
Hari mulai cerah, Aldi dan Shie menyiapkan kebutuhan mereka untuk pergi ke sekolah. Aldi memberikan kaling penyimpanan untuk memudahkan Shie membawa semua barangnya, jadi mereka hanya membawa tas dipunggung.
"Sepertinya kita butuh kendaraan pribadi." Shie berkata ketika dia duduk di halte.
"Aku tidak mau terlalu mencolok... tapi setelah aku pikir memang benar kita perlu membeli kendaraan pribadi," kata Aldi yang sedang memegang dagunya
Mereka menuju toko Jun Auto Automotif. Toko itu menjual bermacam kendaraan pribadi seperti sepeda motor, dan kendaraan umum lainnya. Jun Automotif merupakan salah satu perusahaan keluarga Jun yang bergerak di bidang automotif industri. Keluarga Jun merupakan keluarga terkaya nomor 5 di seluruh Negara Kediri.
Semua hal yang Aldi pakai merupakan merek yang murah sehingga banyak karyawan yang mengabaikan mereka, tampilan mereka kurang meyakinkan untuk membeli kendaraan.
"Ada yang bisa dibantu, Kak?" kata seorang karyawan yang mendatangi mereka.
"Aku mencari kendaraan pribadi yang biasa dibeli anak sekolah," jawab Aldi dengan senyum ramah.
"Saran saya membeli mobil BMW M43, ini merupakan mobil yang sangat digandrungi semua pemuda di seluruh Kota Bandar."
"Baiklah, aku ambil mobil ini!" kata Aldi sambil menunjuk mobil BMW M43.
Ia membeli mobil itu karena bentuk yang sederhana dan tidak terlalu mencolok, warna mobil itu abu-abu membuat tampak samar seperti mobil keluarga. Sebenarnya mobil BMW M43 merupakan mobil yang sangat mahal, Aldi membelinya tanpa menanyakan harganya.
Aldi mengeluarkan kartu berwarna hijau membuat karyawan itu terkejut. Banyak karyawan yang mengabaikannya merasa menyesal karena mengabaikan tuan muda seperti Aldi.
Mengemudikan mobil tidak mempunyai peraturan resmi, jadi Aldi mengemudikan mobil tanpa serat mengemudi. Banyak jiwa yang terhubung dengan kehidupannya, sehingga mengemudikan mobil sangat mudah baginya.
-Sekolah Menengah 1 Kota Bandar-
Sampai mereka di depan gerbang sekolah, banyak yang melirik mereka.
"Siapa tuan muda ini?"
"Aku tidak pernah melihatnya"
"Lebih baik jangan menyinggungnya, mobilnya saja sudah seharga kurang lebih 120 emas, itu merupakan total kekayaan keluargaku." Seseorang membicarakan Aldi yang mengemudikan mobil.
Penjaga gerbang kaget melihat Aldi yang baru mendaftar minggu lalu membawa mobil super mewah ke sekolah. Sekolah tidak melarang membawa mobil pribadi karena banyak tuan muda bersekolah disini.
"Sepertinya kita terlalu berlebihan," kata Shie yang mendengar semua pembicaraan mereka karena inderanya sudah sangat diperkuat
"Aku tidak menyangka ini menjadi bumerang untuk kita yang ingin met sekolah dengan tenang."
Mereka langsung menuju ke perpustakaan untuk membaca semua buku. Sekolah masih terlalu sepi, menutup penjaga gerbang sekolah akan mulai rame setelah jam 12.
~Tengteng, bel berbunyi menandakan istirahat pertama sudah selesai.
Aldi dan Shie menuju ke ruang kelas untuk memperkenalkan diri.
"Mereka adalah yang membawa BMW M43!" kata seorang laki-laki berpakaian rapi.
"Hoo... jadi mereka orangnya, kita lihat apa mereka mau menjadi bawahan Tuan Muda ini," Kata seorang anak yang tampan kira-kita berumur 15 tahun.
"Aku, Xu Lian. Aku ingin kalian menjadi bawahan ku!" kata Xu Lian menunjuk Aldi yang ingin duduk di kursi paling belakang.
"Aku tidak tertarik!" jawab Aldi tegas sambil menaruh tas punggungnya di kursi.
"Sombong, kau tidak tau aku adalah bos di kelas ini!" kata Xu Lian dengan nada sombong.
Aldi tidak membalas perkataannya karena kelas akan dimulai. Guru didepan kelas hanya diam ketika Xu Lian menggangunya. Posisi keluarga Xu cukup tinggi di kota Bandar karena keluarga mereka banyak yang menjadi pejabat kota.
Dino Ardiansyah dan Wen Long merasa sangat kesal dengan jawaban Aldi, mereka merasa direndahkan.
