
Seven Soul memiliki pembudidaya tingkat Pengakuan tahap 9, dia adalah Rocky Sang Burung Roc.
Jadi Aldi mengambil resiko untuk segera melancarkan serangan kepada Duke Haikal dan Ball Baster.
Aldi segera menuju istana kerajaan Banjarmasin. Dia membawa catatan yang akan merubah kerajaan Banjarmasin menjadi lebih baik.
Ketika dia sampai, seorang petualang kelas SS langsung menghadang. Berita tentang kepergian Aldi menuju istana Kerajaan sudah tersebar.
Orang yang menyebarkan adalah Aldi sendiri. Dia ingin melihat kerajaan Banjarmasin mengeluarkan kekuatan penuhnya.
"Shen Zero, kau tidak di ijinkan menemui Raja. Tolong jangan keras kepala." Seorang petualang kelas SS memperingatkan.
"Romy jangan banyak bicara, segera singkirkan saja bocah itu!" perintah seorang penasehat kerajaan Banjarmasin.
Dia tidak memiliki kekuatan yang baik, tetapi pengaruhnya di kerajaan Banjarmasin sangat tinggi.
"Aku datang untuk perdamaian. Bukan mencari masalah, tolong biarkan aku bertemu Raja. Ada sesuatu yang perlu aku sampaikan secara pribadi."
Aldi berkata sopan bukan karena dia takut kekerasan. Namun karena dia berencana beraliansi dengan Kerajaan Banjarmasin.
Kerajaan Brunai dan Tanjungpura sudah menyiapkan pasukan untuk merebut kekuasaan Banjarmasin.
Aldi membawakan bukti sebuah catatan dan sebuah foto. Karena teknologi di Kalimantan sedikit tertinggal, Aldi harus menjelaskan kegunaan foto.
Namun penasehat kerajaan tidak menijinkan lewat. "Tidak bisa, Romy jangan banyak bicara langsung ringkus dia!" Penasehat kerajaan menunjuk Aldi dengan tatapan tajam.
Aldi telah mengetahui keburukan dari penasehat, dia sudah mencatat semua perbuatan buruknya.
Penasehat Kerajaan sering memanfaatkan kekuasaan untuk memungut pajak ilegal. Karena Raja sangat mempercayainya, dia tidak pernah mendapat hukuman.
Romy sedikit ragu, karena dia tidak dapat melihat kekuatan Aldi. Dia merasa sedang berhadapan dengan monster tua yang mengerikan.
Aldi tersenyum untuk mengintimidasi, dia tidak ingin orang berbakat seperti Romy menjadi musuh.
"Baiklah, kalau aku tidak boleh lewat." Aldi menghilang seperti debu yang tertiup angin. Dia menuju ruang kerja Raja.
Raja sedang membaca informasi tentang peperangan diwilayah perbatasan. Kerajaan Tanjungpura sudah mulai bergerak.
Namun semua kekuatan Kerajaan Banjarmasin sedang berfokus kepada seseorang yang tidak penting.
"Sial," ucapnya pelan.
Aldi muncul di kursi tamu ruang kerja Raja Banjarmasin. Dia langsung duduk seperti orang yang sudah sangat akrab dengan Raja.
"Aku bisa membantu, tapi lihat lah catatan ini," kata Aldi sambil memberikan buku catatan.
Raja segera mempelajari, dia sadar tidak bisa merasakan kehadiran Aldi. Artinya kekuatan orang Aldi jauh melebihinya.
Raja Banjarmasin merupakan petualang kelas SS yang pernah menempati peringkat sepuluh besar. Namun dia merasa dibawah seorang anak bernama Aldi.
Setelah membaca semua buku catatan, wajah Raja mulah berubah serius. Dia tidak menyangka semua orang terpercaya menjadi orang yang memalukan.
Bahkan Duke Martapura juga mempunyai sisi buruk, tetapi masih dalam batas wajar. Namun untuk Duke Haikal, dia harus segera bersikap tegas.
"Apa informasi ini benar?" tanya Raja Banjarmasin.
Aldi dengan santai menjawab, "Aku bisa menjamin informasi itu 100 pesen benar. Tim penyelidikku bekerja secara profesional."
"Jika tebakanku benar, minuman konsentrasi hanya pengalihan isu, Kan?" tanya Raja Banjarmasin segera menenangkan hatinya.
"Seperti yang diharapkan dari Raja Banjarmasin yang bijaksana. Anda sudah mengetahui informasi itu, Kan?" tanya Aldi dengan senyum tipis di bibirnya.
Aldi mengetahui bahwa Raja sebenarnya sudah mengetahui keburukan para Duke, bahkan kerjasama Duke Haikal dan masyarakat Rahasia Ball Baster.
Namun Raja percaya bahwa semua masih dalam kontrolnya, sebelum Aldi beberikan buku catatan pada halaman terakhir.
Raja juga mengetahui bahwa selirnya telah di culik dan dibunuh oleh Duke Haikal, tetapi dia memilih untuk berpura-pura tidak tahu.
Kekuatan Duke Haikal masih sangat dibutuhkan untuk berdirinya Kerajaan Banjarmasin.
"Semua informasi yang ada di dalam buku catatanmu sudah aku ketahui. Kecuali satu informasi dengan tinta warna merah."
Informasi yang di sebutkan dalam tinta merah tentang keberanian Kerajaan Tanjungpura membuat masalah.
