
Aldi segera pergi setelah menjatuhkan Jerry yang memandangnya dengan tatapan merendahkan.
Setelah sampai di kantor, Aldi memberikan uang hasil meminta dari Saiful kepada Saputra yang kekurangan dana untuk mengembangkan bisnis.
1 juta rupiah sudah cukup untuk menyelesaikan semua proyek yang telah direncanakan. Saputra dan tim perusahaan akan menangani masalah kecil lainnya.
Aldi mengajak Arifin pergi ke sebuah hutan Kerinci Seblat. Di sana merupakan habitat alami dari hewan buas.
Dia dan Arifin menuju ke sana untuk mencari tempat pelatihan sekaligus tempat untuk menerobos peringkat 14.
Setelah berjalan beberapa kilometer, Aldi meraka keberadaan sekelompok harimau dengan taring yang sedikit lebih panjang dari harimau biasa.
"Apa yang kamu lakukan di wilayah kekuasaan ras harimau?" kata seekor harimau.
"Kami hanya ingin menjelajahi hutan," jawab Aldi dengan sopan dan senyum manis.
Ras harimau tidak langsung percaya, mereka menggunakan kekuatan khusus untuk mempengaruhi Aldi dan Arifin.
Sayangnya, teknik prinsip jiwa dapat memblokir kemampuan si harimau dengan mudah. Sedangkan Arifin belum menggunakan teknik prinsip jiwa terkena dampaknya.
Seketika Arifin tidak sadarkan diri. Serta kondisi pikirannya menjadi sangat kacau, Aldi yang melihat langsung tahu bahwa ketrampilan khusus si harimau adalah hipnotis.
Harimau yang menggunakan ketrampilan mengerutkan kening ketika melihat Aldi tidak terpengaruh.
"Siapa kamu sebenarnya, manusia biasa tidak mungkin bisa menerima serangan mental milikku?" tanya si Harimau dengan ekspresi serius.
"Sudah aku bilang. Kami hanya penjelajah hutan tanpa maksud jahat." Aldi tidak mengetahui bahwa ada ras harimau yang menunggu hutan Kerinci Seblat.
"Baiklah, segera pergi dari wilayah kami. Jika para jendral menemui kalian, maka hanya ada hukuman mati menanti kalian."
Si Harimau yang memperingatkan Aldi segera pergi ke dalam hutan untuk melaporkan bahwa orang yang menyusup tidak berbahaya.
Sebenarnya si Harimau tidak berani melawan Aldi. Ketrampilan hipnotisnya sangat kuat, tetapi kekuatan tarungnya sangat rendah.
Aldi yang melihat harimau pergi meninggalkannya. "Arifin, apa pendapatmu tentang seekor harimau yang dapat berbicara?" katanya sambil membangunkan Arifin yang pingsan.
"Hewan berbicara hanya sebuah dongeng yang tidak akan pernah ada di dunia nyata," jawab Arifin tanpa berpikir. Karena dia merasa tidak pernah menemui seekor binatang yang bisa berbicara.
Aldi tersenyum, dia tidak ingin memberitahu keberadaan harimau penunggu hutan Kerinci Seblat.
Setelah Arifin menjalankan latihan rutin, dia akan berburu binatang untuk makan malam. Aldi ingin Arifin mempunyai pengalaman bertahan hidup di hutan liar.
Aldi memberikan sebuah kalung yang terbuat dari batu alam dan simbol yang cukup rumit. Kalung tersebut biasa menyelamatkan nyawa Arifin sebanyak satu kali.
Arifin bergerak menuju pedalaman hutan Kerinci Seblat, tetapi arahnya berbeda dari wilayah kekuasaan ras harimau.
Sedangkan Aldi mencari tempat untuk menerobos. Setelah berjalan beberapa saat, Aldi menemukan sebuah gua misterius.
Tanpa ragu dia masuk kedalam untuk melihat keanehan yang dalam gua.
