu muncul di atas kepala mereka.
Ledakan besar membawa miliaran pasukan Neraka menghilang dari alam semesta. Walaupun tidak sekuat milik Shen Qui, tetapi senjata tersebut sangat mirip dengannya.
Otak dibalik semuanya adalah Axel yang sudah meramal bahwa senjata tersebut yang akan menentukan pemenang di akhir perang.
Namun ramalannya sedikit meleset karena Axel sudah mengganti sejarah dengan membuat senjata yang sangat mirip dengan Seven Soul.
Dia tidka ingin pasukan Panca yang bertugas membersihkan seluruh alam semesta dihancurkan. Namun kenyataannya sekarang sedikit berbeda, Raja Neraka dan Adolf yang tidak ada dalam ramalannya tiba-tiba muncul di atas markas pasukan Panca.
Disisi lain, Shie dan Shen Haise muncul di markas pasukan Gaia. Mereka ditugaskan untuk memancing musuh untuk masuk kedalam lubang hitam.
Karena hanya di lubang Hitam pasukan Seven Soul dapat bergerak dengan leluasa. Celah dimensi sangat luas, tetapi Moras menyarankan untuk membuat markas di semua lubang hitam.
Hal itu bukan tanpa sebab, lubang hitam dapat menghalangi semua komunikasi dari luar. Jika Seven Soul sudah berhasil membuat gerbang Dunia di setiap luang hitam, mereka akan mendapatkan akses kemanapun mereka inginkan.
Lubang hitam tidak bergerak, merekalah yang menggerakkan tata surya. Jadi Moras bisa dengan mudah memprediksi keberadaan lubang hitam dengan sempurna.
Memanfaatkan kekuatan alam, Seven Soul akan meraih kemenangan dengan mudah. Namun siapa yang menyangka, Axel sudah melihat tindakan mereka.
Triliun mahluk Celah Dimensi telah membantu pasukan Panca. Tidak kalah Gaia juga menyiapkan pasukan celah dimensi yang sangat banyak.
Shie tertawa keras melihat triliun mahluk celah dimensi menghalangi mereka. Monster tawa sudah kembali, ketika masih di Dunia Utama, Shie mendapatkan julukan itu.
Dia merubah wujudnya menjadi naga hitam dengan tinggi 7 meter. Tanpa peringatan Shie menyembuhkan energi yang dapat menghilangkan mahluk Celah Dimensi dengan sangat mudah.
Mahluk aneh yang menjadi anggota Seven Soul telah diteliti oleh Shen Si. Jadi dia menemukan formula untuk menghapuskan mahluk abadi dengan sangat mudah.
Semua teorinya telah diketahui semua anggota Seven Soul, jadi sudah wajar Shie menggunakan serangan yang sangat merusak.
Shen Haise tidak mau kalah, dia mengeluarkan miliaran bayangan dengan kekuatan setara Maha Segalanya tahap 9.
"Apa yang kalian lakukan. Segera singkirkan mereka berdua!" teriak Gaia yang mulai tidak bisa tenang karena semua ramalannya berbeda dengan kenyataan.
Semburan energi dari Shie membuat semua pasukan Gaia terluka parah. "Mari bermain anak-anakku!" katanya sambil tertawa.
Dua orang melawan triliun mahluk celah dimensi dan pasukan Sang Pencipta. Sungguh kejadian yang sangat aneh.
Suara tawa terdengar sangat keras, Shie dengan wujudnya sebagai naga tidak berhenti untuk tertawa karena menghadapi banyak musuh.
Akhirnya Gaia menghampiri mereka berdua dan melepaskan serangan pamungkas. Namun siapa sangka keduanya menghilang dari pandangannya.
"Aku akan kembali degan pasukan yang lebih besar," kata Shen Haise dengan suara lembut.
"Sialan, kalian benar-benar membuatku tidak sabar. Baiklah mari kita bermain siapa yang akan menang!" katanya.
Mahluk aneh muncul sambil membawa buku yang tertulis Asal Mula Alam Semesta. "Kejadiannya menjadi sedikit berbeda dari yang aku tulis. Terserahlah, aku tidak peduli dengan prosesnya yang penting adalah hasilnya."
Ketika dia ingin pergi, Aldi muncul didepannya dengan mata merah dan hitam. Dengan tatapan tajam Aldi memandang mahluk tersebut.
"Siapa kau?" tanya Aldi dengan tatapan serius.
"Wah, ada yang berhasil menemukanku. Sungguh persepsi yang sangat kuat. Aku hanya mampir untuk melihat hamba."
Cahaya putih langsung menusuk mata Aldi dan menghilangkan ingatannya. Untung Kitty bisa menyerap energi kemudian mengeluarkannya kembali.
Sehingga keluaran mahluk aneh tersebut tidak langsung mempengaruhi Aldi yang secara sekilas telah kehilangan kesadarannya.