
Peperangan ini membawa dampak buruk bagi keluarga Hardiman.
20 orang meninggal pada pertarungan itu, bahkan pria dengan kekuatan Jingga Puncak meninggal.
Jika Aldi dan temannya tidak datang, sudah dipastikan keluarga Hardiman akan hancur.
Kediaman keluarga Hardiman kembali tenang, Aldi yang tetap memasok pil penguat tubuh membuat pemulihan keluarga Hardiman menjadi lebih cepat.
Tidak berasa 6 bulan telah berlalu dengan tenang.
"Bos, sepertinya kita salah," kata Kim Hoon sambil membawa kertas.
Tanpa menunggu jawaban dari Aldi, Kim Hold berkata, "Aku sudah mengikuti keluarga Sikong selama ini, tapi mereka tidak mempunyai penyokong dari masyarakat Demi Rahasia."
Kim Hoon sekarang merupakan pembudidaya beladiri tingkat Coklat Atas, jadi sangat mudah baginya untuk mencari informasi yang lebih akurat.
Setelah Aldi membaca kertas itu, ia tersenyum. "Jika mereka ingin perang dagang, maka akan aku turuti," ucap Aldi lirik.
Aldi menginstruksikan semua mitra kerjanya untuk mengikuti strategi yang akan dijalankannya.
Keuangan Aldi seperti sumber tidak berujung, jadi melawan keluarga Sikong dalam hal kekayaan bukan hal yang susah baginya.
Terdengar suara meja yang di pukul dengan tangan di ruang direktur perusahaan Sikong.
"Apa yang terjadi?" kata Sikong Jiao kesal melihat toko milik Aldi kembali ramai.
Sikong Jiao mengira bahwa Aldi tidak bisa berbuat banyak, karena itu Aldi hanya dapat menerima tekanan dari keluarganya.
Pendapat keluarga Sikong mulai berkurang, bahkan mereka menjual beberapa asetnya untuk menutupi kerugian.
Aset yang mereka jual sebenarnya di beli oleh Aldi menggunakan perantara, jadi secara tidak langsung ia memakan keluarga Sikong.
"Aldi, kau sudah 1 bulan berperang dagang dengan keluarga Sikong, bukankah sudah waktunya untuk mengakhirinya?" tanya Simon Hardiman.
"Iya, Paman," ucap Aldi lirih.
Aldi dan Kim Hoon menuju kediaman keluarga Sikong. Mereka berencana untuk menyelesaikan masalah ini.
Sedangkan di kediaman Sikong sedang mengalami panik berlebihan, kecuali satu orang Sikong Yu.
"Sial, kita hancur," kata Sikong Jiao dengan ekspresi cemas.
"Ayah, apa ini karena ku?" tanya Sikong An.
Mendengar Sikong An yang bertanya, Sikong Yu berkata, "Iya, ini semua karena mu!"
Sikong Yu merupakan cucu dari kepala keluarga sebelumnya. Ayahnya meninggal dengan tidak wajar, ia dibunuh oleh seseorang. Ketika itu Sikong Yu masih berumur 9 tahun.
Orang yang paling ia curigai adalah Sikong Jiao, karena dia paling diuntungkan.
Kakeknya tidak dapat berbuat banyak, ketika itu umurnya sudah lebih dari 80 tahun.
Ibunya merupakan istri ketiga dari ayahnya. Hanya dia yang memperjuangkan keadilan, tapi ia juga meninggal dalam kecelakaan mobil.
Sikong Yu sangat membenci Sikong Jiao, tapi dia tidak punya kekuatan untuk melawan. Ia hanya bisa menyembunyikan kebenciannya.
Saat Sikong Jiao menyinggung musuh yang merepotkan, ia malah senang dengan keadaan itu.
Untuk Anak dari Istri pertama dan kedua tidak memperdulikan kematian ayahnya, mereka hanya bersenang-senang seperti Sikong An.
"Sikong Yu, jaga ucapan mu!" bentak Sikong Jiao.
"Paman Jiao, semua orang disini tau siapa penyebab kejadian ini," kata Sikong Yu.
Semua orang yang hadir didalam rapat internal keluarga tidak membantah, sebenarnya mereka sudah tau siapa yang benar dan salah.
Aldi dan Kim Hoon yang bersembunyi mendengar semua perkataan mereka dengan jelas.
"Sikong Yu, orang yang menarik," gumam Aldi.
Sikong Yu masih berumur 24 tahun, ia juga merupakan komandan pasukan keluarga Sikong.
"Sekarang bukan waktunya untuk bertengkar, keadaan kita semakin tidak buruk," ucap seorang Wanita Tua.
Wanita itu merupakan nenek Sikong Yu yang masih hidup, ia mencapai umur 80, tahun lalu.
Sejak kecil Sikong Yu tidak pernah meminta nafkah dari keluarga Sikong.
Akhirnya semua orang mendiskusikan masalah yang terjadi dengan lancar.
Sikong Yu memberi saran agar mereka menyerah, sedangkan Sikong Jiao yang mempunyai harga diri tinggi tidak mau melakukannya.
Perdebatan sengit terjadi di pertemuan. Akhirnya mereka bersepakat untuk terus melanjutkan sampai habis.