Tanpa peringatan Dino Ardiansyah menyerang Aldi dengan pukulannya, sayangnya Aldi menangkap pukulannya dengan mudah dan melemparkannya.
"Brengsek!" umpat Dino Ardiansyah yang tangannya terlempar.
Wen Long segera menyerang Aldi yang duduk dengan santai di bangkunya. Wen Long adalah petarung tenaga dalam di tingkat Kuning menengah, jadi pukulannya mengandung tenaga dalam terkuatnya.
Melihat kejadian itu Xu Lian merasa sangat terkejut. Dia merasa bahwa memprovokasi orang yang salah, Wen Long merupakan seorang petarung tenaga dalam yang kuat di keluarganya
"Apa kalian puas, tinggalkan kami sendiri!" kata Aldi dengan menyempitkan matanya sehingga terasa sangat mengintimidasi.
"Kau... Awas, tunggu pembalasanku!" ancam Xu Liang dengan naga yang kasar.
Guru di depan ruang kelas tidak memperdulikan mereka yang bertengkar. Guru itu tau bahwa Xu Ling merupakan anggota keluarga Xu yang sangat mendominasi di kota. Dia sangat membutuhkan pekerjaan ini untuk menghidupi keluarganya.
Kelas telah selesai jam 2 siang Aldi dan Shie menuju perpustakaan untuk melanjutkan belajar mereka. Sekolah tutup jam 6 sore mereka adalah orang yang meninggalkan sekolah paling akhir, bahkan semua guru selain penjaga perpustakaan sudah pulang
Sampai di depan gerbang sekolah Aldi dihentikan oleh sekelompok orang tidak dikenal.
"Keluar kau brengsek!" teriak Xu Ling yang menunggu Aldi keluar sekolah.
10 preman menunggu mereka di depan gerbang sekolah. Preman itu membawa tongkat besi sehingga tampak sangat mengerikan, tapi sialnya mereka bertemu Aldi dan Shie.
"Apa masih belum puas?" Aldi bertanya dengan santai serta keluar mobilnya.
"Hajar si Brengsek itu!" teriak Xu Lian menunjuk Aldi dengan wajah merah.
Sebelum Aldi menggerakkan badannya, Shie berlari menuju para preman itu.
"Krek!" suara patah tulang terdengar di setiap gerakan Shie.
Dalam sekejap 10 preman yang semula sangat sombong tergeletak di jalan. Setiap preman menderita patah tulang membuat mereka tidak dapat berdiri dengan sempurna.
"Sialan, siapa kau? " ungkap seorang preman yang tangannya patah.
"Kau tidak pantas mengetahui siapa aku!" jelas Shie dengan senyum yang mengerikan.
"Brengsek! tunggu pembalasanku! " umpat Xu Lian sambil menaiki mobilnya, dia langsung kabur dengan menginjak kecepatan mobilnya.
"Siapa kalian?" tanya Aldi di depan 10 preman yang ingin menyerangnya
"Ampuni kami, Tuan!" jawab Deni, ia adalah ketua para preman itu.
Aldi tersenyum mengerikan membuat para preman itu menundukkan kepalanya.
"Aku ingin kalian jadi pengikut ku!" perintah Aldi dengan nada yang mengintimidasi.
"Ba... Baik, tapi aku memiliki banyak anggota lain," jelas Deni.
"Aku tidak peduli, Aku membutuhkan pekerja preman seperti kalian, lebih tepatnya karyawan, jika kalian mengikuti makan masa depan kalian akan sangat menjanjikan."
"Jadi apa yang ingin Tuan lakukan kepada orang seperti kita?"
"Bisnis ... Aku ingin membangun bisnis dengan kalian sebagai tenaga kerja!"
"Tuan, kita tidak mempunyai pengalaman di bidang itu"
"Serahkan semua padaku, aku hanya ingin kalian setuju, jangan panggil aku Tuan itu sangat canggung, panggil aku Bos!"
"Baik, Bos!' semua preman yang patah tulangnya menjawab dengan menahan rasa sakit.
Aldi memberikan pil untuk menyembuhkan tulang mereka, pil itu tidak langsung membuat tulangnya sembuh seketika, hanya membutuhkan 7 hari untuk membuat mereka sembuh.
Aldi berencana untuk membuka Toserba atau sering disebut toko serba ada. Setelah beberapa bulan dia di kota Bandar, toko serba ada sangat jarang dijumpai.
Dia sudah menggambar tempat yang potensial untuk pemasarannya, sehingga dia menawar beberapa tempat untuk disewa.
"Bos, kami datang."
Deni beserta 30 anggotanya datang menemui Aldi dirumahnya. Aldi menjelaskan bagaimana bisnisnya berjalan secara rinci dan bagaimana tugas mereka.