
Aldi mengerutkan kening ketika melihat seorang Immortal Hitam menjadi pelayan.
"Ayah, sebaiknya jangan melepaskan aura. Aku menduga akan ada petunjuk besar disekitar sini," kata Aldi merasakan ratusan pembudidaya Immortal mengepung restoran.
"Aku tahu, sepertinya pria di sana sedang diburu oleh kekuatan besar."
Alice dan Shen Haise juga mengetahui keberadaan para manusia yang mengepung restoran. Untuk menyamarkan keberadaan mereka menggunakan teknik khusus Seven Soul.
"Serang!" seroang pria berpakaian hitam menyerang pelayan restoran menggunakan pedang pendek.
Pelayan restoran menggerakkan tangannya untuk menangkis pedang dengan kedua tangannya. Mungkin pilih tersebut sangat aneh untuk manusia biasa, tetapi pelayan tersebut adalah seorang manusia buaya.
Kulitnya sangat keras bahkan pedang bagus tidak dapat menggoresnya.
"Bodoh, tidak akan semudah itu untuk membunuhku!" kata pelayan restoran menyerang perut salah satu penyerang.
Pertarungan antara pelayan restoran dan pembunuh berlangsung dalam ruangan. Semua kursi dan meja berserakan, beberapa ada yang hancur berkeping-keping.
Anehnya bangunan Restoran tidak dapat runtuh di hantam oleh kekuatan Immortal Hitam dan beberapa Immortal Coklat.
Aldi tersenyum melihat pelayan restoran yang menggunakan tangan kosong. Dia seperti melihat dirinya yang lain dalam pertarungan.
Ketrampilan tangan kosong adalah salah satu kesukaan Aldi dalam bertarung. Namun tangan kosong memiliki kelemahan yang sangat besar, jadi dia hanya menggunakan ketika waktunya tepat.
Pedang sangat bermanfaat untuk mengalahkan musuh, jadi lebih baik menggunakannya daripada tidak.
Semua pembudidaya lemah sudah berlari keluar restoran, mereka tidak ingin terlibat terlalu jauh dengan orang kuat. Sedangkan para pembudidaya tingkat Immortal atau diatasnya masih duduk di meja seperti tidak terjadi apapun.
"Sungguh pertarungan yang mengesankan," kata Aldi yang duduk di meja nomor 17.
Nur Andi dan Alice bersamaan menganggukkan kepala. Sedangkan Shen Haise tersenyum tipis mendengar perkataan Aldi.
Pelayan restoran mendengar pembicaraan mereka. Dia merasa sedikit tersinggung karena dijadikan bahan tontonan.
Dengan kekuatan Immortal Hitam, pria tersebut menyerang Aldi yang tampak sangat muda. Namun siapa yang mengira bahwa Aldi adalah pria terkuat di kelompoknya.
Sebelum pukulannya menghantam Aldi, Shen Haise menggerakkan tangan hayalan untuk menghentikan tindakannya.
"Jangan paksa aku membunuhmu!" kata Shen Haise sedikit memancarkan aura kematian dunia asura.
Pelayan restoran langsung gemetar hebat ketika di selimuti aura kematian Shen Haise.
"Siapa kamu?" tanya Aldi pelan.
"Aku Fahri, pemimpin pasukan Pembunuh Kegelapan."
Alasan Fahmi di kejar oleh pasukan pembunuh lainnya karena dia menerima misi dari seorang wanita tua untuk membunuh putri raja.
Dengan kemampuannya, dia berhasil menyelesaikan misi dengan sangat cepat. Ayah yang putri tidak terima, dia menyuruh semua organisasi pembunuh untuk melenyapkan pasukan Pembunuh Kegelapan.
Akhirnya semua anggota pasukan Pembunuh Kegelapan berpencar. Sekarang tugas Fahmi untuk menyatukan semua anggotanya kembali.
Para anggota pasukan Pembunuh Kegelapan bukan orang lemah, jadi mereka tidak akan mati dengan mudah.
Selama Fahmi menjelajahi dunia, dia belum menemukan satupun anggota Pembunuh Kegelapan.
