
Setelah berbincang tentang banyak hal, Aldi dan Kim Hoon pergi ke rumah untuk menemui Shie.
"Saudaraku, sepertinya harimu sangat menyenangkan," kata Aldi melihat Shie yang tersenyum melihat ponselnya.
"Aldi, aku kira kau sudah meninggalkanku," ucap Shie sambil berlari ingin memeluk Aldi.
Aldi menggunakan gerakan kaki untuk menghindari.
Shie yang tidak dapat menangkap, kemudian ia berkata, "Sungguh kejam kau, Aldi."
Ketika Aldi tidak di rumah, ternyata Shie sering ke arena Pertarungan Bawah Tahan. Dia memenangkan setiap pertandingan. Shie memecahkan rekor kemenangan beruntun.
Banyak gadis yang tertarik dengannya, maka dari itu dia tersenyum melihat pesan dari para gadis itu.
Umur Shie masih 13 tahunan, tapi di dunia ini tidak ada batasan umur untuk menikahi seseorang.
Aldi tidak melarangnya, hal seperti itu wajar untuk seorang anak remaja. Tanpa Aldi sadari, ia juga merupakan anak remaja.
Suara telepon Aldi berbunyi. "Aldi, kami sudah datang," kata Ali Linda di telepon.
"Baiklah, aku akan memberikan alamatnya melalui pesan tulis," jawab Aldi.
Dalam 3 hari belakang dia menghubungi beberapa orang yang ia kenal baik, seperti Simon Hardianto, Li Sogun, Elios, dan Andre Silva.
Aldi datang terlebih dahulu, karena restoran itu dekat dengan rumahnya.
"Maaf merepotkan kalian semua," kata Aldi.
Elios tertawa mendengar permintaan maafnya. "Aldi, semua bisnis yang kau sarankan pasti sangat menguntungkan, bahkan jika aku harus berkorban uang, aku akan tetap ikut," ucap Elios dengan nada percaya diri.
"Aldi, aku ingin mengundang temanku, apa pendapatmu?" tanya Simon Hardianto.
"Silahkan, Paman," jawab Aldi.
Orang yang di undang Simon adalah Putra Rahmawan.
Melihat orang yang duduk disebelah Aldi, membuat Alex dan teman-temannya merasa sangat gugup.
Mereka tau semua orang yang duduk di depannya adalah tokoh terkenal, bahkan sering muncul di majalah bisnis.
Setelah menjelaskan model bisnisnya Alex menyodorkan proposal kerja sama.
"Alex, semua yang kau bicarakan tidak penting bagi kami ... semua orang disini ingin menanamkan modal mereka dengan keuntungan di kemudian hari. Proposal yang kau ajukan hanya mengarah ke penghabisan modal dan perkembangan perusahaan yang hanya berdasar spekulasi," kata Aldi dengan ekspresi yang aneh.
Aldi menasehati mereka cukup lama agar perkembangan mereka lebih cepat matang.
Mendengar apa yang dibicarakan Aldi, semua orang yang hadir disebelahnya sangat kaget. Model bisnis yang ia katakan membuat wawasan mereka berkembang, bahkan banyak ide baru yang bermunculan.
Semua yang dikatakan Aldi sangat benar, Alex dan teman-temannya tidak bisa membantah apapun.
Tidak sampai itu, Aldi juga memberikan solusi terbaik untuk keadaan mereka.
"Aku tidak bisa mengawasi kalian setiap saat, itu merupakan solusi yang bisa aku sarankan," kata Aldi.
"Baiklah, jika kalian menggunakan saran Aldi, aku akan menanamkan modal 1000 emas," ucap Elios.
"Aku tidak akan ketinggalan, 5000 emas dapat aku keluarkan dalam setahun," kata Simon Hartono.
Semua orang sisanya ingin memberikan modal 5000 emas. Secara total mereka mengumpulkan 21 ribu emas, belum termasuk modal Aldi.
Mereka akhirnya menandatangani kontrak perjanjian. Walaupun mereka teman kontrak perjanjian merupakan kewajiban yang harus dibuat.
"Terimakasih, Aldi!" kata Alex melirik Aldi yang melihat teman-temannya pergi.
"Kita adalah saudara jadi jangan mengucapkan hal konyol seperti itu, sejujurnya aku sangat marah ketika kau tidak memanggilku saat ada masalah di perusahaan," kata Aldi dengan senyum lembut.
Shie yang ada disebelah hanya tersenyum, sedangkan Kim Hoon menatap kosong tidak percaya akan kejadian yang ia lihat.
"Lain kali, aku tidak akan melupakanmu," ucap Alex dengan malu.
"Itu, Shie!" kata seorang Gadis menunjuk Shie.
Banyak perempuan yang mengejar Shie. Dia sekarang adalah idola bulan hanya di sekolah, ia juga terkenal diantara para pembudidaya beladiri.
"Baiklah Shie, kita akan pergi dulu," ucap Aldi sambil berlari menjauh. Semua orang mengikuti langkahnya berlari menjauh dari Shie.
