
Roro yang sangat senang bertemu Zhu Tiang langsung berubah suram ketika melihat salah satu penjaga gerbang Dunia Buatan.
Penjaga gerbangnya adalah Bojong Sang Raksasa dengan tingkat kekuatan Immortal Kapten. Tubuhnya telah ditingkatkan dengan simbol khusus, jadi Roro dapat merasakan kekuatan yang sedang disembunyikan didalamnya.
"Siapa kamu?" tanya Bojong menggunakan telepati. Dia tidak ingin merusak kebahagiaan yang di tampilkan wajah Zhu Tian.
"Mungkinkah kamu bisa merasakan kehadiranku?" tanya Roro kebingungan. Dia tidak menyangka raksasa aneh di depannya bisa merasakannya.
"Bodoh, aku bisa melihatmu dengan jelas. Aku yakin kamu sedang merencanakan sesuatu yang busuk!" kata Bojong tegas.
Awalnya dia melihat Zhu Tian yang ceria membuatnya ikut Bahagia. Namun setelah menggunakan teknik mata khusus ras Raksasa, dia melihat Jiwa Penasaran yang sangat kuat.
Ekspresinya yang bahagia langsung berubah kesal. Sekali lihat, Bojong sudah mengerti bahwa Jiwa Penasaran sedang memanfaatkan Zhu Tian.
Roro tertawa keras, dia merasa sudah mengantongi seluruh informasi di kepala Zhu Tian. Jadi dia bisa berpura-pura menjadi ibunya.
"Kamu terlalu naif!" kata Roro.
Shen Er merasakan Jiwa Penasaran yang kuat. Dia langsung menuju sumbernya.
"Bojong siapa yang dibawa Zhu Tian?" tanya Shen Er menggunakan telepati. Dia melihat Zhu Tian sedang berbicara dengan Jiwa itu dengan ekspresi bahagia.
"Aku tidak tahu, yang pasti Jiwa itu sedang memanfaatkan ingatan Zhu Tian yang belum sepenuhnya bergabung dengan Prinsip Jiwa," jawab Bojong.
Seseorang yang sangat peka terhadap Jiwa Penasaran juga muncul, dia adalah Leo yang telah berhasil menstabilkan kekuatan tubuh Rohnya.
"Jiwa Penasaran?" kata Leo dalam wujud manusianya.
"Apa Bos sudah mengetahui tentang hal ini?" lanjutnya.
"Sepertinya belum. Aku sudah berjaga di sini beberapa hari, Zhu Tian baru sampai pagi tadi," kata Bojong memberikan jawaban.
Leo, Shen Er, dan Bojong tidak menghubungi Aldi karena sedang dalam masa krisis penerobosan.
Zhu Tian ingin membawa Jiwa Roro ke dalam Dunia Buatan. Namun Bojong selalu menghalanginya, aturan Seven Soul tidak dapat dilanggar.
Sampai akhirnya Zhu Tian sangat marah. "Dia adalah ibuku. Artinya dia adalah ratu kalian!" katanya dengan nada tinggi.
Tidak ada yang tersinggung dengan perkataan Zhu Tian, tetapi semua orang yang mendengar mengerutkan kening.
Aldi yang menjadi Bosnya sasa tidak mau dipanggil rata atau nama panggilan istimewa lainnya. Tujuan awalnya adalah membangun sebuah organisasi kekeluargaan yang tidak memiliki jarak antara atasan dan bawahan.
Organisasi tidak akan bisa berjalan jika tidak ada pengurus, makanya ada Shen Haise, Leo, Mahesa, dan lain sebagainya.
Mereka tidak merasa memiliki kekuasaan lebih tinggi. Bahkan tidak ada yang memaksa perintahnya dilakukan.
Namun Aldi adalah orang paling dihormati di Seven Soul, setiap keputusannya akan menjadi aturan secara tidak langsung.