Kekuatan Fahmi telah menurun karena umurnya yang sudah terlalu tua. Kekuatan tubuhnya juga sudah mulai melemah.
Dia ingin mengumpulkan anggota Pembunuh Kegelapan untuk mengucapkan permintaan maaf karena perbuatan egoisnya.
Wanita tua yang dia tolong adalah anak kandung dari Fahmi, sekarang wanita tua tersebut sudah kehilangan nyawanya.
Anaknya sangat ingin membunuh putri raja karena suami dan keluarganya telah di bunuh tanpa ampun di depan matanya.
Fahmi tidak mengetahui hal tersebut sebelum dia pulang kampung untuk mengunjungi keluarganya. Siapa sangka Organisasi Perompak Galaksi telah menangkap seluruh keluarganya.
Bahkan beberapa telah dipenggal karena melawan. Mereka hanya menyisakan putri kecil Fahmi yang masih berumur 15 tahun.
Ketika mendengar semua cerita dari anaknya, Fahmi membuatkan tekad untuk membalas dendam kepada Organisasi Perompak Galaksi.
Namun dia tidak pernah menemukan keberadaan organisasi tersebut. Dia hanya berkeliaran sampai kekuatan tubuhnya sudah mulai melemah.
"Sungguh kisah yang menyedihkan. Aku tahu keberadaan Organisasi Perompak Galaksi. Namun dengan kekuatanmu sekarang, kamu hanya seekor semut yang akan mati ketika diinjak!" kata Aldi tegas.
Seorang Immortal Hitam tidak pantas berhadapan dengan Organisasi Perompak Galaksi yang memiliki dukungan dari Langit.
Bahkan Immortal Leluhur akan sangat kesusahan melawan prajurit biasa Organisasi Perompak Galaksi.
"Aku tidak peduli dengan resikonya, tolong beritahu aku tempat mereka bersembunyi," kata Fahmi sambil bersujud dihadapan Aldi.
Namun tekad Fahmi tidak tergoyahkan. Dia masih bersujud sampai Aldi memberitahu tempat Organisasi Perompak Galaksi.
"Baiklah, mereka ada di Kerajaan Bima Sakti."
Aldi memberikan informasi sederhana, tapi Fahmi langsung memegang tangannya penuh rasa syukur hingga dia lupa menanyakan lokasi Kerajaan Bima Sakti.
"Sungguh pria yang malang," kata Alice pelan. Sebagai seorang wanita dia mengerti perasannya yang sangat terluka.
Shen Haise hanya menganggukkan kepala. Dia seperti seorang monster yang siap membunuh siapapun, bahkan keluarganya tidak terkecuali.
Namun karena segel ketulusan, Shen Haise dapat mengontrol dirinya. Sehingga dapat menampilkan kekuatan terbaiknya.
Para pasukan pembunuh yang mengejar Fahmi tidak sedikit. Setelah Fahmi pergi, para pembunuh mencarinya.
Setelah menyelesaikan makan, Aldi dan tim melanjutkan perjalanan untuk mencari informasi tentang Jurang Kematian.
Sampailah mereka di sebuah hutan dengan ribuan pohon berwarna merah darah. Pohon tersebut biasa disebut pohon darah merah.
"Ada pertempuran di dalam hutan. Apa kalian mau menonton?" tanya Shen Haise merasakan gelombang energi.
"Sungguh pria yang kuat, baru saja dia berhasil menyelamatkan diri. Sekarang dia harus bertarung dengan mempertaruhkan nyawanya lagi," kata Aldi sambil mengerutkan kening.
Aldi dan kelompoknya menuju medan pertempuran, sekarang lawan Fahmi adalah seorang manusia hewan dengan ras harimau.
Kekuatan mereka setara dengan tingkat Immortal Hitam atau sama dengan Fahmi. Namun dengan tekadnya yang kuat, Fahmi memblokir serangan dan menyerang balik.
Sebagai seorang pembunuh, Fahmi sangat mengetahui titik lemah tubuh manusia. Namun tidak untuk manusia hewan khususnya ras harimau.
