
Aldi yang mendapatkan berita tentang pasukan Sang Pencipta sudah sampai di Dunia Utama langsung mengerahkan pasukannya untuk menghentikannya.
Para mahluk aneh juga akan membantu mempertahankan Dunia Utama untuk menyatakan terimakasih kepada Aldi karena sudah membuatkan tubuh roh.
300 miliar pasukan mahluk aneh telah berhasil mendapatkan tubuh roh. Semua orang mahluk aneh telah sampai di Dunia Utama dengan sangat cepat.
Shen Er yang masih menyembuhkan lukanya tidak bisa mempertahankan Dunia Utama, sehingga Aldi memberikan perintah kepada Leo untuk mempertahankan Dunia Utama.
Dengan kepemimpinan Leo, Aldi optimis bisa mempertahankan Dunia Utama dibawah kepemimpinan Leo.
"Aku tidak mengijinkan dirimu mati di medan perang," kata Aldi sambil menepuk pundak Leo yang menggunakan wujud manusianya.
"Baik, Bos!" jawab Leo tegas. Dia segera terbang menuju celah dimensi dimana Dunia Utama berputar.
Dia melihat ada 200 miliar pasukan Sang Pencipta muncul bersiap menyerang. Dengan Leo dan 300 miliar pasukan mahluk aneh dengan wajah serius.
"Kita tidak memiliki permusuhan. Mengapa kalian menyerang Dunia Utama?" tanya Leo kepada salah satu pemimpin pasukan Sang Pencipta.
"Hanya orang lemah yang mengatakan perkataan itu," jawabnya dengan wajah datar. Dia langsung menyerang Leo tanpa menyembunyikan kekuatannya.
Leo yang merasakan ancaman langsung melepaskan zirah prinsip jiwa untuk melindungi dirinya.
Walaupun sudah menggunakan zirah prinsip jiwa, Leo masih terpental puluhan kilometer. "Sepertinya pertarungan kali ini tidak akan mudah," kata Leo sambil memegang dadanya.
Pemimpin pasukan musuh lebih kuat darinya, tetapi Leo bukan orang yang mudah dikalahkan. Dia melepaskan teknik terlarang Gerbang Pembuka untuk menambah kekuatannya.
Aura berwarna ungu gelap muncul disekitar tubuhnya, "Ayo kita lanjutkan!"
Leo menghunuskan pedangnya kepada pasukan Sang Pencipta, 300 miliar pasukan mahluk aneh menyerang dengan kekuatan penuh mereka.
Tidak ada yang bisa mati, jadi mahluk aneh tidak keberatan menerima serangan telak. Walaupun tidak bisa mati, mereka bisa kehilangan jiwa dan membutuhkan waktu lama untuk membangkitkan.
Moras yang merasakan para anaknya mati merasakan sedikit sakit hati. "Inilah kenapa aku tidak suka dengan peperangan," katanya yang duduk di rumput memandang pohon dunia.
Seorang wanita cantik menghampirinya, dia adalah Alice yang tidak lain adalah ibu Nur Aldi.
"Moras, aku ingin menanyakan sesuatu," katanya menyapa Moras yang masih terbaring di rerumputan.
"Tanyakan yang kamu inginkan, aku akan memberitahu semua yang aku ketahui." Dengan ekspresi datar Moras menjawab pertanyaan Alice.
"Apa kamu mengetahui mahluk celah dimensi yang bernama Thunder Wolf?" tanya Alice duduk sebuah batu dekat dengan Moras.
"Thunder Wolf, adalah mahluk pemakan dunia, dia sangat aktif dimasa lalu. Aku bernah petarung dengannya dan membuatnya menjadi pembantu mahluk aneh sementara waktu."
Moras menjelaskan detail kekuatan Thunder Wolf. Walaupun kuat, dia adalah mahluk yang tidak mempunyai keturunan dan teman.
Dia selalu mencari musuh dan memakan semua dunia sesukanya. Sampai akhirnya kekuatannya tidak bisa di tahan oleh sang Pencipta di masa jayanya.
Moras mengetahui hal tersebut dan tidak memperdulikannya. Bahkan Thunder Wolf pernah sekali menyerang mahluk aneh untuk kedua kalinya.
Sayangnya Moris sedang berkunjung di wilayah Moras. Tanpa sengaja Moris melukai Thunder Wolf sangat parah.
Anehnya Nara yang menjabat sebagai sang Pencipta dengan kekuatan penuh menyegelnya. Bahkan sampai mengorbankan dirinya sendiri.
"Jadi mahluk yang bernama Thunder Wolf itu tidak terlalu kuat?" tanya Alice sekali lagi.
Moras menggelengkan kepala, "Kamu salah mahluk itu sangat kuat. Namun dia berhadapan dengan orang yang salah, makanya dapat dikalahkan dengan mudah."