Tanjungpura menerima dukungan dari masyarakat Rahasia Rock Baster dan Kerajaan Brunai. Rock Baster merupakan musuh berurutan dari Ball Baster.
Hingga akhirnya Ball Baster bergeser untuk meminta dukungan dari Duke Haikal. Secara tidak sadar, perang Kerajaan hanya sebuah permainan di mata para masyarakat Rahasia.
Sang Raja baru mengetahui seberapa kuat para pasukan masyarakat Rahasia Ball Baster dan Rock Baster.
Dia merasa bahwa Kerajaan Banjarmasin hanya sebuah pasukan anak-anak. Aldi hanya menuliskan petualang kelas SS di Ball Baster lebih dari 10 ribu orang.
"Aku bisa membantu menguasai wilayah Kalimantan," kata Aldi sambil tersenyum. Dia menyeduh teh yang ada di meja tamu.
"Seberapa kuat orang mu?" tanya Raja Banjarmasin dengan ekspresi serius.
"Setidaknya lebih kuat dari pasukan Ball Baster." Aldi menjawab sambil menganduk teh.
"Apa kau memiliki 10 ribu petualang kelas SS?" tanya Raja Banjarmasin.
"Besok anda akan mengetahui berita tentang perbuatan pasukan Seven Soul." Aldi menjawab sambil menyeruput teh yang dibuat.
Seorang petualang kelas SS, Romy segera memasuki ruangan Raja karena ada informasi dari pasukan di Bukit.
Romy terkejut melihat Aldi duduk dengan santai didepan Raja Banjarmasin. Dia segera menghunuskan pedangnya ke arah Aldi.
"Hentikan, jangan mempersulit dia. Berita apa yang ingin kau sampaikan?" tanya Raja Banjarmasin sambil melambaikan tangan.
"Pasukan gabungan yang di pimpin Duke Haikal sebagian sudah dimusnahkan oleh musuh. Informasi kirim oleh Duka Haikal secara pribadi."
"Dimana dia sekarang?" tanya Raja Banjarmasin.
"Sekarang beliau sudah pergi," jawab Romy tegas.
Romy merupakan orang paling setia di sisi Raja Banjarmasin. Bahkan Duke Martapura mempunyai pikiran untuk mengkhianati Raja Banjarmasin.
Jika Raja Banjarmasin tidak bertindak tegas, Duke Martapura tidak akan membantu menangani masalah Kerajaan Banjarmasin.
"Baiklah sekarang aku percaya. Jadi bagaimana kita menghadapai pasukan mereka?" tanya Raja Banjarmasin memandang Aldi yang duduk santai sambil menyeruput teh panasnya.
"Tidak perlu terburu-buru. Biarkan pasukan Seven Soul bergerak melemahkan Ball Baster." Aldi dengan santai menjawab sambil menuangkan teh kedalam cangkir.
"Apa yang akan kau lakukan kepada Duke Haikal?"
"Kau tahu, setiap orang yang mempunyai dendam sepertinya tidak boleh dibiarkan hidup di dunia." Aldi menjawab sambil menutup matanya pelan.
Raja Banjarmasin dan Romy mengerti apa yang dimaksud Aldi. Nasib Duke Haikal sudah tidak mungkin untuk ditolong.
Setelah menyeruput teh sampai habis.
"Sudah waktunya untuk pergi, aku tunggu anda mengunjungi pasukan Seven Soul di markas besar daerah Pontianak."
Aldi menghilang seperti debu yang tertiup angin.
"Bocah yang mengerikan," kata Raja Banjarmasin. Dia bisa melihat umur seseorang dengan mata istimewa miliknya.
Matahari mulai bersinar, Duke Haikal sangat tersisa, dia telah kehilangan 70 persen wilayahnya. Bantuan dari Ball Baster juga sudah berhenti, karena banyak korban jatuh melawan pasukan yang tidak mereka ketahui.
Seven Soul bergerak diam-diam seperti biasa. Keahlian mereka memang menjadi pemburu dari kegelapan.
Walaupun jika mereka perang langsung masih bisa menang dengan mudah. Aldi ingin mengembangkan semua pasukan Seven Soul sebagai pribadi yang cerdas dalam perang.
Selama bisa menyerap tanpa terluka, kenapa harus berperang secara adil. Itulah yang sudah ditanamkan kepada semua pasukan Seven Soul.
Namun mereka tidak akan kabur jika sudah ditemukan. Semangat membawa akan mereka tunjukkan jika hal itu terjadi.
Duke Haikal mengirim pesan kepada 11 Duke dan Raja. Namun tidak mendapatkan balasan. Semua orang seperti tutup mata Duke Haikal sengsara.
Keburukan setiap Duke ditulis di sebuah buku catatan dan di kirim langsung ke ruang kerjanya oleh Shen Wu.
Aldi menulis keburukan setiap Duke dengan sangat detail. Bahkan ketika mereka kencing dicelana ketika ketakutan.
Setelah menerima buku catatan, mereka juga menerima pesan dari Raja Banjarmasin untuk tidak membantu Duke Haikal.
Semua Duke mengira bahwa Raja Banjarmasin yang mengirim buku catatan untuk memperingatkan mereka masalah Duke Haikal.
Ketika melihat informasi dalam buku catatan, Duke Martapura merupakan yang paling terkejut. Dia tidak menyangka bahwa Raja memperhatikan seluruh pergerakannya.