"Sepertinya saudara kita sudah sangat dewasa," ujar Alex melihat Shie yang berada ditengah para gadis remaja.
"Iya ... kapan kau akan kembali?" tanya Aldi.
"Aldi, aku harus berangkat sore ini ... banyak hal yang harus diurus," jawab Alex.
Mendengar itu Ali Linda berkata, "Iya Aldi, Terimakasih bantuannya."
"Hmm, Semoga Berhasil!" kata Aldi.
"Siapa sebenarnya kau, Bos?" tanya Kim Hoon dengan bingung.
Aldi menyuruh Kim Hoon untuk memanggilnya Bos, supaya mengurangi kecurigaan orang.
"Aku ... hanya gelandangan yang kebetulan lewati!" jawab Aldi bercanda.
Aldi masih berumur 12 tahun, ia mempunyai kekuatan yang sangat mengerikan. Sekarang di mengungkapkan bahwa bidang bisnis merupakan keahliannya.
Hal itu membuat Kim Hoon masih bingung, biasanya orang akan mempunyai satu bakat.
Pengetahuan Kim Hoon masih terlalu dangkal jika dibandingkan dengan Aldi.
"Shie, sudah selesai?" tanya Aldi melihat Shie yang berjalan kearahnya.
"Yeah, aku tidak menyangka menjadi pintar bisa membuat para gadis mendekatimu," kata Shie dengan percaya diri.
Mereka bertiga menuju kantor perusahaan yang dipimpin Deni.
"Deni, apa yang terjadi disini?" ucap Aldi dengan heran melihat banyak kertas yang bertaburan.
"Bos, kita telah diserang orang tidak dikenal," jawab Deni.
Dalam kejadian ini, 10 orang masuk rumah sakit karena luka cukup parah.
Aldi melirik Kim Hoon. "Akan aku serahkan masalah ini padamu," kata Aldi dengan ekspresi serius.
"Baik, Bos!" jawab Kim Hoon dengan tegas.
Kim Hoon langsung mencari informasi apa yang ia butuhkan.
Aldi juga memberikan informasi yang menurut nya dapat membantu penyelidikan.
"Deni, sepertinya beladiri mu telah meningkat lagi," ucap Aldi dengan senyum ringan.
Deni menghadap Aldi, ia berkata, "Semua berkatmu, Bos!"
Deni dan anggota diberikan metode khusus untuk meningkatkan kekuatannya.
Sekarang Deni di tingkat Jingga Awal, sedangan anggota paling lemahnya ditingkat Kuning menengah.
Shie sekarang juga menjadi tingkat 4 puncak, hal itu masih membuat Aldi khawatir.
Setelah mendapat informasi dari Kim Hoon tentang kasta, banyak kemungkinan bahwa kekuatannya masih terlalu lemah.
Setelah seharian penuh Kim Hoon mencari informasi, ia berkata, "Bos, orang yang melakukan ini adalah keluarga Sikong."
"Sudah kuduga, merak masih memprovokasi ku. Sepertinya pelajaran kemarin belum dapat menyadarkan mereka," kata Aldi dengan pelan.
"Bos, menurutku untuk sekarang kita meletakkan masalah ini," ucap Kim Hoon dengan cemas.
"Kenapa?" tanya Aldi dengan ekspresi bingung.
Kim Hoon menjelaskan bahwa ada kemungkinan keluarga Sikong mempunyai penyokong yang sangat kuat.
Saat Kim Hoon menyelidiki kediaman mereka, dia menemukan sebuah susunan aneh.
Melihat susunan itu, Kim Hoon tidak berani mendekatinya.
"Jika tebakanku benar, maka mereka kemungkinan didukung perguruan Semi Rahasia?" tanya Aldi.
"Iya, tapi itu hanya kemungkinan," jawab Kim Hoon.
Sekarang, Aldi mulai memahami kenapa keluarga Sikong masih berani memprovokasinya.
Kemungkinan mereka didukung kekuatan besar sangat tinggi.
Aldi tidak ingin mengambil resiko untuk, ia dan rekan-rekannya harus meningkatkan kemahirannya dalam segala bidang.
"Kau ada benarnya," ucap Aldi.
"Deni, antar aku menemui rekan kita yang terluka." Aldi melirik Deni serta mengisyaratkan untuk memimpin jalan.
Sampai di rumah sakit, Aldi memperhatikan sekitar. Kunjungan kali ini Aldi hanya bersama Shie, serta Kim Hoon ditugaskan untuk bersembunyi.
Aldi menemukan kejanggalan di rumah sakit ini.
"Dani, bawa pulang semua rekanmu!" kata Aldi dengan ekspresi serius.
"Ada apa, Bos?" tanya Deni.
"Aku menemukan kejanggalan di rumah sakit ini."
Setelah Aldi menginstruksikan untuk membawa pulang semua anggota, ia merawat mereka dengan sangat baik. Dalam 7 minggu mereka sudah sehat kembali.