7 Soul Reinforcement

7 Soul Reinforcement
Kacau



Setelah Aldi pergi, Suwiryo mengerutkan kening. Dia mulai curiga dengan semua orang disebelahnya, bahkan pengawal pribadinya tidak luput dari kecurigaan.


Ketiga pengawal memaklumi hal tersebut, jadi mereka tidak memperdulikan tindakan Suwiryo yang terlalu berlebihan.


Bagas yang mendengar perkataan Aldi langsung merubah ekspresi wajahnya menjadi datar.


"Darimana dia tahu?" pikirnya.


Bagas telah di selimuti Iblis penggoda. Jadi dia akan melakukan apa saja untuk balas dendam, salah satunya dengan cara menyusup menjadi orang terpercaya Suwiryo.


Iblis penggoda juga menawarkan kekuatan yang sangat besar, bahkan bisa mengalahkan Suwiryo dalam beberapa tahun ke depan.


Namun untuk mendapatkan kekuatan yang lebih besar, Bagas harus mempersembahkan timbal seorang bayi berusia dua tahun atau dibawahnya setiap malam purnama.


Mulai dari sekarang akan ada penculikan setiap bulan, karena keserakahan Bagas untuk memiliki kekuatan.


Padahal Aldi sudah menawarkan cara menjadi kuat, tetapi dia memiliki cara yang paling cepat menjadi kuat.


Aldi yang melihat Bagas hanya bisa menggelengkan kepala. Dia tidak pernah menyangka orang pilihannya akan terjerumus dalam godaan Iblis.


Negara Jakarta yang berantakan segera memperbaiki diri, Aldi masih fokus dengan bisnisnya bersama Saputra.


Mereka berencana melakukan ekspansi bisnis ke negara atau kerajaan tetangga. Namun terdapat satu kendala, yaitu pengawalan barang.


Awalnya Aldi ingin membangun pasukan dengan Bagas sebagai pemimpin, tetapi semua rencananya gagal karena campur tangan iblis.


"Aku harus segera mencari bakat lainnya," kata Aldi sambil duduk membaca laporan keuangan perusahaan.


Setelah melihat peta beberapa saat, Aldi memutuskan untuk pergi menuju kerajaan Padang, lebih tepatnya ke Teluk Bayur.


Aldi pergi sendiri, dia ingin melakukan perdagangan dengan Kerajaan Padang yang terkenal dengan perdagangan emas, teh, kopi, dan rempah-rempah.


Namun akhir-akhir ini mereka mencoba melakukan penjualan batu bara dan semen keluar kerajaan. Hal itu dilakukan untuk melakukan terobosan ekonomi.


Kerajaan Padang mengalami krisis ekonomi pada tahun sebelumnya karena penyerangan organisasi VOC yang berakhir dengan kemenangan tipis.


Walaupun mereka menang, kerusakan yang ditimbulkan tidak sedikit. Hingga akhirnya Raja Padang, Raja Saladin melakukan inovasi bisnis untuk memperbaiki wilayahnya.


Sebagai seorang pebisnis, Aldi melihat banyak kesempatan. Itulah alasan terbaik untuk terbang menuju kerajaan Padang.


Aldi turun di bandara Minangkabau, dia melihat aktifitas perdagangan yang sangat ramai tepat setelah pendataan.


"Seperti yang diharapkan dari salah satu kerajaan perdagangan," kata Aldi menoleh ke kanan dan ke kiri.


Namun tujuan sebenarnya Aldi tidak di wilayah bandara Minangkabau, melainkan di Teluk Bayur yang terkenal dengan pelabuhan bisnis.


Aldi telah membawa 100 ribu Rupiah untuk membuka bisnis di Kerajaan Padang. Jumlah tersebut cenderung sangat kecil di wilayah Padang yang mempunyai biaya kehidupan yang tinggi.


Setelah sampai di Teluk Bayur, Aldi menuju pelabuhan.


