7 Soul Reinforcement

7 Soul Reinforcement
Hantu Tua



Aldi yang menonton mengangguk puas dengan akting semua kerabatnya. Tidak ada kesalahan yang terjadi dalam pertempuran.


Dia yakin bahwa para bangsawan tidak menyadari bahwa kekuatan Baron Leo tidak serendah yang mereka lihat.


Namun ada seorang kakek tua yang memandang Aldi tanpa mengedipkan mata. Dia merasa sangat curiga dengan kekuatan yang dipancarkannya.


Aldi memandangnya karena merasa bahwa pandangan kakek itu sangat mencurigakan. Namun setelah melihatnya, Aldi mengerutkan keningnya.


"Dia bukan seorang Dewa, tetapi mengapa bisa berada di wilayah Dewa dengan sangat tenang," gumam Aldi.


Setelah pandangan mereka bertemu cukup lama, kakek tua itu segera pergi meninggalkan arena pertempuran.


Kecurigaan Aldi semakin muncul ketika kakek tua itu menggunakan langkah kaki yang sangat misterius.


Bahkan Aldi tidak bisa melihatnya dengan mata telanjang. Dia harus mengaktifkan mata dunia untuk melihat tekniknya.


Shen Haise di wilayah Iblis menjalar julukan sebagai Wanita Gila. Dia diberikan sebuah gelar kehormatan dari wilayah tengah.


Incubus yang dulu pernah menggodanya telah di lempar kedalam penjara hukuman selama 10 tahun. Hal itu dilakukan untuk menyenangkan hari Shen Haise.


"Nona, apa kamu membutuhkan bantuan kami?" kata seorang pelayan iblis menyapa Shen Haise yang duduk di atas batu besar.


"Carikan aku tempat yang sangat cocok untuk membangun sebuah istana megah di daratan tengah."


Shen Haise tidak ingin tertinggal dari Leo yang sudah membangun markas Seven Soul di wilayah Dewa.


Pelayan iblis langsung bergegas mencari tempat terbaik untuk mendirikan istana. Karena Shen Haise suka dengan ketenangan, akhirnya dia memilihkan tempat sebuah gunung kosong.


Wilayah iblis tidak mengenal kompetisi perebutan wilayah. Mereka akan saling membunuh jika ingin memiliki sesuatu.


Membunuh sesama iblis bukanlah hal yang tabu. Karena Iblis mempunyai sistem pemerintahan yang bebas.


Jadi tidak ada yang mengatur daratan rendah dan tengah. Hanya mereka yang berhasil menjadi Iblis tingkat atas yang akan mematuhi kerajaan Iblis yang sesungguhnya.


Untuk mendapatkan wilayah yang diinginkan, Shen Haise harus melawan penguasa sebelumnya. Namun setelah dia datang ke istana pemilik gunung, dia langsung diberikan tanpa perlawanan.


Iblis bukan orang yang bodoh, dia sudah mengetahui tentang kekuatan Shen Haise Sang Wanita Gila.


Setiap kali dia bertarung, ratusan iblis bayangan akan berdiri kokoh dibelakangnya untuk menghancurkan musuhnya dengan cepat.


Bahkan pangeran kerajaan iblis tengah mundur hanya dengan 500 orang yang membela Shen Haise.


Pasukan Kerajaan bukanlah kencang goreng yang mudah di gertak, tetapi mereka mundur karena tekanan yang dipancarkan pasukan Shen Haise.


"Kamu terlalu memuji Kemampuanku. Apa kau yakin dengan keputusanmu?" tanya Shen Haise dengan ekspresi datar.


"Nona Haise tidak perlu mempertanyakan keputusan kami lagi. Semua sudah di sepakat oleh petinggi."


"Baiklah, aku tidak mengambil wilayah terlalu besar. Mungkin hanya sebuah gunung, atau mungkin suatu saat aku berubah pikiran."


