
Pria berambut putih tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.
"Tidak mungkin Rodriger kalah!" ucapnya pelan.
Aldi mengulurkan tangan kepada pria berambut putih. "Aldi, prajurit Seven Soul," katanya memperkenalkan dirinya sebagai seorang prajurit biasa.
Pria berambut putih tersenyum. "Khalid, komandan pasukan Kerajaan Kanz." Dia menjabat tangan Aldi dengan sopan santun.
"Suatu kehormatan bisa bertemu dengan orang terpandang seperti anda, Tuan Khalid."
"Jangan terlalu formal. Penglihatanmu tentang bakat manusia jelas lebih tinggi daripada aku."
Aldi tersenyum tipis. "Anda terlalu memujiku, Tuan. Nezha bukan orang yang mudah dikalahkan, bahkan pasukan Kerajaan Kanz menyerangnya."
Perkataan Aldi sangat sederhana, tetapi Khalid mengerti yang dimaksud. Kekuatan Nezha lebih kuat dari yang terlihat di kompetisi Kerajaan.
"Apa kalian berniat bergabung dengan Kerajaan Kanz?" tanya Khalid dengan ekspresi serius. Dia tidak ingin kehilangan kesempatan emas untuk memiliki hubungan dengan mereka.
"Aku sudah menjadi anggota Seven Soul. Namun jika aku diperbolehkan untuk menjadi instruktur, maka aku bersedia."
Instruktur merupakan sebuah jabatan yang sangat di inginkan setiap orang. Kedudukannya setara dengan komandan pasukan.
Bahkan Jendral perang harus memberikan sedikit penghormatan kepada mereka. Hanya Raja yang bisa memberikan perintah secara langsung.
Bahkan Instruktur terhormat berhak untuk menolak perintah Raja jika tidak sesuai dengan kehendaknya.
"Aku akan memberitahu Raja tentang penawaran kalian."
Aldi menoleh kearah arena pertandingan, Shen San akan segera bertanding melawan seorang pria kurus yang sangat lincah.
"Oh ... Iya, aku lupa. Aku ingin menjadi Instruktur Kehormatan." Aldi berkata dengan santai, seperti tidak mengetahui seberapa penting instruktur kehormatan.
Hanya ada satu orang yang berhasil mendapatkan gelar instruktur kehormatan. Sekarang dia sangat tua, sehingga tidak memiliki kemampuan untuk melatih pasukan.
Umurnya sudah menginjak 1000 tahun. Karena terluka parah, dia tidak dapat menerobos tingkat selanjutnya.
Lelaki tua itu bernama Kaisar Kong, tidak ada yang mengetahui dia bersalah dari mana. Bahkan Raja terdahulu sangat menghormati Kaisar Kong.
Sejarah mengatakan bahwa Kaisar Kong telah menderita serangan dari Iblis yang sangat kuat, hingga kekuatan tubuhnya semakin melemah setiap harinya.
Setelah mendengar perkataan itu, Khalid sedikit menyesal menawarkan posisi yang penting untuk Aldi.
"Bocah Gila, menjadi instruktur sudah sebuah kehormatan yang sangat tinggi. Namun dia ingin menggigit yang lebih besar," pikir Khalid mencibir.
Ketika pelayan datang menemui Aldi untuk memberikan hasil taruhan. Aldi mengandalkan taruhan untuk kemenangan Shen San.
Secara total dia menaruh taruhan kepada Shen San sebesar 16 kilogram emas.
Perbandingan taruhan sama seperti sebelumnya 2 dibanding 8. Jika Shen San menang maka akan mendapat 8 kali dari modal awal.
Pertarungan akan segera dimulai, juri menunjukkan hasil taruhan. 16 kilogram untuk kemenangan Shen San dan 300 kilogram untuk kemenangan lawannya.
Shen San tidak terpengaruh oleh jumlah taruhan. Sekarang dia berfokus untuk melatih gerakan dasarnya tanpa menggunakan energi jiwa.
"Anak Muda, sebaiknya kau segera menyerah. Setiap lawan yang berdiri didepanku tidak akan bisa keluar dari rumah sakit selama satu bulan." kata pria kurus dengan nada sombong.
Shen San hanya tersenyum tidak menanggapi perkataan lawannya. Dia berfokus mendengar merasakan setiap aliran udara disekitarnya.
Dia bisa merasakan arah angin, suara, gerakan lawan dengan sangat jelas. Bahkan jika Shen San menutup matanya masih dapat melihat dengan jelas.
Teknik ini merupakan salah satu andalan Mahesa untuk memprediksi gerakan musuhnya. Namun Shen San hanya menggunakan semua inderanya dengan sempurna.
"Sombong!" Lawannya marah melihat Shen San tersenyum, tetapi tidak menjawab. Bahkan dia menutup mata terkesan sangat meremehkan.
Pria kurus itu terkenal karena kecepatannya, dia segera mengambil serangan pertama. Namun setiap serangan dapat dihindari dengan sangat mudah.
Shen San membuka matanya. "0,4 detik. Seorang manusia terlatih hanya bisa menyentuh kecepatan reflek tubuh 0,5 detik setiap kali gerakan."
Shen San sering menghitung semua kecepatan, tubuh dan kelebihan musuhnya. Dia dapat menyusun strategi terbaik untuk melawan musuh dengan informasi yang didapatkan.
