7 Soul Reinforcement

7 Soul Reinforcement
Titik Darah Penghabisan



Suara tawa Leo masih belum berakhir, dia masih memegang leher Tian Feng.


Dengan menggunakan serangan terkuatnya, Tian Lian menghunuskan pedangnya kearah Leo.


Namun Leo memiliki pedang yang lebih kuat, dia mengayunkan pedangnya untuk menangkis serangan Tian Lian.


Bentrokan pedang keduanya menyebabkan udara disekitarnya bergejolak. Namun senjata Leo masih memiliki keunggulan.


Akhirnya senjata Tian Lian langsung patah. Ketrampilan pedang Leo dan pasukan Seven Soul lainnya tidak bisa dianggap remeh.


Mereka dapat mengedarkan energi jiwa untuk memperkuat pedang. Apalagi semua senjata anggota Seven Soul adalah senjata Jiwa.


Jadi setiap orang memiliki senjata khusus yang tidak bisa digunakan mahluk lainnya.


Mereka berdua sama-sama petarung Immortal Perang tahap 9. Jadi jika berhadapan satu lawan satu, Leo memiliki keunggulan karena tubuh rohnya sangat kuat.


"Tian Lian. Kamu memang kuat, tetapi semua pasukan milikmu sudah musnah. Sebaiknya kamu menyayangi nyawamu," kata Leo pelan. Dia tidak memiliki permusuhan dengan Tian Lian sampai titik dimana harus membunuhnya..


Namun Tian Lian tidak memperdulikan perkataan lawannya, dia menyerang dengan tanpa henti. Karena pikirannya sudah di selimuti balas dendam.


Sebelum mengeluarkan kemampuan terbaiknya, Shen Qiu menembak laser pembunuh hingga menembus badannya.


Laser itu dapat membunuh seorang Maha Segalanya tahap 1 atau lebih rendah. Jadi Tian Lian tidak akan bisa selamat.


Dengan tekadnya, Tian Lian menggunakan seluruh kekuatannya untuk menyerang Leo. Namun sebelum serangannya mengenai musuhnya, dia terjatuh tanpa nyawa.


"Kamu sungguh ibu yang baik, tetapi kelakuan anakmu tidak bisa aku maafkan," kata Leo sambil menutup mata Tian Lian yang masih terbuka.


Jiwanya terbang ke langit, semua pasukan Seven Soul tidak ada yang menyerapnya. Namun sebelum jiwa Tian Lian masuk kedalam Roda Reinkarnasi, seroang wanita menangkapnya dan menyerapnya langsung.


Dia adalah Zhu Tian yang telah dikuasai Roro. Walaupun tidak mengerti teknik Prinsip Jiwa, Roro bisa menggunakan sebagian ketrampilannya untuk meningkatkan kekuatan.


Setelah menangkap Jiwa Tian Lian, dia langsung berlari menuju istana Kerajaan Bima Sakti.


Leo dan Shen Qiu menyempatkan matanya, mereka merasakan Jiwa Zhu Tian sedang kesakitan. Seharusnya Zhu Tian tidak bisa bergerak.


Leo langsung melaporkan kejadian tersebut kepada Aldi. Karena Aldi masih mempertahankan Gerbang Neraka, dia membutuhkan sedikit waktu untuk mencapai istana Kerajaan Bima Sakti.


Alice dan Nur Andi langsung berlari ke arah istana Kerajaan Bima Sakti.


"Andreas, kita bertemu lagi," kata Zhu Tian yang sudah sepenuhnya dikendalikan oleh Roro.


"Zhu Tian?" kata Andreas kebingungan.


Zhu Tian tertawa keras. Dia berkata, "Kamu pasti tidak akan menyangka. Aku Roro telah kembali untuk membuat perhitungan!."


Andreas yang belum memulihkan seluruh kekuatannya langsung di tikam Zhu Tian menggunakan pusaka yang telah dipersiapkan Galaksi Andromeda.


