7 Soul Reinforcement

7 Soul Reinforcement
Kemarahan



Setelah Nur Andi dan Alice tertangkap keluarga Nur, Alice menggunakan kekuatan aslinya untuk membunuh saksi mata yang melihat Aldi.


Alice adalah seorang putri kerajaan semesta Bima Sakti, dia kabur karena tidak ingin menikah dengan salah satu pangeran.


Ketika para keluarga Nur mencari keberadaan Aldi, dia mengamuk menghancurkan seluruh Dunia Maha Tinggi, bahkan para Dewa dan Iblis harus bersembunyi.


Akhirnya tidak ada satu orang pun yang mengetahui keberadaan anaknya. Namun setelah menunjukkan kekuatannya, seseorang dari kerajaan semesta Bima Sakti menjemput paksa Alice.


Menurut perkiraan Alice adalah seorang yang sudah melampaui tingkat Immortal Hitam. Karena salah satu Leluhur Iblis yang berada di tingkat Immortal Coklat pernah menantang dan berakhir dengan kekalahan.


Kekalahan yang dia terima sangat tidak pantas, seorang Immortal Coklat dapat di tumbangkan dengan satu kali tamparan.


Berita itu menyebar keseluruhan Dunia Maha Tinggi, tetapi tidak ada yang percaya bahwa salah satu iblis terkuat tumbang dengan mudah.


Sejak saat itulah Dunia Maha Tinggi mengalami kemunduran. Banyak Leluhur tingkat Immortal Biru atau diatasnya tidak pernah terlihat lagi.


Kejadian itu terjadi beberapa puluh tahun yang lalu. Sejarah menulisnya sebagai perubahan Dunia yang sesungguhnya.


Sebenarnya Alice menolak untuk kembali ke rumah, tetapi seorang pria mengancam akan menghancurkan Dunia Maha Tinggi dan membunuh Andi jika Alice menolak.


Akhirnya dia menuruti perkataan pria misterius itu. Andi hanya bisa melihat kepergian Alice dengan luka di sekujur tubuhnya karena di hajar pria tersebut.


Organisasi Odin yang berencana melancarkan serangan selanjutnya juga mundur karena kemunculan sosok yang sangat kuat seperti Alice.


Mereka tidak berencana menyerang Dunia Maha Tinggi dalam waktu dekat. Odin takut wanita pembantai itu akan datang kembali.


"Begitulah cerita sebenarnya," kata Nur Andi dengan suara pelan. Tubuh dan kekuatannya sudah mulai stabil, tetapi masih butuh waktu untuk sembuh penuhnya.


Aldi tersenyum manis kepada ayahnya. "Ayah, aku mempunyai teknik yang dapat membawa seseorang melebihi tingkat Immortal Hitam. Namun syarat yang harus diambil sangat berat."


Dia tahu bahwa teknik pengembangan keluarga Nur tidak akan bisa membawa Nur Andi melebihi tingkat Immortal Hitam.


"Katakan semua syaratnya. Aku tidak ingin melihat ibumu menderita karena kekuatanku yang lemah!" kata Nur Andi dengan tatapan serius.


Aldi sudah menanamkan dalam jiwanya, bahwa seseorang yang mengembangkan teknik prinsip jiwa harus menggunakan segel penyerahan, tidak terkecuali keluarganya.


Oleh karena itu, Aldi ingin ayahnya menerima segel penyerahan dan berlatih di Dunia Buatan untuk mengontrol kekuatan dalam tubuhnya bersamaan dengan mengembangkan teknik prinsip jiwa.


Dia yakin bahwa ayahnya adalah seorang jenius sejati. Bahkan kekuatannya membuat iri para Dewa dan Iblis.


Seorang pria berumur 25 tahun mencapai Immortal Jingga sungguh tidak dapat di sebut sebagai seorang jenius biasa.


Aldi yang sudah berumur lebih dari 30 tahun masih setara tingkat Immortal Kuning. Dia tidak dapat menyaingi bakat ayahnya.


"Memang seseorang yang mempunyai bakat tidak bisa dikalahkan dengan usaha keras saja," kata Aldi setelah memeriksa kondisi tubuh ayahnya.