Bojong yang menjaga gerbang Dunia Buatan hanya tersenyum tidak memberikan tanggapan lebih lanjut. Dia melihat Zhu Tian sudah sangat marah.
"Maafkan aku, Nona. Aturan Seven Soul tidak memperbolehkan mahluk lainnya masuk," kata Bojong dengan penuh sopan santun.
Untuk melupakan kemarahan, Zhu Tian menghancurkan meja dan kursi di sebelahnya. Dia tidak tahu bahwa meja dan kursi tersebut adalah tempat kesukaan Aldi untuk menikmati teh.
Setelah menghancurkan meja dan kursi, Zhu Tian pergi dengan kecepatan tinggi. Dia seperti sedang mengejar sesuatu.
Roro sedang kabur karena merasakan sesuatu yang sangat kuat, jika dia tetap disitu maka orang tersebut akan membunuhnya.
Keberadaan yang dimaksud adalah Shen Haise yang melepaskan aura kematian dari Dunia Asura. Auranya dapat membunuh jiwa penasaran tanpa perlu menyentuhnya.
"Siapa sebenarnya Jiwa Penasaran itu?" gumam Shen Haise merasakan kemarahan yang sangat pekat dari jiwanya.
"Dia Jiwa yang sangat aneh." Sano Yuji muncul dibelakang Shen Haise dengan penampilan baru. Sekarang rambutnya pendek rapi dengan sisiran kebelakang.
Pakaiannya setelah jas nampak seperti seorang penjaga dengan penampilan yang sangat menawan. Sayangnya dia masih membawa dua pisau pahanya.
"Sudah lama aku tidak melihatmu, aku kira kau sudah mati dalam pengasingan," kata Shen Haise tenang.
Sano Yuji bukan orang yang mudah tersinggung, dia dasarnya adalah seroang yang humoris. Namun karena menjadi penguasa dia harus mengurangi sikapnya yang humoris.
Setelah bergabung dengan Seven Soul, Sano Yuji adalah orang yang paling sering beranda. Ketika Aldi mengorbankan dirinya untuk menyegel Tian Feng, Sano Yuji bertekad menjadi sekuat Aldi atau lebih tinggi.
Sekarang Sano Yuji di peringkat Immortal Kapten tahap 3. Walaupun tampak lemah, kecepatannya hampir sama dengan Shen Wu.
Aldi yang masih berada di gua hukuman duduk menerima serangan petir hukuman, tubuhnya memancarkan cahaya yang sangat terang setelah petir terakhir menyambar.
Suara ledakan terdengar keras. Aldi berhasil menerobos peringkat 31 Prinsip Jiwa. Dia sekarang setara dengan Immortal Perang tahap 1.
Namun kekuatan tubuh Tanpa Tanding jauh melebihi energinya.
"Bagus, sekarang aku sudah berhasil menerobos. Sekarang waktunya melihat kondisi sekitar."
Setelah keluar dari gua hukuman, Aldi melihat kedua orang tuanya sedang menantinya. "Ayah, apa yang kalian lakukan disini?" tanya Aldi.
Alice sedang tidur di batu tepat sebelah Nur Andi bermeditasi. Kekuatan Alice sangat aneh, selama dia masih hidup energi asal akan selalu berkumpul di sekitarnya.
Itulah alasan kenapa Alice masih tetap selamat walaupun dia sedang berada di celah dimensi. Aldi curiga ibunya telah kehilangan kekuatannya setelah menangkap Kitty.
Pasalnya dengan kekuatan Immortal Hitam tidak mungkin bisa menangkap Kitty yang mungkin saja lebih kuat dari Chu Feng.
"Tentu untuk menunggumu. Semua anggota Seven Soul khawatir ketika kamu melakukan terobosan, Dunia Buatan terguncang hebat."
Nur Andi menjelaskan detail kejadian ketika petir hukuman menghantam Aldi hingga menyebabkan seluruh Dunia Buatan bergetar.
