7 Soul Reinforcement

7 Soul Reinforcement
Lima Percobaan



Aldi berhasil mematikan semua jebakan di dalam ruang percobaan. Dia berjalan dengan santai sambil melihat sekelilingnya.


"Baru itu tidak lebih lemah dari Berlian. Sungguh tempat yang misterius," kata Aldi pelan.


Seorang pria berpakaian hitam dengan corak berwarna putih mendatanginya.


"Selamat datang penangtang ke 102. Sangat mengesankan bahwa kamu bisa sampai di tempat ini tanpa terluka." kata pria itu.


Aldi melihat dengan Mata Langit, dia menemukan bahwa makhluk di depannya bukan manusia atau bahkan makhluk hidup.


"Aku Robi penjaga ruang percobaan ini. Terdapat 5 ruang yang dapat kamu masuki, tetapi tidak ada kesempatan kedua untuk semua pintu."


Pintu pertama berisi segala teknik beladiri yang telah di tinggalkan oleh Adam Leluhur para manusia.


Pintu kedua merupakan perpustakaan buku kuno yang ditulis oleh Adam dan para penerus setianya.


Pintu ketiga merupakan gudang senjata yang telah dikumpulkan Adam ketika hidup sebagai manusia.


Pintu keempat berisi Bahan obat yang telah dikumpulkan Adam dan semua orang terpercaya. Ruangan itu tidak pernah terbuka selama jutaan tahun.


Pintu kelima berisi roh dunia yang telah disegel Adam. Roh itu merupakan Raja Peri disaat masa jayanya. Namun, dia bertarung dengan Adam dan kalah, sehingga menjadi budaknya.


Aldi tersenyum melihat lima pintu, simbol yang disusun hampir sama seperti sebelumnya. Dia sudah menghafal semua kunci dalam simbol.


Artinya semua percobaan dapat dihapus tanpa perlu usaha yang berarti. Namun Aldi tidak ingin melakukan itu, dia berencana melakukan percobaan yang di buat Adam.


"Apa yang akan terjadi setelah aku berhasil?" tanya Aldi melihat Robi.


"Kau dapat mengambil semua barang didalam dan ruangan spesial itu akan menjadi milikmu."


"Baiklah, aku akan mencobanya."


Aldi berjalan menuju pintu pertama. Setelah dia berdiri didepan pintu besar terbuka. Aldi tersenyum kembali.


Ada sebuah asap hitam berwujud manusia, ia adalah perwujudan jiwa seorang manusia yang telah dikalahkan Adam.


"Sudah lama aku tidak melihat manusia menata g tempatku. Namaku Reno, aku akan menjadi penghalang pertamamu."


Reno menghunuskan pedangnya, serta mengarahkan ke Aldi. "Syaratnya sederhana, kalahkam aku."


Aldi tersenyum lebar, dia menerjang kearah Reno menggunakan tekik tinju. Teknik itu efektif untuk melawan musuh dengan serangan jarak menengah .


Karena teknik tinju menekankan pertarungan jarak dekat, sehingga pengguna teknik akan selalu mengejar lawannya sampai kepojok.


"Pukulan Hantu," ucap Aldi menggunakan tekniknya. Pukulannya menghilang ketika dia menyerang, hanya terlihat setelah mengenai lawannya.


Reno tidak bisa berbuat apapun untuk melawannya. Sampai akhirnya dia mengeluarkan teknik andalan, Teknik Pedang : Tarian Empat Musim.


Aldi menggunakan baju perangnya yang berwarna biru muda dengan corak emas. Baju itu dapat meningkatkan reflek dan Kecepatannya, sehingga mudah menghindari teknik Reno.


Semua teknik yang dikeluarkan Reno dipatahkan dengan mudah, sehingga dia kehabisan energi untuk mengeluarkan teknik selanjutnya.


Aldi tidak memberikan kesempatan untuk menyembuhkan energinya, Pukulan Hantu terus dilancarkan hingga tubuhnya tidak berwujud seperti manusia.


"Anak Muda kemampuanmu sangat mengesankan, bahkan teknik andalanku tidak dapat menggoresmu."


"Anda terlalu memuji," jawab singkat Aldi.


"Baiklah, kau mempunyai hak untuk memiliki ruangan spesial ini. Dalam ruangan ini kau akan lebih cepat memahami teknik karena dapat merekam ketrampilan khusus."


Aldi melihat kesadaran asap hitam menghilang, tetapi asap hitam itu berwujud seperti manusia kembali.


Sebuah pesan di dinding bersinar. "Kamu dapat merekam teknikmu dan akan direkam Reno Sang Peniru."


Dinding ruangan penuh dengan teknik, Aldi melihatnya dengan menyempatkan mata. "Teknik yang mengesankan. Namun, mengapa Adam meninggalkan teknik yang begitu bagus?"


Aldi mempelajarinya dan memodifikasi agar sesuai dengan tubuhnya. Teknik di dinding merupakan Teknik Pembelah Raga dan Jiwa.


Teknik yang dikhususkan untuk melawan Dewa dan para Iblis dunia. Sayangnya, teknik itu membutuhkan pedang untuk menggunakannya.


Aldi merekam gerakan yang sudah dimodifikasi didepan Reno, sehingga dapat direkam agar para pasukan Seven Soul dapat mempelajarinya.


Robi yang melihat Aldi keluar dari pintu pertama berkata, "Selamat telah menyelesaikan percobaan pertama."


Aldi tersenyum kemudian menuju pintu kedua yang berisi perpustakaan kuno dari zaman Adam diciptakan.


Dalam pintu kedua, ujian keberhasilannya adalah menghafal 1 persen isi perpustakaan dalam waktu satu hari.


