
Waktu berlalu sangat pelan Raja Koster memimpin wilayahnya dengan sangat baik. Dia membebaskan pajak tinggal.
Kerajaan hanya memungut pajak dari perdagangan dan penghasilan tetap atau sering disebut perkantoran.
Hal itu merupakan salah satu saran yang diberikan Aldi untuk mendukung kerajaan Curik. Aldi mendatangkan Lee Yoen untuk membantu pengembangan bisnis di kerajaan Curik.
Alex dan timnya juga terbang ke wilayah Dewata menggunakan pesawat modifikasi. Dalam waktu 2 minggu mereka akan sampai.
Kim William masih belum menemui adiknya, tempat persembunyian Kim Hoon dangat dalam, bahkan orang yang berpengalaman akan kesulitan.
Namun, Aldi menghubunginya telepati untuk menghubunginya. "Kim Hoon," ucapnya.
"Bos, sebentar lagi monster tua itu akan menyerah." Kim Hoon menjawab dengan mengeratkan giginya.
Rasa sakit yang dirasa sudah lebih dari satu tahun lalu,tetapi dia masih sadar. Tekadnya untuk menaklukkan jia Gurkha tidak bisa dianggap remeh.
"Aku mempunyai kejutan yang tidak akan pernah kau sangka," kata Aldi pelan.
"Apa itu?" tanya Kim Hoon.
"Aku menemukan Kakakmu, Kim William," ungkap Aldi dengan senyum di bibirnya.
Perkataan itu seperti sambaran petir di hati Kim Hoon, dia tidak pernah menyangka ada satu keluarganya yang masih hidup.
Setahunya adik tercintanya dibunuh oleh organisasi yang dia layani.
Aldi menjelaskan detail wujud kakaknya dan bagaimana dia bisa bertemu dengannya.
Setelah penjelasan panjang, akhirnya Kim Hoon mengakui bahwa Kim William adalah kakak yang sudah mati.
"Kali ini aku tidak bisa kendor, ini perintah. Segera selesaikan masalahmu, jika tidak aku akan membunuh jiwa Gurkha didalam tubuhmu." Aldi mengatakan itu dengan tegas.
Aldi tidak ingin Kim Hoon terlalu mementingkan jiwa Gurkha. Bahkan tanpa jiwa itu, Aldi dapat membantunya mencapai kekuatan yang lebih tinggi dari Gurkha pada masa jayanya.
Perintah Aldi merupakan sebuah keharusan, Kim Hoon tidak bisa bersantai lagi. Dia melawan jiwa Gurkha dengan sekuat tenaga.
Jika jiwa Gurkha dihancurkan, maka ingatan Gurkha tidak akan menjadi milik Kim Hoon. Hal itu merupakan tujuan Kim Hoon bekerja melawan tanpa harus menghancurkan.
Walaupun sakit terasa sangat menyiksa, ketika berita tentang salah satu keluarganya masib hidup, semangat Kim Hoon berkobar.
Jiwa Gurkha kebingungan ketika melihat perubahan Kim Hoon. "Apa yang terjadi denganmu, Nak?"
"Sejujurnya aku tidak mau mengatakan ini. Bos, telah memerintahkan untuk segera mengakhiri pertarungan ini."
"Orang yang kau sebut Bos itu tidak lain hanyalah semut di mataku."
Kim Hoon tertawa keras, "Apa kau tau seberapa mengerikannya dia?"
"Apa dia lebih mengerikan dariku?" tanya Gurkha yang berbentuk raksasa mengerikan.
"Setidaknya 0,1 persen darinya sepertimu saat ini."
Kim Hoon tidak mengatakan jika gagal dalam 1 bulan gagal menguasai jiwa Gurkha, Aldi akan menghancurkan jiwa Gurkha.
Kekuatan Aldi memang jauh dibandingkan dengan Gurkha saat ini. Namun, Gurkha hanya sebatas jiwa gentayangan.
Sedikit simbol yang ada di dalam Segel Penyerahan dapat mengubahnya menjadi debu. Bahkan kekuatan yang tersisa di dalam jiwanya akan dimurnikan oleh teknik Prinsip Jiwa.
Disisi lain wilayah Barat sedang mengalami tekanan dari masyarakat Rahasia pendukung Blood Axe. Mereka membuat kekacauan di manapun berada.
Mereka sering disebut Rush All. Kekuatan yang mereka kirim di atas tingkat Bumi, bahkan beberapa ada yang ditingkat Langit.
Para petarung inti mereka bekum keluar. Namun dengan kekuatan wilayah Barat dan dukungan dari pasukan Seven Soul, orang yang membuat onar bisa disingkirkan.
Berita tentang masyarakat Rahasia ikut campur dalam masalah masyarakat Duniawi sudah tersebar.
Nama Rush All semakin buruk dimata pada masyarakat Rahasia lainnya.
Karena nama mereka semakin buruk, pemimpin masyarakatnya Rahasia, Rush All semakin menjadi-jadi.
