7 Soul Reinforcement

7 Soul Reinforcement
Perang Kecil



Setelah Aldi memberikan perintah, Shen Qui adalah orang pertama yang mengeluarkan senjata Nuklir raksasa. Dia ingin mencoba lagi kekuatan Nuklir supaya bisa di perbaiki kekurangannya.


Melihat Shen Qui mengeluarkan Nuklir Raksasa, semua anggota Seven Soul langsung mundur supaya tidak terkena dampak serangan.


Ledakan besar menewaskan ratusan juta pasukan Langit. Sayangnya hanya pasukan yang telah berhasil melarikan diri, meskipun mereka harus terluka parah.


Setelah ledakan terjadi, seluruh pasukan Seven Soul langsung menarik senjatanya dan melesat kearah musuh yang berjumlah miliaran orang. Untungnya salah satu pemimpin mereka tumbang, sehingga pergerakan pasukan Langit sedikit aneh.


Petra masih hidup, tetapi jiwa kepemimpinannya tidak lebih tinggi dari Aprilia. Jadi semua pasukan tidak beraturan.


Seroang anak mudah berkulit hitam manis muncul di depan Petra, dia adalah Shie yang sudah menyempurnakan kekuatan naga hitam.


"Siapa kau?" tanya Petra sedikit kacau. Sebagai seorang Jendral Langit, seharusnya dia tidak kebingungan seperti sekarang.


Shie tersenyum untuk mengintimidasi musuhnya. "Shie, anggota Seven Soul," jawabnya.


Petra sudah mengumpulkan beberapa informasi tentang Seven Soul, dia mengetahui bahwa Shie adalah salah satu pria terkuat. Namu dia tidak pernah menyangka Shie jauh lebih kuat dar perkiraannya.


Keistimewaannya melihat masa depan selama 3 detik langsung diaktifkan. Namun siapa sangka Shie masih berdiri di tempatnya tanpa bergerak.


"Aneh, kenapa mereka tidak bisa terpengaruh dengan kemampuan milikku," kata Petra dalam hati. Sebelumnya dia tidak pernah gagal menggunakan kemampuannya, hal itulah yang membuatnya bisa bersaing dengan Maha Segalanya tahap 7.


Seorang prajurit yang ingin menyelamatkan Petra langsung menyerang Shie dengan pedang beracun. Namun anehnya Shie tidak menghindari ya, dia sengaja menerima serangan musuh.


"Haha, kamu akan segera mati," kata prajurit Langit yang merasa menancapkan pedangnya pada musuh.


Shie hanya tersenyum sambil menggelengkan kepala. "Kamu terlalu banyak berharap," kata Shie sambil melepas pedang yang tertancap pada tubuhnya.


Pergerakannya sangat santai, bahkan prajurit di belakangnya melihat dengan jelas. Namun setelah selesai melepas pedangnya, Shie langsung mengayunkannya untuk memenggal prajurit yang menikamnya.


Seketika prajurit yang menyerangnya langsung menghilang dari alam semesta. Jiwanya yang akan kabur langsung di serap oleh benda milik Shen Qui.


Petra terkejut melihat pergerakan Shie yang sangat cepat, dia merasa bahwa kekuatannya tidak akan bisa menyainginya selama keistimewaan melihat masa depan masih bisa digunakan.


Namun sekarang dia melawan seseorang yang tidak bisa dibaca pergerakan masa depannya.


"Sial, akan aku tunjukkan kekuatan yang sesungguhnya!" kata Petra dengan ekspresi serius. Walaupun seorang Jendral Langit, Petra masih belum berpengalaman melawan orang yang lebih kuat darinya.


Sekarang dia melawan seorang monster yang tidak diketahui kekuatan sebenarnya. Namun Petra mempunyai harga diri yang tinggi. Dia akan menghadapai Shie dengan kedua tangannya.


