7 Soul Reinforcement

7 Soul Reinforcement
Antara Monster Dan Manusia



Aldi dengan langkah kaki senyap menuju markas organisasi pembunuh yang sudah diketahui.


"Siapa kau?" tanya seorang penjaga gerbang.


"Shen Zero. Orang yang akan memadamkan organisasi pembunuh di Negara Jakarta!" kata Aldi dengan suara berat.


Penjaga gerbang melebarkan matanya, dia langsung menyerang Aldi dengan kekuatan penuhnya.


Namun Aldi dengan mudah mengayunkan pedangnya untuk mengalahkan penjaga gerbang.


Setelah kematian penjaga, tubuhnya meledak karena segel yang terkandung dalam tubuhnya.


Berbeda dengan manusia lain yang menaruh serpihan jiwanya, karena kekuatan mereka belum cukup untuk memotong sebagian jiwanya.


Aldi melanjutkan langkahnya yang senam menuju pusat organisasi pembunuh.


Para pembunuh yang menyadari adanya penyusup langsung mengepung Aldi dengan senjata terbaik mereka.


Namun sebelum menyentuhnya, Aldi menggunakan tangan hayalan untuk mengalahkan mereka semua dengan cepat.


Salah seorang pembunuh bertopeng emas mendatanginya sambil membawa pedang berwarna hitam. Dia adalah pemimpin organisasi pembunuh di Negara Jakarta, namanya Kira.


"Apa sebenarnya tujuanmu datang kesini?" tanya Kira.


"Aku hanya datang untuk bertanya tentang kompensasi yang telah kalian perbuat setelah melukai bocah bernama Aldi," jawab Aldi tanpa memberitahu bahwa dirinya adalah Aldi.


Dengan manipulasi energi, Aldi sudah merubah wajahnya supaya tidak dikenali.


"Jadi maksud kedatangan anda hanya untuk mendapat kompensasi untuk Andi dan perusahannya?" tanya Kira.


"Tepat sekali, sebenarnya aku tidak memiliki niat membunuh. Namun para orang-orang menyerang aku," kata Aldi seperti tidak mempunyai salah.


Padahal dia sudah melenyapkan ratusan pembunuh di halaman markas mereka.


Kira hanya tersenyum pahit mendengar perkataan Aldi yang sangat tidak selaras dengan tindakannya sangat brutal.


Dia sudah mengirim sinyal bantuan kepada markas utama di kerajaan Lampung, mereka mempunyai banyak pembunuh topeng biru.


"Baiklah, aku akan memberikan kompensasi yang setimpal. Aku harap kamu menghentikan tindakanmu," kata Kira.


"Sebenarnya aku juga ingin melakukannya, tetapi tindakan kalian tidak mencerminkan ketulusan." Aldi memandang salah satu pohon.


Dibelakang pohon tersebut ada seorang pembunuh topeng emas yang sedang bersembunyi. Tidak hanya satu orang melainkan ratusan orang telah mengepungnya.


Karena Aldi sudah berada pada peringkat 13, jadi untuk mengalahkan ratusan orang dapat dilakukan dengan mudah.


Tangan hayalan akan mengurus mereka yang lemah, dan pedang akan menyelesaikan maslaah dengan para pembudidaya kuat.


"Mereka tidak akan menyerang, jika kita sudah mencapai kesepakatan yang terbaik." Kira mencoba mengukur waktu supaya bala bantuan dari Kerajaan Lampung Datang.


"Baiklah, segera katakan kompensasi apa yang kalian berikan?" tanya Aldi dengan santai. Dia duduk di tanah serta menancapkan pedangnya dengan posisi berdiri.


Kira tidak mempunyai ide tentang kompensasi yang terbaik. Tanpa berpikir panjang, Kira ingin memberikan Aldi dengan uang sebanyak 10 juta Rupiah.


Jumlah uang itu membuat Aldi tersenyum lebar. Dia tahu bahwa Kira sedang menunggu bala bantuan, tetapi kompensasi yang mereka janjikan akan membawa organisasi pembunuh menjadi sasaran pembunuh.


