
"Aku tak menyangka, Kediri akan berkembang seperti ini," ucap seorang pria mengenakan jaket berwarna merah.
"Jangan pikirkan itu, bagaimana persiapannya?" tanya lelaki tua sebelahnya yang menggunakan jubah berwana merah.
Pria itu berkata, "Sudah sangat matang, Master."
Suasana kediaman keluarga Hardianto tenang seperti biasa.
Aldi meninggalkan kesadaran energinya di sana, jadi kalau masalah yang datang dia dapat mengetahui dengan cepat.
Hari ini akan dilaksanakan ujian sekolah, Aldi dan Shie berniat untuk lulus kali ini.
Mereka sudah sudah melewatkan ujian tahun lalu. 4 tahun adalah batas maksimal mereka di sekolah menengah.
Ujian dilaksanakan hanya dalam satu hari, hal itu membuat banyak murid tidak lulus.
Shie menempati posisi pertama dalam ujian kali ini, dengan total nilai 45.
Sedangkan Aldi hanya menempati posisi 15, tapi hal itu malah membuatnya senang.
Mereka berdua menuju kediaman keluarga Li untuk berlatih.
"Aldi, akhirnya kau datang," kata Li Sogun.
"Ada apa, Paman?" tanya Aldi.
Dengan ekspresi cemas Li Sogun menjawab, "Ada sesuatu yang terjadi dengan Li Wulong!"
Wajah Li Wulong tampak pucat dengan bibir pecah-pecah. Suhu tubuhnya sangat panas serta tubuhnya bergetar ringan.
Aldi langsung memeriksa Li Wulong, bukannya cemas dia malah tersenyum.
"Surga memberkati Keluargamu, Paman!" kata Aldi.
Mendengar itu Li Sogun tampak bingung. "Apa yang terjadi?" tanya Li Sogun.
Aldi menjelaskan bahwa keadaan Li Wulong sekarang merupakan pembangkitan Garis Darah.
Garis Darah mempunyai beberapa tingkatan, yaitu Biasa, Luar Biasa, Spesial, Raja, Kaisar, dan Kuno
Li Wulong mempunyai Garis Darah Spesial. Potensi perkembangannya lebih baik Izza Heru.
Setelah beberapa jam Li Wulong menderita siksaan kebangkitan Garis Darahnya.
"Selamat Kakak Wulong, yang terlah berhasil melewati cobaan," ucap Aldi dengan senyum ringan khasnya.
"Apa yang terjadi denganku, Aldi?" tanya Li Wulong.
"Garis Darahmu terbuka, itu akan membantu mempercepat perkembangan beladiri mu," kata Aldi dengan senyum ringan.
Kekuatan keluarga Hardianto meningkat pesat setelah mengkonsumsi pil buatan Aldi.
"Ayah, apa yang terjadi?" tanya Amir Hardiman melihat Ayahnya yang terlihat cemas.
"Aku mempunyai firasat aneh, setelah melihat laporan bisnis keluarga," jawab Simon Hardiman.
Semua bisnis keluarga Hardiman di kota Bandar mengalami kerugian.
Suara pintu yang didobrak terdengar sampai ke ruangan kerjanya.
"Apa yang terjadi?" ucap Simon Hardiman dengan bingung.
Amir Hardiman langsung menuju sumber suara. Setelah ia sampai di sumber suara, ternyata ada 30 orang berpakaian merah berdiri halaman rumahnya.
"Siapa kalian?" tanya Amir Hardiman dengan kelas, karena ia melihat gerbang rumahnya roboh.
Mereka tidak menjawab pertanyaan Amir Hardiman. Salah satu pria berkata, "Bocah, diaman Samsul Hardiman?"
"Kalian tidak pantas menemuinya!" bentak Amir Hardiman dengan ekspresi marah.
Seorang pria langsung menyerang Amir Hardiman. Setelah pertarungan singkat ia keluar sebagai pemenang.
"Bocah, kau cukup terampil!" kata seorang Lelaki Tua.
Simon Hardiman dan Aries Hardiman datang ke halaman membantu Amir yang kesusahan.