Namun setiap kali bertarung dengan Aldi, dia masih tidak bisa menghitung kecepatannya. Bukan karena sangat cepat, tetapi dapat berubah tidak menentu.
Normalnya manusia tidak dapat merubah arah serangan jika sudah melakukan serangan dengan kecepatan tertentu.
Ratusan pukulan dilayangkan pria kurung, tetapi tidak ada yang berhasil membuat kerusakan yang berarti.
"Apa sudah selesai?" tanya Shen San lawannya mengatur nafas karena kelelahan.
"Bocah sombong," kata pria kurus dengan nada tinggi. Sebuah bayangan ular keluar diatasnya.
Tangannya tumbuh sisik berwana hijau. Matanya berbentuk seperti mata ular.
"Pria itu sudah menunjukkan kartunya. Tidak mungkin bagi temanmu untuk selamat," kata Khalid melirik Aldi yang masih santai melihat temannya terpojok.
"Anda belum mengetahui seberapa kuat Shen San. Bahkan Nezha akan sangat kesusahan melawan anak ajaib itu," jawab Aldi dengan nada santai.
Walaupun Nezha memiliki kekuatan yang lebih tinggi dibanding dengan Shen San. Namun Nezha belum lama mengikuti Aldi, dia juga belum menguasai setiap gerakan pasukan Seven Soul.
Shen San mengepalkan tangan. Dia bersiap untuk membalas serangan lawannya.
"Bodoh, tanganku sekarang mengandung racun ganas. Jika kau melawan hanya kematian yang akan menunggumu!"
Bayangan ulat semakin besar, pria kurus itu menyerang dengan kekuatan penuh.
Shen San masih tersenyum di tempatnya berdiri. Dia tidak bergerak sedikitpun sejak pertandingan di mulai.
"Pukulan Penghancur Aura," ucap Shen San lirih. Dia menggunakan teknik yang dipelajari dari perpustakaan Dunia Buatan.
Lebih dari 1 miliar teknik telah Aldi turunkan kepada setiap pasukan Seven Soul. Hanya perlu sedikit waktu untuk menjadikan Pasukan Seven Soul penguasa teknik misterius.
Setiap teknik yang di tulis Aldi bukan sembarangan. 7 ingatan dari dunia yang berbeda menjadi pondasi setiap teknik yang ditulis.
Tepat ketika kedua serangan bertabrakan, pukulan Shen San mengenai tangan lawannya hingga hancur.
Suara teriakan dari lawannya sangat keras hingga membuat semua penonton juga merasakan sakitnya kehilangan lengan.
"Maafkan aku tidak dapat mengontrol kekuatan. Ambil obat ini untuk memulihkan lenganmu yang hancur."
Shen San memberikan sebuah botol berisi pil penyembuhan yang dapat mengembalikan anggota tubuh yang hilang.
Untuk orang biasa, mereka membutuhkan 2 tahun supaya lengannya bisa tumbuh kembali. Sedangkan pasukan Seven Soul memiliki fasilitas khusus untuk mempercepat penyembuhan.
Shen Er dan Shen Qiu menjadi dalang pembuatan fasilitas penyembuhan.
Khalid sekali lagi terkejut dengan kekuatan teman Aldi. Dia menoleh kearah Aldi dan bertanya, "Siapa kalian sebenarnya?"
"Manusia biasa yang kebetulan lewat." Aldi menjawab dengan singkat, dia tidak ingin mengungkapkan dirinya terlalu banyak.
Khalid merubah pikirannya, dia akan segera menemui Raja untuk mengundang Aldi sebagai Instruktur kehormatan.
Kesempatan emas ini tidak boleh di lepaskan Kerajaan Kanz.
Keadaan politik kerajaan Hanz dan Kanz sedang tidak harmonis. Pasukan iblis sudah melatih prajurit kerajaan Hanz, sehingga membuat mereka semakin kuat.
Kompetisi dilanjutkan dengan kemenangan beruntun Shen San dan Nezha. Tidak ada yang berhasil menerima satu pukulan dari mereka.
Petarung yang mengikuti kompetisi hanya memiliki kekuatan setara dengan tingkat Bumi. Oleh sebab itu, Aldi hanya menyuruh mereka berdua menggunakan kekuatan fisiknya saja.
Seorang pria bermuka suram yang berada di atas menara melihat pertandingan Nezha dan Shen San sejak awal.
"Segera tanggap mereka. Aku melihat bakat yang sangat besar!"
Seorang prajurit menjawab dengan sopan. "Siap, Komandan."
Pria itu adalah komandan pasukan iblis yang sudah naik ke permukaan Dunia Utama. Dia di juluki sebagai Diablo. Musuh bebuyutan Bojong sang Raksasa.
Aldi tersenyum. "Apa kau pikir musah menangkap pasukan Seven Soul?" ucapnya lirih.
Komandan pasukan iblis setara dengan tingkat Penguasaan tahap 3. Kekuatan jauh melebihi perkataan Bojong.
Bojong dapat melawan Diablo dengan kekuatan setara tingkat Hitam, artinya pertemuan mereka hanya sebuah kebetulan.
Jika Diablo memiliki kekuatan penuhnya, tidak mungkin bagi Bojong dapat mengimbangi Diablo.
Iblis merupakan makhluk semi abadi seperti Ras Raksasa, jika tidak mengalami kecelakaan khusus. Tubuh mereka akan terus beregenerasi.