7 Soul Reinforcement

7 Soul Reinforcement
Mahkota Raja



Dunia Buatan sudah berhenti bergetar, semua orang mendapatkan energi murni yang sangat berlimpah.


Sebuah Mahkota melayang di tengah kotak misterius. Aldi mencoba untuk mengambilnya, tetapi tangannya terlempar.


"Benda yang memiliki kehendak?" kata Aldi pelan.


Dalam ingatan Chu Feng, Mahkota Raja tidak memiliki kehendak murni. Ia sangat patuh kepada tuannya, harusnya jika tuannya sudah meninggal ia harus mencari tuan yang baru.


Kedua kali Aldi mengedarkan energi jiwa, tetapi masih di tolak lagi. "Apa yang salah?" ucap Aldi kebingungan.


Dalam ingatannya, dia tidak pernah membuat kontrak dengan Mahkota Raja. Jadi tidak ada ingatan tentang kebiasaan Mahkota Raja.


Ketiga kalinya, Aldi menggunakan energi jiwa ditambah dengan darah yang mengalir di ujung jarinya.


Cahaya terang berwarna emas terpandang dari Mahkota Raja menutupi setiap sudut Dunia Buatan.


Kesadaran Aldi di bawa kesebuah tempat yang sangat bersih. Sepanjang mata memandang hanya warna putih yang dia lihat.


Kemudian seorang kakek tua menghampiri Aldi dengan langkah kaki yang sangat tenang.


"Anak Muda, sudah sangat lama aku tidak memiliki tuan yang baru. Pertanyaan sederhana tolong jawablah," katanya dengan lirih.


Energi kehidupan kakek tua itu sudah tinggal sehelai benang. Tiba-tiba Aldi teringat Kakek Nui yang sama sepertinya.


"Senior, silahkan," jawab Aldi dengan pelan.


"Kamu lebih suka menjadi orang Abadi, Dewa, Iblis atau seperti apa?" katanya sambil mengeluh janggut putihnya.


"Aku tidak pernah ingin menjadi orang yang penting. Hanya saja aku tidak ingin saudaraku menderita karena kesalahanku."


Seperti katanya, Aldi harus mengorbankan saudaranya ketika di angkat menjadi orang Abadi yang sesungguhnya.


Orang abadi tidak akan pernah bisa mati walaupun jiwanya sudah hancur. Salah satu cara mengalahkannya adalah memakan jiwanya.


Itulah alasan kenapa Aldi mengembangkan teknik yang dapat memakan secara paksa Jiwa seseorang.


Hal itu merupakan persiapan jika suatu saat dia dan seluruh saudaranya bertarung dengan orang Abadi yang sesungguhnya


Sedangkan Dewa sesungguhnya tidak akan pernah bisa melihat saudaranya. Mereka harus sepenuhnya mengabdikan diri kepada langit.


Tidak ada waktu untuk memperhatikan saudara maupun kerabatnya. Jiwa mereka tidak akan pernah padam tanpa kehendak langit, cara mengalahkan mereka sama seperti orang abadi.


Menjadi Iblis jauh lebih Gila. Seseorang yang telah menjadi Iblis sesungguhnya harus memakan setiap kerabatnya untuk mendapat kekuatan.


Hal ini dilakukan untuk menghormati neraka yang memberikan kekuatan kepadanya. Setiap jiwa yang dimakan tidak akan pernah bisa bereinkarnasi.


Cara mengalahkan mereka hanya dengan menghancurkan setiap inci dari tubuhnya. Kekuatan iblis sesungguhnya jauh lebih kuat daripada iblis yang ada di Dunia Maha Tinggi.


Jika bisa membandingkan Iblis sesungguhnya merupakan sebuah ruang, sedangkan iblis di dunia Maha Tinggi hanya sebuah debu yang terbang di angkasa.


Ketika Chu Feng masih hidup, dia dapat membunuh ketika jenis orang tersebut. Namun hanya dengan pertarungan satu melawan satu.


