7 Soul Reinforcement

7 Soul Reinforcement
Gerbang Dunia Raksasa



Aldi memandang Grock dengan senyum manis, berbeda dari senyum biasanya. Dia lebih tulus saat melihat salah satu makhluk yang ada disisi manusia.


Tanpa alasan yang pasti, Aldi sanga menyukai manusia, sifat gabungan ketujuh jiwanya menjadikan dirinya seperti sekarang.


"Mengesankan, diumur yang masih sekitar 20 tahun kau sudah menembus tingkat Leluhur." Grock memuji pencapaian Aldi yang sangat mengesankan.


"Kau terlalu memujiku, Lansia." Aldi tersenyum.


Bahkan Grock yang mengikuti perang Ragnarok tidak mengetahui teknik pengembangan yang dilatih Aldi.


Mereka berdua berbincang tentang banyak hal. Salah satunya adalah tingkatan setelah Leluhur.


Setelah tingkat Leluhur ada Kelahiran, Pengakuan, Pemahaman, Penguasa. Setiap tingkatan mempunyai 9 tahap seperti tingkatan sebelumnya.


Grock juga memberitahu bahwa setelah tahap Penguasa ada tingkatan yang lebih tinggi yaitu Dewa Semu, Dewa Sejati, Dewa Abadi, dan Maha Dewa.


Ketika perang Ragnarok terjadi hanya peringkat Dewa Semu dan dibawahnya yang berperang. Kekuatan Grock di tingkat Dewa Semu.


Dewa Sejati tidak pernah terlihat, mereka sangat tersembunyi. Makanya Grock bisa dibilang sebagai makhluk terkuat.


Pihak manusia semua jendral yang mempunyai kekuatan tingkat penguasa gugur di perang Ragnarok.


Para dewa mundur karena Grock melerai pertarungan mereka. Jika tidak umat manusia dipastikan akan musnah.


Setelah mendengar pembicaraan Aldi dan Grock pengetahuan Bojong menjadi lebih luas. Dia merasa bahwa dengan kekuatan tingkat Leluhur tahap 7 sudah menjadi makhluk tak terkalahkan.


"Grock, aku sudah memperbaiki formasi dunia Alternatif ini. Apakah itu berpengaruh kepada kehidupanmu?" tanya Aldi pelan.


"Tunggu, apa maksudmu memperbaiki Dunia?" ucap Grock kebingungan. Dia mengetahui bahwa Dunia Alternatif ini dibuat sebelum dia dilahirkan.


Aldi menjelaskan bahwa dunia ini mempunyai waktu yang lebih cepat dibandingkan dunia luar. Dia juga menjelaskan kesalahan penyusunan dunia.


Namun, penjelasan Aldi tidak dapat dimengerti oleh Grock dan Bojong. Mereka berdua hanya diam menghafal setiap kata yang keluar dari mulut Aldi.


"Sebagai seorang Dewa aku tidak bisa mati hanya karena waktu." Grock menjawab dengan santai.


"Aku senang mendengarnya," ucap Aldi sambil menghela nafas.


Alex dan Ali Linda tiba di desa Kebonsari menikmati indahnya pemandangan. "Sudah sangat lama sejak aku melihat desaku."


"Jadi ini kampung halamanmu. Sungguh udara yang sejuk." Ali Linda memberikan komentarnya tentang desa Kebonsari.


Perkotaan pada tahun ini sangat penuh dengan polusi. Keberadaan kendaraan pribadi menjadi masalah utamanya.


Ditambah dengan ketidak pedulian masyarakat mengenai kebersihan lingkungan, membuat pemandangan kota menjadi buruk.


Mereka berdua berjalan menuju rumah orang tua Alex yang berada didekat pintu masuk desa. Ketika mengetuk pintu dia mendapati orang tuanya sedang berbincang dengan Kepala Desa dan Elisabeth.


"Alex, akhirnya kau pulang," ucap Paman Hu.


"Ada apa ini?" tanya Alex melihat barang bawaan Kepala Desa.


Orang tuanya menjelaskan bahwa Kepala Desa berniat menjodohkan anaknya dengannya.


Informasi tentang Alex menjadi salah satu pria terkaya di tiga wilayah belum tersebar di desa Kebonsari yang cenderung ketinggalan teknologi.


Elisabeth dan ayahnya memanfaatkan itu untuk segera mengambil hari orang tuanya, agar menikahkan Elisabeth dengan Alex.


Namun, Alex langsung menolaknya, dia menarik pergelangan tangan Ali Linda. "Dia adalah kekasihku, jadi tolong hargai keputusanku."


Suasana menjadi canggung. Nyonya Hu mengetahui sifat Kepala Desa yang mudah marah. Dia segera menutup matanya karena amarah Kepala Desa akan meledak.


Berbeda dengan harapannya, Kepala Desa tersenyum melihat Alex dan Ali Linda.


"Baiklah, aku sepertinya aku harus segera pergi." Kepala Desa masih tersenyum ketika pergi. Dia mengetahui bahwa Alex bukan orang sembarangan yang bisa diprovokasi.


Paman Hu menghargai kerja keras Kepala Desa mengembangkan desa Kebonsari. Makanya dia tidak ingin mengecewakannya.


Namun Alex sudah menentukan pilihannya. Sebagai orang tua, dia harus mendukung segala pilihan putranya.