"Benarkah kekuatan Thunder Wolf dapat diturunkan kepada anak?" tanya Alice.
Moras bangkit dari tidurnya, dia mulai duduk dan memikirkan kemungkinan yang terjadi. "Mungkin bisa, tapi kamu harus mengorbankan dirimu untuk mengirim kekuatan Thunder Wolf," katanya.
"Jangan berpikir untuk mengorbankan dirimu, Aldi adalah orang yang sangat kuat, bahkan Thunder Wolf tidak dapat mengalahkannya sekarang," lanjutnya pelan.
Moras memberikan motivasi kepada Alice supaya tidak bunuh diri, dia menyembunyikan kenyataan sebenarnya.
Thunder Wolf adalah mahluk yang sangat kuat, bahkan Moris harus menggunakan seluruh kekuatannya untuk melukainya.
Di tambah dengan kekuatan mahluk aneh, dia berhasil mengusir Thunder Wolf yang sedang kehilangan kendali atas kekuatannya.
Jika Thunder Wolf bisa mengendalikan kekuatan sekuat itu, Moris tidak akan memiliki kesempatan menang kecuali menggunakan sebuah trik.
Sayangnya Moras tidak pintar untuk berbohong, Alice menyadari kebohongannya dari ekspresi wajah.
Sehingga Alice merasa bahwa hidupnya setara dengan kelangsungan hidup semua manusia di alam semesta.
Dengan senyum manis Alice berterima kasih kepada Moras yang memberitahu kebenarannya. Kemudian dia segera terbang ke pusat Dunia Buatan untuk mempelajari segel Nara.
Untuk mengirim semua kekuatannya, Alice harus melepaskan segel yang diberikan Nara. Sebelum meninggal kakeknya telah memberikan sebuah buku yang menuliskan pembukaan segel Nara.
Disisi lain Aldi sedang bermain dengan kotak peninggalan kakek Nui. Dia sangat ingin membukanya, tetapi membutuhkan banyak energi jiwa.
Dengan ingatan Moris, Aldi berhasil membuka dengan banyak usaha. Tepat setelah membuka kotaknya dia menemukan sebuah topeng yang bertuliskan Zuma yang mahluk tiada tanding.
Ternyata tubuh Tanpa Tanding adalah warisan darinya. Aldi yang merasakan keakraban dari topeng langsung memakainya tanpa berpikir panjang.
Tubuh tanpa tanding bergabung dengan topeng berwarna hitam dengan corak kuning emas.
Setelah menunggu beberapa saat, Aldi mengetahui bahwa gua hukuman juga merupakan peninggalan dari sang manusia tak terkalahkan Zuma. Tidak ada yang tahu bagaimana dia mati, bahkan Axel sekalipun.
Dua warisan yang sangat mengerikan masuk kedalam tubuh Aldi. Kedua entitas itu sangat misterius, ditambah dengan 7 Jiwa yang menyatu sungguh sangat aneh.
Aldi tidak ingin memikirkan hal tersebut, dia hanya ingin fokus untuk menyelamatkan dunia dari kehancuran yang disebabkan Sang Pencipta maupun Sang Peramal.
"Bos, sepertinya aku tidak bisa ada di sisimu lagi. Maafkan aku," kata Leo dengan suara pelan.
Aldi yang mendengar pesan telepati langsung terbang menuju Dunia Utama untuk menolong Leo, dia juga mengatakan kepada seluruh pasukan Seven Soul untuk menggerakkan pasukan terbaik.
Mahesa yang merasakan keberadaan Leo melemah juga memberikan perintah yang sama.
Pasukan Seven Soul yang masih berlatih langsung menyudahinya dan terbang menuju Dunia Utama. Tidak ada satupun orang yang berada di Dunia Buatan.
Tanpa menunggu lama mereka langsung mengeluarkan pedangnya untuk menyerang sisa pasukan musuh.
Hanya Leo yang mereka lihat berdiri dengan tangan hayalan yang menggenggam 200 miliar pasukan Sang Pencipta.
Semua lukanya tidak dapat disembuhkan, tetapi ekspresi wajahnya sangat puas dengan pertarungan yang dia lakukan.
"Apa yang terjadi, Leo," tanya Aldi langsung membantu Leo berdiri.
1 hari sebelum kejadian, Leo dan 300 miliar pasukan mahluk aneh telah menghadang pasukan Sang Pencipta.
Dengan kekuatannya dia seharusnya bisa memenangkan pertarungan dengan sedikit usaha. Namun datang para pembuat onar, mereka adalah pasukan Sang Peramal yang menggunakan segel untuk membatasi semua komunikasi Leo dengan dunia luar.
"Jangan ada yang mundur, kita pasti bisa menang," kata Leo memberikan semangat kepada pasukannya.
