
Kekuatan dan pengalaman Sano Yuji diperlukan untuk menghadapi para Dewa dan Iblis.
Dengan perkembangan Seven Soul sekarang, Aldi masih belum puas. Dia membutuhkan rekan yang memiliki kekuatan yang sangat tinggi.
Grock merupakan salah satu pilihannya. Namun Grock tidak ingin bergabung dengan Seven Soul, dia memilih untuk menjadi penolong bagi manusia.
Aldi tidak dapat memaksa, walaupun dia berharap Grock dapat membantu pasukan raksasa untuk mengembangkan kemampuan tempur mereka.
"Baik aku akan bergabung denganmu, jika kau berhasil menyelesaikan ujian dibalik pintu."
Dibelakang kursi bola Jiwa Sano Yuji, ada sebuah pintu kecil berkurang 1,5 meter.
"Bahkan ketika aku masih mempunyai kekuatan tingkat Dewa Semu, tidak dapat menyelesaikan ujian dari Dewa Lembuswara," pikir Sano Yuji.
Aldi tersenyum. Dia sudah menyelidiki isi dari ruangan dibelakang pintu. Ada sebuah simbol yang cukup rumit telah dipasang di dalam.
Setiap orang yang memasuki ruangan akan diserang oleh beberapa senjata khusus. Untuk menghentikan serangan penantang harus menekan sebuah tombol di ujung tembok.
Ada 10 tombol yang harus mereka pilih. Jika tombol di tekan sekali, maka akan mengaktifkan jebakan. Dua kali maka akan menghentikan jebakan.
Kesulitan semakin meningkat karena harus memilih tombol berbeda untuk mengaktifkan dan mematikan.
Jika menekan tombol yang salah, maka jebakan akan berlipat ganda.
Ada sepuluh jenis senjata yang terpasang yaitu, panah, jarum, pedang, tali, asap, air, tanah, angin, halusinasi, kegelapan.
Aldi melangkah ke depan pintu, dia menoleh kearah bola jiwa dan berkata, "Tepati janjimu!"
Ketika pintu terbuka, ada cahaya putih yang menyilaukan. Namun tidak mempengaruhi konsentrasi Aldi dalam menggunakan teknik Mata Dunia.
"Menarik, ada seorang Dewa yang berhasil mencapai ketinggian ini," gumam Aldi. Dia terkejut melihat seorang Dewa yang berhasil membuat sebuah simbol yang cukup rumit.
Terdapat 10 tombol dengan nomor yang tertulis di atasnya. Aldi berjalan menuju tombol 6 yang berada di ujung ruangan. Setelah menekan, ratusan panah ditembakkan kearahnya.
Semua panah dapat dihindari dengan mudah. Setelah 1 menit, panah ditembakkan lagi dengan jumlah yang lebih banyak.
Menghindari serangan merupakan keahlian utama Aldi, dia berhasil menghindari dengan sempurna. Sebenarnya dia tahu harus menekan tombol nomor 7 untuk mengehentikan panah.
Namun untuk melatih reflek dan kemampuan bertarung Aldi tidak langsung menekan tombol nomor 7.
Setelah 30 menit akhirnya tombol nomor 7 ditekan. Panah yang menyerangnya berhenti di udara. Aldi harus menunggu 10 menit untuk ujian berikutnya.
"Ternyata simbol pelatihan seperti ini cukup efektif. Setelah kembali ke Dunia Buatan aku akan membuat simbol seperti ini."
Aldi melihat semua simbol untuk menyalinnya di Dunia Buatan.
Hingga akhirnya ujian kedua keluar. Jarum kecil dari setiap lubang yang ada di dinding.
Aldi mengeratkan kening. Dia tidak menyangka bahwa jarum yang di lempar mengandung racun pelumpuh.
Walaupun dosisnya sangat rendah, racun itu sudah cukup untuk melumpuhkan kaki seorang pembudidaya tingkat Bumi.
Kali ini Aldi tidak ingin bermain, dia segera menekan tombol nomor 1 untuk menyelesaikan ujian kedua.
