
Kim Hoon dan Kim William masih berada di tingkat Immortal Putih, tetapi kombinasi serangan mereka sangat hebat.
Bahkan Immortal Kuning bukan tandingan mereka berdua. Namun kali ini lawan mereka adalah seorang Immortal Jingga.
Kris menyerang kearah Kim William yang dianggap sedikit lebih lemah dibandingkan Kim Hoon. Namun serangannya dapat di belokkan dengan teknik baguazhang.
"Sudah aku duga kamu memang sangat kuat, Kris!" ucap Kim William.
Tanpa menjawab Kris melancarkan serangan yang lebih kuat. Namun kali ini Kim Hoon tidak tinggal diam.
Dia mengacaukan titik serangan, sehingga membuat Kim William dengan mudah membelokkan serangan lawannya.
Setelah membelokkan serangan Kim William mendapatkan kesempatan menyerang, karena pertahanan Kris sedikit terbuka.
Melihat Kim William ingin menyerang, Kris tersenyum lebar. Dia sudah menunggu kejadian itu untuk melancarkan serangan kuat.
Kim William yang melihat senyum Kris segera menyadari niatnya. Karena pil daun emas pohon dunia, kecepatan refleknya meningkat pesat.
Serangan Kim William yang sebenarnya menyerang bagian perut bawah di ubah mengambil kaki kanan Kris dan melemparnya kebawah.
Setelah terlempar kebawah Kris segera menstabilkan pijakannya. Namun sudah terlambat dia melihat lawannya dibawah sedang bersiap.
Kim Hoon yang sudah menunggu dibawah menggunakan teknik pukulan kura-kura hitam yang sangat menyakitkan.
Ledakan energi besar memicu banyak pembudidaya beladiri mendatangi mereka. Pertarungan antara Kim bersaudara dan Kris di lihat oleh banyak orang.
Kris merasa harga dirinya telah jatuh setelah menerima pukulan dari lawannya. Dia melepaskan energi terbaiknya, sekarang dia akan menggunakan kekuatan tingkat Immortal Jingga.
Merasakan energi meledak Kris, Kim Hoon dan Kim William langsung berlari bersembunyi sebaik mungkin.
Mereka tidak akan bisa menang melawannya secara langsung. Mereka harus menggunakan medan pertempuran untuk mengimbangi kekuatannya.
Karena pertarungan mereka terletak di pegunungan, Kim Hoon dan Kim William harus bersembunyi sebaik mungkin sebelum melancarkan serangan.
Pasukan Immortal lainnya juga sudah bersembunyi menggunakan peralatan buatan Shen Qiu. Senjata laser mereka pegang erat, karena musuhnya bukan seseorang yang mudah di kalahkan.
"Pengecut, segera keluar kalau kalian punya nyali," kata Kris dengan nada tinggi. Dia berteriak karena tidak bisa mendeteksi keberadaan Kim bersaudara.
Aldi di dalam penjara melihat seorang kakek tua dengan rambut putih serta pakaian yang berantakan sedang di gantung kedua tangannya.
"Kamu pergilah, benda yang aku berikan harus dirahasiakan!" kata Aldi melihat sipir yang mengikutinya.
Kakek tua itu melihat Aldi dengan mata melebar, "Kamu akhirnya sampai, Nak!" ucapnya dengan suara lemas.
Aldi langsung memeluknya, tidak lupa dalam pelukannya dia memeriksa keadaan tubuh ayahnya. Dia sangat terkejut ketika melihat binatang buas ayahnya tidak terkendali dalam tubuh.
Jika dibiarkan, maka ayahnya akan kehilangan energi kehidupan. Sedangkan kekuatannya di segel oleh kedua rantai yang mengekang tangannya.
Andi melihat anaknya ingin memotong rantai yang mengekangnya. "Rantai itu sangat kuat, bahkan seorang Immortal Jingga tidak akan bisa memotongnya."
Aldi tersenyum, dia mengeluarkan pedang peninggalan Adam yang telah dimodifikasi dengan badan dari Lava dan Bima.
