7 Soul Reinforcement

7 Soul Reinforcement
Mengejutkan



Pasukan Leo sudah mengirimkan surat kepada Earl bagian utara wilayahnya. Tantangan ini di siaran secara terbuka.


Pemimpin mereka adalah Earl Justin. Kemampuan khususnya adalah menyusun strategi perang yang hebat.


Namun lawannya adalah Leo yang sudah membaca sebagian besar perpustakaan strategi yang di tulis Aldi.


Karena Aldi tidak mempunyai waktu yang banyak, akhirnya dia menulis pengetahuannya menggunakan sebuah simbol pengetahuan.


Untuk membaca, mereka harus menggunakan energi murni. Jadi yang lemah tidak akan bisa membaca banyak pengetahuan.


Sedangkan yang kuat, dapat membaca sebanyak mungkin pengetahuan. Hal ini dilakukan supaya anggota inti tidak hanya berfokus membaca buku, tetapi juga meningkatkan kekuatannya dengan baik.


Sebagai seorang yang di tantang, Earl Justin berhak membawa 150 prajurit. Sedangkan Leo sebagai penantang hanya membawa 100 .


Hari pertandingan akan dilaksanakan esok hari. Leo tidak memiliki persiapan khusus, bahkan jika dia memilih pasukan secara acak, kemenangan pasti berada di tangganya.


Namun karena beberapa bangsawan menonton pertandingannya, Leo harus sedikit berpura-pura terdesak.


Sehingga tidak menimbulkan kecurigaan yang berlebihan dari semua orang. Kecurigaan Regas sudah sangat merepotkan, jika di tambah dengan bangsawan lainnya akan sangat merepotkan.


Aldi duduk di kursi penonton di arena pertandingan kota Lahat, wilayah kekuasaan Earl Justin.


3 bangsawan menghadiri pertandingan. Mereka semua mempunyai pangkat Earl, jadi Aldi sedikit mengerutkan kening.


Leo tidak terlalu mencolok, tetapi mengapa bisa ada 3 Earl yang menonton pertandingan. Aldi sedikit kebingungan dengan kejadian tersebut.


Namun dia segera mendapatkan jawaban ketika 3 Earl berjalan menuju kamp pasukan Earl Justin. Mereka hanya ingin melihat pertandingan Earl Justin.


Bukan tanpa alasan, mereka melihat pertandingan untuk mencari informasi tentang prajurit Earl Justin. Sehingga mereka dapat memperkirakan tingkat kemenangan ketika bertanding.


"Menarik, pasukan Baron Leo tidak ketakutan ketika melihat Jendral Dermawan," kata Earl Lewin.


Lewin adalah salah satu Earl yang datang melihat pertempuran Baron Leo dan Earl Justin. Wilayahnya berada di sebelah barat wilayah Leo dan Earl Justin.


Jadi dengan datang melihat pertandingan, dia mendapat informasi tentang seberapa kuat tetangganya.


Kedua Earl lainnya tidak memberikan tanggapan lebih. Mereka tidak peduli dengan keberadaan Baron Leo yang wilayahnya jauh dari mereka.


Mereka hanya berfokus kepada Earl Justin yang sedang mempersiapkan strategi perang.


Dalam pertandingan akan diadakan langsung 100 lawan 100. Setiap orang akan diberikan sebuah kalung yang dapat mendeteksi kondisi pemakainya.


Sehingga ketika pemegang kalung sudah kehabisan tenaga, kalungnya akan secara otomatis pecah. Hak itu menandakan bahwa peserta sudah kalah.


Warna kalung dibagi menjadi tiga jenis yaitu hijau, oranye, dan merah. Warna kalung menandakan kapasitas energi yang masih tersisa.


Untuk mengelabuhi kalung, Aldi telah menyiapkan sebuah cincin yang terdapat di jarinya. Benda itu dapat mengontrol jumlah energi yang dipancarkan tubuh.