Seorang pria dengan topeng berwarna merah muncul dibelakang Kira. Dia mempunyai kekuatan setara tingkat Mortal tahap 7.


Aldi sekarang setara dengan tingkat Kelahiran, itu belum dihitung dengan kekuatan tubuhnya. Jika seorang tingkat Pemahaman menyerangnya, Aldi masih mempunyai kesempatan untuk menang.


Tangan hayalan sudah berada di depan para pembunuh yang sedang bersembunyi. Hanya perlu menjentikkan jari, semua pembunuh yang bersembunyi akan lenyap.


"Anak Muda, siapa kamu?" tanya pria bertopeng merah.


"Shen Zero," jawab Aldi singkat.


"Apa hubunganmu dengan anak bernama Aldi?" tanya pria bertopeng merah dengan nada berat. Dia sedang mengancam Aldi dengan mengeluarkan sebagian besar auranya.


"Tidak perlu kalian tahu. Namun jika sesuatu terjadi padanya, aku Shen Zero pasti akan turun menghancurkan lawannya!" kata Aldi memancarkan mata berwarna merah.


Kemampuan itu dimilikinya dari Kitty yang memberikan sedikit energinya. Setelah pembicaraan sebelumnya, Kitty jadi semakin jinak.


Walaupun Aldi masih lemah, untuk mengalahkan mereka tidak diperlukan tenaga berlebihan. Dia menggunakan kemampuan Kitty karena merasa tampak keren.


Melihat kemampuan Aldi, pria bertopeng merah semakin melepas auranya untuk bertarung dengan Aldi.


"Sepertinya kau memiliki kemampuan, Nak!" kata pria bertopeng merah.


Karena seorang pembunuh dilarang menyebutkan namanya, Aldi tidak memiliki informasi tentang pria bertopeng merah.


Dia hanya tahu pemimpin organisasi pembunuh di Negara Jakarta adalah Kira.


Aldi hanya tersenyum tanpa menjawab. Tindakan itu memicu kemarahan pria bertopeng merah, sehingga dia menyerang dengan pisaunya.


Dengan tamparan keras, pria bertopeng merah langsung tersungkur ketanah. Karena tindakannya ratusan pembunuh yang bersembunyi jatuh ketanah tidak bernyawa.


"Kira, kamu sudah melihatnya sendiri. Aku mereka menyerang dahulu," kata Aldi dengan wajah polos.


Kira yang melihat pembantaian yang dilakukan Aldi hanya bisa tersenyum kecut. Sebagai seorang pembunuh Kira dituntut untuk bersikap tenang.


Jadi melihat rekannya jatuh tidak bernyawa, dia tidak boleh ketakutan dengan lawannya. Hal yang perlu dilakukan adalah mengukur waktu supaya markas pusat mengirim bantuan lebih besar.


"Sial, dia ini manusia atau monster yang menyamar?" pikir Kira kebingungan melihat tindakan Aldi yang sangat brutal.


"Jadi, kapan aku menerima uang yang kamu janjikan?" tanya Aldi sambil berdiri dan mencabut pedangnya.


"Aku perlu satu minggu untuk mengumpulkan uang sebanyak itu." Kira hanya mengarang waktu, karena dia yakin markas pusat akan mengirimkan bantuan kurang dari satu minggu.


Kerajaan Lampung dan Negara Jakarta tidak jauh, hanya perlu memakan waktu 2 hari dengan pesawat terbang.


Aldi memasukkan pedangnya ke sarung pedang di punggungnya. "Baiklah, aku akan berkunjung lagi setelah satu minggu."


Dalam sekejap mata Aldi telah menghilang dari pandangan dan persepsi Kira.


"Sial, monster apa yang telah di provokasi Hery," gumam Kira sambil melihat jam tangannya yang menunjukkan pukul 2 dini hari.