Perkataan Shen Haise seperti sambaran petir di hati para petinggi pemilik wilayah. Pasalnya mereka tidak ingin berurusan dengan Shen Haise dan pasukannya.


Shen Haise segera pergi ke gunung yang di maksud. Dia melihat tumbuhan yang tinggi serta banyak monster tingkat rendah melindungi gunung.


"Sekarang biarkan saya menghapus para monster di gunung!" seorang pelayan dengan nada semangat. Walaupun kekuatannya hanya setara tingkat Pengakuan, semangat juangnya sangat tinggi.


"Jangan, biarkan orang lain mengurus para monster yang berada di dalam gunung," kata Shen Haise melirik salah satu anggota Seven Soul yang mempunyai ketrampilan menjinakkan.


Dalam beberapa jam, anggota inti itu kembali ke hadapan Shen Haise dengan sebuah tupai memanjat pundaknya.


"Semua sudah selesai. Para monster telah menjadi sekutu setiap orang yang tidak mencurigakan," katanya dengan nada tegas.


Pelayan yang tidak percaya langsung menuju gunung. Matanya terbuka lebat ketika melihat barisan monster yang menunggu perintah.


Di leher mereka terdapat sebuah kalung kontrak yang dapat membatasi pergerakan monster serta dapat meningkatkan kekuatan monster.


Karena benda itu telah di rancang khusus oleh Aldi. Efek yang ditimbulkan beberapa lebih hebat dari rumor yang beredar.


Pasalnya setiap monster dapat berbicara kepada pemimpin mereka menggunakan telepati serta kekuatan monster yang memakai kalung akan berkembang dengan cepat.


Pelayan itu merupakan seorang pengintai yang di kirim Marmo untuk mengawasi seluruh pergerakan Shen Haise dan pasukannya.


Namun Shen Haise sudah mengetahui identitas sebenarnya. Dia hanya berpura-pura bodoh untuk mengelabuhi, lawannya.


Aldi yang berkeliling wilayah Dewa mendapatkan tatapan tajam lagi dari kakek tua yang berdiri di sudut rumah.


"Siapa sebenarnya kamu, seharusnya tidak ada kehidupan sepertimu?" tanya balik Kakek tua.


Aldi tidak mengerti maksud dari sang kakek. Sehingga dia menanyakan maksudnya, "Apa yang Kakek maksud?"


Kakek tua itu menarik tangan Aldi dengan sangat mudah. Padahal Aldi dalam keadaan waspada tingkat tinggi, tetapi masih dapat kecolongan oleh kakek.


Dia tidak terkejut karena refleknya terlambat. Karena dia merasa bahwa Kakek tua itu tidak akan melukainya.


Sampai akhirnya mereka berhenti di sebuah gua yang sangat tertutup. Aldi melihat ada simbol pelindung yang sangat kuat.


"Kamu bukan dari Semesta ini, Kan?" tanya Kakek Tua pelan.


Aldi mengerutkan keningnya, dia merasa bahwa pandangan kakek tua itu sangat tajam. Bahkan ada kemungkinan bisa melihat jiwa yang terdapat dalam tubuh Aldi.


"Bagaimana aku harus memanggilmu, Kek?" tanya Aldi mencoba mengalihkan perhatian kakek tua supaya tidak bertanya tentang identitas aslinya.


"Terserah kamu memanggilku siapa. Orang sering memanggilku Hantu Tua."


Kemudian pembicaraan mereka mengarah kepada identitas Aldi yang diketahui Hantu tua. Menurut ramalannya, Aldi tidak seharusnya berada dalam susunan waktu saat ini.


Hantu tua merupakan orang yang mengucapkan syair sebelumnya tentang kedatangan pahlawan yang sesungguhnya.


Aldi membuat pahlawan yang telah ditakdirkan yaitu Qin Huang yang telah memiliki seluruh ingatannya akan menyelamatkan dunia.


