
Aldi dan Carlon mencari informasi tentang wilayah Sumatera. Mereka bertanya kesetiap petani yang sedang istirahat.
Informasi yang mereka dapat cukup mencengangkan, pasalnya wilayah Sumatera dikendalikan oleh Tiga Kerajaan dan satu Negara.
Tiga Kerajaan itu meliputi Utara, Barat, dan Selatan. Sedangkan satu negara disebut Achin yang sangat kuat.
Satu Negara itu tidak dipengaruhi oleh sistem politik ketiga kerajaan. Bahkan tiga kerajaan tidak ingin membuat kerjasama dengan mereka.
Makhluk yang hidup di wilayah Sumatera tidak hanya manusia, melainkan ada Peri, Golem, Raksasa dan manusia lainnya.
Wilayah Selatan dipimpin oleh manusia bernama Askara. Sekarang dia sedang mengalami konflik dengan pemerintahan Barat.
Pemerintahan Barat dipimpin oleh Orc yang kejam mereka sering membuat kerusakan dimanapun, termasuk wilayah Utara yang dipimpin oleh Ras Elf atau sering disebut Ras Peri.
Akibat perang terus menerus membuat pasukan wilayah Barat berkurang sangat cepat, tetapi mereka mempunyai tingkat produktifitas yang tinggi.
Orc dapat berkembang biak satu tahun 2 kali dengan umur 5 tahun sudah siap untuk menjadi prajurit perang.
Manusia membutuhkan 15 tahun untuk siap menjadi prajurit perang. Karena hal itu Orc sering membuat masalah dengan Ras Manusia.
Sistem kekuatan di wilayah Sumatera tidak mempunyai nama khusus. Tidak ada sistem kultivasi atau budidaya seni bela diri. Mereka hanya melihat kekuatan dari cara berperang.
Aldi tersenyum ketika mendengar informasi itu, dia berencana mendirikan pondasi untuk pasukan Seven Soul di wilayah Sumatera.
Teknologi yang berkembang di wilayah Sumatera di produksi oleh Negara Achin, mereka telah membuat banyak barang dengan aura sebagai penggeraknya.
Aldi dan Carlos sedang di pasar, mereka mencari informasi terkini keadaan wilayah Sumatera Selatan.
Ada 3 orang sedang berdiskusi membicarakan peperangan di perbatasan.
"Aku mendengar Jendral Zhou akan turun tangan melawan para Orc."
"Jika Jendral Zhou sudah turun tangan, kemenangan sudah dapat dipastikan."
"Jangan terlalu yakin. Aku mendengar bahwa jendral Orc mereka sangat kuat, bahkan Kolonel Long tidak dapat mengelahkannya."
"Jendral Zhou berbeda. Tombak di tangannya seperti senjata dewa kematian."
"Aku setuju, semoga para prajurit dapat melindungi wilayah Selatan."
Mereka bertiga berdiskusi tentang keadaan wilayah Sumatera Selatan.
Setelah keluar pasar Aldi membungkus Carlos dengan energi transparan. Mereka berdua menghilang, tidak ada siapapun yang melihat.
Dalam waktu singkat mereka sudah sampai di perbatasan wilayah Sumatera. Teknik Aldi sudah berkembang pesat setelah mencapai tingkat 12.
Dia dapat melewati wilayah Barat sampai wilayah Timur hanya dalam waktu 2 jam. Hal itu tidak hanya karena kekuatan, tetapi karena barang penemuannya di gudang peninggalan Adam.
Sebuah sepatu yang dapat meningkatkan kecepatan pengguna 10 kali lipat, sayangnya sepatu itu tidak dapat digunakan untuk perang.
Untuk mengaktifkan sepatu, tangan pengguna harus di belakang punggung. Jika pengguna meletakkan tangannya disamping, maka sepatu akan terhenti.
Carlos terkejut dengan kecepatan yang ditunjukkan Aldi, kecepatan itu puluhan kali lebih cepat dari miliknya. Bahkan Leluhur Black Flame tidak bisa mengejarnya.
"Menarik, Jendral yang bernama Zhou itu tidak memiliki kekuatan khusus. Namun prestasinya sangat mengesankan." Aldi menunjuk Jendral Zhou yang sedang melawan para Orc.
Jika dibandingkan dengan para pembudidaya kekuatan energinya tidak lebih tinggi dari tingkat Hitam. Namun kekuatan fisiknya setara tingkat Raja.
Ketrampilan tombaknya sangat mengesankan, bahkan Aldi mengaguminya. Untuk ukuran manusia biasa, dia dapat ditempatkan pada tingkat tinggi.
"Aku tidak melihat keistimewaan dari pria bernama Zhou," ucap Carlos setelah melihat beberapa gerakan tombaknya.
"Aku berpikir merekrutnya untuk menjadi pondasi pasukan Seven Soul. Namun, sepertinya wilayah Selatan adalah darah dagingnya."
Aldi merasa bahwa Jendral Zhou tidak akan pernah meninggalkan militer Selatan. Umurnya masih terlihat sekitar 45 tahunan.
Artinya jika Aldi merekrutnya membutuhkan waktu yang cukup lama.
Para Orc mundur karena kekurangan senjata perang. Jendral Zhou tidak mengejar, dia melihat prajuritnya terluka parah.
