7 Soul Reinforcement

7 Soul Reinforcement
Lelang Kacau



Wilayah Dewata damai kembali, Militer Barat memberikan penghargaan kepada prajurit yang selamat.


Gung Koster mengadakan pesta yang besar untuk merayakan kemenangan. Aldi hanya makan di pojok ruangan pesta.


Gung Jendra yang melihat, langsung menghampiri. "Terima kasih atas bantuannya, Kek," ucapnya dengan nada sopan sambil membungkukkan badan.


"Sudahlah, aku harus melakukan apa yang seharusnya kulakukan."


Mereka berdua berdiskusi tentang arti kehidupan, Aldi memberikan nasehat kepada Gung Jendra, jangan pernah lupa daratan.


Setinggi atau setenar apapun, tetap merendahkan akan membuatmu selalu waspada kepada setiap orang.


Hari berlalu sangat pelan, para prajurit melatih kebugaran tubuh mereka. Dengan obat yang yang dibuat Aldi, mereka berkembang cukup cepat.


"Akhirnya hari pelelangan telah tiba." Aldi berkata sambil tersenyum melihat indahnya pemandangan wilayah Dewata.


Dia menghubungi Shen Haise melalui telepati untuk menanyakan tempat pelelangan akan dilaksanakan.


Aldi menuju riang Gung Koster untuk berpamitan, dia sudah terlalu lama tinggal di kediaman Militer Barat.


Gung Koster sedang membaca sebuah surat undangan dari Raja Dewata, surat itu mengatakan bahwa dia harus membawa Aldi.


Saat suara ketukan pintu terdengar, Gung Koster berkata, "Silahkan masuk."


Orang yang mengetuk pintu adalah Aldi dengan penampilan seperti pria tua.


"Pemimpin, saya sudah terlalu lama tinggal disini, sebaiknya saya harus pergi melanjutkan perjalanan."


Saat Aldi mengatakan itu, Gung Koster terkejut. Surat dari Raja Dewata masih dipegang, tetapi Aldi ingin pergi.


"Kakek, bagaimana jika sedikit menunda. Saya mendapat surata dari Raja Dewata untuk menghadiri pesta kerajaan serta membawa anda."


Gung Koster langsung menyatakan niatnya agar Aldi tidak merasa tersinggung.


Aldi berpikir sejenak dan bertanya , "Kapan acara itu akan dilaksanakan?"


"Acara itu akan dilaksanakan dua minggu lagi, aku berharap anda dapat menunda keberangkatan."


"Baiklah, saya akan ikut. Namun, sekarang saya harus mengikuti lelang untuk mendapatkan telur Burung Curik."


Gung Koster mempersilahkan Aldi untuk pergi ke pelelangan. Dia percaya bahwa Aldi alan kembali setelah selesai.


Undangan Raja Dewata menggunakan tinta emas, artinya perintah untuk mengajak Aldi adalah suatu keharusan.


Aldi menuju tempat lelang menggunakan teknik langkah bayangan. Setiap orang dibawah tingkat Setengah Raja tidak dapat melihatnya.


"Haise, bagaimana keadaan sekitar?" tanya Aldi.


"Semuanya terkendali. Walaupun ada 50 terlur burung tidak ada yang tertarik dengan barang itu. Beberapa orang datang karena pil kebugaran tingkat tinggi."


Shen Haise menjelaskan bahwa pil itu merupakan buatan Aldi, karema setiap pil mempunyai tanda pengenal.


Shen Haise dapat mengenalinya karena sering memakan pil yang yang dibuat.


Dia juga menyelidiki asal pil tersebut, ternyata pil itu dijual oleh seseorang dari Militer Barat kepada Istana Dewata.


"Aku sangat yakin orang Istana Dewata yang menjual pil itu kepada lelang kali ini." Shen Haise berkata dengan wajak serius.


Aldi berkata, "Artinya ada seorang pengkhianat dari Militer Barat?"


"Menurutku bukan pengkhianat, tetapi lebih cenderung korupsi mendapatkan keuntungan untuk dirinya sendiri."


Aldi sudah mengetahui kalau ada hal janggal ketika membagikan pil kebugaran kepada setiap prajurit Militer Barat.


Dia selalu menghitung barang yang di berikan dan hasil yang didapatkan. Dia tidak masalah dengan sedikit kejanggalan itu karena, uang terus mengalir kepadanya.


Sekarang Aldi mempunyai dana 12 ribu koin emas khusu yang telah disahkan Raja Dewata.


Didepan tempat pelelangan, Aldi mencari pendaftaran barang lelang. "Apa kita bisa menjual barang pribadi?" tanyanya kepada Shen Haise yang berdiri disebelah.


"Tentu bisa, ada ruangan administrasi setelah memasuki pintu masuk."


