
Banyaknya bandit di seluruh hutan membuat banyak pedagang mengurungkan niatnya untuk mengunjungi kerajaan tetangga.
Dunia Alternatif tempat para anggota luar Seven Soul telah mendapatkan berita bahwa Aldi sudah keluar dari pengasingannya.
Orang yang sekarang memimpin anggota luar Seven Soul adalah Zlatan. Dia merupakan sosok pemimpin yang sangat menjunjung tinggi kesetiaan.
Seperti visi awal pendirian Seven Soul. Karena hal tersebut Bojong menyerahkan seluruh anggota luar yang berjumlah 40 juta orang kepadanya.
Hal yang paling mengesankan dari Seven Soul adalah kesetiaan mereka menunggu sang pemimpin sejati memberikan perintah.
Dari 40 juta orang dalam 50 tahun mereka bertambah menjadi 55 juta orang, karena beberapa menikah dengan anggota lainnya.
Anak mereka juga diajarkan kesetiaan kepada Seven Soul sejak kecil. Hampir semua orang di anggota luar merupakan pembudidaya tingkat Raja.
Jadi mereka bisa hidup jauh lebih lama daripada manusia biasa. Karena perputaran waktu di dunia Alternatif lebih cepat dari Dunia Utama, kecepatan umur mereka juga bertambah.
Karena Dunia Alternatif sangat tersembunyi, banyak orang yang tidak mengetahui tempatnya. Namun Aldi dapat menemukan dengan cepat.
Dia ingin menggerakkan roda Seven Soul kembali, sebelum pergi meninggalkan Dunia Utama untuk waktu yang lama.
Sampainya di depan gerbang Dunia Alternatif, Aldi di hadang oleh 3 penjaga gerbang dunia yang masih muda.
"Siapa kau, berani sekali menerobos formasi Seven Soul?" tanya salah sekali penjaga gerbang.
"Shen Zero, salah satu anggota biasa Seven Soul." Aldi menjawab dengan santai.
"Jangan bercanda, tidak ada orang yang bernama Shen Zero di dalam daftar anggota!" bentak salah satu penjaga.
Nama Shen Zero sangat terkenal di Dunia Alternatif, setiap buku pelajaran selalu terdapat fotonya yang sangat muda.
Namun ketiga penjaga melupakan wajah asli Shen Zero. Mereka hanya menjaga gerbang dengan baik.
"Baiklah, aku akan kembali nanti." Aldi pergi keluar simbol pelindung untuk menghubungi Zlatan pemimpin anggota luar Seven Soul.
"Zlatan, aku di depan gerbang Dunia Alternatif. Aku tidak bisa melewati penjaga gerbang, keluarlah," kata Aldi menggunakan telepati.
Zlatan yang sedang bermeditasi langsung melompat dari tempatnya setelah mendengar Shen Zero mengirimkan telepati.
Zlatan sebenarnya adalah anggota dalam. Namun dia harus turun menjadi anggota luar untuk menjadi pemimpin.
Kekuatannya setara dengan Leluhur tahap 5, hanya tinggal menunggu waktu sebelum dia menjadi anggota inti.
Sesampainya di depan gerbang, dia melotot kepada tiga pemuda penjaga gerbang. Namun penjaga gerbang tersebut melakukan sesuatu yang benar.
Karena setiap orang yang tidak dalam daftar harus tidak boleh masuk. Sedangkan nama Shen Zero tidak ada dalam daftar anggota luar.
"Bos, maafkan kesalahan kami," kata Zlatan melihat Aldi yang memandang arah hutan dari atas bukit.
"Sungguh pemandangan yang mengesankan. Sudah lama aku tidak melihat pemandangan indah seperti ini." kata Aldi memuji keindahan alam dunia Utama tempat kelahirannya.
Jika membandingkan dengan beberapa puluh tahun yang lalu, hanya terdapat tanah yang terbakar disepanjang mata memandang.
Aldi membalik badannya. "Kenapa harus meminta maaf, perbuatan kalian sudah sangat benar. Bawa aku masuk ke Dunia Alternatif."
Mereka berdua berjalan menuju gerbang Dunia dan menyapa ketiga penjaga. "Dia adalah Leluhur Seven Soul, Shen Zero," kata Zlatan.
Ketiga penjaga langsung bersujud meminta maaf, mereka tidak mengenali Leluhurnya. Hal tersebut dikarenakan tidak pernah melihatnya secara langsung.
Para penjaga semua lahir beberapa puluh tahun yang lalu, jadi mereka merupakan generasi selanjutnya setelah perang Ragnarok.
Semua anggota luar di kumpulkan ke istana Seven Soul di Dunia Alternatif. Aldi memberikan beberapa sambutan serta memberikan perintah untuk segera keluar membantu perkembangan Dunia Utama.
"Sudah waktunya Seven Soul bergerak membantu dunia, aku sudah menyiapkan persiapan yang harus dilakukan." Aldi berkata dengan lantang menyalurkan pendapatnya.
Anggota dalam sudah di kunjungi Leo, sehingga mereka harus siap menjalankan setiap tugas yang diberikan.
Tugas anggota dalam adalah menjadi bangsawan di setiap kerajaan yang berdiri di seluruh Dunia. Mereka diijinkan untuk saling bersaing dengan anggota lainnya.
Namun tidak di izinkan untuk membunuh anggota lainnya.
Anggota dalam yang setia akan generasi pertama yang berjumlah 30 juta orang mendapatkan kesempatan menjadi anggota inti.
Jika mereka menjadi anggota inti, akan berpindah ke Dunia Buatan untuk berlatih. Setelah mencapai kekuatan tertentu, mereka baru boleh keluar untuk melihat dunia Utama.
