
Lena tidak percaya bahwa dia tidak dapat menerobos Simbol yang disusun Aldi. Dia menantang Aldi untuk berduel menggunakan simbol.
"Baiklah, aku menerima. Namun, aku tidak seperti Adam yang melakukan taruhan. Lakukan sesukamu jika aku menang." Aldi mengucapkan dengan tegas.
"Apa yang membedakan antara kau dan Adam?" tanya Lena.
"Aku tidak peduli dengan Adam. Namun, dia adalah pelindung manusia waktu itu. Jadi sebuah penghormatan cukup untuknya."
Alasan Aldi membuat semua orang tercengang, bahkan Lu Bu terkejut mendengarnya. Namun, dia percaya Aldi mempunyai pendapatnya sendiri.
Aldi telah membaca sejarah kenapa Adam bisa jatuh ke tangan para iblis. Dia memakan buah iblis, sehingga membuatnya menjadi Abadi.
Namun, dengan memakan buah itu, dia menghilangkan kemanusiaan untuk menjadi Dewa yang sesungguhnya.
Jika Ragnarok terus terjadi, ada kemungkinan Adam akan muncul untuk menghancurkan ras manusia.
Setelah penjelasan Aldi, semua orang mengerti. Bahkan Lu Bu berencana untuk kembali ke Dunia Utama agar dia bisa membantu Aldi dan Ras Manusia.
"Jangan lakukan itu. Percayalah bahkan jika Dewa Maha Tinggi datang, aku dan para Ras Manusia tidak akan musnah!" ucap Aldi dengan tegas.
Perkataan itu menggerakkan seluruh makhluk yang hadir. Bahkan Lena tersentuh hingga meneteskan air matanya.
Adam telah mengasuhnya sampai dewasa, tetapi dia menyegelnya hingga sekarang. Kebencian terhadap manusia sangat tinggi.
"Baiklah, ada urusan yang harus aku selesaikan. Aku akan menunggumu di Dunia Maha Tinggi." Lu Bu menghilang.
Pertarungan antara Lena dan Aldi akan segera dimulai. Semua pasukan Ras Raksasa menonton pertandingan itu.
"Bocah, sebaiknya kau tidak menahan kemampuan rendahan yang kau miliki." Lena masih keras kepala karena kebencian.
Aldi tersenyum untuk mengintimidasi psikologis Lena. Hal itu dilakukan agar kemampuan terbaiknya tidak bisa keluar dengan maksimal.
Pembuatan simbol harus dalam keadaan pikiran yang tenang, jika intimidasi Aldi berhasil. Kemampuan Lena tidak akan bisa menandinginya.
Dengan kekuatan Aldi yang sekarang tidak mungkin untuk mengalahkan Lena dalam beladiri maupun dalam pembentukan simbol.
Namun, Aldi harus berusaha sekuat tenaga agar para pasukannya tidak merasa malu mengikuti pemimpin yang lemah sepertinya.
"Bagaimana kita bersaing," tanya Aldi.
"Aku akan membuat simbol penyerangan, sedangkan kau bertahan. Kemudian akan dilanjutkan dengan ketrampilan sebaliknya."
Grock menggelengkan kepalanya. Dia mengetahui Aldi tidak mungkin menang melawan Lena, bahkan dirinya tidak memiliki kesempatan sedikitpun.
"Baiklah, aku akan membuat simbol bertahan. Namun, berikan aku waktu 2 jam untuk menyusunnya." Aldi berkata untuk mengulur waktu. Sebenarnya dia sudah mulai menyusun simbol untuk bertahan sesaat setelah Lena mengajukan pertandingan.
Simbol yang disusun masih dalam bentuk yang tipis, sehingga semua orang tidak melihatnya. Simbol itu disusun pada lengan bajunya.
Setelah dua jam Aldi membuat simbol, dia tersenyum kepada Lena. "Silahkan hancurkan ketrampilan rendah milikku."