"Lapor Jendral, korban tewas dipihak kita telah melebihi 10 ribu jiwa. 40 ribu terluka parah, 30 terluka sedang, dan 150 ribu luka ringan." Seorang prajurit melapor kepada Jendral Zhou yang masih berdiri dengan tombak ditangan kirinya.
Jendral Zhou memiliki tinggi 2 meter dengan badan yang sangat sempurna untuk menggunakan tombak besar.
"Seperti dugaanmu, kemenangan ada di tangan Ras Manusia. Mengapa kita tidak ikut campur dalam perang melawan Orc?" tanya Carlos.
Aldi melirik dan tersenyum. "Belum waktunya kita ikut campur. Kekuatan kita dengan mereka berbeda sangat jauh."
Jika mereka ikut campur, Aldi takut para masyarakat Rahasia di wilayah Sumatera akan ikut campur dalam perebutan wilayah.
Aldi dan Carlos mengejar para Orc untuk mencari informasi apa yang sedang mereka rencanakan.
Dalam kamp Ras Orc, Kapten pasukan membanting meja didepannya. "Apa yang sedang kalian lakukan. Melawan 1 manusia saja tidak becus!" teriaknya dengan nada tinggi.
"Kapten Yonimaru, kekuatan Jendral Zhou melebihi harapan kita. Bahkan dengan 10 Orc tingkat 11 tidak dapat melawannya."
Tingkatan Orc disusun menurut angka, semakin tinggi angka maka kekuatan mereka semakin kuat. Setiap kapten pasukan Orc mempunyai tingkat 12.
Dengan informasi itu Aldi dapat membedakan setiap tingkatan hanya dengan menggunakan Mata Langit.
Pasukan Orc terdiri dari 100 ribu pasukan tingkat 8, 30 ribu tingkat 9, 5000 tingkat 10, dan 6 tingkat 11.
Setelah mendengar percakapan mereka, Aldi menyimpulkan bahwa Zhou telah membunuh 4 dari 10 Orc tingkat 11.
Kekuatan Kapten Orc setara dengan tingkat Raja, hampir sama dengan Jendral Zhou. Namun ada perbedaan ketrampilan mereka.
"Apa kau bodoh, gunakan otakmu!" bentak Kapten Yunimaru.
"Gunakan racun untuk melawan manusia gila itu." lanjutnya sedikit pelan.
Walaupun dia sangat ingin suka perang, tetapi tidak suka menggunakan cara licik. Situasi memaksa untuk menggunakan racun.
Jendral Zhou terlalu kuat bagi pasukan mereka, sedangkan perintah Raja Orc adalah mutlak. Jika mereka membawa kegagalan, maka sama dengan bunuh diri.
Hukuman gagal menjalankan misi, antara dibunuh ditempat atau dipenjara seumur hidup.
Daerah yang mereka perjuangan sebelumnya merupakan milik wilayah Barat. Namun, karena kekalah perang, ras manusia berhasil mengambil alih.
Ras Orc mempunyai wilayah yang paling tidak menguntungkan. Mereka harus menjaga tiga titik wilayah yaitu Utara, Selatan, dan Timur.
Sedangkan kedua wilayah lainnya hanya mempertahankan dua sisi, bahkan satu sisi untuk Ras manusia.
Ras Elf atau Peri tidak terlalu menanggapi pertengkaran antara manusia dan Orc. Mereka hanya melawan jika ada manusia atau Orc yang membuat masalah.
Malam telah tiba, beberapa Orc pengintai telah menempatkan racun di kamp para Ras manusia.
Aldi menghubungi Jendral Zhou dengan telepati. "Orc telah menyerang." Seketika Jendral Zhou terbangun dari tidurnya.
Dia langsung membawa tombaknya untuk melihat situasi. Sayangnya dia sudah terlambat, racun dari para Orc sudah menyebar.
Hampir semua pasukan tergeletak lemas, racun itu mempengaruhi pernapasan dan jaringan pencernaan.
Jika dibiarkan tanpa pengobatan, maka manusia akan mati dalam waktu 2 hari. Jendral Zhou langsung berteriak kepada tim medis untuk menangani situasi.
"Aku mempunyai cara untuk menyelesaikan masalahmu, ambil benda di bawah bantalmu. Kemudian pecahan benda itu menggunakan tangan." Aldi melanjutkan telepatinya untuk menolong Jendral Zhou.
Dia melihat tim medis Ras Manusia juga mengalami gejala keracunan, mereka tidak dapat menyembuhkan prajurit lainnya.
Jendral Zhou tidak mempunyai waktu untuk berpikir, dia langsung menuju tempat tidurnya untuk mengambil benda dibawah bantal.
"Sebuah pil?" tanya Jendral Zhou kebingungan. Namun, Aldi tidak menjawab.
Tanpa berpikir panjang, Jendral Zhou memecahkan pil itu dengan tangannya. Sebuah asap putih keluar dari pil.
Asap itu menyebar ke seluruh kamp pasukan Wilayah Sumatera Selatan. Seiring berjalannya waktu, semua prajurit telah sembuh.
Jendral Zhou masih tidak percaya dengan apa yang dilihatnya, sebuah pil kecil dapat menyembuhkan ratusan ribu pasukan.
"Senior, siapapun anda. Saya Zhou Yang mengucapkan banyak terimakasih." kata Jendral Zhou penuh syukur.