Sikong Yu kembali ke tempat istirahat dengan ekspresi suram.
"Sial!" ucap Sikong Yu pelan.
Orang itu tidak lain adalah Aldi.
"Kau ... apa maksudmu kesempatan?" ucap Sikong Yu kaget. Ia merupakan pria yang cerdas, jadi dia dapat menenangkan dirinya dalam sekejap.
Sikong Yu awalnya kaget karena kamarnya terletak di lantai 4.
"Aku melihat semuanya, kau pasti ingin membalas dendam." Aldi berkata sambil berjalan mendekati Sikong Yu.
"Kau bisa melupakannya, Jiao mempunyai pendukung yang kuat," ucap Sikong Yu sambil menghela nafas.
"Bukan tidak mungkin jika kau berdiri di sampingku, tapi harganya sangat mahal," ucap Aldi dengan senyum.
Sikong Yu menjelaskan dukungan keluarganya, mereka didukung Lelaki Tua dari Red Cape.
Secara kebetulan salah satu Lelaki Tua yang Aldi bunuh merupakan dukungan Sikong Jiao.
Kim Hoon melirik Aldi, ia tidak berkata apapun sebelum Aldi memberitahunya.
Akhirnya Aldi tidak memberitahu bahwa Lelaki Tua pendukung keluarga Sikong telah disingkirkan.
"Jadi apa keputusanmu?" tanya Aldi.
Sikong Yu memejamkan matanya, ia berkata, "Biarkan aku berfikir dahulu."
"Apa pendapatmu tentang orang ini?" kaya Aldi sambil menunjuk Kim Hoon.
"Kalian sangat misterius, aku tidak mempunyai pandangan lain," jawab Sikong Yu pelan.
Mendengar itu, Aldi berkata, "Pria disebelah ku dapat mengalahkan pendukung Sikong Jiao dengan mudah!"
Pernyataan Aldi membuat hati Sikong Jiao berdebar kencang. Dendam yang ia pendam tiba-tiba meluap.
"Apa aku bisa membalas Sikong Jiao?" tanya Sikong Yu dengan mata merah.
"Aku jamin kau dapat melakukannya, tapi harganya mahal. Kau harus menjadi bawahan ku seumur hidupmu," ucap Aldi.
Mendengar itu, Sikong Yu berkata, "Aku tidak peduli konsekuensinya, ini kesempatan." Sikong Yu mulai tertawa.
Aldi memberikan segel seperti Kim Hoon untuk menguji kesetiaannya. Ia juga memeriksa keadaan tubuh Sikong Yu. Kekuatan Sikong Yu sekarang di tingkat Jingga Atas.
"Hah ... Surga!" ucap Aldi kaget setelah memeriksa tubuh Sikong Yu.
Tubuh yang belum terbangun tidak bisa dilihat dengan kemampuan Mata Langitnya.
Sikong Yu mempunyai Tubuh Phoenix yang terkenal dengan keabadiannya.
Seseorang yang menguasai tubuh ini, ia dapat menghidupkan kembali dirinya sendiri ketika dia mati.
Selama Api Phoenix tidak padam dia akan terus hidup kembali.
Sikong Yu mempunyai potensi seperti Tubuh Naga, Shie. Sayangnya teknik beladiri keluarga Sikon terlalu buruh untuk membangkitkan Tubuh Phoenix.
Aldi tidak ingin membuka paksa Tubuh Phoenix, hal itu akan mempengaruhi kemajuannya dimasa depan.
Aldi memberikan teknik beladiri yang dapat membangkitkan kekuatan sejati Tubuh Phoenix.
"Aku sudah memberimu kesempatan, segera selesaikan masalahmu di keluarga ini. Untuk Red Cape, aku akan mengurusnya!" perintah Aldi.
"Baik, Bos!" jawab Sikong Yu tegas.
Aldi memberitahunya untuk memanggil dengan sebutan Bos seperti Kim Hoon.
Hal itu ia lakukan agar dapat menajamkan kesetiaan kepadanya.
Pagi hari terdengar berita bahwa Sikong Yu membunuh kepala keluarga Sikong. Ia sekarang di penjara oleh keluarga Sikong.
"Hah ... sepertinya dia kurang terlatih dalam skema," ucap Aldi melihat berita itu.
Keluarga Sikong tidak mau menjatuhi hukuman berat untuk Sikong Yu.
Mereka tau bahwa kekuasaan Sikong Jiao harus segera di lengserkan. Red Cape adalah masyarakat Semi Rahasia yang mendukungnya.
Sikong An yang melihat Ayahnya meninggal didepan mata, ikut bunuh diri.
Pada Akhirnya Sikong Yu dapat dibebaskan, bahkan sekarang dia menjadi kandidat kepala keluarga. Aldi sebagai orang dibelakang Sikong mendukung untuk menjadikannya kepala keluarga Sikong.
Dalam rapat singkat Sikong Yu terpilih sebagai kandidat terkuat.
Keluarga Sikong mendapat cemooh dari berbagai pihak yang telah mendukung Sikong Jiao.
Berbeda dari harapan semua orang, keluarga Sikong hanya dengan 1 bulan dapat menstabilkan perekonomiannya.
Aldi adalah orang yang memberikan instruksi, jadi hal itu sangat wajar.