Petra adalah pengguna tombak yang bisa mengeluarkan petir di ujungnya. Bahkan petir miliknya bisa melukai Raja Langit, meskipun tidak fatal. Oleh karena itu, Petra percaya diri bisa menjadi kunci utama kemenangan.


Berbeda dengan Raja Langit, Shie berfokus kepada kekuatan tubuh yang sangat kuat. Bahkan potensinya setelah evolusi sedikit aneh.


"Sampai kapan kamu akan berdiri di sana, majulah!" kata Shie sambil tersenyum untuk memprovokasi musuhnya.


Sebelum menyerang, tombak Petra mengeluarkan sebuah baju besi yang melindungi seluruh tubuhnya. Bisa dibilang teknologi ini sama seperti milik Shen Qui, tetapi sedikit berbeda.


Jika Shen Qui mengendalikan peralatannya dengan jiwanya sendiri, sedangkan peralatan Petra seperti ada yang mengendalikan.


"Sombong!" kata Petra setelah berhasil menggunakan baju perangnya. Dia langsung menyerang Shie dengan kekuatan petir dari tombaknya.


Namun Shie tidak menghindar, dia ingin mencoba sakitnya terserang petir milik Petra. Setelah terkena serangan, Shie mengerutkan keningnya, dia tidak menyangka Petra selemah itu.


Tidak ada rasa sakit sedikitpun, bahkan tidak dapat membuat goresan pada tubuh Shie yang sudah berevolusi sepenuhnya menjadi Naga Hitam.


Untuk membuat Petra lebih bersemangat, Shie memukul rahang kanan bagian bawah. Suara penuturan tulang terdengar sangat keras, hal itu membuat Petra terlempar satu kilometer jauhnya.


Shie memanfaatkan tekanan udara di luar angkasa. Walaupun tidak terlalu mematikan, pukulannya bisa menerangkan musuhnya sangat jauh.


Di luar angkasa tidak memiliki gesekan udara sedikitpun. Jadi Shie bisa mengajar Petra sesuka hati.


Anehnya kenapa manusia bisa bernafas di luar angkasa yang tidak mengandung udara. Jawabannya ada pada tingkat kekuatan seseorang.


Jika manusia sudah mencapai Immortal, mereka bisa menggunakan kekuatannya untuk menciptakan oksigen dari energinya.


"Apa Jendral Langit hanya sekuat ini?" kata Shie melihat Petra dengan tatapan menghina. Bukan tanpa alasan, mereka telah berani menyerang kampung halaman ayah Aldi.


"Kamu terlalu sombong!" kata Petra sambil melepaskan aura kuat, dia mengorbankan dirinya untuk meningkatkan kekuatan baju zirah miliknya.


Raungan naga putih terdengar, Shie langsung merasakan sebuah keakraban. "Siapa sebenarnya dia?" tanyanya kebingungan.


Mata Petra berubah menjadi putih, tubuhnya mulai membesar. Baju zirah miliknya menyesuaikan besar tubuhnya yang mulai membentuk naga terbang.


Seekor Naga Putih meraung hingga membuat pasukan Langit yang bertarung menghentikan serangannya untuk sementara. Berbeda dengan Seven Soul, mereka tidak terpengaruh sedikitpun.


Memanfaatkan kesempatan, Seven Soul menebas semua musuhnya dengan serangan mematikan. Mereka percaya Shie dapat menyelesaikan masalah yang telah dimulai.


"Kesempatan bagus, sudah waktunya aku menunjukkan kekuatanku!" kata Shen Haise yang telah merubah wujudnya menjadi wanita cantik bertinggi 178 centimeter.


Dua orang di sebelahnya saling memandang. "Kita sudah kehilangan monster loli Seven Soul?" kata Sikong Yu memandang Nirmala.


"Jangan mengatakan itu, atau kamu akan di hajar lagi," jawab Nirmala tanpa ekspresi jelas. Dia seperti seorang wanita yang siap membunuh siapapun jika mereka mengganggu.


