7 Soul Reinforcement

7 Soul Reinforcement
Pohon Dunia



Setelah membantu penduduk desa, Aldi meninggalkan Energinya untuk melindungi desa.


Prinsip Jiwa tingkat 6 dapat meninggalkan energi dari tubuh Aldi. Energi itu akan bertindak jika ada kejahatan yang menimpa desa.


Tidak lupa dia memasang formasi, agar tanah di sekitar desa lebih subur.


Aldi menuju ke Trenggalek menggunakan pesawat terbang, waktu yang ia tempuh hanya 1 hari.


"Paman Simon, maaf terlambat," sapa Aldi melihat Simon Hardiman.


"Aldi, kebetulan sekali kau datang," kata Simon Hardiman.


"Siapa dia, Paman?" tanya Aldi dengan senyum ringan khasnya.


"Ah ... dia adalah rekan bisnisku, Andre Silva. Dia merupakan pengusaha terkenal di Trenggalek ini."


"Salam, Paman Andre," sapa Aldi dengan sopan.


"Salam, aku sudah mendengar banyak tentangmu darinya," kata Andre Silva sambil mengarahkan jempolnya ke Simon Hardiman.


Mereka bertiga berbincang-bincang tentang banyak hal. Negara Trenggalek merupakan negara di sebelah lautan, jadi Aldi mengusulkan berbisnis dengan Andre Silva di bidang pariwisata.


"Usulan itu memang sangat berpotensi, tapi jalur menuju objek wisata di daerah ini masih kurang mempuni," kata Andrea Silva.


Mendengar itu, Aldi berkata, "Aku mempunyai teman yang cukup berpengalaman di bidang transportasi, hal itu akan sangat mudah dipecahkan."


Akhirnya mereka bertiga sepakat untuk mendirikan bisnis pariwisata. Bisnis ini akan dijalankan oleh Andre Silva, sedangkan Aldi dan Simon Hardiman hanya akan menjadi investor.


Bisnis ini direncakan menghabiskan 10 ribu emas, dengan lama pengerjaan selama 10 tahun. Ketika pembangunan sudah mencapai 1 tahun, objek wisata itu dapat dibuka, sehingga akan ada pemasukan tambahan untuk biasa konstruksi.


Elios akan menjadi kepala konstruksi bisnis pariwisata ini. Sekarang dia menjadi pria terkaya sekaligus raja transportasi di Pare.


Mereka bertiga menuju pelelangan menggunakan mobil pribadi, Andre Silva.


"Kenapa kita ke pelabuhan, Paman?" tanya Aldi.


Mendengar itu, Andre Silva menjawab, "Pelelangan akan dilaksanakan di atas kapal pesiar."


Suara klakson kapal pesiar terdengar. "Jadi itu kapal pelelangan kali ini," kata Aldi mengungkapkan ekspresi kagum.


Kapal pesiar itu mempunyai panjang sekitar 250 meter, dengan lebar 25 meter. Bisa dikatakan hanya orang yang mempunyai kekayaan ribuan emas yang bisa menaiki kapal ini.


Datang seorang paruh baya, ia berkata,"Andre, aku tidak menyangka kau berani datang ke pelelangan ini!"


"Hendri, kenapa aku harus takut?" jawab Andre Silva.


"Haha, tidak cukup aku mempermalukan mu di pelelangan sebelumnya?" kata Hendri dengan tawa yang keras.


"Jika bukan karena pertolongan, Nyonya Paula, kau akan kalah," kata Andre Silva.


Hendri segera pergi ketika melihat lelaki tua menaiki kapal pesiar.


"Siapa dia, Paman?" tanya Aldi.


Mendengar itu, Andre Silva menenangkan dirinya dan menjawab, "Dia Hendri Paula, cucu pertama dari Ratu Diana."


Ratu Diana mempunyai 5 orang anak, dengan 3 laki-laki dan 2 perempuan. Salah satu anak perempuannya menikah dengan salah satu pria keluarga Paula.


Keluarga Paula sebagian besar anggotanya merupakan orang pemerintahan.


Mereka bertiga masuk ke kapal pesiar serta menyewa ruangan VIP.


"Paman, apa aku bisa menjual pil disini?" tanya Aldi.


"Tentu, jika pil milikmu lolos seleksi ketat dari penilai," jawab Andre Silva.


Aldi berjalan menuju panitia pelaksana pelelangan, dia ingin menjual beberapa pil.


"Apa pil sangat mengesankan seperti katamu?" tanya Andre Silva kepada Simon Hardiman.


"Tenanglah, semua yang menyangkut dirinya bukan suatu yang bisa kita bayangkan," jawab Simon Hardianto dengan senyum ringan.