Pusaka tersebut adalah peninggalan Leluhur Galaksi Andromeda, tidak akan mudah baginya Andreas untuk selamat dari tikaman Zhu Tian.


Senjata tersebut sangat kuat, bahkan Aldi yang memiliki tubuh Tanpa Tanding akan kesusahan menyembuhkan lukanya.


Sayangnya pusaka tersebut hanya bisa digunakan satu kali, sehingga Aldi tidak akan pernah merasakan keganasan pusaka Galaksi Andromeda.


"Andreas seluruh rakyatku sudah aku balasan. Sekarang aku siap untuk mati!" kata Zhu Tian yang telah dikendalikan Roro.


Alice dengan kecepatan tinggi langsung menampar Roro hingga tersungkur ketanah. Bahkan jiwanya terluka, itulah kenapa Roro tidak ingin berurusan dengan Seven Soul.


Karena dia hanya seutas jiwa penasaran, tetapi sekarang Roro sudah mempunyai tubuh milik Zhu Tian. Sehingga dia bisa bergerak leluasa untuk mengambil pusaka peninggalan Leluhur Galaksi Andromeda.


Roro yang tersungkur di tanah membuat ekspresi melas, dia berpura-pura menjadi Zhu Tian yang penuh kasih sayang.


"Ibu, apa yang kamu lakukan. Bukan aku yang melakukannya!" kata Zhu Tian sambil menampilkan wajah melas.


Alice dan Nur Andi sudah mengetahui bahwa Zhu Tian sudah tidak bukan manusia lagi. Namun tubuhnya masih kekasih Aldi, jadi mereka memilih untuk membiarkannya.


Mereka fokus untuk menarik pusaka di perut Andreas. Namun Alice yang memiliki warisan Nara tidak bisa mencabutnya.


Apalagi Nur Andi manusia biasa yang telah menjadi kuat dengan kekuatannya sendiri.


"Alice, sudahlah. Mungkin ini karma yang harus aku terima." Andreas memegang tangan Alice yang gemetar tidak bisa menarik pusaka.


Roro yang berhasil menyembuhkan tubuhnya langsung kabur dari tempat kejadian. Namun Aldi menghalangi jalan pelariannya.


Artinya Zhu Tian sudah tidak bisa diselamatkan. Sebenarnya Zhu Tian masih hidup, tetapi teknik jiwa Roro melebihi Mata Dunia. Sehingga Arief tidak dapat melihat serpihan jiwa Zhu Tian.


Roro tertawa keras, dia tidak menyangka ada manusia yang mengetahui keberadaannya hanya dengan sekali lihat.


"Menarik, silahkan bunuh. Aku sudah mencapai tujuanku tidak ada gunanya aku hidup," kata Roro sambil membentangkan tangannya.


Aldi hanya bisa tersenyum melihat Zhu Tian telah mati, tetapi raganya masih hidup. Tanpa ragu Aldi menyalakan segel penyerahan untuk membunuh raganya.


Tepat ketika Aldi akan mengaktifkan segel penyerahan. Dia menemukan serpihan Jiwa Zhu Tian.


Roro yang melihat Aldi tidak membunuhnya langsung berlari seperti seekor tikus yang mencuri makanan.


Alice dan Nur Andi tidak bisa protes dengan pilihan Aldi. Mereka tahu betapa sulitnya membunuh orang yang di terkasih.


Setelah Roro kabur, Aldi segera melihat keadaan Andreas. Dia menggelengkan kepalanya, Aldi sudah tidak mungkin menolong Andreas.


Pusaka peninggalan Galaksi Andromeda sangat misterius. Bisa dibilang senjata tersebut ada sebelum kelahiran Chu Feng.


Namun tidak ingin menyerah, Aldi memegang pusaka tersebut. Kesadarannya mulai hilang setelah memegangnya.


"Wow, anak muda yang sangat menjanjikan," kata seorang pria berambut hitam serta memakai ikat kelapa warna ungu.