Aldi menuju ruang administrasi untuk menjual beberapa barang yang tidak terpakai. Dia berencana menjual satu pil penambah umur dan 10 minuman konsentrasi kelas C.


"Paman, aku ingin menjual suatu minuman yang dapat meningkatkan konsentrasi." Aldi menawarkan barangnya kepada orang didepan.


"Baiklah, segera tulis harga minimal dan juga kegunaan." Penjaga mengatakan itu tanpa ekspresi dan nada yang lesu.


Aldi menulis harga 1 botol minuman konsentrasi seharga 1500 emas. Sedangkan 1 pil penambah umur dia pasang harga awal 5000 emas.


Lelang hanya dihadiri 200an orang, jumlah itu sangatlah jauh jika dibandingkan dengan lelang di Madura.


Lelang akan dilakukan selama 7 hari, tidak ada jadwal khusus untuk lelang.


Setiap hari akan ada barang yang dilelang sesuai dengan kelangkaan. Saat hari pertama Telur Burung Curik akan dilelang.


Telur itu sangat susah untuk menetas, jadi banyak orang menghindari membuang uang untuk sebuah telur yang tidak pasti.


Aldi duduk di tempat khusus yang dibeli Shen Haise. Dia memperhatikan sekitar untuk mencari informasi tentang rumah lelang ini.


Pemilik rumah lelang ini mempunyai kekuatan tingkat Bumi. Kekuatan tingkat itu, dikalangan masyarakat wilayah Dewata termasuk sangat tinggi.


"Hadirin yang terhormat, perkenalkan saya Putu. Pada kesempatan kali ini saya akan memandu acara lelang."


Barang pertama yang dilelang adalah Telur Burung Curik. Saat telur dikeluarkan dari tempat khusus untuk menyimpan telur, Aldi terkejut.


50 telur yang sudah berumur 3 bulan tapi masih mempunyai energi kehidupan, artinya ada kemungkinan untuk menetaskan mereka.


Mata Langit menunjuk alasan kenapa burung curik susah untuk menetas. Hal itu dikarenakan energi yang dimiliki calon bayi burung tidak cukup kuat untuk memecahkan cangkang telur.


Solusinya sama seperti ketika Rocky lahir, dia harus menyuntikkan energi agar bayi burung Curik memiliki kekuatan memecah cangkang.


Setelah mempelajari cukup lama, Aldi mendapat kesimpulan bahwa energi yang dibutuhkan tidak terlalu besar.


Aldi langsung menawar dengan harga awal 200 emas.


Harga itu lebih rendah rasi yang dirumorkan. Ketika Aldi menawar semua telur, tidak ada satu orang yang bersaing dengannya.


Lelang dilanjutkan, tetapi tidak ada barang yang membuat Aldi ingin membelinya.


Sampai hari keenam, masih tidak ada barang yang sangat menarik minatnya.


Disebuah kamar Aldi memegang dagunya sambil melihat keluar jendela.


"Shen Haise, apa yang akan dilelang selanjutnya?"


Shen Haise memberikan buku pengantar untuk lelang hari ketujuh. Betapa kagetnya Aldi ketika melihat sampul buku yang bergambar minuman konsentrasi dan Pil penambah umur.


Saat melihat buku panduan hari ketujuh, semua orang yang melihat langsung menghubungi orang yang mendukung mereka.


Bahkan rumah lelang mendapat permintaan untuk menunda lelang terakhir selama tiga hari.


Akhirnya rumah lelang mengabulkan permintaan beberapa orang dengan mempunyai pendukung yang sangat kuat.


Aldi tidak dapat melakukan apapun tentang kebijakan rumah lelang, yang dia pedulikan hanya barangnya dapat dilelang.


Rumor beredar sangat cepat, beberapa tidak sama dengan kenyataan.


Disebuah bar, seseorang membicarakan rumor yang beredar.


"Apa kau mendengar kabar ada pil yang dapat menambahkan umur?."


"Aku tau, kepala keluargaku memangkas beberapa uang untuk memperjuangkan pil itu."


"Aku dengar, minuman konsentrasi dapat membuatmu menjadi pintar dan kekuatanmu akan meningkat."


"Sayangnya , aku bukan orang kaya. Jika aku mempunyai uang pasti akan melakukan apapun untuk mendapat salah satu dari barang ilahi itu."


"Aku yakin pemilik juga menemukan barang itu di sebuah tempat tersembunyi, artinya barang itu tidak ada lagi."


Semua orang yang mendengar berita langsung mempersiapkan uang dan segera perangkat ke rumah lelang.


Berita ini bahkan sampai terdengar ke telinga Gung Koster yang jaraknya sangat jauh.


Gung Koster juga menugaskan orang terpercaya untuk menghadiri lelang.


Hanya dengan dua barang, dapat membuat banyak organisasi besar bersaing untuk mendapatkannya.