
Pergerakan pasukan Sang Peramal sudah matang. Mereka sudah menghancurkan banyak dunia, sekarang tinggal menunggu Sang Pencipta menunjukkan dirinya.
Bandi yang duduk di kursi kerjanya sedikit terkejut merasakan bahwa Rafael sudah tiada. "Sepertinya dai mengalami kecelakaan," katanya menaruh bolpoin miliknya.
Wanita cantik muncul di sebelah Bandi yang merasakan kematian Rafael, dia adalah Adita. "Rafael sudah menghilang, sampai kapan kita akan menunggu?" tanyanya memandang Bandi yang masih menahan pasukan.
"Bos, menyuruh kita untuk bertahan selama mungkin. Persiapan kita sudah matang, sekarang kita hanya perlu menunggu kedatangan Sang Pencipta," jawab Bandi sambil menggelengkan kepala.
Hemas dan Adven yang selama ini tidak pernah mematuhi Bandi datang dan menyetujui perkataannya.
Mereka berdua diam-diam menonton pertarungan Rafael dan pasukan Seven Soul. Karena menonton kekejaman pasukan Seven Soul, mereka memilih untuk menunggu pasukan yang lebih besar.
Axel muncul dari udara kosong, kemudian duduk di sofa sebelah Hemas dan Adven. "Sudah waktunya kita bergerak, persiapkan diri kalian. Aku akan meledakkan bom yang telah di pasang!" katanya tersenyum.
Aldi yang sudah merencanakan tindakan pencegahan. Dia menyuruh semua pasukan inti untuk mewaspadai setiap orang yang mencurigakan.
Seperti dugaannya para pengkhianat mulai masuk ke Dunia Buatan untuk membuat kekacauan. Mereka mulai menantang pasukan yang lebih lemah dan membunuh beberapa orang baru.
Anggota inti yang sudah mengawasi mereka langsung membunuh para pengkhianat. Peraturan Seven Soul tidak memperbolehkan anggotanya membunuh rekannya sendiri.
Setiap orang yang berkhianat langsung di bunuh ditempat. Tanpa terkecuali, sehingga berita tentang ledakan bom yang dikatakan Axel tidak mempengaruhi Seven Soul.
"Mahesa, awas Fahmi. Aku merasakan energi Sang Peramal darinya," kata Aldi melirik Mahesa yang sedang duduk di kursi kerjanya.
Shen Er muncul sebelum Mahesa menjawabnya, "Aku juga mencurigainya sejak pertama kali bertemu. Orang itu sedikit aneh karena bisa meramal masa depan."
Aldi sangat yakin bahwa teknik beladiri yang dia berikan bukan ramalan. Seharusnya Fahmi tidak bisa menggunakan ramalan dengan sangat baik seperti sekarang.
Kontribusinya terhadap Seven Soul sangat tinggi, dia mengambil hati banyak pasukan baru karena menunjukkan masa depan mereka. Bahkan jodoh dan harta bisa dia ramal.
Namun tidak ada satupun pasukan inti yang mempercayai ramalannya, mereka percaya dengan Aldi bahwa keberadaan para pasukan Seven Soul tidak bisa di ramal.
Hal itu dikarenakan Aldi adalah mahluk yang seharusnya tidak ada di alam semesta. Sehingga setiap orang yang berada di sekitarnya akan mengikuti jejaknya.
"Aku sebenarnya tidak mencurigai Fahmi karena dia selalu berbuat baik. Namun setelah memikirkan ya secara matang, tidak seharusnya Fahmi membuat kelompok yang kuat seperti itu," kata Mahesa memberikan tanggapannya.
Raja Mulawarman dan Kaisar Kong muncul di ruang kerja Mahesa. Mereka memberikan berita tentang persediaan obat di gudang para prajurit telah menghilang.
"Sepertinya aku melakukan kesalahan karena membiarkan para pengkhianat masuk dengan bebas." Aldi sedikit murung mendengar laporan mereka berdua. Namun tanpa sebab yang jelas, dia tersenyum aneh, dia mendapatkan ide yang sangat brilian.
Karena Dunia Buatan adalah buatannya, Aldi mengetahui siapa saja pengkhianat yang membuat pergerakan. Namun dia tidak bisa mendengar telepati yang dilakukan anggotanya.
Aldi menyuruh beberapa orang untuk menangkap anggota yang mencuri persediaan pasukan. Kemudian menggunakan cara jahat untuk menangkap para pengkhianat.