25 juta orang bersedia mengambil kesempatan untuk menjadi anggota inti, tetapi lainnya menolak. Hal itu sebabkan keluarga mereka yang masih membutuhkan perhatian khusus.
Di sebuah hutan lebat Alen dan para pengawal sedang membawa barang dagangan. Mereka di sergap oleh 30 bandit gunung.
"Apa yang kalian inginkan?" kata Alen yang sudah sedikit mempelajari teknik beladiri dari Aldi.
Kekuatannya sekarang setara dengan tingkat Kuning. Namun untuk menghadapi 30 bandit kuning masih sangat kurang.
"Alen, bocah yang dirumorkan sangat kaya di Kerajaan Java. Kami hanya ingin membunuh untuk mendapat uang lebih banyak," kata seorang bandit yang tampak seperti pemimpin.
Mereka mendapatkan bayaran yang sangat tinggi dari bangsawan untuk membunuh Alen ketika mengirim barang dagangan.
Hal itu dilakukan supaya mendapatkan hal untuk mendistribusikan barang berharga miliknya. Walaupun perusahaan Aldi di jalankan Alen, pemilik sebenarnya bukanlah dia melainkan Aldi yang sangat misterius.
Sebelum Alen menjelaskan ingin memberikan uang lebih banyak, para bandit sudah menyerangnya. Para pengawal dibelakangnya tidak tinggal diam.
Mereka merupakan pengawal berpengalaman dengan kekuatan tingkat Biru yang sangat kuat. Namun seluruh pengawal di kalahkan dengan mudah.
Alen belum bisa mengukur kekuatan para bandit yang menghadangnya. Namun dia bukan orang bodoh, para bandit merupakan adalah pasukan terlatih.
"Apakah ini akhir hidupku?" pikir Alen sudah putus asa dengan keadaan. Namun seorang pria yang menutup mulutnya menebas para bandit dengan lembut.
Alen melihat semua kejadian tanpa mengedipkan mata, dia tidka percaya bahwa manusia bisa secepat itu.
Semua bandit yang menghadang jatuh tanpa nyawa dengan keadaan yang sangat buruk. Alen segera mengikat perkataan Aldi untuk tetap tenang di keadaan apapun.
"Senior, terima kasih sudah menyelamatkan hamba kecil ini," ucap Alen penuh syukur menundukkan kepala.
Namun tidak ada balasan dari orang yang menyelamatkannya. Sehingga dia melanjutkan perjalanan sampai ke Kerajaan Sulaiman.
"Seperti kata bos, anak itu mempunyai kepribadian yang baik." Shen Wu yang keluar dari belakang pohon.
Dia diperintahkan untuk melindungi Alen disaat terdesak. Bukan karena tidak ingin menyelamatkan para pengawal, tetapi dia hanya diperintah untuk melindungi Alen.
Baginya misi pertama yang diberikan Aldi sangatlah penting, jadi tidak boleh ada kesalahan yang terjadi.
Kekuatannya sekarang setara dengan tahap Dewa Abadi tahap 6. Dibandingkan dengan ketujuh anak ajaib, kekuatannya paling lemah.
Hal itu dikarenakan Shen Wu mendapatkan tugas untuk melindungi kakek Nui bersama Purnomo.
Namun Aldi memberikan teknik kaki yang tidak pernah diajarkan kepada siapapun pada anggota lainnya.
Bahkan Shen Haise dan Shie tidak pernah melihat teknik tersebut. Aldi menyimpannya disaat paling mendesak.
Bahkan jika Shen Wu melawan Dewa Abadi tahap 9 dia masih memiliki kesempatan menang yang sangat tinggi.
Sampainya di kerajaan Sulaiman, Alen di hadang oleh para penjaga gerbang ibukota kerajaan.
"Apa maksud kedatangan anda, Tuan?" tanya penjaga dengan sopan santun.
"Saya membawa barang yang cukup berharga dari kerajaan sebelah." Alen menjawab secukupnya, sebagai seorang pedagang dia harus pintar menyembunyikan kenyataan tentang barang dagangannya.
"Baiklah, silahkan melakukan pendaftaran barang di sebelah sana," kata penjaga gerbang sambil menunjuk ruangan administrasi.
Dengan cepat Alen melakukan proses pendaftaran barang dagangan masuk kerajaan Sulaiman.
Sebelum malam tiba, seorang bangsawan mendatanginya di penginapan. Dia adalah Kukuh orang yang sangat terobsesi dengan uang.
"Apa benar kamu Alen?" tanya Kukuh membelai barang dagang Alen yang di simpan di luar penginapan.
"Benar, saya Alen pedagang dari kerajaan Java," jawab Alen singkat. Dia merasakan permusuhan dari mata Kukuh.
"Aku mempunyai urusan pribadi denganmu, apa kau ingin mendengarnya." Kukuh menjelaskan bahwa dia tertarik dengan semua barang yang dijual.
Sehingga dia berencana membeli semua barang dengan harga murah. Namun Alen merupakan orang yang cerdas, sebelum mengatakan harga sesungguhnya, dia mengatakan 2 kali lipat dari harga sebelumnya.
Bukan tanpa alasan, Kukuh terkenal karena ketamakan yang sudah terkenal di seluruh kerajaan. Untungnya Alen sudah membaca beberapa surat kabar yang ada di pintu gerbang masuk.
Sebagai seorang pedagang dia merasa sangat beruntung ada orang yang membayar barangnya dengan harga yang mahal.
Sehingga Alen memberikan semua barangnya kepada Kukuh dengan hati yang senang.
Namun di jalan Shen Wu sedikit mengerutkan keningnya.
"Jadi benar, bocah bernama Alen masih belum berpengalaman."