Setelah menunggu waktu istirahat sebuah pedang kecil keluar dari lubang dinding. Tidak seperti sebelumnya, pedang tidak mengandung racun.
Namun ujung pedang bisa berbelok tidak menentu. Aldi menggunakan teknik Mata Dunia untuk memprediksi jalur serang.
Aldi berubah pikiran, dia tidak akan bermain-main di dalam ujian. Dia segera menekan tombol nomor 9 untuk menyelesaikan ujian ketiga.
Selanjutnya keluar sebuah jaring yang lengket, dia harus menekan nomor 6 untuk menyelesaikan ujian.
Semua serangan seperti digerakkan oleh sebuah kecerdasan buatan. Setiap serangan mengarah tepar di jalur gerak Aldi.
"Sepertinya aku meremehkan tepat ini," pikir Aldi sambil tersenyum. Dia sudah lama tidak merasakan perasaan sesenang ini.
Tombol nomor 4 ditekan untuk menyelesaikan ujian ke empat.
Aldi menjalani ujian dengan sangat serius. Ketika dia serius tidak ada ujian yang mustahil baginya.
Dalam waktu singkat dia berhasil melewati sepuluh ujian dengan mulus.
Sebuah ruangan terbuka menuju ruang bawah tanah. Di setiap dinding terdapat gambar sepuluh hewan yang berbeda.
Gambar itu adalah singa, garuda, lembu, naga, ikan, ayam, gajah, kambing, dan sapi.
Serta ada patung aneh di depan pintu. Dibawah patung terdapat tulisan Lembuswana.
Lembuswana merupakan makhluk penjaga Sungai Mahakam, Kalimantan. Tubuhnya merupakan gabungan berbagai hewan. Ia berbadan lembu, berkepala singa, memiliki sayap garuda, bersisik seperti naga, bertaji seperti ayam, memiliki belalai gajah, berjenggot seperti kambing, bertanduk seperti sapi, dan memiliki ekor layaknya singa.
Lembuswana merupakan hewan tunggangan Raja Mulawarman, Raja Kerajaan Kutai. Dia naik menjadi Dewa Sejati.
Lembuswana hanya berhasil menembus Dewa Sejati tahap 1. Dia tidak akan pernah bisa berkembang lagi karena keadaan tubuhnya.
Aldi merasakan sebuah Jiwa tersegel dalam patung. Jika tebakan ya benar itu merupakan jiwa sang Lembuswana.
Sebelum membuka segel Lembuswana, Aldi berpikir untuk menghabiskan semua harta yang ada di dalam ruangan.
Terdapat 10 ruangan berbeda, setiap ruangan mempunyai harta peninggalan Lembuswana dan Raja Mulawarman.
Dalam ruangan pertama Aldi menemukan sebuah batu besar yang mengandung energi murni. Jika Aldi menyerap ya kedalam simbol Stikmata, maka energi simpanan dapat membantunya menerobos tingkat 16 Atas.
Setelah tingkat 15, setiap kenaikan di dasar oleh pemahaman seseorang. Karena hal itu Shie, Kim Hoon, dan Sikong Yu sedikit ketinggalan.
Aldi merupakan monster tua yang dapat memahami jenis ketrampilan hanya dalam sekali lihat. Bahkan dia dapat membuat teknik khusus untuk tubuhnya.
Dalam sekejap semua energi murdi yang berada dalam batu energi sudah terserap habis.
"Energi yang sangat lezat," ucap Aldi pelan.
Dia menuju gerbang kedua. Terdapat sebuah tanaman berdaun hijau dengan buah berwarna merah darah.
Orang jaman dulu menyebutnya sebagai buah Mundar atau Mangis Merah. Buah itu dapat membantu meningkatkan konsentrasi energi pada tubuh manusia.
Mundar merupakan kerabat Manggis dengan buah yang lebih kecil, bentuk buah bundar, kulit berwarna merah dan tipis dengan isi buah putih dengan rasa yang manis asam.