Jika mereka menggunakan 2 orang atau lebih pasti Chu Feng akan kalah dalam beberapa gerakan.


Kala itu Chu Feng tidak memilih menjadi salah satu ras tersebut. Jadi dia hanya berlari di celah dimensi untuk mempertahankan hidupnya.


Kakek tua menghembuskan nafasnya. "Pilihanmu sangat munafik. Namun aku suka dengan tekad yang kamu perlihatkan."


Dia dapat merasakan tekad setiap orang yang berdiri didepannya. Bahkan dapat mempengaruhinya dengan sedikit teknik.


Namun ketika dia mempengaruhinya, tekad Aldi memblokir semua pengaruh dari kakek tua.


"Aku tidak peduli dengan setiap pengaruh dari luar. Menurutku ketiga ras tersebut bukanlah golongan yang aku inginkan!" jawab Aldi tegas.


Kakek tua tersenyum. Dia tidak pernah menjelaskan kepada Aldi tentang ketiga ras, tetapi Aldi bisa mengetahuinya dengan jelas.


"Sangat mengesankan. Dalam sejarah hanya ada satu orang yang bisa selamat dari cengkraman ketiga ras dia adalah Chu Feng ..."


"Sayangnya tuanku sebelumnya ingin mengikuti jejaknya dan berakhir menjadi debu yang hilang di luar angkasa," jelas kakek tua itu.


Aldi tersenyum. Kakek tua itu tidak akan pernah mengira bahwa Chu Feng yang dia maksud ada di depannya.


"Aku akan menjadi orang yang lebih kuat dari Chu Feng yang kamu maksud," kata Aldi pelan mengikuti irama perkataan kakek tua.


Cahaya putih yang membawa kesadaran Aldi mulai memudar. Sebuah Mahkota terbang kearah dada Aldi.


"Semoga pilihanku terakhir kali ini merupakan yang terbaik." Sebuah suara terdengar dari dalam Mahkota Raja.


Ketika menyatu dengan tubuhnya, Mahkota Raja Bergetar sangat hebat. Kakek tua yang ada di dalam Mahkota Raja sangat terkejut.


"Biarkan aku yang menaruhnya," kata Aldi kepada Mahkota Raja.


Mahkota yang seharusnya di atas kepala, Aldi taruh di lengan kanannya. Sekarang dia tidak nampak seperti Raja yang mendominasi, tetapi seorang Raja yang tidak sopan.


Anehnya Mahkota Raja menerima perilaku Aldi yang menaruhnya di lengan kanan.


"Siapa sebenarnya anak ini, aku merasa pilihanku kali ini merupakan yang terbaik!" ucap kakek tua kebingungan.


Seorang anak kecil menghampiri kakek tua itu. Dia adalah kehendak Mahkota Raja.


"Terima kasih, Kakek. Kakak yang ada di depan merupakan sang Tahta Raja yang selama ini aku cari," katanya lirih.


Akhirnya kakek tua itu mengetahui kenapa Mahkota Raja bersedia di tempatkan di lengan kanan Aldi. Dia juga mengetahui bahwa teknik pengembangan yang di jalankan Aldi sangat misterius.


Walaupun dia hanya sebuah Jiwa gentayangan, harusnya dia dapat melihat kekuatannya. Namun hanya sebuah lubang hitam tanpa ujung yang terlihat.


Cahaya kuning yang menyinari Dunia Buatan mulai meredup. Rocky yang pertama kali menstabilkan tubuhnya langsung menghampiri Aldi.


"Apa yang terjadi, Ayah?" katanya sedikit cemas.


Aldi berdiri dengan Mahkota Raja di lengan kanannya. "Aku mendapatkan kunci keamanan Dunia Buatan."


Rocky secara tidak sadar memandang Mahkota yang ada di lengan Aldi. Dia merasa ada sebuah kekuatan misterius terpancar olehnya.