"Gua yang menarik," kata Aldi melihat simbol yang sangat banyak. Simbol tersebut ditulis menggunakan darah si pembuat.
Setelah memeriksa dengan detail, Aldi menyimpulkan bahwa simbol tersebut di gunakan untuk bersembunyi dari langit.
Artinya setiap kali seseorang yang melakukan terobosan di dalam gua, petir hukuman tidak akan menyambar.
Namun efek sampingnya adalah petir hukuman akan ditumpuk pada terobosan selanjutnya. Tidak ada yang bisa selamat dari petir hukuman dua kali lipat.
"Manusia bodoh mana yang tidak menginginkan berkah petir hukuman," kata Aldi mengerutkan kening.
Dia sangat menginginkan petir hukuman untuk terus memperbaiki tubuh Tahta Raja. Jika memungkinkan ada petir ilahi setiap terobosannya, maka Aldi akan merasa sangat bersyukur.
Berkat pengorbanan manusia yang menulis simbol darah di gua, Aldi mempunyai ide gila. Dia berencana merubah simbol supaya petir hukuman jauh lebih kuat dari seharusnya.
Aldi menyentuh dinding gua, kemudian muncul sebuah lingkaran yang terdapat susunan simbol yang cukup rumit.
Mata Aldi bersinar kuning, kedua tangannya seperti pecut merubah simbol supaya dapat meningkatkan petir hukuman.
Butuh beberapa jam untuk Aldi memperbaiki simbol, ketika kehabisan energi dia langsung mengkonsumsi pil penyembuhan.
"Bagus, sekarang waktunya pengujian!" kata Aldi sambil tersenyum puas melihat hasil simbol yang pertama kali dia buat.
Gua yang awalnya tidak mempunyai cahaya penyerang, sekarang menjadi sangat terang seperti gurun.
Aldi duduk di tengah simbol untuk melakukan terobosan. Setelah bermeditasi cukup lama, sebuah petir kecil menyambar Aldi dengan keras.
"Sepertinya berhasil!" kata Aldi tampak senang.
Penerobosan kali ini akan sangat sulit, bisa dibilang setara dengan penerobosan peringkat 20.
Waktu berlalu dengan cepat, tidak berasa Arifin sudah 2 bulan berada di hutan untuk mendalami kekuatan alam.
Aldi telah memberikan teknik untuk menyerap energi alam. Sehingga dapat mengembangkan tubuhnya menjadi sangat kuat.
Untuk prinsip jiwa, Aldi belum berencana memberikannya. Alasannya sangat sederhana, dia tidak ingin menggunakan segel penyerahan sebelum membuka Dunia Buatan.
Perusahaan yang dipimpin Saputra mengalami perkembangan yang sangat baik. Setelah Shen Zero dapat mengalahkan Jerry, semua orang mengevaluasi kekuatannya.
Tidak ada yang ingin bergerak secara gegabah. Organisasi Pembunuh yang pernah mengalami gesekan dengannya juga bersembunyi.
Bukan karena takut, melainkan untuk menekan korban jiwa di pihaknya. Mereka belum mengetahui kekuatan sebenarnya dari Shen Zero, jadi pilihan terbaik adalah bersembunyi dan mengumpulkan informasi.
Organisasi VOC juga bersembunyi, mereka mencari informasi kekuatan lain yang tidak diketahui. Shen Zero bukan dari kerajaan maupun organisasi pembunuh, artinya ada sebuah pasukan besar lainnya yang mengintai.
"Sudah dua bulan Shen Zero tidak menampakkan diri. Mungkinkah dia sudah mati di tangan para pembunuh?" tanya Zainul kepada pengawalnya.
"Tidak mungkin pria sepertinya mati dengan mudah. Namun untuk memastikan, lebih baik kita mencoba mencari pertengkaran dengan perusahaannya."
Organisasi VOC tidak takut dengan pengorbanan, mereka siap kehilangan prajurit. Berbanding terbalik dengan Kerjaan Padang dan Organisasi Pembunuh, mereka cenderung memastikan kekuatan musuh sebelum melancarkan serangan.