Aldi menggunakan teknik khusus untuk menghafal setiap sejarah dalam buku, dalam sehari dia dapat menghafal 30 persen buku di perpustakaan.


Dalam 4 hari Aldi terus membaca buku didalam perpustakaan. "Akhirnya selesai, sepertinya sejarah manusia di dunia ini sedikit rumit."


Aldi tidak menunggu lama, dia langsung menuju pintu ketiga yang berisi senjata kuno zaman Adam. Dia sangat penasaran jenis senjata yang terdapat didalamnya.


Percobaan ketika jauh lebih mudah baginya, karena harus menghindari setiap segapan senjata dari segala arah.


Mata Langit membantu memprediksi jalur serang setiap serangan, jadi Aldi dapat menghindar dengan mudah.


Aldi mendapat sebuah Pedang berjenis Sabel atau sering dikenal dengan Pedang Saber. Pedang itu dikhususkan untuk membunuh para Iblis dan Dewa.


Ruang khusus yang dia dapat adalah meningkatkan konsentrasi setiap orang didalamnya. Artinya membuat pedang atau bahkan pil obat akan jauh lebih mudah.


Ruang keempat berisi obat yang ditanam selama jutaan tahun oleh Adam. Ruangan itu merupakan yang paling ditunggunya.


Percobaan keempat menggunakan halusinasi untuk memecahkan simbol khusus yang dipasang. Namun, bagi Aldi simbol yang dipasang seperti mainan anak-anak.


Dalam sekejap dia berhasil memecahkan simbol yang dibuat Adam. Aldi melihat banyak tanaman langka diruangan.


Aldi melihat 6 Pohon Dunia, 1000 Rumput Biru dan lain sebagainya. Dengan semua tanaman ini, Aldi dapat mempromosikan Dunia Buatan.


Sayangnya Pohon Dunia dan Rumput Biru sudah sekarat. Jika ia masih sangat sehat, maka Dunia Buatan akan dipromosikan dua kali.


Aldi juga tidak melupakan beberapa tanaman yang dapat membantu meningkatkan Dunia Buatan. Dia mengambil semua tanaman kedalam Dunia Buatan.


Serta menanam ya tujuh tempat berbeda, supaya antar Pohon Dunia tidak bertengkar membuat energi di Dudia Buatan menjadi kacau.


Aldi membutuhkan 2 minggu penuh untuk memindahkan setiap tanaman yang dia dapat dari ruangan khusus.


Ruangan itu dapat membuat tanaman bertumbuh sepuluh kali lebih cepat dari Dunia Utama. Namun, didalam Dunia Buatan lebih dari 1000 kali lebih cepat dari Dunia Utama.


Hal itu dipengaruhi oleh promosi Dunia Buatan dan Simbol yang membungkusnya. Aldi selalu memperbaiki simbol dalam Dunia Buatan dikala dia sedang mempunyai waktu luang.


Pintu terakhir adalah hal yang paling Aldi tidak inginkan, Peri merupakan makhluk yang sangat jarang ditemukan.


Mereka cenderung tidak peduli kepada kehidupan manusia. Ketika perang Raknarok, para Peri tidak ada yang membantu manusia hingga manusia hampir musnah.


Namun, Aldi tetap membuka pintu kelima untuk mendapatkan semua harta didalamnya.


Ada sebuah bayi dalam telur besar didepannya. Wujud peri yang dia bayangkan sedikit berbeda dengan kenyataan.


Tubuhnya seperti manusia, mempunyai telinga yang lancip. Dengan wajar yang sangat menawan serta rambut berwana kuning.


Sebuah tulisan keluar diatas telur. "Bebaskan Sang Peri untuk mendapatkan pengakuannya."


Aldi hanya menyentuh cangkang telur dan membuatnya pecah. Dia sudah menyiapkan simbol yang sama sebelum memasuki gua.


Seorang wanita dengan pakaian hijau menunduk didepannya. "Raja, nama hamba Lena. Pengawal pribadi yang ditugaskan untuk mendampingi anda."


Aldi mengetuk kalung Lena, itu merupakan belenggu agar Lena tidak kabur saat orang yang membebaskan datang.


Kalung di leher Lena pecah. Hal itu membuat Lena terkejut sampai matanya melotot.


"Apa yang anda lakukan Tuan?" tanya Lena kebingungan.


"Sekarang kau bebas, lakukan sesukamu. Namun, jangan membuat manusia menderita, jika tidak akulah yang akan memburumu sampai ke ujung dunia," ucap Aldi dengan ekspresi serius.


Kebebasan adalah impian yang telah Lena inginkan sejak lama, dia langsung melompat keluar gua. Namun, ada simbol yang menghalanginya.


Aldi menemui Robi dan memberitahu bahwa semua pintu sudah menjadi miliknya. Robi sedikit terkejut dengan pernyataannya.


"Mengesankan, sekarang anda akan menjadi pemilik tempat ini."


Robi menunduk di depannya, dia mengucapkan penghormatan kepada Tuan baru Ruang Raja Manusia.


Setelah ucapara singkat Aldi keluar gua dan melihat Lena masih terperangkap dalam Simbol Penghalang.


"Bojong, lepaskan simbol. Biarkan dia pergi." Aldi mengatakan itu dengan tegas.


Ekspresi asap hitam sedikit berubah, dia mengetahui siapa Lena. Menurut sejarah Peri Lena adalah makhluk terkuat yang dikalahkan Adam.


"Aldi apa kau yakin membiarkan dia kabur?" tanya Lu Bu.


"Lansia, aku tidak ingin orang kuat sepertinya terpaksa ikut denganku." Aldi menjawab dengan tegas.


Kekuatan Lena setara dengan Dewa Sejati, dengan adanya cangkang telur. Umurnya akan berhenti, jadi sekarang dia dapat menjelajahi dunia sesuka hati.