Berbeda dengan wanita polos yang pertama kali ditemukan Aldi. Dia sering menyembuhkan Sikong Yu yang selalu terluka parah karena dihajar Shen Haise.


Sikong Yu tertawa keras, "Ada kamu yang selalu ada di sampingku untuk menyembuhkan semua luka milikku."


Nirmala tidak menjawab, dia tahu bahwa menanggapi Sikong Yu adalah suatu kesalahan besar. Sudah banyak orang yang menjadi korban kejahilannya, tapi selalu berakhir ditinggalkan.


"Majulah!" teriak Shie merubah wujudnya menjadi Naga Hitam yang sempurna.


Ketika kedua naga bertemu, sebuah ingatan tercipta diantara keduanya. Naga Hitam adalah musuh bebuyutan Naga Putih.


Kala itu Naga Hitam yang tidak mau mengurus ikut dalam pembantaian manusia di ganggu oleh Naga Putih yang membawa pasukan naga.


Pertempuran besar terjadi antara Naga Hitam dan pasukan Naga Putih. Namun siapa sangka, Naga Hitam keluar sebagai pemenang dengan luka parah.


Setelah bersembunyi cukup lama, Naga Hitam tersebut bertemu dengan seorang pria berambut hitam dengan mata hitam pekat, dia adalah Moris.


"Manusia, kenapa kamu datang kesini. Aku tidak mempunyai permusuhan denganmu?" tanya Naga Hitam.


Moris menggelengkan kepala, "Aku tidak mempunyai niat jahat. Namun aku mempunyai penawaran yang menarik untukmu."


"Aku tidak ingin terlibat dengan urusan manusia, silahkan keluar dari rumahku." Naga Hitam kembali melanjutkan tidurnya.


"Aku mengetahui bahwa kamu sedang terluka. Semua Naga di dunia juga sudah musnahkan, semua karena kesombongan mereka," kata Moris dengan senyum manis.


Naga Hitam menutup matanya, "Aku tidak peduli dengan keluarga yang tidak pernah menghormati pemimpinnya."


"Aku tahu kamu adalah Naga yang mempunyai pemikiran yang aneh. Bagaimana jika kamu melayaniku?" tanya Moris.


Naga Hitam membuka matanya kembali, "Aku tidak mau. Jangan ganggu tidurku, biarkan aku hidup dalam kesendirian!"


Naga hitam telah tersakiti oleh keluarganya yang berniat membunuhnya karena terlalu kuat.


Moris membuat dua tubuh anak kecil berkulit hitam dengan laras yang tampan, mereka adalah Shie dan Petra.


Naga Putih sudah setuju menempati wadah Petra, hanya waktu yang bisa menjawab kapan dia akan bangun.


Karena Naga Hitam menolak tawarannya, Moris terpaksa harus memaksanya menerima tubuh Shie.


Dengan kekuatan simbolnya, Moris menangkap Naga Hitam dan memasukkan ke dalam tubuh Shie.


Penolakan Naga Hitam membuat Moris kehilangan kendali akan kekuatannya, hingga membuat Shie terlempar ke Celah Dimensi.


Setelah waktu yang tidak diketahui, Shie dengan ajaib keluar dari celah dimensi karena kesalahan yang telah dilakukan alam semesta.


Aldi adalah orang yang membuat semua alam semesta bergeser. Karena itulah Shie berhasil keluar dari Celah Dimensi.


Shie dan Petra memegang kepala mereka karena kesakitan. Ingatan yang sangat banyak masuk kedalam ingatannya.


"Jadi kita sudah ditakdirkan untuk menjadi musuh. Karena pada masa lalu aku tidak mempunyai keluarga, aku tidak perduli denganmu. Namun sekarang aku harus menjadi kuat untuk berdiri di samping semua orang!" kata Shie menatap tajam Petra.