
Aldi yang memandang tubuh Leo menghilang memejamkan matanya. Setelah beberapa saat dia menghembuskan nafasnya, "Sudah waktunya kita menunjukkan taring. Jangan biarkan satupun pasukan Sang Pencipta hidup!"
Semua anggota Seven Soul menegakkan kepalanya, mereka menjawab dengan serentak, "Baik, Bos!"
Semua orang kembali ke Dunia Buatan untuk meningkatkan kekuatan dengan sungguh-sungguh. Jika mereka disuruh menyerbu pasukan musuh sekarang, tidak ada satu orangpun yang menolak.
Namun Aldi memiliki pemikiran tersendiri, dia ingin semua orang berkembang terlebih dahulu sebelum menghadapi pasukan musuh.
Dunia Utama tidak tersentuh sama sekali, hari berlalu tanpa pertengkaran. Setelah 20 tahun berlalu, akhirnya Axel mendapatkan ramalan tentang kehancuran alam semesta.
Dia juga akan mati, tetapi tidak sebagai penguasa. Axel akan mati dalam keadaan yang aneh. Semua pasukan Sang Pencipta akan menghilang, tidak ada satupun mahluk di bawah kepemimpinan.
Hanya ada satu orang yang menatapnya dengan mata hitam dan aura berwarna ungu gelap. Pria itu mengatakan, "Aku akan menembus semua kesalahanku!"
Setelah Axel mendengar perkataan tersebut, tubuhnya menghilang. Pandangannya kabur, dia merasakan apa yang dinamakan kematian sesungguhnya.
Tepat ketika pandangannya kabur, seseorang datang menghampiri pria bermata hitam. Dia berkata, "Semua sudah berakhir, waktunya membunuhmu dan teman-temanmu!."
Axel terbangun dari meditasi, keringat dingin keluar dari dahinya setelah seseorang yang baru datang melihat ke sudut pandang ramalan.
"Sialan, siapa orang itu. Aku tidak menyangka masih ada orang yang bisa membuatku ketakutan hanya karena mata kami saling memandang," gumam Axel yang masih tidak berpindah dari tempatnya.
Dia berdiri dan memberikan instruksi kepada seluruh pasukan Panca yang telah mendapatkan segel, Axel ingin segera menghancurkan alam semesta karena kematiannya sudah sangat dekat.
"Akhirnya hari kematian sudah dekat," kata Axel sambil tertawa aneh. Entah kenapa dia sangat ingin mati daripada hidup di dunia.
Gaia juga menggunakan kekuatan ramalan untuk memprediksi langkah sang peramal. Walaupun ramalannya hanya sebatas garis besar, setidaknya dia dapat mencegah kejadian yang tidak diperlukan.
Salah satu alasan Gaia menghancurkan Dunia Maha Tinggi adalah untuk menghentikan masa depan. Dia tidak ingin entitas tersebut melancarkan strategi Axel dan kawan-kawannya.
"Sepertinya Axel sudah mulai bergerak, aku harus segera menyingkirkan Seven Soul. Aku yakin pria bermata hitam itu adalah Shen Zero," katanya sambil membuka mata.
800 miliar pasukan Sang Pencipta mulai bergerak ke seluruh celah dimensi untuk mencari keberadaan Seven Soul dan pasukannya.
Sama halnya dengan Axel yang menganggap bahwa Seven Soul akan menjadi kematiannya, jadi dia harus memprovokasinya sebanyak mungkin.
Setelah mencari sangat lama, tidak ada sedikitpun jejak keberadaan Seven Soul. Bahkan Dunia Utama yang mereka lindungi menghilang dari tata surya.
Axel dan Gaia sama-sama kebingungan. Mereka tidak pernah mengira membutuhkan banyak waktu untuk mencari pasukan kecil sepertinya.
Pasukan Panca yang dipimpin oleh Adita sampai di bintang aneh. Dia memandu 20 miliar pasukannya masuk untuk memastikan keadaan.
Namun siapa sangka, bintang tersebut adalah jebakan yang disiapkan Seven Soul untuk menyambut para musuhnya.
Sebuah nuklir raksasa jatuh tepat di tengah pasukan Adita. Walaupun mereka berada di Maha Segalanya tahap 9, tidak ada yang berhasil selama dari ledakan nuklir.
Hanya dengan 1 senjata, Seven Soul berhasil menghilangkan 10 juta pasukan musuh. Serta beberapa pasukan yang terluka akibat hembusan angin.