Mundar berbuah lebih produktif dibanding Manggis biasa. Sepanjang ranting muncul buah berkelompok 2 sampai 7 butir.
Panen pohon mundar biasanya sekitar 1000 buah setiap 1 tahun sekali. Dengan rentang usia pohon mencapai 30 tahun.
Jika pasukan Seven Soul memakan buah mundar secara teratur, mereka dapat mengontrol konsumsi energi seefektif mungkin.
Dalam pertarungan panjang. Memperkirakan pengeluaran energi sangat penting. Walaupun sudah ada pil yang dapat mengembalikan energi tubuh, penggunaan energi yang hemat dapat menjadi ketrampilan khusus.
Hal itu juga akan menekan pembuatan pil pemulih energi, sehingga bahan pil dapat dialihkan menjadi pil yang lebih bermanfaat.
Anggota Inti yang telah berfokus sebagai pembuat pil sudah mencapai 1 juta. Aldi harus memutar otak untuk mencukupi kebutuhan tumbuhan Roh.
Untungnya ada 7 pohon mundar yang masih hidup. Sebenarnya ada ratusan pohon yang ada didalam ruangan, tetapi mati karena layu.
Tidak menunggu lama, Aldi langsung mengambilnya dan menanam di daerah khusus Dunia Buatan.
Setelah selesai menanam pohon mundar, Aldi menegaskan tim peneliti untuk mengembangkan pohon mundar dengan baik.
Walaupun Aldi sudah mengetahui teknik terbaik untuk mengembangkan pohon mundar, dia masih ingin melihat anggota peneliti bekerja keras.
Dia menuju ke ruangan ketiga, tetapi tidak ada barang berharga. Hanya ada debu hitam yang berserakan.
"Logam yang terkikis?" gumam Aldi sedikit penasaran. Seharusnya logam tidak semudah itu terkikis.
Aldi melihat ujung ruangan terdapat sebuah genangan air yang dapat melelehkan logam dalam waktu tertentu.
Dahulu kala ada sebuah air suci yang selalu dibawa Sang Guru yang telah menyelamatkan penduduk wilayah Madyapada. Air itu disebut sebagai Tirta Suci.
Tirta Suci memiliki kemampuan untuk meningkatkan pemahaman seseorang. Air itu merupakan jawaban kebutuhan pasukan Seven Soul.
Namun, hanya ada 10 tetes air yang masih tergenang. Aldi berpikir keras, pasti ada sebuah cara untuk menyelamatkan sumber Tirta Suci.
Hingga akhirnya sebuah ide muncul dikepalanya. Sama seperti Air Mata Langit, dia menghancurkan seluruh dinding untuk mencari sumber Tirta Suci.
Kerena dinding yang sangat keras, memaksa Aldi menggunakan batu energi untuk menghancurkan semua dinding.
Setiap kali dihancurkan, dinding ruangan akan secara otomatis memperbaiki dirinya sendiri.
Sebuah cahaya berwarna ungu tampak menyilaukan di dinding. Aldi segera mengambil inti sumber Tirta Suci.
"Panen yang memuaskan," kata Aldi tersenyum senang.
Dia segera mencari tempat terbaik untuk menanam inti Tirta Suci di Dunia Buatan. Akhirnya dia menuturkan untuk menempatkan Tirta Suci di dekat Air Mata Langit.
Ketika kedua inti bertemu, sebuah cahaya putih dan ungu keluar dari kedua inti.
Sumber inti Tirta Suci segera menuju inti Air Mata Langit. Mereka sedang melengkapi satu sama lain.
Hingga akhirnya mengeluarkan dua sumber mata air yang memiliki khasiat yang berbeda. Namun setelah tercampue, manfaat kedua air akan meningkat pesat.
"Bagus, sungguh berkah untuk pasukan Seven Soul mendapatkan dua air suci yang dapat membantu perkembangan mereka," gumam Aldi pelan.
Sumber air dapat menghasilkan 10 tetes setiap hari. Sedangkan penggunaan hanya memerlukan 1 tetes setiap minum.