Disisi lain Shen Haise mendapatkan sedikit masalah dengan bangsawan daratan menengah. Dia memprovokasi seorang pangeran di kerajaan daratan menengah.


Sehingga kerajaan yang mengangkat ya sebagai bangsawan langsung melepas hubungan dengannya.


499 orang yang menyamar sebagai iblis segera menghampiri Shen Haise untuk memberi dukungan.


Karena pangeran dari kerajaan daratan tengah mengerahkan 10 juta pasukan Iblis Semu yang sangat kuat.


Anehnya 500 orang yang menghadapi pasukan musuh tersenyum lebar. Mereka sudah lama tidak merasakan pertarungan besar.


500 orang itu merupakan prajurit yang masih hidup setelah perang Ragnarok. Jadi pengalaman mereka sudah cukup untuk menghadapi 10 juta pasukan Iblis Semu.


"Sialan, kamu telah melukai pangeran dengan sangat parah. Hari ini akan menjadi kematian mu!" kata seorang jendral yang berdiri di depan seluruh pasukan.


Shen Haise tersenyum. "Majulah!" katanya sambil mengeluarkan 10 ribu bayangan tingkat Dewa Abadi.


Serta anggota Seven Soul lainnya, meningkatkan aura secara signifikan. Hingga membuat 10 juta pasukan tanpa sadar mundur satu langkah.


Jendral yang memimpin perang sangat ketakutan dengan kemampuan yang di tunjukkan Shen Haise dan teman-temannya.


Seorang pengamat perang yang berdiri jauh dari medan perang berkata, "Shen Haise itu merupakan wanita yang sangat misterius. Kekuatannya seharusnya sudah di terima daratan tinggi."


"Pasti dia membuat keributan di daratan tinggi, akhirnya dibuang ke daratan rendah untuk menyesalinya!"


"Lebih baik jangan membuatnya marah atau kalian akan menjadi pangeran yang kehilangan bagian vital bagi seorang lelaki."


Semua pengamat yang berjumlah lima orang mengangguk setuju dengan perkataannya karena mereka semua laki-laki.


Seorang kakek tua terbang diantara Shen Haise dan pasukan Kerajaan tengah. Dia adalah penjaga keamanan daratan tengah wilayah iblis, Marmo.


Nama julukan aslinya adalah Pangeran Mormo, tetapi merubah namanya menjadi Marmo setelah di usir dari istana.


Dia merupakan seorang pangeran dari kerajaan iblis yang berteman dengan salah satu putri kerajaan Dewa.


Hingga akhirnya di tendang dari istana iblis menjadi penjaga penjaga daratan tengah. Menurut rumor dia merupakan iblis pemakan anak kecil yang menyerap semua tubuh anak tersebut.


Kekuatannya akan meningkat jika terdapat anak dibawah imut 10 tahun yang dimakan. Sayangnya setelah di tendang dari istana tinggi kerajaan iblis, dia tidak mendapat pasokan makanan.


Sekarang kekuatannya berhenti di Iblis Abadi dan tidak akan bisa bertambah kuat.


"Kalian sebaiknya berhenti. Akibat perbuatan kalian, banyak iblis yang melarikan diri," kata Marmo pelan.


Shen Haise mengeratkan keningnya. Dia tidak pernah melihat aura sangat suram seperti yang dipancarkan Marmo.


"Sebaiknya kamu tanya iblis di sebelah mu!" kata Shen Haise sambil melepas aura.


Diskusi singkat antara mereka akhirnya membuahkan hasil. Pasukan Kerajaan tengah bersedia mundur karena menghormati pangeran Marmo.


Shen Haise dan pasukan berpencar dengan kecepatan tinggi. Bahkan pangeran Marmo tidak mengetahui keberadaannya.


Karena Shen Haise hanya berjalan-jalan di sekitar daratan tengah, Marmo akhirnya menemukannya.


"Siapa kau?" tanya Marmo muncul di hadapan Shen Haise yang duduk di sebuah batu.