Dia kembali ke markas dan segera menelepon Hery yang telah memberikan pesanan kepada organisasi pembunuh.


Kira juga meminta kompensasi sebanyak 15 juta rupiah untuk menutupi kerugian organisasi pembunuh.


Namun Hery menolak membayar organisasi pembunuh. Karena dia merasa bahwa organisasi pembunuh bukan ancaman untuknya.


Hery memiliki seorang pengawal pribadi yang setara pembunuh topeng biru. Kekuatannya setara dengan tingkat Raja tahap 4.


Jadi organisasi pembunuh hanya diperalat untuk membersihkan tangan kotornya.


Setelah Hery menerima telepon, dia memandang salah atau pengawal.


"Apa menurut kalian Kira membodohi aku?" tanya Hery sambil menghisap rokoknya.


Hery adalah pebisnis makanan pokok. Setelah perusahan Aldi berdiri, jumlah pembeliannya turun drastis.


Karena kualitas milik perusahaan Aldi lebih baik, sedangkan miliknya memang sengaja diperburuk untuk mendapat untung yang lebih besar.


"Aldi adalah orang yang sangat misterius, dia memiliki Nidia sebagai pelindungnya. Pasti, pengawal Nidia yang membereskan masalahnya."


Hery menganggukkan kepalanya karena setuju dengan pernyataan pengawalnya. Namun dia merasa bahwa Aldi tidak sederhana.


Sebagai contohnya, informasi tentang kebun sayurannya yang tidak bisa terbakar walaupun sudah dibakar memakai minyak tanah.


Sebagai seorang pebisnis, dia merasakan sesuatu yang tidak seharusnya. Rasa takut mulai menyerang hatinya.


Matahari sudah menampakkan dirinya, berita panas tentang pembantaian organisasi pembunuh tersebar luas.


Orang yang menyebarkan berita tersebut tidak lain adalah Aldi yang ingin memperbaiki pola pikir masyarakat Negara Jakarta.


Jika para masyarakat mempunyai pola pikir yang baik, maka bisnis akan berjalan dengan semestinya. Yang paling krusial adalah keuntungan perusahaan akan meningkat.


Markas pembunuh di Negara Jakarta hanya memiliki ratusan anggota, jadi hanya bersisa 20 orang yang masih hidup setelah Aldi berkunjung.


"Bos, seberapa kuat lawan kita sekarang," tanya seorang pembunuh yang baru selesai menjalankan misi.


"Setidaknya ketua Mo tidak bisa menerima satu kali pukulannya. Aku harus melaporkan ke petinggi markas pusat."


Kira dengan cepat mengambil kertas dan pena untuk menulis surat, tetapi siapa sangka pria yang bertanya di awal menusuknya.


Pisau seorang pembunuh pasti memiliki racun yang kuat supaya targetnya tidak dapat melarikan diri atau melawan balik.


"Apa yang kamu lakukan!" teriak Kira melihat pisau menembus perutnya.


"Kira, sudah waktunya kamu pensi dari organisasi pembunuh. Sebaiknya tidurlah dengan tenang di alam neraka!"


Pria itu adalah bawahan Kira sejak 10 tahun yang lalu, sekarang dia mempunyai kesempatan untuk menyerang Kira karena sedang berfokus dengan seorang pria misterius.


"Sialan!" teriak Kira hingga suaranya terdengar sampai keluar markas.


Semua orang yang telah menyelesaikan misi adalah teman si pembunuh. Mereka adalah kelompok Hantu Pengintai.


"Dono, apa kamu sudah membersihkan barang bukti?" tanya seorang rekan.


Dono melirik rekannya, dia tampak tidak percaya dengan salah satu rekannya. "Semua sudah aku selesaikan, sekarang tinggal membersihkan mayatnya."


Aldi yang menyaksikan kejadian tersebut hanya dapat menggelengkan kepala. "Semua tindakan akan menuai hasilnya."


Hal itulah yang melandasi Aldi untuk terus memberikan makanan kepada penduduk yang kekurangan ekonomi.