Tanpa diduga kedua kekuatan lainnya juga melakukan tindakan yang sama. Mereka membuat pertengkaran dengan perusahaan yang Aldi.
Informasi tentang Aldi dan Shen Zero sudah tersebar luas. Ketika Aldi sedang diganggu, maka Shen Zero akan muncul untuk memberikan perhitungan.
Saputra yang cerdas segera merubah strategi bisnisnya menjadi bertahan. Dia sadar kekuatan militer dibawahnya tidak mempuni untuk menghadapi pasukan musuh.
"Kemana sebenarnya bos pergi," kata Saputra sedikit ketakutan dengan situasi yang dihadapi.
Pertarungan ketiga kekuatan besar di Kerajaan Padang tidak dapat dihindari. Niat awal mereka adalah mencari pertengkaran dengan perusahaan Aldi.
Namun tanpa perencanaan, ketiga kekuatan bentrok satu sama lain. Suara tembakan terdengar dimana-mana, para rakyat kecil hanya bisa bersembunyi di dalam rumah.
Raja Saladin menyayangkan kejadian itu, dia ingin pasukan kerajaan mundur dari medan pertempuran.
Namun prajuritnya sudah tidak bisa mundur, jika mereka mundur hanya kematian yang akan menghampirinya.
Pilihan terbaik adalah melakukan pertarungan dengan sekuat tenaga tanpa melibatkan pasukan tambahan.
Organisasi pembunuh yang memiliki pengintai di seluruh kerajaan menyelinap ke seluruh pusat komando.
Mereka mempunyai seluruh informasi untuk menyusun strategi terbaik.
Kerajaan Padang yang mencoba untuk menarik diri, melawan setiap pasukan yang mendatangi mereka.
Disisi lain, Aldi telah berhasil menerobos tingkat 14 dengan petir hukuman yang berlipat ganda. Sekarang kekuatan tubuhnya mencapai Dewa Sejati.
"Bagus, kondisi tubuhku tidak terpengaruh oleh petir hukuman." Aldi membuka matanya, kemudian berjalan keluar gua.
Sebelum pergi, dia membuat segel untuk menutup gua supaya tidak ditemukan oleh orang lain. Walaupun ditemukan, tidak akan ada yang mau menerobos didalam gua.
Arifin yang sedang menghadapi ras harimau menghunuskan pedangnya untuk membela diri.
"Bocah, kamu masih tidak mengakui kejahatan yang kamu perbuat?" tanya seekor harimau.
"Aku merasa tidak bersalah, teman kalian yang pertama kali menyerang. Sudah sewajarnya aku membela diri!"
Arifin masih kurang pengetahuan dalam melihat kekuatan lawannya. Harimau di depannya mempunyai kekuatan setara tingkat Raja.
Jadi Arifin tidak memiliki sedikitpun kesempatan untuk keluar hidup-hidup.
Karena sudah mulai kesal dengan perkataan Arifin, si Harimau menyerang dengan cakarnya.
Namun Aldi menghentikan serangannya dengan tangan kirinya.
"Tuan, mungkin terjadi kesalahan." Aldi melirik si Harimau dengan senyum di bibirnya.
Berita tentang seorang pria muda berbaju putih sudah menyebar di seluruh wilayah Ras Harimau. Jadi tidak boleh ras mereka mengganggunya atau akan terjadi bencana besar.
Akhirnya Harimau berlari kabur dari hadapan Aldi.
"Sepertinya ada rumor buruk tentangku!" kata Aldi.
Akhirnya mereka berdua kembali ke kota untuk melihat kondisi terkini dari Kerajaan Padang.
Baru saja Aldi dan Arifin ingin memasuki gerbang kerajaan, mereka sudah dihadang oleh penjaga.
"Keamanan Kerajaan sedang sangat buruk, tolong tunda kepergian kalian," kata penjaga gerbang.