Lena tidak melihat sedikitpun simbol. Dia merasa kebingungan dengan apa yang dikatakan Aldi.
"Sepertinya aku harus memberikan sedikit sentuhan agar kamu dapat melihatnya." telunjuk Aldi menekan ke udara, setelah itu terlihat sebuah kubah berdiameter 100 inci.
Mata Lena melotot karena terkejut, dia tidak menduga Aldi dapat membuat pelindung yang aneh seperti itu.
Dalam kubah pelindung, Aldi menyusun teknik penyerang di kedua tangannya. Hal itu dilakukan agar mendapat sedikit waktu tambahan.
Lena menyusun sebuah simbol penyerangan, dia hanya membutuhkan sepersekian detik untuk mewujudkan sebuah singa ganas.
Aldi tersenyum untuk kesekian kalinya. Dia merasa beruntung karena simbol yang disusun Lena merupakan makanan Simbol Kubah miliknya.
Setelah singa ganas menerjang kearah Kubah, Aldi tidak langsung mengalahkannya. Dia sedikit memainkan trik dengan memuntahkan seteguk darah dari mulutnya.
Menyusun Simbol Serangan sangat memakan waktu. Dia harus mengerahkan sebagian besar konsentrasi untuk menyusun simbol serangan.
Semua orang sadar bahwa Aldi hanya berpura-pura kuat, mereka merasakan kekuatan Lena yang sangat besar.
Grock juga memberitahu bahwa Lena jauh lebih kuat daripada dirinya. Ras Raksasa bukan makhluk bodoh, mereka sangat menghormati Aldi karena kejadian ini.
Serangan demi serangan dilancarkan simbol singa, tetapi tidak dapat menghancurkan Kubah pertahanan yang disusun Aldi.
Lena sedikit terkejut dengan teknik yang dipakai. Dia sedikit mengejutkan kening. "Sepertinya aku harus lebih serius."
Suara singa meraung keras, ia melesat sangat cepat ke arah Kubah pertahanan. Ketika keduanya bertabrakan, suara petir terdengar.
Retakan terlihat di kubah pertahanan Aldi, tetapi dia tidak merubah senyum di bibirnya. Akhirnya intimidasi Aldi berjalan dengan baik.
Nafas Lena semakin cepat ketenangannya semakin goyah. Matanya melotot karena tidak terima teknik pembentukan formasinya tidak dapat melawan Aldi.
"Trik yang bagus. Aku mengaku kalah," ucap Lena segera menenangkan pikirannya.
Dia menggunakan teknik pertahanan terbaiknya. Lena membutuhkan 2 jam untuk menyusun formasi pertahanan.
"Apa kau siap kalah?" tanya Aldi. Dia sedikit mengulur waktu untuk menyelesaikan simbol penyerangan.
"Sombong!" Lena mengerahkan giginya karena marah.
"Kau ingin mendengar sebuah prediksi?" tanya Aldi dengan senyum tipis di bibirnya.
"Apa maksudmu?" Lena bertanya balik.
"Formasi itu akan hancur dengan keadaan aneh."
Aldi berjalan menuju formasi pertahanan, dia menunjuknya. "Wahai cahaya yang agung, berkumpul menjadi penerang dunia."
Formasi Lena bergetar hebat, semua orang bingung apa yang sedang terjadi.
"Ada apa dengan formasi pertahanan Lena?"
Bahkan Grock sangat terkejut melihat Aldi mengucapkan kata tersebut. Itu merupakan kata yang dia dengar dari Lu Bu waktu perang Ragnarok.
Waktu itu Lu Bu menghancurkan satu kompi pasukan iblis dengan satu serangan. Namun berbeda dengan Lu Bu, cahaya di jari telunjuk Aldi tidak berkumpul.
Cahaya formasi Lena mulai mengarah ke jari telunjuknya. Ketrampilan itu membuat semua orang tercengang.
"Ketrampilan apa itu?" Lena terkejut melihat cahaya Formasinya meredup hingga tidak tersisa.