Seorang buruh terjatuh di depan mata Aldi, seketika dia dimarahin oleh majikannya. Aldi awalnya tidak mempermasalahkan hal tersebut.


Namun setelah beberapa saat, sang Majikan menampar Buruh tersebut dengan sangat keras karena berani menjawab.


Buruh itu tersungkur ketanah karena badannya yang kurus. Aldi merasa ada yang salah, akhirnya mencoba untuk mendengar percakapan mereka.


"Bodoh, sudah aku bilang jangan pernah menjawab ketika aku berbicara!" kata Majikan dengan nada kasar.


Si Buruh hanya terdiam dengan kepala menunduk. Dia tampak menyesal dengan perbuatan yang telah dilakukan.


"Pendapatan tahunan milikmu tidak akan bisa mengganti satu kotak barang dalam kotak itu, kamu harus tanggung jawab!" teriak Majikan.


Setelah beberapa saat Majikan memarahi Si Buruh, Majikan tersebut menepuk pundak Si Buruh dengan lembut.


"Jangan lakukan itu lagi. Para investor itu sangat kejam, semoga kamu masih bisa mempertahankan pekerjaan dan nyawamu," bisik Majikan pelan.


Walaupun pelan, Aldi yang sudah memfokuskan indra masih bisa mendengar percakapan mereka berdua.


"Peribahasa bilang, jangan menilai buku dari sampulnya. Sepertinya itu adalah gambaran yang tepat untuk situasi saat ini."


Aldi berjalan menuju si buruh yang masih tersungkur di tanah tidak mau berdiri setelah di marah majikannya.


Namun sebelum sampai, dua orang berpakaian hitam langsung membawa Buruh dengan kasar. Mereka seperti ingin menculik di siang hari.


Setelah beberapa saat dua orang berpakaian hitam melempar Buruh ke dalam lautan, mereka tidak mentolelir kesalahan.


Dengan tekad bertahan hidup, si buruh mencoba berenang ke tepian. Namun apa daya, badannya yang kurus dan sedang lapar menghambat kecepatan renangnya, hingga akhirnya dia tenggelam.


Aldi yang melihat kejadian tidak langsung menolong, dia menunggu dua pengawal pergi meninggalkan tempat kejadian.


"Sial, konsentrasi oksigennya terlalu tipis. Aku harus cepat membawanya ke permukaan." Aldi dengan cepat menuju permukaan dengan energinya.


Setelah mencapai permukaan, Aldi memberikan pil obat untuk melindungi tubuhnya dari serangan Hipotermia.


Hipotermia adalah sebuah penyakit yang menyerang tubuh karena suhu disekitar terlalu dingin, sehingga tubuh tidak bisa menyesuaikan dirinya.


Walaupun suhu air laut tidak terlalu rendah, tubuh Buruh tersebut sangat kurus sehingga suhu dingin langsung menyerang tulangnya.


Setelah merasa bahwa nyawa Buruh tidak terancam, Aldi membawanya ke tebing dekat pelabuhan.


Aldi mengedarkan teknik prinsip jiwa untuk menyerap energi dari lautan yang sangat melimpah. Dia merasakan ada sebuah energi misterius yang menyelimuti lautan di depannya.


Setelah beberapa saat, Buruh tersebut bangun dari pingsannya.


"Aku masih hidup?" gumamnya melihat sekeliling, dia hanya melihat Aldi yang sedang membuat sebuah sup daging.


"Tentu, kamu masih hidup. Siapa namamu?" tanya Aldi sambil mengaduk sup supaya tidak gosong.


"Terima kasih telah menyelamatkanku. Aku Arifin seorang yatim piatu yang mencoba hidup di kerajaan besar ini."


Tanpa sadar Arifin yang masih tidur di tempatnya semula menceritakan kisah hidupnya. Aldi dapat melihat ekspresinya yang tidak tampak sedikitpun kebohongan.


Setelah satu jam bercerita, Aldi mengangkat sup yang sudah lama diaduk untuk diberikan kepada Arifin.