Aries sudah memperbaiki sikapnya, bahkan sekarang dia mulai mengidolakan Aldi.
Semua anggota keluarga Hardiman berangsur-angsur datang membantu Kepala Keluarga mereka.
"Jadi ini kekuatan keluarga Hardiman!" ucap Pria paruh baya berpakaian merah.
Tanpa menunggu balasan, Pria itu berkata, "Ingat namaku, Rodrigues Sang Raja Terkutuk!"
Rodrigues merupakan pemimpin perguruan Red Cape.
Keahlian perguruan mereka adalah sihir aneh yang dapat mempengaruhi kesehatan.
Samsul Hardiman adalah pembudidaya beladiri, jadi wajar jika ia bersinggungan dengan orang lain.
"Rodrigues, kali ini aku akan menang!" teriak Samsul Hardiman yang tiba-tiba langsung menyerang.
Pertarungan terjadi diantara mereka, Samsul Hardiman yang mempunyai kekuatan tingkat Biru Awal membuatnya lebih unggul.
"Kau menerobos!" ucap Rodrigues dengan kesal.
Setelah Samsul Hardiman menunjukkan kekuatannya, pertarungan mereka berat sebelah.
Rodrigues terluka cukup parah setelah pertarungan singkat.
"Kau pikir dengan tingkat Biru bisa melawanku," ucap Lelaki Tua Berubah Merah.
Lelaki Tua itu memancarkan aura berwarna coklat, membuat semua keluarga Hardiman gemetar ketakutan.
Aldi di kediaman keluarga Li merasakan ancaman terjadi di daerah Simon Hardiman.
Aldi, Shie, dan Kim Hoon langsung menuju kediaman Hardiman dengan jalur khusus yang disediakan Li Sogun.
Tanpa menunggu jawaban Kim Hoon, Aldi berkata, "Kau cukup terkenal di kalangan masyarakat Semi Rahasia, jadi lebih baik untuk sementara kau menyembunyikan keberadaan mu." Kim Hoon setuju dengan sarannya mengambil topeng itu.
Ketika Aldi, Shie, dan Kim Hoon sampai di kediaman keluarga Hardiman, aura yang kuat terasa di halaman rumah.
"Tunggu," ucap Aldi menghentikan pergerakan mereka.
"Kita perlu strategi untuk menghadapi mereka," kata Aldi.
Kerukunan orang berpakaian merah itu sangat aneh. Setelah Aldi menggunakan Mata Langit, ia menemukan bahwa 2 orang berada di tingkat Coklat Awal.
Pasukan 30 orang berpakaian merah itu terdiri dari 2 orang tingkat Coklat , 20 tingkat Biru, dan yang lainnya di tingkat Jingga.
Pria yang di lawan Amir merupakan orang terlemah dalam pasukan itu.
Aldi menjelaskan strategi yang mungkin bisa membuat mereka mengatasi masalah ini.
2 orang tingkat Coklat itu, akan di urus oleh Aldi sendiri. Untuk Shie dan Kim Hoon mereka membantu keluarga Simon.
Shie dan Kim Hoon sudah mengetahui kekuatan Aldi, jadi mereka menyetujui sarannya.
"Haha, kalian takut sekarang?" tanya Lelaki Tua itu dengan sombong.
Semua orang yang menyaksikan aura berwarna coklat terdiam, tidak bisa menjawab pertanyaan itu.
"Menganiaya orang yang tidak sepadan dengannya sangatlah tercela," ucap Aldi sambil mendatangi kerumunan.
Aldi datang sendiri, sedangkan Shie dan Kim Hoon bersembunyi.
"Jadi, Bocah ini yang membantumu melepaskan kutukan ku?" tanya Lelaki Tua itu memandang Samsul Hardiman yang terluka parah.
Aldi tertawa mendengar perkataan itu, ia kemudian berkata, "Jadi Kau yang meletakan kutukan konyol itu." Aldi memegang perutnya karena tertawa terlalu keras.
"Bocah sombong!" kata Lelaki Tua itu dengan marah.