"Gila, dalam waktu singkat dia sudah menguasai teknik Lu Bu." Grock menggelengkan kepalanya.
Dia tidak mengetahui bahwa gua adalah meninggalkan Adam. Grock mengira bahwa Lu Bu merupakan orang yang meninggalkan teknik itu didalam gua.
Akhirnya formasi Lena tidak mempunyai cahaya sedikitpun. Aldi berjalan hingga ke depan Lena dan berkata, "Aku menang!"
Senyum tetap terlihat di bibirnya, hal itu membuat Lena semakin marah kepadanya.
Lena mengerahkan kekuatan Dewa Sejati untuk melukai Aldi. Hal itu membuat Grock dan Ras Raksasa langsung meluncur ke depan Aldi.
Namun, kecepatan mereka masih kalah dengan kecepatan serang Lena. Aldi masih tersenyum ketika Lena menyerang.
Sampai detik terakhir, dia berkata, "Teknik Baguazhang : Penghancur Aura."
Serangan Lena berbelok kearah gua hingga membuat formasi pertahanan hancur. Semua orang akhirnya sampai didepan Aldi untuk melindunginya.
"Sepertinya kau dalam keadaan kacau, Lena." Aldi berkata dengan ekspresi serius. Dia tidak ingin memprovokasi lebih lanjut.
Serangan tadi dapat dihindari dengan teknik khusus dan bantuan dari harta yang ditemukan. Namun, harta itu hanya dapat digunakan sekali.
"Aku yakin kau curang. Tidak mungkin menghancurkan formasi semudah itu."
"Kau pasti tau, formasi itu adalah peninggalan Adam dan sedikit perubahan dariku."
Grock mulai tercerahkan, teknik itu tidak ditinggalkan Lu Bu. Namun, warisan dari Adam Sang Manusia pertama.
Aldi melewati semua pasukan Ras Raksasa dan Grock. Dia berjalan mendekati Lena dan mengulurkan tangannya.
"Seperti janjiku, sekarang kau bebas. Jangan mengganggu kehidupanku dan para pasukan Seven Soul." Aldi mengatakan dengan senyum tipis khasnya.
Lena hanya melihat uluran tangan Aldi, dia tidak mengerti apa yang sedang dilakukannya.
"Apa yang kau lakukan?" kata Lena kebingungan.
Aldi tidak menyangka bahwa berjabat tangan tidak ada di zaman Lena. Untungnya bahasa dunia tidak berubah.
Lena menghilang dari pandangan semua orang. Tidak ada yang tau dia menuju kemana, bahkan Grock tidak bisa menebak.
Berbeda dengan Aldi, dia menggunakan Mata Langit sejak pertarungan dimulai, dia melihat arah kabur Lena.
"Semoga hidupmu lebih baik," ucap Aldi sambil memalingkan badannya menuju Ras Raksasa dan Grock.
"Segera bubar dan segera tingkatkan kekuatan kalian. Perang Ragnarok akan segera dimulai. Aku mempunyai harapan tinggi untuk Ras Raksasa."
"Baik," kata Bojong dan pasukan Ras Raksasa lainnya serentak.
Tertinggal Grock yang ada didepannya. Aldi memuntahkan banyak darah dari mulutnya.
Serangan Lena melukai Aldi cukup parah, walaupun dengan ketrampilan khusus. Kekuatan Dewa Sejati tidak dapat diremehkan.
"Aldi?" ucap Grock sambil menopangnya. Dia sedang menggunakan wujud manusia.
"Segera bawa aku ke gua dibelakang Air terjun. Akan ada Robi yang akan membantu."
Grock tidak berani menunda dia segera melesat kedalam gua untuk menemui Robi. Walaupun dia terkejut dengan dinding gua, keselamatan Aldi adalah prioritasnya.
Robi menggunakan teknik khusus untuk menyembuhkannya luka dalam Aldi. Robi memiliki ingatan dan kesadaran buatan, tetapi dia tidak mempunyai jiwa.