
Aldi langsung menghubungi semua anggota Seven Soul yang berada di Galaksi Mata Hitam. Dia menugaskan mereka untuk mencari barang berharga lainnya, karena Jurang Kematian sudah ditemukan.
Setelah sampai di dasar Jurang Kematian, Aldi tidak merasakan sedikitpun energi kematian.
"Sepertinya memang ada orang yang berhasil menyerap semua energi kematian. Shen Haise periksa semua tempat!" kata Aldi tegas.
Kemudian dia langsung duduk untuk mencari dengan kekuatan jiwanya. Nur Andi dan Alice melakukan hal yang sama.
Mereka mencari barang berharga menggunakan energi jiwa, sedangkan Shen Haise akan menggunakan kemampuan khususnya untuk memeriksa setiap sudut Jurang Kematian.
Setelah beberapa saat mencari informasi tentang Jurang Kematian, Aldi menemukan bahwa luas Jurang Kematian sekitar 114 kilometer.
Namun dia tidak menemukan barang yang dimaksud Revi, terpaksa dia harus berjalan mencarinya dengan kedua matanya.
"Bos, aku menemukan sebuah kubah aneh disini," kata Shen Haise melaporkan kejadian aneh.
Tanpa menunggu lama, Aldi dan orang tuanya menuju tempat yang dimaksud. Mereka berjalan dengan kecepatan seorang Immortal Jendral.
Setelah sampai, Aldi langsung tersenyum lebar. Dia tampak sangat mengenal batu yang ada dalam kubah pelindung.
"Batu Neraka!" kata Aldi menyebutkan namanya.
Batu tersebut dapat dimanfaatkan untuk membuka Neraka untuk sementara. Karena di Neraka banyak Jiwa yang dapat dimanfaatkan.
Aldi berencana membuka Neraka kemudian memindahkan energi kematian dan jiwa yang keluar dan langsung dimurnikan pasukan Seven Soul.
Karena semua jiwa yang masuk ke dalam neraka pasti seorang yang tidak baik, makanya Aldi tidak memiliki beban di hatinya.
Berbeda cerita jika Aldi disuruh membobol Langit. Selama mereka tidak mengganggu keluarganya, maka Aldi tidak akan mengganggu rencana Langit.
Sayangnya Langit juga sudah membuat beberapa prajurit kakeknya meninggal di peperangan sebelumnya.
"Simbol yang menarik, siapa yang membuat simbol seperti ini?" kata Aldi kebingungan. Dia melihat simbol yang cukup rumit.
Namun Aldi bukan orang biasa, dengan pukulan sederhana yang mengandung simbol perusak dapat menghancurkannya.
"Jadi orang yang memasang simbol adalah Hida, menarik ternyata mereka mempunyai ketrampilan yang cukup baik," kata Aldi sambil tersenyum.
Aldi mengambil Batu Neraka seperti mengambil batu sungai yang tidak mengandung energi kematian.
Jika orang lain melakukan hal itu, semuanya akan mati dalam sekejam. Bahkan Opik membiarkan Batu Neraka karena tidak memiliki kesempatan untuk mengambilnya.
Energi kematian langsung masuk kedalam tubuh Aldi. Bukan menyakitinya, tapi malah membuatnya menjadi kuat.
Tubuh Tanpa Tanding bukan sekedar tidak bisa di kalahkan dengan Energi Kematian biasa. Bahkan jika ada Raja Neraka di depannya, Aldi masih bisa berdiri tegap.
Kalau malah kemenangan, jelas Aldi dapat terbunuh dengan sekali serang. Menurut perkiraan, Raja Neraka mempunyai kekuatan Maha Segalanya tahap 9.
Tidak mudah untuk mengalahkan atau membuatnya mundur.
Namun tidak mahluk yang dapat mempertahankan hidupnya selamanya. Buktinya Chu Feng mati tanpa mengetahui penyebabnya.
Aldi menyerap Batu Neraka kedalam tubuhnya, sebuah aura hitam sangat tebal serta membuat tubuh Aldi berwarna hitam.
Rambut berubah menjadi warna hitam pekat serta seluruh matanya berwarna hitam.
"Sejak kapan Batu Neraka bisa semudah ini untuk diserap," gumam Aldi kebingungan.
Setelah berhasil menyerapnya, seluruh Jurang Kematian runtuh. Angin tidak bisa tenang, petir menyambar ke segala arah.
Yang paling mengerikan adalah hujan yang tidak akan berhenti selama 7 hari 7 malam.
Semua penduduk disekitar Jurang Kematian dan di tambang mengungsi ke kota lainnya. Mereka tidak ingin mati karena kemarahan alam.
Aldi tidak mau menggunakan gerbang Neraka di dalam Dunia Buatan. Jika hal itu dilakukan, ada kemungkinan Raja Neraka mengetahui Dunia Buatan.
Akhirnya dia mencoba membuka Gerbang Neraka untuk mencuri beberapa jiwa untuk diserap Prinsip Jiwa.
Semua pasukan Seven Soul berkumpul di tambang dekat Jurang Kematian untuk menyerap semua jiwa yang keluar dari Gerbang Neraka.
"Sekarang aku akan mencoba membuka Gerbang Neraka, jangan biarkan sedikitpun energi kematian. Apalagi jiwa yang menerobos keluar!" kata Aldi tegas.
Bukan tanpa alasan, jika dia membuka Gerbang Neraka sembarangan akan ada, maka akan banyak jiwa yang keluar.
Namun hal tersebut sangat membantu para pasukan Seven Soul karena kemampuan khususnya.
Tubuh Aldi mengeluarkan aura hitam pekat, kemudian dia mengulurkan tangannya ke depan serta meremasnya.