Teknik Kutukan Raja.
Teknik itu dapat mengeluarkan gas beracun yang sangat matikan.
Aldi hanya berdiri tanpa bergerak sedikitpun.
"Racun rendahan ini tidak akan bisa melukaiku," ucap Aldi dengan senyum ringan.
Tubuh Aldi sudah dia tempa sangat keras sejak bayi, jadi Racun rendahan seperti itu tidak dapat meracuninya.
Lelaki Tua lainnya menyerang Aldi dengan teknik telapak tangannya.
"Sungguh mengecewakan," kata Aldi memegang tangan Lelaki Tua yang menyerangnya.
Pertarungan Aldi melawan 2 Lelaki Tua tidak terhindarkan.
Aldi menggiring 2 Lelaki Tua untuk menjauh dari halaman. "Lari, Bocah!" ucap Lelaki Tua berbaju merah.
Setelah sampai di sebuah hutan Aldi berhenti, ia berkata, "Lelaki Tua, kalian sangat bersemangat mengejar ku."
Mereka berdua tertawa bersama. Salah satu Lelaki Tua itu berkata, "Kau mempunyai ketrampilan yang langka, Bocah!"
Aldi tersenyum dan mengeluarkan pedangnya, tidak menunggu lama ia menyerang terlebih dahulu.
Pertarungan singkat terjadi, Aldi masih berdiri tegak tanpa terluka sedangan kedua Lelaki Tua itu kehilangan satu tangannya.
Ketika Aldi ingin membunuh mereka, ia merasakan sensasi aneh dari aura mereka.
"Aku menang!" ucap Aldi sambil tersenyum.
Aldi menyiapkan formasi perlindungan, ia menduga bahwa kedua orang tua itu akan meledakkan dirinya.
"Kau dari perguruan mana?" tanya Lelaki Tua.
"Aku tidak mempunyai perguruan," jawab Aldi dengan santai.
Mendengar itu, mereka tidak percaya. Nasi sudah menjadi bubur, jalan yang bisa mereka lalui hanya kematian bersama.
"Haha, seharusnya sudah selesai, pembantaian keluarganya Hardiman, " ucap Lelaki Tua.
"Kau terlalu meremehkan orang ku," jawab Aldi sambil tersenyum.
Ia menyuruh Kim Hoon untuk bersembunyi karena dia mendeteksi bahwa ada beberapa orang telah bersembunyi.
Orang Terkuat diantara mereka mempunyai kekuatan tingkat Biru Puncak, untuk sekarang Shie tidak bisa melawan orang itu.
Taktik Aldi membagi fokus pertarungan berjalan dengan lancar keluarga Hardiman selamat dari bencana , sedangan Rodrigues dan kawanannya tewas ditempat.
"Sebelum aku mengakhiri kehidupan kalian, sebaiknya menghubungi orang mu," ucap Aldi
Lelaki tua itu mengambil alat komunikasi dengan sebelah tangannya.
Harapannya sirna ketika panggilan itu tidak ada yang merespon.
" Apa yang terjadi?" ucap Lelaki Tua itu dengan bingung.
"Kau sudah mengetahui hasilnya jangan pura-pura tidak tau," kata Aldi dengan senyum lebar.
Ketika Aldi ingin menebas leher Lelaki tua itu dia tersenyum.
"Kita akan mati bersama!" teriak Lelaki Tua.
Aura tubuh mereka melonjak, mengakibatkan tubuhnya meledak. Aldi yang sudah mengetahui hal itu, kemudian ia melepaskan formasi perlindungan.
"Sangat disayangkan raga mereka hancur." Shen Haise yang sebelumnya dia mengungkapkan dirinya.
"Siapa bilang?" Aldi menggerakkan tangannya dan tubuh kedua Lelaki Tua itu masih utuh, tapi mereka sudah tidak bernyawa.
Teknik Aldi sangat aneh, jadi Shen Haise sudah mulai terbiasa.
Kekuatan Shen Haise melompat menjadi tingkat 14. Sekarang dia dapat melawan pembudidaya beladiri tingkat Biru Puncak.