"Pengecut, kamu membuat jebakan seperti tikus yang tidak berani menunjukkan giginya!" teriak Adita yang merasakan bahwa ada anggota Seven Soul yang bersembunyi disekitarnya.
"Seperti yang diharapkan dari Pasukan Panca." Seorang pria muncul dengan pakaian serba hitam, dia adalah Shen Wu.
"Akhirnya kamu keluar dari persembunyian, mari kita lihat seberapa kuat dirimu!" kata Adita sambil menyerang Shen Wu.
Tanpa diduga Shen Wu tidak memblokir serangan musuh, dia hanya berdiam diri tanpa menggerakkan badannya.
Adita menyadari bahwa orang yang telah dia pukul adalah sebuah bayangan. Sebelum menyadarinya, bayangan Shen Wu meledak.
Tangan Adita yang sudah diperkuat oleh simbol, tetapi masih hancur setelah ledakan. "Menarik, kamu bisa melukai tubuhku dengan sangat mudah. Mari lanjutkan!" katanya tersenyum lebar.
Dengan cepat tangan yang hancur segera kembali seperti sedia kala, Shen Wu muncul lagi dan tersenyum. "Aku tahu kamu adalah orang yang kuat, makanya aku menggunakan trik terkuat," katanya.
Shen Wu sudah bertambah kuat, dia sebenarnya hanya membual tentang trik terkuat miliknya.
Adita menyerang Shen Wu, dia mengira bahwa musuhnya akan berdiam diri seperti sebelumnya. Namun diluar dugaan, Shen Wu menyerang balik dengan tinjunya.
Tepat ketika serangan mereka bertemu, bayangan Shen Wu menghilang. Bayangan lainnya muncul di sebelah Adita sambil mengayunkan pedang mengarah ke perut.
Adita tidak dapat menggerakkan tubuhnya karena alasan yang tidak jelas. Sebenarnya Shen Wu pertama adalah jebakan yang melemparkan racun.
Serangan pedang langsung menebas Adita dengan sempurna. Namun anehnya dia masih tersenyum dan melepaskan energinya untuk menyatukan tubuhnya.
"Kamu bertambah kuat, Nak. Aku sudah menyelidiki tentang salah satu dari tiga penyusup Seven Soul. Salah satunya adalah kamu Shen Wu," kata Adita mengejutkan semua orang yang menonton.
Mereka bertarung di tengah pasukan Sang Peramal yang tidak bergerak sedikitpun tanpa perintah Adita. Kekuatan Adita tidak sebatas tebasan pedang dan racun yang tidak dapat bergerak.
Shen Wu menutup matanya dan berkata, "Baiklah, mari kita lihat seberapa kuat dirimu yang sebenarnya!."
Dia menghilang dari pandangan semua orang, Adita yang sangat waspada tidak dapat merasakan keberadaan musuhnya.
Nuklir Super raksasa muncul di atas kepala Adita dan langsung meledak tepat ketika dikeluarkan. Ledakan super besar tercipta, semua pasukan Sang Peramal menghilang dari alam semesta. Jiwa mereka terserap oleh sebuah benda khusus yang tidak ada yang dapat melihatnya.
Shen Qui adalah dalang dari semua strategi yang dilakukan. Semua orang menghilang tanpa bisa menghubungi pasukannya.
Sekarang tinggal Adita yang dikepung oleh pasukan Seven Soul. Dia terluka parah serta tubuhnya hancur, tetapi dia masih sadar dan tertawa keras.
"Menarik, kalian sudah tambah kuat. Aku tidak akan membiarkan momok kecil sepertimu hidup!" kata Adita.
Dia melepaskan aura terkuatnya. Tubuhnya yang sebelumnya tampak seperti manusia berubah menjadi monster berukuran 5 meter.
Tanpa memberi kesempatan musuhnya menstabilkan kekuatan, Shen San menggunakan pukulannya untuk menghancurkan tubuhnya.
Tanpa diduga tubuh Adita yang membesar langsung menghilang dari pandangan semua orang, hanya menyisakan sebuah batu yang menampung kesadarannya.
Dengan cepat Kim William dan Kim Hoon menggunakan pisaunya menghancurkan batu tersebut.
"Tidak!" teriak Adita merasakan kesadarannya memudar.
Pertarungan terjadi sangat singkat, tidak ada yang mengira bahwa pertarungan mereka hanya terjadi selama 5 menit.
Setelah semua pasukan Adita menghilang dari alam semesta, Axel menyadari ada sesuatu yang sedang mengganggu rencananya.