Sehingga ketika mereka menang, anggota inti akan mengaktifkan cincin supaya energinya menjadi sangat lemah.


Hal itu dilakukan supaya tidak banyak orang yang curiga dengan kekuatan super prajurit Leo.


Musuh hanya setara dengan tingkat Penguasaan tahap 2. Jadi mengalahkan mereka seperti bermain dengan bayi.


Namun untuk membuat pertunjukan semakin menarik, Leo mengukur waktu sepanjang mungkin.


"Baron Leo, sungguh kehormatan bisa melawan mu di arena pertempuran. Aku Earl Justin menyambut dengan tangan terbuka!" kata Earl Justin dengan keras.


Suara Earl Justin terdengar oleh seluruh penonton.


Leo tersenyum tipis melihat tingkah sombong Earl Justin." Terima kasih, Earl Justin. Semoga kamu siap kehilangan wilayah kecilmu ini!"


Tidak mau kalah, Leo melemparkan kata-kata provokasi untuk memeriahkan pertandingan.


Jendral Dermawan maju untuk mengadu kekuatan satu lawan satu. Purnomo menjawab tantangannya dengan maju kedalam arena.


"Sebaiknya kamu segera menyerah sebelum babak belur!" kata Jendral Dermawan dengan nada sombong.


Purnomo tersenyum dan berkata, "Sungguh kepercayaan diri yang tinggi, tetapi aku tidak bisa kalah sebelum mencoba."


Jendral Dermawan segera menyerang dengan tombaknya, dia mengeluarkan aura berbentuk naga kuning dari tombaknya.


Purnomo sangat tenang, dia menggenggam pedang kecilnya dengan erat. Kemudian mengarahkan pernah kecilnya menuju ujung tombak Jendral Dermawan.


Setelah aura jendral Dermawan habis, Purnomo melempar dirinya kebelakang beberapa meter.


Jendral Dermawan yang tidak terima serangan ya dihentikan, segera mengeluarkan seluruh kemampuannya menyerang Purnomo.


Namun pertandingan bukan satu lawan satu, melainkan pertarungan kelompok. Setelah energi Jendral Dermawan menjadi oranye, sebuah panah mengarah kepadanya.


Karena hanya Leo yang menembakkan panah, Jendral Dermawan dengan sombong menyerang pasukan musuh seorang diri.


Namun semua prajurit Leo mengeluarkan panah ya serta menyerang Jendral Dermawan. 99 anak panah mengarah ke arah Jendral Dermawan secara bersama.


Akurasi setiap panah sangat tinggi, semua anak panah akan sulit dihindari. Leo dan semua orangnya telah memiliki kekuatan Dewa Apollo.


Tanpa sadar Jendral Dermawan menerima semua panahnya tanpa menghindar. Setiap anak panah mengandung racun yang dapat memudarkan energi Dewa.


Jadi energi Dewa jendral Dermawan menurun sangat cepat.


Salah sekejap kalung jendral Dermawan pecah, menandakan kekalahannya.


Melihat kebodohan Jendral Dermawan, Earl Justin sangat geram. Dia terlalu meremehkan lawannya sampai lupa memberitahu Jendral Dermawan bahwa orang lemah selalu bijak dalam bertindak.


Setiap panah yang di bawa anggota Seven Soul memiliki bentuk yang sama. Panah itu adalah pengembangan panah milik Dewa Apollo.


Bahkan panah Dewa Apollo akan jelek jika dibandingkan dengan panah mereka semua.


Aldi sebagai perancang panah sangat puas dengan strategi yang di gunakan Leo untuk memancing lawannya.


"Baron Leo sungguh tidak terduga. Menggunakan panah untuk mengalahkan jendral terbaik yang aku miliki," kata Earl Justin dengan senyum tipis.


"Pujian yang terlalu tinggi untuk kami, Earl Justin. Semua terjadi karena Jendral Dermawan terlalu meremehkan kita," jawab Leo.


Seluruh prajurit Earl Justin mengeluarkan pedang mereka untuk menyerbu prajurit belakang.