"Secret Blade," kata Aldi menggunakan teknik khusus untuk memotong benda yang terselimuti simbol khusus.
Dua tebasan pedangnya langsung memotong rantai dengan sangat rapi. "Kita harus kabur terlebih dahulu, rekanku tidak bisa bertahan lama."
Aldi membawa tubuh Andi yang sangat kurus keluar dari penjara. Ketrampilan kakinya sangat hebat, jadi para penjaga penjara tidak dapat melihatnya.
Bahkan orang yang sebelumnya menemukannya tidak dapat melihat Aldi keluar dari dalam ruangan.
Setelah beberapa saat penjaga penjara merasa ada sesuatu yang salah, karena tidak mendengar pembicaraan mereka berdua. Dia segera masuk dan tidak melihat orang didalam.
"Sial, mereka kabur. Semua sipir segera cari penyusup," teriak sipir penjara yang menunggu Aldi di depan pintu.
Dia merasa sangat terhina sebagai seorang wakil sipir bisa ditipu dengan mudah. Namun ada sedikit kebingungan dalam benaknya, seharusnya bola pendeteksi bisa mendeteksi seseorang yang bukan dari keluarga Nur.
Kim William dan Kim Hoon memuntahkan darah karena tidak dapat mengimbangi pertempuran dengan Kris.
"Segera kabur!" ucap Aldi kepada seluruh pasukan yang mengepung penjara.
Semua orang yang memegang senjata laser segera menyerang Kris untuk menyelamatkan Kim Hoon dan Kim William yang terluka.
1 juta tembakan laser mengarah ke satu titik yaitu Kris. Sedangkan pasukan lainnya melempar bom asap untuk menghilangkan jejak.
Setelah asap sedikit menghilang, Kris masih berdiri kokoh di pusat serangan. "Sial, siapa sebenarnya mereka!"
Kemudian dia memuntahkan darah dari mulutnya, dan luka pada tubuhnya mulai terbuka. Karena kekuatan sebenarnya dari Kris adalah menyembunyikan luka.
"Siapa yang berani memberontak keluarga Nur," seorang pengamat perang melihat pertempuran organisasi rahasia melawan penjaga penjara Nusa.
"Hanya orang bodoh yang berani melawan keluarga Nur, tetapi aku merasa orang seperti mereka dibutuhkan."
"Benar, keluarga Nur sudah ribuan tahun tidak pernah merasakan ancaman. Terakhir kali Odin menyerang, keluarga Nur tidak mendapat banyak korban."
Diskusi panas mulai membenarkan perbuatan penyerang. Rumor miring juga mulai tersebar luas di kalangan penduduk daratan tengah.
Keluarga Nur sengaja tidak melawan organisasi Odin karena mereka adalah sekutu yang sebenarnya dipersiapkan Odin.
Berita tersebut menyebar sangat cepat, bahkan sampai ke wilayah Dewa dan Iblis. Karena Lucifer tidak sedang berada di istana, dia tidak mengetahui berita.
Sedangkan wilayah Dewa semakin panik, mereka tahu bahwa penyerang adalah pasukan Seven Soul yang di katakan Bishamoten.
Serangan laser yang di gunakan pasukan Seven Soul sama seperti yang digambarkan Bishamoten, tetapi ledakan yang dihasilkan lebih kuat.
"Kris tidak mudah di tumbangkan. Namun Seven Soul bisa melakukan perlawanan seperti itu, segera bentuk pasukan Immortal Kuning dan mencari keberadaan Seven Soul!" perintah Zeus.
Dia merasakan ancaman Seven Soul semakin tumbuh, bahkan lebih mengerikan daripada organisasi Odin sebelumnya.
Jika organisasi Odin menggunakan manusia biasa untuk bertarung, Seven Soul menggunakan senjata aneh untuk menjatuhkan yang lebih kuat.
Hal yang paling membuatnya khawatir adalah pernyataan Bishamoten yang mengatakan bahwa senjata itu akan meledak jika dipegang orang lain.
Bahkan dapat membunuh seorang tingkat Dewa Sejati dalam radius ledakan yang sangat besar.