Energi kematian meledak. "Cepat serap!" teriak Aldi langsung duduk dan disusul oleh anggota kelompoknya.
Tidak ada sedikitpun energi kematian yang berhasil lolos dari penyerapan anggota Seven Soul. Dalam 7 hari 7 malam mereka menyerap semua energi dan jiwa yang keluar dari Gerbang Neraka.
Kesadaran Aldi mulai kabur setelah menyerap banyak energi kematian dari Neraka.
"Nak, kamu sungguh musuh bagi semua alam semesta!" kata seorang kakek tua berambut putih dengan wajah yang tidak dapat dilihat.
Anehnya Aldi tidak takut ataupun terkejut dengan penampilan orang didepannya.
"Aku hanya melakukan apa yang seharusnya dilakukan oleh seorang manusia, Kan?" tanya Aldi pelan.
Dia merasakan keakraban dengan pria tua di depannya. Tidak ada yang tau siapa dia, tapi Aldi merasa sangat mengenalnya.
"Terserah, apa yang kamu lakukan. Namun tindakanmu di kehidupan ini sungguh terlalu berlebihan."
"Kenapa bisa begitu, aku hanya mencoba melindungi keluargaku."
Kakek tua tersebut menggelengkan kepalanya. "Semua yang kamu lakukan telah menghancurkan semua rencana alam semesta. Semua jiwa dalam tubuhmu juga melakukan hal yang sama."
Aldi terkejut dengan perkataannya, dia tidak pernah mengatakan bahwa dalam tubuhnya terdapat 7 Jiwa penguat.
"Apa yang kamu maksud dengan rencana alam semesta?" tanya Aldi sambil mengerutkan kening.
"Kamu adalah entitas yang seharusnya tidak ada di alam semesta. Kamu seharusnya tidak boleh ada di alam semesta, tetapi alam semesta tidak bisa berbuat banyak."
Rahasia sebenarnya kekuatan 7 Jiwa sedikit terungkap, mereka adalah serpihan jiwa yang seharusnya tidak bisa di hilangkan dari alam semesta.
Dengan menyerap energi kematian, Aldi mulai mengerti mengapa dia mempunyai ingatan yang sangat luas.
Bahkan jika dia mati, maka akan ada orang yang memiliki 8 Jiwa penguatan. Artinya keberadaannya tidak dapat dihapuskan dari alam semesta.
Aldi sangat terkejut dengan fakta tersebut, tetapi dia memiliki pertanyaan yang ingin dia ketahui.
"Mengapa jiwa penguat milikku memiliki peradaban yang berbeda dan waktu yang sama?" tanya Aldi pelan.
Chu Feng adalah mahluk yang hidup sangat lama, jadi keberadaannya bisa jadi bertumpuk dengan Hadi dan jiwa lainnya.
"Alam semesta tidak sekecil yang dibayangkan Chu Feng. Kekuatanmu mungkin bisa mengalahkan semua yang ada di alam semesta, tetapi tidak untuk di alam luar!"
Aldi terkejut ternyata alam semesta yang diketahui Chu Feng bukanlah batas, tetapi masih ada entitas lain.
"Jadi semua jiwa dalam tubuhnya memiliki alam semesta mereka sendiri."
Aldi menutup matanya, sekarang dia mengetahui seberapa kecilnya keberadaannya.
"Bisa dibilang kamu adalah kesalahan yang tidak seharusnya lahir di alam semesta yang sama dengan Chu Feng," kata Kakek tua pelan.
"Sekarang kamu telah menghancurkan banyak rencana alam semesta, siapkan dirimu bencana akan mendatangimu satu persatu!"
Kesadaran Aldi mulai kembali. "Seperti aku sangat mengenal orang itu, siapa dia sebenarnya."
Aldi kebingungan mengapa dia tidak pernah berpikir untuk bertanya siapa kakek tua yang menemuinya.
Tanpa sadar 7 hari sudah terlewati, semua orang telah menjadi seorang sudah bisa bertarung dengan Immortal Perang tahap 5 atau dibawahnya.
Setelah selesai menyerap energi kematian dan jiwa curian dari Neraka, Aldi memeriksa kondisi tubuhnya.
"Seperti yang diharapkan, Tubuh Tanpa Tanding menyerap semuanya dengan sempurna," gumam Aldi melihat kekuatan tubuhnya setara Immortal Perang tahap 7.
Tubuh Jagat Raya Nur Andi juga menyerap dengan sangat baik, Shen Haise juga tidak kalah dengan tubuh Rohnya.
Yang membuat Aldi terkejut adalah Alice yang menjadi seorang Immortal Perang tahap 7 sama sepertinya.
Dengan wajah polos Alice berdiri seperti tanpa merasakan kesakitan. Aldi hanya bisa tersenyum pahit, dia harus menstabilkan kekuatannya sebelum bisa berdiri.
"Aku baru mengetahui bahwa energi kematian tidak terlalu mengerikan," kata Alice sambil menganggukkan kepala.
Semua orang yang hadir hanya bisa tersenyum, bahkan serpihan ingatan Chu Feng tidak bisa mengetahui kekuatan tubuh Alice.
Shen Haise yang setiap hari bergelut dengan energi kematian dari Dunia Aura saja sangat kesakitan ketika menyerap energi dari Neraka.
Nur Andi yang baru pertama kali menyerap energi kematian hanya bisa tersenyum kecut. Dia tidak bisa bergerak sedikitpun karena energi dari Neraka lebih menyakitkan dari perkiraan.
Aldi berdiri melihat langit yang sudah mulai terang karena hujan mulai reda. "Aku akan menghancurkan alam semesta jika mereka ikut campur!" kata Aldi sambil mengepalkan tangannya.