"Sial, siapa sebenarnya pasukan yang menghalangiku lagi!" teriak Axel mulai tidak sabar. Menurut ramalannya, Adita akan memancing kemarahan Seven Soul dan membawa bencana bagi seluruh alam semesta.
Namun tidak ada yang menyangka Adita menghilangkan tanpa jejak. Sekarang Panca hanya memiliki 3 jendral yaitu Bandi, Hemas, dan Adven.
Mereka bertiga adalah Jendral terkuat setelah mendapatkan segel dari Axel. Namun ada yang aneh dengan Bandi yang terlihat pucat pasi.
Dia sedang melakukan percobaan aneh terhadap tubuhnya, sehingga semua kekuatan akan meledak jika diperlukan.
Berbeda dengan ledakan energi biasa, energi yang dia masukkan tubuhnya adalah teknik kematian. Tidak ada yang bisa lolos dari kematian setelah terkena ledakannya.
Dia akan memberikan serangan kejutan ketika perang pecah. Tidak akan ada yang tahu berapa korban yang akan dia bawa.
Gaia yang mengetahui rencana Axel ingin mencegah dengan membunuh Adita. Namun siapa sangka keberadaannya menghilang dari alam semesta.
Dia terlanjur mengirim 50 miliar pasukan untuk membunuhnya. Tanpa seorang pemimpin, mereka sama seperti robot yang tidak dapat memikirkan tindakan pencegahan.
Semua orang masuk kedalam lubang hitam tanpa mengatakan apapun. Mereka tidak tahu bahwa lubang hitam tersebut adalah jebakan yang disiapkan Seven Soul untuk menghancurkan seluruh musuhnya.
Setelah semua masuk kedalam lubang hitam, nuklir super raksasa muncul. Anehnya semua pasukan Sang Pencipta tidak menghindar, mereka mencoba menghadang senjata tersebut.
Shen Qui yang melihatnya tersenyum, "Mari kita lihat, seberapa kuat pertahanan pasukan Sang Pencipta."
Dengan menggabungkan semua kekuatan, seluruh pasukan Sang Pencipta menciptakan sebuah kubah transparan untuk menghentikan nuklir.
Tepat ketika kedua kekuatan bersentuhan, suara pecahan kaca terdengar. Pertahanan pasukan Sang Pencipta berhasil dihancurkan hanya sekali benturan.
Semua pasukan tidak merubah sedikitpun ekspresinya, mereka menciptakan lagi kubah transparan untuk menghentikan serangan.
"Pasukan yang sangat tangguh. Aku penasaran apa yang dikatakan Gaia kepada pasukannya," kata Raja Mulawarman yang muncul di sebelah Shen Qui.
"Aku yakin mereka tidak dalam kondisi kesadaran penuh. Bisa dibilang Gaia merenggut semua kesadaran mereka, tujuannya adalah untuk menjalankan tugas tanpa terkecuali." Shen Qiu memandang pasukan musuh tampak kasian.
Mereka sudah melatih tubuhnya untuk menjadi kuat, tetapi kebebasannya langsung di rampas oleh Sang Pencipta yang selalu mereka puja.
Ledakan super besar terjadi, 50 miliar pasukan Sang Pencipta menghilang dari alam semesta. Jiwa mereka langsung di serap untuk memperkuat para pasukan Seven Soul.
Gaia yang merasakan pasukannya menghilang mengerutkan kening. "Apa yang terjadi, 50 miliar pasukan menghilang secara bersamaan. Mungkinkah Seven Soul telah menciptakan senjata aneh lagi?" tanyanya dalam hati kebingungan.
Sekarang pasukan Sang Pencipta masih 750 miliar, sedangkan Sang Peramal hanya tersisa 70 miliar. Walaupun lebih sedikit pasukan Sang Peramal sangat aneh.
50 miliar adalah mahluk yang dapat menandingi Bandi dalam kekuatan, tetapi mereka tidak bisa bertarung dengan ketrampilan yang setara.
Aldi yang berada di dalam gua hukuman membuka matanya yang terlihat berbeda. Mata kanannya memancarkan kegelapan yang sangat pekat, sebelah kanan memancarkan kemarahan yang berwarna merah.
Dia berhasil menggabungkan teknik Moris dan Zuma dengan sangat baik. Jika tidak ada Kitty yang mendukungnya, akan sangat susah menggabungkannya.
Setelah diteliti lagi, Kitty adalah mahluk celah dimensi yang dapat menyerap sebuah energi kemudian mengeluarkannya kembali dengan energi lain.