Walaupun belum lama bertemu dengan Leo, semua pasukan mahluk aneh sangat menghormatinya. Dengan suara serentak mereka bersorak, "Hancurkan!"
Pertarungan pecah, semua pasukan mahluk aneh tidak dapat menghindari pembantaian. Mereka hanya bisa membawa beberapa pasukan Sang Pencipta kedalam gerbang kematian.
Pasukan Sang Peramal tidak melakukan apapun. Mereka hanya bertugas mempertahankan simbol supaya Leo tidak dapat mengirim telepati kepada pasukan Seven Soul.
Sampai akhirnya dia memutuskan untuk menggunakan teknik terlarang prinsip jiwa, Gerbang Kematian.
Auranya meluas tubuhnya berubah menjadi singa hitam yang sedang kelaparan. Matanya berubah menjadi merah darah, kekuatan kehidupan mulai keluar dari tubuhnya.
Melihat Leo menggunakan kekuatan terlarang, Pasukan Sang Pencipta tidka bergeming sedikitpun. Mereka seperti tidak merasakan ancaman dari Leo, padahal pasukan Sang Peramal langsung melepaskan simbolnya dan melarikan diri.
Tepat saat itulah, Leo mengirim pesan kepada Aldi bahwa dia tidak bisa berada disisinya lagi.
Semua mahluk aneh yang merasakan kekuatan Leo langsung berlarian karena takut. Berbeda dengan pasukan Sang Pencipta yang tidak merubah sedikitpun ekspresinya.
"Baiklah, aku sudah berpamitan. Mari kita lanjutkan," kata Leo sambil tersenyum lebar. Dihadapannya ada 6 miliar pasukan Sang Pencipta, sedangkan mahluk aneh yang kabur hanya ada 1,8 miliar.
Jelas perbedaan kekuatan yabg sangat besar. Karena itulah Leo tidak bisa meninggalkan Dunia Utama untuk keselamatannya sendiri.
Pedang ciptaan Aldi hancur berkeping-keping karena tekanan jiwa milik Leo. Dia menyerang dengan pedang ciptaannya sendiri menggunakan energi jiwa.
Pertarungan besar terjadi, Leo tidak membiarkan satupun pasukan Sang Pencipta kabur dari bidikannya.
Hanya dengan 1 hari dia sendirian membantai semua pasukan Sang Pencipta yang masih tersisa. Sayangnya dia sudah tidak mempunyai energi kehidupan sama sekali.
Bahkan jiwanya sudah melebur dengan kekuatannya, prinsip jiwa benar-benar pedang bermata dua.
Semua pasukan Seven Soul memberikan hormat kepada Leo yang berkorban untuk melindungi Dunia Buatan.
Bahkan Mahluk aneh yang kabur sebelumnya kembali dan bersujud karena telah menyelamatkan kehidupannya.
"Leo, terima kasih," kata Aldi sambil memeluk tubuhnya dengan erat.
Semua ingatan bersama kucing oranye yang sangat bandel teringat. Aldi selalu memarahi Leo ketika melakukan kesalahan, dia juga teringat bahwa Leo ingin menjadi kuat karena dirinya.
Tubuh Roh milih Leo menjadi transparan karena energi kehidupan dan jiwanya sudah habis terkuras karena menggunakan gerbang kematian.
Semua pasukan inti yang pernah dilatih Leo tanpa sadar meneteskan air mata, semua orang mengingat ketika Leo melatihnya dengan keras.
Anehnya Raja Neraka dan Adolf yang baru bergabung dengan Seven Soul merasakan kehilangan.
Sambil memegang punggungnya. Raja Neraka dan Adolf menundukkan kepala memberikan penghormatan terakhir kepada salah satu pendiri dari Seven Soul.
"Gaia, aku akan membalas semuanya. Karena kamu sudah memutuskan menjadi musuh, jangan berharap Seven Soul akan memberikan belas kasih," kata Aldi dengan wajah serius.
Semua anggota inti Seven Soul mengusap air matanya dan menatap Aldi dengan serius. Mereka siap menerima misi bunuh diri, hanya untuk membantai pasukan Sang Pencipta.
Gaia yang melihat 200 miliar pasukannya menghilang hanya karena 1 anggota Seven Soul mulai panik.
"Aku tidak mengira mereka sangat kuat. Aku harus segera menyingkirkan Dunia Utama untuk mempertahankan alam semesta."
Sayangnya niatnya tidak tersampaikan dengan baik, Seven Soul menganggap bahwa Sang Pencipta sedang memprovokasinya.
Akan akan pertarungan 3 kubu yang sudah lama ditulis dalam kitab Awal Mula Alam Semesta. Buku itu di bawa oleh seseorang dengan rambut panjang dengan senyum yang sangat manis.
Tidak ada yang tahu siapa dia, tetapi tidak mungkin untuknya mencampuri urusan alam semesta.