"Serap semua ingatan dari pengkhianat, aku tidak percaya Prinsip Jiwa bisa dikalahkan dengan mudah!" kata Aldi tegas.
Dia menyuruh semua anggota inti untuk menyerap setiap pengkhianat, dan menyusun ingatannya untuk mendapatkan bos pengkhianat yang sebenarnya.
Tanpa perintah lebih lanjut, semua pasukan inti langsung menjalankan tugas yang diberikan Aldi. Semua orang menyerap pengkhianat tanpa terkecuali.
Sampai akhirnya semua teka-teki terpecahkan. Pengkhianat sebenarnya adalah Fahmi yang mendapat warisan dari Axel.
Fahmi adalah orang yang memerintahkan anggota setianya membuat kerusuhan melalui telepati. Dia tidak pernah menyangka bahwa pasukan Seven Soul sangat kejam terhadap rekannya sendiri.
Bahkan banyak anggotanya belum berbuat kesalahan di bunuh di tempat. "Sial, ternyata Aldi itu bukan orang bodoh. Sebaiknya aku segera menghubungi guru untuk meminta bantuan."
Fahmi mengirimkan telepati kepada Axel tentang masalahnya di Dunia Buatan. Dia meminta bantuan untuk menjatuhkan kekuasaan Aldi.
Sayangnya dia tidak tahu bahwa Dunia Buatan adalah milik Aldi sepenuhnya. Bahkan Axel tidak mengetahui hak tersebut.
Selama Aldi masih hidup, Dunia Buatan akan tetap berdiri walaupun digempur miliaran pasukan. Namun jika Aldi tewas, maka Dunia Buatan akan runtuh.
Shen Er adalah orang yang paling marah ketika mengetahui bahwa Fahmi adalah pengkhianat yang mendapat dukungan dari Axel.
Dia langsung mendatangi ruangan Fahmi yang telah dilapisi oleh simbol khusus, jadi raungan tersebut tidak akan mudah hancur.
Sayangnya lawannya adalah seorang ahli simbol yang tidak bisa diremehkan. Dengan sedikit usaha Shen Er berhasil menghancurkan simbol pelindung.
"Fahmi, aku sudah mengatakannya. Jika kamu berpihak pada musuh, tidak segan aku akan membunuhmu!" kata Shen Er dengan tatapan tajam, dia melepaskan energi gelap.
"Tunggu, kamu salah paham. Aku tidak pernah berkhianat, segel yang diberikan Axel membuat tubuhku bergerak sendiri," kata Fahmi membela diri. Dia ingin mengelabuhi Shen Er dangan kata-kata karena sebelumnya sempat berhasil.
Berbeda dengan harapannya Shen Er langsung menusuk Fahmi dan menggunakan teknik khusus yang diberi nama Room.
Teknik ini sebenarnya adalah keahlian Shen Si, tetapi Shen Er menggunakannya untuk menyiksa Fahmi.
Sakit yang dirasakan Fahmi tidak dapat membunuhnya, seluruh bagian tubuhnya terkena sayatan yang membuatnya susah bernafas.
Teriakan Fahmi membuat seluruh pasukan Seven Soul yang ingin berkhianat berpikir dua kali. Mereka mendengar Fahmi berteriak seperti seekor tikus yang sedang sekarat..
Tidak lupa Shen Er menyerap semua ingatan Fahmi untuk mendapatkan informasi tentang pasukan Sang Peramal.
Axel yang duduk bermeditasi di sebuah gua aneh merasakan keberadaan Fahmi menghilang langsung mengerutkan kening. "Sial, Seven Soul bergerak terlalu cepat. Aku harus menjalankan rencana berikutnya!" katanya sambil membuka mata.
Bandi mendapatkan telepati untuk segera melanjutkan rencana penghancuran Dunia Utama dan Dunia Maha Tinggi.
Bandi yang mendengarnya langsung bergerak dan meluncurkan sebuah nuklir yang sama persis seperti milik Shen Qui. Dia mendapatkan cetak biru dari Fahmi yang mencurinya.
Sayangnya Nuklir yang digunakan bukan desain sebenarnya, sehingga membuat Bandi harus bekerja keras untuk menyusun semua bagian dari Nuklir.
Dunia Maha Tinggi adalah target pertama yang menjadi target. Pasukan Seven Soul yang mencoba menyelamatkan dunia Maha Tinggi langsung melaporkan kejadian.
Shen Er dan pasukan langsung melindungi Dunia Maha Tinggi dari serangan Nuklir yang sangat banyak. Dia terluka parah akibat terlalu banyak menerima serangan nuklir.