Nur Andi mempunyai tubuh Jagat Raya. Tubuh itu dua tingkat dibawah Tahta Raja, tetapi hanya dimiliki oleh orang yang berbakat.


Jika seorang yang memiliki tubuh Jagat Raya bisa mengembangkan kekuatannya dengan benar, dia tidak akan terkalahkan.


Karena tubuh Jagat Raya mempunyai keistimewaan menyerap energi melebihi kapasitas kekuatannya. Sehingga memudahkan pemiliknya menerobos tingkat selanjutnya.


Semua keistimewaan pasti mempunyai kekurangan. Tubuh Jagat Raya tidak dapat meregenerasi tubuhnya dengan cepat.


Oleh sebab itulah Andi menjadi seorang kakek yang hampir mati karena tidak bisa mengedarkan energinya.


Aldi bersiap memberikan segel penyerahan dibawah kasur tempat tidur ayahnya.


"Apa kamu siap, Ayah?" tanya Aldi.


"Lakukan!" kata Nur Andi dengan tatapan serius.


Sebuah simbol misterius keluar dari bawah. Nur Andi yang cukup berwawasan luas tentang formasi kebingungan melihatnya.


Proses pemberian segel berjalan dengan lancar karena Nur Andi memiliki tubuh yang sangat istimewa.


"Seperti yang aku katakan sebelumnya, teknik ini hanya dapat diingat dalam jiwa dan pikiran. Tidak boleh di tulis maupun di ajarkan," kata Aldi tegas.


Kemudian dia menyentuhkan jari telunjuknya ke dahi ayahnya.


Semua informasi yang dibutuhkan untuk mengembangkan teknik prinsip jiwa sudah di kirim melalui pikiran.


"Teknik yang sangat misterius, darimana kamu mendapatkannya, Nak?" tanya Nur Andi.


"Maaf ayah, aku tidak bisa mengatakannya. Itu akan membahayakan diriku," jawab Aldi pelan.


Nur Andi bukan orang bodoh, dia mengetahui bahwa untuk mendapatkan teknik yang kuat harus mengorbankan sesuatu yang besar.


"Dengan ini aku akan membalas perbuatan pria itu!" tekad Nur Andi bulat.


Aldi mengajak ayahnya untuk menuju Dunia Buatan. Dalam perjalanan, mereka menemui Raul dalam bentuk manusia.


"Tenanglah, masalah itu sudah diatasi." Aldi menepuk pundaknya dengan lembut.


"Tapi ..."


"Shen San dan pasukannya sudah menuju ke medan perang. Bocah itu mungkin lebih kuat dariku!" kata Aldi tenang membantu ayahnya berjalan menuju Gerbang Dunia Buatan.


Disisi lain Shen San dan 1000 orang sudah sampai di wilayah beruang Hitam. Dia menemukan pasukan Immortal yang mengepung Raja Beruang Hitam.


Dengan sangat dramatis Shen San menghalau serangan pemimpin mereka dengan sangat mudah.


"Siapa kalian?" tanya pemimpin pasukan Keluarga Nur.


"Bukankah kalian mencari kami?" tanya Shen San dengan tatapan serius.


Shen Er yang berada di luar wilayah Beruang Hitam menyusun simbol yang mengurung mereka semua. Dia tahu seberapa kuat Shen San dalam pertarungan, jadi setuju dengan rencananya untuk mengurung mereka.


Walaupun Shen San masih setara dengan Immortal Kuning, kemampuan bertarungnya sangat mengerikan.


Dia bisa disebut sebagai Aldi kedua dalam hal teknik bertarung. Namun jika di sandingkan dengan Aldi, dia masih kalah dalam pengalaman bertarung.


"Seven Soul?" tanya seorang pemimpin pasukan keluarga Nur.


"Sungguh Cerdas. Karena kalian sudah tahu, jadi jangan pernah berharap kabur dengan nyawa kalian!" kata Shen San tegas.


Shen San menyerang dengan kepalan tangannya, disusul dengan timnya dibelakang. Mereka semua belum menggunakan senjata karena ingin merasakan nikmatnya pertarungan.


Seven Soul sudah lama tidak berperang dengan kekuatan besar. Mereka merasa kesempatan melawan seorang Immortal yang sesungguhnya dapat membantu memperluas wawasannya.