"Aku yakin semua orang tidak sabar menunggu barang pertama yang akan dilelang. Baiklah, ini adalah Tanaman Abadi," kata Zuan Shi menunjuk sebuah tanaman di atas meja.


"Tanaman ini sudah berusia lebih dari 100 tahun, tapi bisa kalian lihat, itu belum bisa tumbuh melewati 2 daun. Harga akan di mulai dari 10 emas dengan kenaikan 30 perak."


Aldi melihat tanaman itu langsung berkata, "10 emas."


"100 emas!"


Dengan sekejap harga melambung sangat tinggi hingga mencapai 100 emas.


"Baiklah, apa ada yang ingin menawar lagi?" kata Zuan Shi.


"120 emas!"


Orang yang mengatakan itu tidak lain adalah Aldi.


"Anak Muda, sepertinya kamu cukup kaya," kata Pria Paruh Baya di sebelah ruangan VIP-nya.


"Paman, tolong mengalah untuk barang yang satu ini," kata Aldi melihat pria itu.


"Anak Muda, sepertinya kamu baru ditempat ini. Kita disini bersaing menggunakan kekayaan, bukan tawar menawar!"


"Baiklah, jika itu keinginanmu, tapi aku tidak akan melepaskan barang ini dengan mudah."


Mereka saling melontarkan tawaran hingga mencapai harga 1020 emas.


"Anak Muda, aku kalah kali ini. Untuk hiasan rumah, 1020 emas terlalu berlebihan untukku," kata Pria Paruh Baya itu.


Aldi tidak menanggapi pernyataan itu, ia hanya tersenyum. Pria itu jelas hanya menaikkan harganya dari 10 emas menjadi 1020 emas, tanpa ingin membelinya.


Tanaman yang dibeli Aldi bukan tanaman biasa, itu adalah harta karun tiada tara.


Tanaman itu biasa disebut Pohon Dunia. Untuk menumbuhkan diperlukan energi yang padat disekitarnya, sehingga pohon itu dapat menyerap energi disekitar. Kemudian, ia akan mengolahnya menjadi energi yang lebih murni.


Kekuatan Aldi sekarang sudah mencapai tingkat 6, membuat formasi dengan energi yang padat hanyalah sepotong kue baginya.


Tujuan membeli pohon itu bukan sekedar menanamnya di dunia ini, melainkan dia akan menanamnya di ruang buatannya sendiri. Untuk membuat ruang yang bisa di tempati mahluk hidup, minimal dia harus mempunyai kekuatan tingkat 7.


Tingkat 7 hanya akan memungkinkan dirinya membuat ruang kecil, dan hanya bisa di tinggali oleh tumbuhan.


"Aldi, bukannya berlebihan kau membeli tanaman itu?" tanya Simon Hardiman.


"Tanaman ini sangat bermanfaat bagiku, Paman."


Mendengar itu, Andre Silva bertanya, "Tepatnya apa kegunaan tanaman itu?"


"Tanaman itu dapat membantu perkembangan kekuatanku," jawab Aldi dengan senyum ringan khasnya.


Aldi tidak merasa 1020 emas merupakan harga yang mahal, bahkan jika harganya 12 ribu emas akan tetap ia beli.


"Baiklah, barang selanjutnya adalah sebuah senjata yang melancarkan aura yang kuat ... benda ini konon digunakan oleh seorang petarung beladiri tingkat Hitam," ucap Zuan Shi menjelaskan barang kedua yang dilelang.


"Pantas sebagai namanya, bahkan senjata seperti itu dilelang disini," kata Aldi sambil mengangguk kepalanya.


Senjata itu merupakan senjata roh, aura yang dipancarkannya sangat menekan. Roh didalamnya tidak dapat lepas dari pengelihatan mata Aldi, itu adalah roh yang jauh lebih lemah dari Shen Haise.


"Bayi Roh!" ucap Shen Haise tercengang.


"Apa maksudmu Bayi Roh?" tanya Aldi. sebenarnya Aldi sudah mengetahui akan hal tersebut.


Dia berpura-pura agar, Shen Haise mengungkapkan banyak informasi tentang dunia ini.


"Bayi Ron ini, memang lemah tapi jika dipelihara dengan baik dia akan menjadi kekuatan yang mengerikan," jawab Shen Haise.


Shen Haise mengungkapkan banyak informasi yang Aldi butuhkan, tapi Aldi masih tidak tertarik untuk membeli senjata itu.


Bayi Roh itu merupakan roh campuran, tidak seperti Shen Haise yang merupakan roh murni Dunia Asura. Bayi Roh di dunia ini juga sangat jarang terlihat, hal itu disebabkan karena para Roh Dunia bersembunyi entah dimana.