Alex dan Ali Linda ke rumah kakek Nui sekaligus menemui Shie. Mereka berjalan kaki, untuk mengenang masa Sekolah Dasar.


Sampai tempat tujuan, Alex melihat rumah yang banyak sekali sayuran dan bunga. "Tidak ada yang berubah."


Ali Linda kagum dengan penataan bunga dan sayuran yang sangat indah dipandang. Semua itu adalah hasil kerja keras Aldi.


"Alex, akhirnya kau datang. Kakek Nui sudah menunggumu di dalam rumah," ucap Shie yang mengenakan sepatu bot warna hijau.


Shie sedang memanen sayuran bersama para karyawan lainnya. Karena kekuatan Shie berkembang terlalu cepat, Aldi menyuruhnya untuk beristirahat selama satu tahun penuh.


Hal itu dilakukan agar kekuatan tubuhnya semakin kokoh. Jika Shie terus melanjutkan terobosannya, maka pencapaian masa depannya akan terbatas.


"Sudah sangat lama aku tidak melihat tempat ini," ucap Alex sambil mengarahkan tinjunya kearah Shie.


"Banyak kenangan di rumah kakek," jawab Shie sambil meninju kepalan tangan Alex yang mengarah kepadanya.


Ali Linda sudah mengetahui kisah Shie yang tidak mempunyai keluarga dan menjadi saudara Aldi.


Alex dan Ali Linda belum mengetahui bahwa Aldi bukan cucu kandung kakek Nui. Hanya Shie yang mengetahui kejadian sebenarnya.


Alex melihat kakek Nui yang sedang duduk melihat pemandangan belakang rumah. Tubuhnya masih sangat segar, dia merupakan pembudidaya tingkat Hitam.


Sayangnya, tubuhnya tidak dapat menampung kekuatan lebih. Aldi mempunyai cara untuk memperbaiki kekuatan tubuhnya.


Namun, harga yang harus dibayar terlalu tinggi. Penerima simbol harus menerima siksaan beberapa tahun agar tubuhnya diperbaiki.


Jika gagal maka orang yang menerima simbol akan mati dengan tubuh yang kaku. Aldi juga sudah menawarkan resiko itu kepada kakek Nui, tetapi dia menolak untuk menerima simbol.


"Kakek Nui, sudah lama tidak bertemu," sapa Alex dengan energik.


"Alex, sudah lama tidak melihatmu memandang komputer di rumahku."


Mereka bercengkrama membahas tentang cerita lucu selama masa kecilnya bersama Aldi dan Shie.


Ali Linda tidak bisa berhenti tertawa mendengar cerita kakek Nui. Salah satu cerita yang membuatnya tertawa terbahak-bahak ketika Alex mengompol karena takut dengan kecoa.


"Kakek Nui, hari sudah malam kami sebaiknya pulang," ucap Alex pelan.


"Sejak kapan kau ingat rumah orang tuamu. Biasanya selalu menginap." Kakek Nui mencoba menahannya agar tidak pulang.


Namun, Alex harus segera kembali ke kota. Jadi dia ingin menghabiskan banyak waktu dengan orang tuanya.


Aldi yang berada di Dunia Alternatif mendapat pesan telepati dari Shie bahwa Alex mengunjungi kakek Nui.


Dia mengingatkan Shie agar selalu memanggil Alex dengan sebutan panda. Walaupun sekarang Alex berpenampilan sangat bagus.


"Bojong, semua persiapan sudah selesai. Saatnya membuka gerbang dunia ras Raksasa." Aldi mengatakan itu didepan Bojong dan Grock.


Aldi telah memberikan simbol khusus kepada Grock agar tubuhnya dapat mengecil. Sehingga dapat bergerak leluasa.


Pada awalnya Grock tidak mempercayai ada formasi yang dapat memanipulasi tubuhnya. Namun setelah mengalaminya sendiri dia sangat terkejut.


Grock juga tidak mempercayai Aldi dapat membuka gerbang dunia lain, dengan simbol yang dia susun selama beberapa hari.


Aldi menyuruh Bojong berdiri di tengah simbol yang diukir di tanah. Simbol dibawah bersinar terang.


Suara retakan kaca terdengar di segala sudut. Awan hitam terlihat di atas kepala Bojong.


"Teknik Pemanggil - Gerbang Penghubung!" teriak Aldi sambil mengangkat kedua tangannya.


Awan hitam di atas Bojong terbuka, itu adalah gerbang menuju dunia Raksasa. Aldi telah berhasil membuka gerbang Dunia Raksasa secara paksa.


Grock tidak mempercayai kejadian didepannya. Bahkan Dewa Semu sepertinya, yang sudah membuka banyak gerbang dunia lain tidak pernah membuka secepat itu.


"Bojong, kau mempunyai waktu satu minggu untuk kembali ke Duniamu. Bawa sebanyak mungkin Ras Raksasa yang ingin ikut denganmu." Aldi memperingatkan Bojong tentang waktu yang dimilikinya.


Jika satu minggu telah berlalu, tetapi Bojong tidak keluar maka akan terjebak selamanya di dunia Raksasa.


Dia tidak akan pernah dipanggil oleh manusia atau makhluk lainnya. Karena Aldi tidak mengembalikan Bojong dengan hukum alam.