Dia adalah serpihan jiwa Moris yang ditanam dalam pusaka peninggalan Galaksi Andromeda. Ketika ada seorang pria yang ditakdirkan menjadi pewarisnya, senjata tersebut akan mengaktifkan kekuatannya.


"Siapa anda, Senior?" tanya Aldi dengan sopan. Walaupun hanya sebatas serpihan jiwa, auranya jauh melebihi kekuatan Chu Feng.


Itulah yang membuat Aldi merasa terkejut. Masih ada entitas yang jauh lebih kuat dari Chu Feng. Dia langsung teringat perkataan kakek tua yang menemuinya di alam bawah sadar.


"Moris, jangan tanya lebih lanjut. Aku hanya ingin melihat kemampuan apa yang bisa membuat Segel Abadi memilihmu!" kata Moris sambil meletakkan jarinya di dahi Aldi.


Kewaspadaan Aldi sudah di tingkatkan sampai titik maksimal, tetapi dia masih tidak bisa melihat pergerakan Morin. Bisa disimpulkan Moris adalah pria super kuat.


Moris mengerutkan kening ketika melihat ingatan Aldi. Kemudian dia tertawa keras, bahkan sampai terguling-guling.


"Aku tidak menyangka orang yang seharusnya tidak ada sepertimu akan menjadi pewaris kekuatanku, yang paling membuatku tidak percaya adalah pewaris Nara adalah ibumu," kata Moris yang berhasil melihat seluruh ingatan.


Aldi harus membunuh mangsanya untuk merebut ingatan, namun pria didepannya hanya perlu menyentuhkan jarinya untuk melihat semua ingatannya.


"Senior, siapa yang kamu maksud Nara?" tanya Aldi pelan.


"Dia adalah musuh terbesarku. Bisa dibilang kamu harus membunuh ibumu untuk mendapatkan warisanku dan Nara," kata Moris.


Dia menjelaskan bahwa sebagian warisan Nara sudah dimiliki Aldi, karena Kitty sudah berada dalam tubuh Aldi.


Jika warisan Nara dan warisan Moris digabungkan, seorang peramal yang dapat menggeser takdir akan muncul dan menghancurkan seluruh alam semesta.


Bahkan Celah Dimensi akan menjadi pertarungan akhir antara tiga pihak yaitu Sang Pencipta, Peramal, dan Mahluk Abadi.


Siapapun yang menang, kehancuran alam semesta tidak akan pernah bisa dihindari. Kecuali salah satu dari mereka mati sebelum bertemu.


"Senior, bolehkah aku menolak warisan milikmu?" tanya Aldi karena dia tidak ingin membunuh ibunya.


"Nak, kamu masih terlalu naif. Mungkinkah kamu masih bisa menolak warisanku setelah diakui oleh segel Abadi?" tanya balik Maris.


Aldi hanya menghela nafas, dia lebih memilih mati daripada membunuh ibunya sendiri.


"Apa kamu masih tidak mengerti, Bodoh!" teriak Moris dengan nada tinggi.


"Tolong penjelasannya, Senior."


Moris menghela nafas panjang, dia berkata, "Bodoh, mungkinkah peramal akan membiarkan salah satu warisanku dan Nara hilang."


Jika Aldi tidak menerima warisannya, artinya Sang Peramal akan mencari penggantinya dan membunuh ibunya.


Tidak ada pilihan lain untuk Aldi, tetapi setiap langkah masih ada di genggamannya. Mengambil warisan Moris masih akan menghambat kematian Alice. Namun jika tidak, mahluk lainnya akan mengambil warisan Moris untuk membunuh Alice.


Setelah berpikir dengan matang, akhirnya Aldi memilih untuk menerima warisan Moris. Namun ada satu syarat lagi untuk melengkapi warisan.


"Bunuh orang yang menggunakan pusaka Galaksi Andromeda!."


Perkataan Moris seperti sambaran petir bagi Aldi. Perintahnya sama dengan harus membunuh Zhu Tian yang masih ada kesempatan untuk hidup kembali.