Karena jumlah prajurit Leo lebih sedikit, dia memutuskan untuk menggunakan 30 orang di depan sedangkan lainnya menggunakan panah di belakang.


100 prajurit Earl Justin langsung menyerbu barisan depan Baron Leo. Namun mereka dapat dihentikan dengan 30 orang.


Hujan panah di lepaskan 70 orang dibelakang, termasuk Leo yang berdiri di atas podium. Hujan anak panah mengarah ke setiap prajurit musuh dengan tepat.


"Percepat serangan panah!" kata Leo memberikan perintah.


Kecepatan memanah semua orang meningkat menjadi dua kali lipat. Dalam waktu singkat kalung mereka berubah menjadi oranye.


Namun berhasil menumbangkan 80 prajurit yang berada di depan.


Earl Justin mulai tidak tenang. Dia menyuruh semua prajuritnya menyerang tanpa pikir panjang. Padahal sisa prajuritnya adalah tipe jarang menengah.


Hujan panah dan barisan depan Baron Leo langsung menerjang ke arah musuhnya tanpa hambatan. Sedikit demi sedikit pasukan Earl Justin pingsan di tempat karena kehabisan energi Dewa.


Namun semua kalung prajurit Leo juga menandakan sedang kelelahan, kalung mereka berwarna merah.


Earl Lewin mengerutkan kening. "Aku tidak menyangka Earl Justin sangat terpojok. Ini akan menjadi berita yang bagus, seorang Earl kalah dari Baron."


Kedua Earl lainnya tidak memperdulikan ancaman yang ada pada Baron Leo. Namun Earl Lewin merasa bahwa prajuritnya belum menggunakan kekuatan terbaiknya.


Sebagai seorang Earl dia mempunyai intuisi yang sangat kuat dalam menilai karakter seseorang. Dia tidak melihat adanya usaha keras yang di perlihatkan wajah prajurit Baron Leo.


Namun kalung mereka berwarna merah. Hal itu sangat bertentangan dengan ekspresi yang di tunjukkan prajurit Leo.


"Sungguh membuatku bingung. Baron Leo ini memiliki prajurit yang sangat menarik, aku harus segera mendatanginya."


Earl Lewin merasa bahwa potensi Baron Leo sangat bagus. Sehingga dia berminat bekerja sama dengannya untuk melawan seorang Count.


Dalam pertandingan perebutan wilayah, Earl tidak bisa melawan seorang Count sendirian. Mereka harus mencari sekutu yang setara atau dibawahnya.


Jadi Earl tidak boleh bekerja sama dengan seorang Count untuk menantang Count lainnya. Namun untuk mempertahankan wilayah, Count tidak boleh meminta bantuan siapapun.


Sedangkan untuk menyerang, Count membutuhkan rekan untuk menyerang Marquis, tetapi harus sendiri ketika melawan Count.


Karena Earl Justin sendirian, dia mengakui kekalahan sebelum melawan balik. Bukan tanpa alasan, Earl Justin lebih memilih mengakui kekalahan dibanding kalungnya hancur.


Hal itulah yang membuat dirinya di cap sebagai Earl yang pengecut. Hanya mengandalkan prajurit untuk mencapai kemenangan.


Akhirnya kota Lahat menjadi milik Baron Leo. Karena baru saja menang, Baron Leo tidak dapat menerima tantangan maupun menyerang.


Hal tersebut di lakukan supaya pertandingan menggunakan kemampuan terbaik seorang bangsawan.


Jeda waktu yang diberikan adalah satu bulan. Leo akan mengurus kota Lahat selama 1 bulan.


Melihat ekspresi Earl Justin yang tidak sedap dipandang. "Jika kamu ingin menantang lagi. Kami menerimanya dengan tangan terbuka!" kata Leo dengan nada penuh provokasi.


Perkataan tersebut sangat mempengaruhi ketenangan Earl Justin, dia memukul tanah hingga retak.