Raja Qin Huang dan Qin Huang dari Dunia Utama merupakan satu orang yang sama. Karena kejadian khusus, dia terbagi menjadi dua kehidupan yang berbeda.


Harusnya ketika mereka bertemu, ingatan satu sama lain akan mulai teringat. Kemudian Qin Huang dan Raja Qin Huang akan menyatukan tubuh untuk menjadi keberadaan yang paling mendominasi di Dunia Maha Tinggi.


Keberadaan Aldi telah mengacaukan seluruh aliran waktu yang sudah di susun oleh langit dan para pencipta dunia.


Aldi harusnya mati dimakan oleh serigala ketika kecelakaan menimpanya saat berumur 2 tahun di Negara Kediri.


Namun karena teknik misterius yang digunakan, dia berhasil lolos dari maut buku sang pencabut nyawa.


Hantu Tua merupakan seorang peramal yang diberkahi oleh Langit dan Neraka. Kemampuannya hanya bisa diwariskan kepada satu orang di seluruh dunia.


Sehingga hanya ada satu orang yang dapat melihat nasib dan kehidupan makhluk ciptaan sang pencipta.


Setiap makhluk mempunyai angka yang berada di atas kepala mereka. Setiap angka akan mewakili jumlah waktu mereka di dalam Dunia.


Hantu Tua sangat terkejut ketika dia melihat angka yang ditampilkan di atas kepala Aldi. Hanya ada sebuah angka yang tidak bisa dibaca, 00.


Artinya waktu Aldi tidak dapat ditentukan oleh Langit dan Neraka.


"Aku juga sudah mengetahui semua rekanku yang aneh," kata Hantu Tua dengan nada pelan.


Yang dia maksud rekan adalah Anggota Seven Soul yang telah menyamar untuk mendapatkan informasi tentang Dunia Maha Tinggi.


Angka yang mereka perlihatkan di atas kepala seperti para makhluk pada umumnya. Namun keanehan terjadi ketika mereka bertambah kuat.


Angka yang seharusnya berjalan mundur malah berjalan sebaliknya. Waktu Dunia yang seharusnya akan habis tidak akan pernah habis jika terus bertambah.


Raja Qin Huang dan Qin Huang dari Dunia Utama yang seharusnya memiliki waktu Dunia yang sama, sekarang berbeda karena keberadaan Aldi.


Dan sekarang sejarah mulai bergeser sangat banyak. Sehingga seorang utusan yang merasuki Dewa Shiva telah datang ke wilayah Dewa untuk melenyapkan para pemberontak.


Semua anggota Seven Soul akan menghadapi bencana besar jika mereka tidak mempercepat pertumbuhan kekuatannya.


Walaupun serpihan jiwa mereka berada pada Dunia Buatan. Ketika mereka terbunuh, maka harus mengulang pengembangan kekuatannya.


"Nak, sebagainya kamu segera pergi meninggalkan dunia ini sebelum para utusan langit membunuh kalian semua."


Hantu Tua tidak menyukai pertempuran skala besar. Jadi dia ingin mencegah peperangan antara utusan langit dan utusan neraka melawan pasukan SEVEN Soul.


"Terima kasih, Hantu Tua. Namun Seven Soul bukan pasukan yang mudah digertak, jika mereka mengancam kehidupan kami sudah sewajarnya untuk melawan."


Aldi sudah mengetahui bahwa penguasa semesta Dunia ini tidka menyukai keberadaan Aldi dan Seven Soul yang merusak keseimbangan.


Namun dia tidak ingin menuruti penguasa semesta begitu saja. Menurutnya sebuah kehidupan dapat memiliki hak yang tinggi untuk menentukan waktu hidupnya.


Jika waktu sudah ditentukan sejak mereka lahir. Maka hidup tidak akan berwarna untuknya. Semua ini hanya pandangan Aldi. Jika anggota lainnya ingin mengikuti sang pencipta, Aldi akan melepaskannya.