Sejarah akan menulis petarung Gila melawan keluarga Nur. Pasukan musuh berjumlah lebih dari 10 ribu orang Immortal.


Namun Shen San dan timnya tersenyum lebar menghadapi mereka.


Para pengamat yang mendengar berita langsung berdatangan ke wilayah Beruang Hitam untuk melihat petarung gila tersebut.


Serangan tangan kosong Shen San membuat pasukan musuh kalang kabut. Setiap serangannya dapat melimpahkan prajurit musuhnya.


Tidak samapi disitu, dia tersenyum lebar setiap mengerahkan pukulannya. Tidak mau kalah timnya juga menyerang seperti orang gila.


"Siapa mereka, aku tidak pernah melihat seseorang sekuat itu di wilayah Manusia. Mungkinkah dia Dewa atau Iblis?" seorang pengamat melihat pertandingan dengan penuh kebingungan.


"Bodoh, jika mereka Dewa atau Iblis, aura mereka akan memancarkan kesucian atau kesuraman. Namun aku tidak melihat mereka mengeluarkan aura itu!"


Dalam pertarungan Shen San tidak menggunakan energi jiwa dengan penuh. Dia mengandalkan kekuatan tubuhnya yang telah dipelajari.


Walaupun tidak sekuat tubuh Tahta Raja atau tubuh Jagat Raya, dia masih bisa bertanding dengan seorang Immortal biasa.


"Hai ... apa kalian hanya sebatas ini!" teriak Shen San melihat musuhnya tinggal beberapa ratus yang masih berdiri.


Sedangkan lainnya tersingkir di tanah tanpa nyawa. Orang melihatnya sebagai petarung Gila mulai merinding mendengar perkataannya.


"Sial, siapa sebenarnya bocah itu?" kata pemimpin pasukan keluarga Nur. Dia memegang dadanya karena terkena serangan telak Shen San.


Hanya pemimpin pasukan keluarga Nur yang masih berdiri setelah terkena pukulan.


"Dengarkan dengan baik, aku Shen San, petarung Seven Soul!" kata Shen San dengan lantang.


Para pengamat perang menanamkan nama itu didalam hatinya. Mereka tidak ingin memprovokasi orang seperti Shen San dan pasukannya.


Sebelum Shen San bergerak, orang dibelakangnya menyerang pasukan musuh dengan cepat. Sehingga dia tidak mendapatkan bagian.


"Kamu sekarang banyak bicara, Shen San," kata salah satu anggota Inti Seven Soul.


Raul dan Benat melihat dengan mata terbuka lebar. Mereka tidak percaya bahwa Seven Soul memiliki petarung gila sepertinya.


"Lalu kenapa Bos tidak menyerang keluarga Nur secara langsung, jika mempunyai pasukan sekuat mereka?" tanya Benat kebingungan.


"Bos pasti memiliki pertimbangan untuk tidak menyingkirkan keluarga Nur dengan cepat. Aku melihat bos memperlakukan salah satu jenius Nur Andi seperti kerabatnya sendiri," kata Raul memberikan pendapat.


Nur Andik yang melihat pasukannya pilihannya tumbang sangat geram. Walaupun pasukan Immortal Putih bukan yang terbaik, tetapi mereka masih pasukan elit.


"Siapa sebenarnya para bocah yang berani mengganggu kedaulatan keluarga Nur," teriak Nur Andik.


Seorang lelaki tua datang menemui Nur Andik dengan langkah kaki yang tenang, dia adalah Hantu Tua.


"Sebaiknya kamu jangan mengganggunya atau musibah akan menimpa seluruh keluarga Nur," kata Hantu Tua.


"Apa maksudmu, Hantu Tua," seorang kakek tua bertanya kepada Hantu Tua. Dia adalah salah satu Leluhur keluarga Nur, Nur Ivan.


"Ivan, kamu tidak akan bisa menandingi bocah bernama Shen Zero. Aku hanya menginginkan kalian tidak membiarkan dia bertarung dengan Lucifer atau Zeus, apalagi Qin Huang!" kata Hantu Tua dengan ekspresi serius.