Dengan lahap, Arifin memakan semua sup tanpa merasakan panas yang ada dalam makanan.


Aldi telah memeriksa kondisi tubuh Arifin yang istimewa. Dia sangat kuat menahan panas, tetapi sangat lemah terhadap air.


Berbeda dengan Sikong Yu yang dari lahir sudah memiliki tubuh Phoenix yang bisa menahan segala cuaca.


Arifin mempunyai keistimewaan lainnya, yaitu dapat menahan segala kemampuan api jika di latih dengan benar.


Bahkan Sikong Yu tidak dapat melukainya di kemudian hari. Namun prestasi tersebut masih sangat lama.


Disisi lain, Negara Jakarta mendapat ancaman dari berbagai kerajaan dan negara tetangga akibat melawan organisasi pembunuh.


Hasilnya tingkat pembunuhan di Negara dan Kerajaan tetangga meningkat drastis. Jika dalam. Sehari ada 5 orang sekarang menjadi 11 orang.


Organisasi Pembunuh sudah menyebar terlalu besar di Galaxy Andromeda, jadi untuk mengalahkan mereka membutuhkan pasukan yang besar.


Tidak ada jaminan menang, jika mengerahkan pasukan besar. Cara terbaik adalah mengembangkan pasukan khusus yang memiliki bakat hebat.


Negara Jakarta sudah mempersiapkan sebuah senjata yang dapat membunuh seorang pembunuh bertopeng biru dengan mudah.


Senjata yang dimaksud adalah sebuah bom yang dapat menghancurkan gedung setinggi 20 lantai hingga meratakannya menjadi debu.


Puluhan mayat telah jatuh di medan perang setiap harinya. Namun Suwiryo tidak menyerah, dia merasa tindakannya benar.


Aldi yang mendapatkan kabar bahwa Negara Jakarta sedang dilanda kekacauan segera memerintahkan Saputra dan seluruh pegawai untuk liburan ke luar Negeri.


Bukan tanpa Alasan, Aldi sudah mengetahui bahwa Suwiryo memiliki senjata mematikan yang tidak memandang musuh atau lawan.


Jika Saputra terkena dampaknya, Aldi akan kerepotan untuk mencari orang yang sangat berbakat sepertinya.


Tanpa menunggu lama, Saputra dan pegawai penting lainnya segera terbang ke luar negeri untuk mengamankan diri.


Setelah beberapa menit, sebuah ledakan besar terdengar dari puluhan kilometer. Itu adalah senjata yang di namakan Nuklir.


Suwiryo sudah sangat terdesak, dia harus membawa sebanyak mungkin pembunuh untuk menenangkan para rakyatnya yang mati tanpa mengetahui penyebabnya.


Tanpa sadar dia juga membunuh rakyatnya yang masih bertahan di Negara Jakarta.


Suara ledakan kedua lebih dasar dari sebelumnya. Hampir setengah Negara Jakarta telah rata dengan tanah.


Ribuan pembunuh bertopeng merah telah mati di Negara Jakarta tanpa menyisakan tubuhnya, hanya debu yang terlihat.


Suara ledakan ketika menutup rentetan serangan. Nuklir Suwiryo, puluhan ribu pembunuh telah meninggal tanpa meninggalkan tubuh.


Suwiryo menghilang, tidak ada yang tahu keberadaannya. Ketiga pengawalnya mati di sebelah istana Negara.


Berita mengatakan bahwa Suwiryo telah terkena senjatanya sendiri, dia bunuh diri supaya bisa mengantar jiwa rakyatnya.


Aldi hanya tersenyum ketika melihat berita tersebut.


"Suwiryo adalah orang yang pintar, tidak mungkin dia mengorbankan nyawa demi rakyatnya," kata Aldi melihat berita di televisi.


Kemudian dia mematikan televisi dan berdiri untuk menemui Arifin untuk melakukan latihan rutin. Dia juga memberikan perintah kepada Saputra dan petinggi perusaahan untuk menuju Kerajaan Padang.