"Sepertinya kekuatanku sudah terlalu menantang langit. Makanya dia mengirimkan hukuman yang sangat kuat," kata Aldi dengan senyum tipis khasnya.
Setelah berbincang cukup lama dengan Nur Andi, Alice yang tertidur bangun langsung memeluk Aldi dengan erat.
"Apa yang kamu lakukan. Kenapa petir hukuman milikmu sangat kuat?" tanya Alice khawatir.
"Mungkin karena aku terlalu kuat, Bu," kata Aldi sambil tertawa ringan.
Mereka bertiga berbincang cukup lama sampai akhirnya Shen Haise menyela pembicaraan.
"Bos, Zhu Tian bertingkat aneh. Dia mengira sosok Jiwa Penasaran sebagai ibunya," kata Shen Haise pelan.
Meskipun pelan, Nur Andi dan Alice masih bisa mendengar. Mereka adalah pembudidaya unggul yang sudah memaksimalkan indra pendengaran.
Shen Haise menjelaskan situasi terkait Zhu Tian dan sosok Jiwa Penasaran yang mengikutinya. Akhirnya Arief menyimpulkan bahwa Jiwa Penasaran tersebut sedang memanfaatkan Zhu Tian.
Untuk membuatnya jera, Aldi berencana mengurung Jiwa Roro kedalam sebuah benda mati supaya tidak bisa kabur
Aldi mencari Zhu Tian yang kembali ke kuburan kedua orang tuanya dekat pantai.
"Zhu Tian. Apa yang kamu lakukan disini?" tanya Aldi sambil melirik Jiwa Penasaran yang menghantui Zhu Tian.
"Aldi, aku sudah menemukan orang tuaku. Bisakah kamu membuatkan tubuh fisik untuknya?" tanya balik Zhu Tian.
"Sebenarnya aku bisa melakukannya, tetapi aku masih belum yakin bahwa dia adalah ibumu."
Dia tidak tahu bahwa perkataannya sangat menyinggung perasaan Zhu Tian.
Wajah Zhu Tian menjadi merah, dia sangat marah karena perkataan Aldi. Tanpa sadar dia membentak Aldi, "Kamu enak mempunyai orang tua sedangkan aku tidak!"
Kemudian dia pergi mengejar Roro yang telah pergi duluan karena takut dengan keberadaan Aldi yang sangat mengerikan.
"Tunggu ..." kata Aldi sambil memegang tangan Zhu Tian yang menangis.
"Lepaskan!" teriak Zhu Tian sambil menghempaskan tangannya.
Setelah pergi cukup jauh Aldi bergumam, "Inilah kenapa aku tidak ingin berurusan dengan wanita, rumit!"
Jika bukan karena Zhu Tian menyelamatkan orang tuanya dan nyawanya Aldi memilih untuk sendiri. Namun melihat Zhu Tian yang menangis, dia merasakan sakit hati yang amat perih.
"Jadi ini rasanya jatuh cinta. Menarik juga," kata Aldi sambil menampilkan ekspresi aneh. Dia senang karena merasakan sakit hati, tetapi disisi lain dia tidak ingin mengulanginya lain.
Untuk membuat strategi yang matang, Aldi menggerakkan beberapa orang yang peka terhadap Jiwa Penasaran untuk menangkap Roro. Dia ingin Roro ditangkap dalam keadaan hidup.
Alasannya adalah kekuatan Roro yang sangat mirip dengan teknik yang dia kenal, Celah Hidup. Dengan teknik tersebut manusia dapat mempertahankan jiwanya walaupun sudah hancur.
Selama jiwanya belum diserap, Roro akan terus hidup kembali dalam wujud Jiwa Penasaran.
Teknik Celah Hidup adalah teknik Raja Langit yang diturunkan ke anak perempuannya yang bernama Nyai.
Teka teki yang di tetapkan langit sangat rumit. Aldi mulai menemukan banyak kejadian yang seharusnya tidak berada di Galaksi Andromeda atau Kerajaan Bima Sakti.