Mereka mengirim beberapa petarung tingkat Raja dan pasukan tingkat Mortal untuk menghancurkan wilayah Barat.
Aldi yang tidak hadir menugaskan Shie dan Shen Haise untuk mengatasi mereka. Dia memerintahkan agar menahan gempuran, tidak menyerang terlalu berlebihan.
Dengan dukungan Shen Haise yang dapat menahan ratusan orang tingkat Raja, kekuatan wilayah Barat akan semakin kuat.
Kali ini Aldi tidak ingin bermain, dia memberikan segel penyelamat kepada setiap prajuritnya.
Kurangnya informasi membuat tindakan Aldi sangat terbatas, dia tidak ingin mengambil resiko dengan menekan masyarakat Rahasia Rush All sampai ke ujung.
Karena perkembangan teknologi di bidang persenjataan semakin meningkat, para pembudidaya tingkat Coklat tidak bisa diandalkan.
Senapan penghancur yang telah dibuat Aldi dapat membunuh pembudidaya tingkat Hitam dalam sekali tembak.
Setiap pasukan yang ditugaskan Aldi mempunyai senapan penghancur itu. Jika mereka melawan tingkat Bumi atau Langit, maka senjata itu masih berguna.
Kecepatan tembakan senapan penghancur dapat menyaingi pembudidaya beladiri tahap Langit.
Senapan penghancur dibuat dari berlian yang didapat dari pemimpin masyarakat Semi Rahasia, Hantu.
Kemampuan senapan ditentukan oleh energi yang disalurkan. Sayangnya, senjata itu tidak dapat melawan pembudidaya tingkat Setengah Mortal.
Kurangnya bahan membuat Aldi tidak bisa membuat wadah untuk menempatkan simbol seperti di senapan.
Aldi berencana kembali ke wilayah Barat setelah mendapat tambang batu misterius yang ditemukan oleh Kim William.
Batu itu berasa di lahar gunung berapi, mereka memancarkan sinar berwana biru cerah.
Hampir seperti menyerupai berlian namun kekuatannya sedikit dibawahnya. Jika berlian mempunyai kekuatan 10 Mohs, maka batu misterius itu mempunyai 9 Mohs.
Mohs adalah satuan kekuatan kekuatan yang sering dipakai untuk mengukur tingkat kekerasan suatu material.
Berlian yang dimiliki Aldi merupakan berlian tingkat rendah. Menurut pengetahuan yang dia dapat dari Alexander, berlian dapat dimodifikasi agar mempunyai kekuatan yang lebih tinggi.
Jika Aldi mendapatkan tambang itu, dia dapat memproduksi senjata masal yang mempunyai daya serang yang sangat mengerikan.
Terbatasnya Berlian yang dia punya menghambat kemajuan teknologi di bidang senjata.
Wilayah Dewata sangat tenang, banyak penduduk yang melakukan perdagangan di pasar.
Aldi merupakan orang yang suka dengan suasana di pasar tradisional, dia sedang berjalan-jalan untuk mencari bahan herbal.
Bahan herbal yang dicari tentu tidak sembarangan, dia mencari sesuatu yang dapat ditanam di dalam Dunia Buatan.
Dalam perjalanan dia menemui seseorang yang dikenal, itu adalah Paman Made yang ditemuinya pertama kali menginjak wilayah Dewata.
Paman Made dan orang yang dukungan wilayah Selatan atau sekarang di sebut Denpasar merupakan dua orang yang berbeda.
Made merupakan marga setiap penduduk yang lahir sebagai anak kedua.
"Paman Made," sapa Aldi yang menggunakan wujud aslinya.
"Aldi, sudah lama tidak melihatmu. Dimana istrimu?" tanya Made dengan polosnya.
Shen Haise dianggap istri dari Aldi. Padahal mereka adalah tuan dan bawahan. Namun, Aldi tidak membenarkan.
"Yah dia sedang di tempat jauh. Sedang apa disini Paman Made?"
"Tentu belanja masak iya mancing di pasar." Dengan nada bercanda Made menjawabnya
"Jangan memanggilku Made, aku mempunyai nama Made Restu. Jadi panggil aku Restu." Lanjutnya sebelum Aldi menanggapi candaan Made Restu.
Kebiasaan Aldi memanggil nama depan seseorang yang baru ditemuinya membuatnya memanggil Made.
"Baiklah," ucap Aldi lemas.
Mereka berbincang di pasar yang ramai, menurut Aldi bicara dengan seseorang di keadaan ramai dapat melatih tingkat fokus.
Karena harus mendengar dan mencocokkan suara agar terdengar kepada lawan bicara.
Setelah selesai menemani Made Restu, Aldi menemui Kim William untuk menuju tempat dia mendapatkan batu biru itu.
"Ayo berangkat, kita tidak mempunyai waktu banyak. Masyarakat Rahasia telah mengambil tindakan di wilayah Barat!" ucap Aldi lugas.