Raja Qin Huang menerima berita tentang pemberontakan di penjara Nusa, dia tersenyum melihat laporan yang mengatakan bahwa Nur Andi telah kabur.
"Sepertinya ada orang baik di dunia ini yang bisa membantunya," kata Raja Qin Huang. Dia tidak dapat melakukan apapun karena posisinya sebagai raja manusia.
Aldi membawa ayahnya menuju daratan rendah, tepatnya di wilayah serigala mutan. 10 juta prajurit mengikutinya dari belakang dengan langkah yang sangat sunyi.
Setelah sampai di markas besar Seven Soul. Aldi langsung mengedarkan energi jiwa untuk. Membuat segel kepada monster buas.
Setelah berhasil membuat segel kepada monster buas, Andi pingsan. Seiring berjalannya waktu, wajahnya yang keriput dan rambut putihnya segera membaik.
Karena Aldi sudah mengetahui komposisi kalung keluarga Nur, jadi dia sangat mudah membuat tiruannya.
"Semua kembali ke Dunia Buatan, sebaiknya kalian segera menerobos tingkat selanjutnya. Aku merasa ada pasukan kuat sedang menyerang!" perintah Aldi kepada anggota inti.
Kim bersaudara juga sedang terluka, jadi mereka harus beristirahat di Dunia Buatan. Karena di sana ada energi asal yang melimpah.
Setelah beberapa waktu, Nur Andi bangun dari tidurnya. "Apa aku tidak bermimpi?" kata Nur Andi melihat Aldi didepannya.
"Iya, ayah. Aku datang untuk menyelamatkanmu," kata Aldi sambil memeluk ayahnya.
"Sekarang kamu sudah tumbuh sangat kuat, apa kamu ingin mendengar cerita tentang ibumu?" tanya Nur Andi.
Tanpa mengeluarkan perkataan, Aldi mengangguk menandakan persetujuan..
Ibu Aldi adalah seorang makhluk luar angkasa yang seharusnya tidak di Dunia Maha Tinggi. Kala itu Nur Andi sedang berlatih di bawah Air terjun, Alice jatuh dari langit menghantam batu hingga berlubang.
Alice kehilangan ingatan ketika bertemu Nur Andi. Jadi Andi membawanya menemui kakeknya, Nur Hamzah.
Ketika itu Nur Hamzah adalah seorang Immortal Hijau tahap 9. Dia merupakan Leluhur terkuat keluarga Nur.
Dia adalah alasan kenapa keluarga Nur tidak kehilangan banyak pasukan ketika menghadapi organisasi Odin.
Dengan otoritasnya kakek Nur Andi mengangkat Alice sebagai bagian dari keluarga Nur dan menjadi istri Nur Andi.
Namun keputusan itu mendapat tentangan dari 7 Leluhur keluarga Nur. Akhirnya Nur Hamzah jatuh kedalam skema licik keluarganya.
Sedangkan Nur Andi dan Alice dijatuhi hukuman seumur hidup. Namun melihat Alice yang mengandung, Nur Andi kabur dari penjara bersamanya.
Mereka membelah dimensi untuk menuju Dunia Utama, hingga akhirnya Alice berhasil melahirkan dengan selamat.
Namun keluarga Nur menemukannya di Dunia Utama, Nur Andi menggunakan seluruh kemampuannya untuk melindungi anaknya, Nur Aldi.
Namun karena kekuatannya di segel, dia tidak bisa bertarung dengan kemampuan penuhnya.
Nur Andi terkenal sebagai seorang Dewa Sejati ketika berumur 25 tahun, tetapi kekuatan sebenarnya setelah menikah dengan Alice adalah Immortal Jingga.
Walaupun Nur Andik lebih lemah dari Nur Andi, dia mempunyai peralatan khusus peninggalan Leluhur untuk menyegel kekuatan keluarga Nur.
"Kami meninggalkanmu dengan serpihan jiwa. Namun sepertinya kamu tumbuh lebih baik dari yang kami kira!" kata Nur Andi dengan suara pelan.