Bandi muncul di depan Shen Er yang sedang terluka. "Kamu adalah kunci yang harus disingkirkan sebelum menghancurkan Seven Soul!" katanya sambil mengayunkan pedang.
Anehnya Shen Er tersenyum lebar, dia merasakan keberadaan orang yang sangat kuat menghentikan pedang Bandi.
"Menyerang wanita yang sedang terluka adalah tindakan paling tercela yang dilakukan laki-laki!" kata Shen San yang dengan mudah menangkap pedang Bandi.
Bandi yang terkejut langsung melepaskan pedangnya dan berlari untuk menyelamatkan diri. Pedang tersebut adalah buatan Axel, seharusnya tidak ada satupun mahluk yang bisa menangkapnya.
Namun ada seorang berpakaian hitam dengan tubuh setinggi 2,5 meter menangkapnya dengan mudah. Hal itu diluar akal sehat, jadi pilihan terbaik adalah kabur.
Shen San tidak membiarkan Bandi melarikan diri. Namun Bandi tidak kehabisan akal, dia menyuruh pasukan untuk menghentikan Shen San yang seperti seorang monster.
Walaupun tahu mereka akan mati karena menghentikan Shen San, tidak ada satupun prajurit yang menolak permintaan Bandi. Mereka semua sudah diberikan hidup yang diinginkan, sekarang waktunya untuk balas budi. Itulah yang sedang mereka pikirkan.
Satu kali ayunan pukulan Shen San mengirim pasukan perisai Bandi ke gerbang kematian. Pukulannya mengandung simbol yang dapat menangkap jiwa dan langsung menyerapnya.
Walaupun tampak sederhana, sebenarnya Shen San akan bertambah kuat selama dia mendapatkan porsi bertarung yang banyak.
Sayangnya Aldi menginginkan Shen San mengontrol kekuatannya untuk mendapatkan kekuatan yang stabil.
Semua pasukan perisai telah menuju gerbang kematian, tetapi dia tidak bisa melihat keberadaan Bandi yang kabur.
"Menangkap orang pintar lebih susah daripada yang aku bayangkan," kata Shen San memandang lurus.
Mereka semua bertarung di celah dimensi karena sangat luas. Jika bertarung di kasur angkasa, Bandi tidak akan memiliki kesempatan menghancurkan Dunia karena simbol pelapis yang sangat kuat.
Sehingga dia memutuskan untuk menghancurkan Dunia Maha Tinggi dari dalam.
Tanpa diduga pasukan Seven Soul sudah bersiap di sekitar Celah Dimensi untuk melakukan pencegahan.
Axel yang mengetahui semua rencananya gagal langsung menemui anggota Panca yang tersisa. Dia menggunakan kekuatan khusus untuk memaksa para anggota Panca menjadi kuat.
Teknik ini memang sangat berbahasa, tetapi dia tidka mempunyai banyak waktu untuk menunggu. Ramalannya mengatakan dua hari lagi pasukan Sang Pencipta akan membuat Celah dimensi menjadi putih.
Sedangkan Anggota Panca bukan orang yang patut untuk dilindungi, mereka hanya digunakan untuk melancarkan semua rencana Axel dalam menghancurkan semua dunia.
Dia hanya ingin membuat dunia hancur dan menghapuskan semua warisannya.
Setelah dua hari berlalu, pasukan Sang Pencipta benar-benar datang ke Celah dimensi. Mereka berjumlah 1 triliun pasukan setara Maha Segalanya tahap 9 atau lebih.
Gaia sudah mempersiapkan hari ini dengan sangat matang, dia mencari para petarung berbakat untuk dijadikan prajurit.
Sehingga dapat menghentikan Sang Peramal menghancurkan alam semesta. Walaupun kekuatannya lebih rendah dari Axel, Gaia ingin melawan dengan jumlah.
Aldi yang mendengar pasukan Sang Pencipta muncul tidak percaya dengan jumlah prajuritnya.
"Sejak kapan Maha Segalanya ada sangat banyak?" tanya Aldi kebingungan. Sayangnya pertanyaannya tidak ada yang bisa menjawab.
Axel yang sudah mengetahui hal tersebut memerintahkan pasukan Panca yang telah berevolusi untuk berfokus menyerang pasukan Sang Pencipta.
"Untuk sementara biarkan Seven Soul menikmati kemenangannya, fokus kita menghadapi Sang Pencipta!" kata Axel tegas.