Setiap pergerakannya tampak kacau, dia hanya bisa mempertahankan hidupnya. Kesempatannya selamat dari pertempuran sangat kecil, tapi Fahmi menyerang dengan setiap tenaganya.
"Fahmi, menyerah saja. Percuma kamu melawan, tidak ada kesempatan untukmu menang!" kata salah satu orang yang membawa sebuah pisau dengan lambang harimau.
"Aku tidak bis mati disini. Masih banyak yang harus aku lakukan, jadi jangan membuang waktu Kalian, majulah!" teriak Fahmi dengan suara lantang.
Dia sudah menyiapkan sebuah trik untuk menyelamatkan diri. Lebih tepatnya adalah meledakkan dirinya untuk melukai para penyerang.
Seperti rencana, semua pembunuh menyerangnya secara bersama. Fahmi langsung melepaskan tekniknya, aura disekitar meningkat drastis.
Tubuh Fahmi meledak hingga menghilangkan raga para pembunuh yang mengepungnya.
"Sepertinya aku terlalu berlebihan," kata Fahmi tidak dapat menggerakkan badannya. Air matanya menetes karena kekuatan tubuhnya tidak dapat menampung jiwanya lagi.
Aldi dengan senyum lebar mendatanginya dan mengulurkan tangannya. "Jangan menyerah," katanya sambil memberikan sebuah obat yang dapat menyembuhkan kekuatan tubuhnya.
Setelah membaik, Fahmi tertidur lelap. Aldi memberikan sebuah teknik pengembangan yang dapat menembus tingkat Maha Segalanya.
Tidak meninggalkan tubuh Fahmi di hutan, Aldi membawanya menuju sebuah gua yang dipasang sebuah simbol yang dapat menarik energi asal.
Dengan cara itu, Fahmi akan lebih cepat sembuh. Bahkan dia akan menjadi lebih kuat dari sebelumnya.
Sayangnya Aldi tidak dapat melihat perkembangannya karena dia harus melanjutkan perjalanan mencari Jurang Kematian.
"Ibu, apa pendapatmu tentang orang bernama Fahmi itu?" tanya Aldi melirik ibunya.
"Dia adalah pria yang sangat tangguh. Namun seorang pembunuh akan menuai hasil perbuatannya."
Seperti kata Alice seorang pembunuh pasti akan mendapatkan karma yang setimpal dengan perbuatannya.
Aldi melanjutkan perjalanan meninggalkan gua yang telah dipersiapkan untuk menyembuhkan Fahmi.
Setelah beberapa bulan, Fahmi berhasil siuman. Dia merasa tubuhnya telah diperkuat oleh sesuatu.
"Aku akan membalas perbuatan baikmu. Tunggu aku Kerajaan Bima Sakti!" katanya sambil mengeratkan giginya.
Dia bertekad meningkatkan kekuatannya untuk menghadapi Organisasi Perompak Galaksi. Fahmi sekarang mengerti kenapa Aldi sering menyebutnya sebagai seekor semut.
Karena semua prajurit Organisasi Perompak Galaksi sangat kuat, bahkan Langit membantu mereka menemukan seorang pria berbakat.
Dengan teknik perkembangan yang di warisan Aldi kepada Fahmi, dia akan menjelma sebagai seorang pria yang sangat kuat.
Akhirnya Aldi sampai di sebuah desa pertambangan, tempat itu adalah peninggalan Organisasi Perompak Galaksi.
"Jadi disini Jurang Kematian yang dimaksud Revi!" kata Aldi sambil mengerutkan kening. Karena dia merasa bahwa energi kematiannya tidak sesuai dengan ingatan Revi.
Setelah mempelajari dengan seksama, akhirnya Aldi menyimpulkan bahwa ada seseorang yang berhasil menyerap sebagian besar energi kematian.
"Mungkinkah Abraham sudah sampai disini?" gumam Aldi melihat energi kematian yang tipis. Tanpa berpikir lama, Aldi dan tim langsung masuk kedalam Jurang Kematian.