7 Soul Reinforcement

7 Soul Reinforcement
Kejam



Setelah Aldi menyebar koin emasnya, ia berfikir tentang pasukan Shadow Blade.


Perkembangan mereka masih terlalu lambat, Aldi membutuhkan sesuatu yang dapat mendorong kecepatan pertumbuhan.


"Kim Hoon, apa kau mempunyai informasi tentang Keanehan Alam lainnya?" tanya Aldi dengan menggunakan telepati.


Kim Hoon menjawab, "Bos, aku tidak menemukan Keanehan Alam. Tapi, ada pelelangan yang akan dilakukan di perbatasan Negara Malang."


Pelelangan rahasia itu dihadiri oleh para organisasi raksasa, bahkan masyarakat Semi Rahasia datang. Banyak barang misterius yang dilelang ditempat itu.


Barang terkenal yang pernah dilelang adalah Mahkota Jayabaya. Benda itu dapat membuat area disekitarnya menjadi sangat tenang. Aura yang dipancarkan dari Mahkota itu juga sangat misterius.


Sayangnya, pembeli Mahkota Jayabaya ingin menjualnya kembali di pelelangan ini. Dia sudah menghabiskan 10.000 emas untuk membeli benda itu.


Aldi terkejut dengan harganya. Ia sudah menginvestasikan sebagian besar dananya untuk memperluas bisnisnya.


"Kapan pelelangan dilaksanakan?" tanya Aldi serius.


Kim Hoon menjawab, "3 Hari lagi, pelelangan akan dilaksanakan. Untuk menghadiri pelelangan mereka harus mempunyai tiket masuk. Cara mendapatkan tiket masuk harus mendepositokan dana 1000 emas diawal."


1000 emas bagi sangat murah bagi pemuda kaya seperti Aldi.


Aldi berangkat ke perbatasan bersama Shie, Mahesa , dan Shen Yi. Ia mengajak mereka agar dapat memperluas wawasan.


"Bos, kita pergi kemana?" tanya Mahesa .


Aldi menjawab, "Kita akan mencari barang berharga di pelelangan."


Perjalanan menuju perbatasan memerlukan 1 hari menggunakan pesawat terbang.


"Kim Hoon, bagaimana keadaannya?" tanya Aldi.


Kim Hoon menjawab, "2 hari lagi pelelangan akan dilaksanakan, tidak ada yang spesial sampai sekarang."


Aldi berfikir untuk menjual beberapa pil yang dapat memperpanjang umur.


Pil yang diracik Aldi memerlukan banyak bahan langka. Dunia Buatan dapat membantunya untuk mengembangkan semua jenis tanaman.


Ketika Aldi dan teman-temannya menuju ke tempat pelelangan, mereka bertemu dengan Lee Yoon.


"Sialan, aku sudah memberikan 1000 emas, berikan tiket masuknya," katanya dengan nada tinggi.


"Maaf, Nona, jika anda kehilangan tiket masuk kita tidak dapat menggantinya. Artinya, semua deposit telah hangus," jawab Pelayan.


Lee Yoon memukul Pelayanan itu dengan keras sampai dia tersungkur.


Aldi yang melihat kejadian itu hanya menggelengkan kepalanya.


"Sialan, jika aku tidak dirampok, mana mungkin aku kehilangan tiketnya," teriak Lee Yoon marah.


Seorang Lelaki Tua mendatangi mereka, ia berkata, "Nona Muda, tolong jangan mempersulit keadaan kita, menurut peraturan orang yang kehilangan tiket tidak dapat diganti dengan yang baru."


Lee Yong dan pengawalnya berdebat dengan para pelayan.


Setelah Aldi mengamati mereka, Lee Yoon mempunyai kekuatan tingkat Coklat menengah. Ia lebih kuat dari Tang Xiu.


Tapi, pengawalnya hanya ditingkat Coklat Pucak, jauh dibawah Tang Xiu.


Seorang paruh baya mendatangi mereka dan memukul Lee Yoon sangat keras.


Pria itu bernama Nanda Pangestu, Ia merupakan penanggung jawab pelelangan kali ini. Nanda Pangestu mempunyai dukungan dari masyarakat Semi Rahasia, Dedly Blade.


Lee Yoon dan pengawalnya memasang wajah yang jelek, ketika mereka melihat Nanda Pangestu yang turun tangan.


"Sial!" umpat Lee Yoon. Dia tidak berani membalas karena kekuatannya masih sangat kurang.


Aldi memerintahkan Kim Hoon mengikuti Lee Yoon dan mencari informasi sedetail mungkin.


Ia ingin membandingkan dengan cerita Tang Xiu, siapa diantara mereka yang dapat dipercaya.


Aldi menyetorkan 5 ribu emas untuk mendapat 5 tiket masuk.


Saat mereka berjalan ke penginapan, ada bandit yang ingin merampok tiket masuknya.


"Bocah, serahkan tiket," kata Bandit itu.


Aldi mengerutkan keningnya, jelas dia menyimpannya di dalam kalung. Tapi, bagaimana bisa bandit itu mengetahuinya. Jika tebakan Aldi benar, pihak pelelangan sudah bekerja sama dengan mereka.


Aldi tersenyum dan menjawab, "Ambillah jika kalian mampu."


15 bandit mempunyai kekuatan tingkat Biru. Aldi, Shie dan Kim Hoon menyembunyikan kekuatannya sampai setara dengan tingkat Biru.


Ketika Kim Hoon pergi, para bandit langsung menyergap mereka. Jelas, bahwa penyerangan ini sudah direncanakan.


"Hajar!" kata Bos Bandit.


Berbeda dengan harapannya, Shie sendirian menghajar 15 Bandit. Para Bandit itu sangat menderita, tidak satu orangpun yang dapat berdiri karena kedua kaki mereka patah.


"Siapa kau?" tanya Bos Bandit.


Shie menjawabnya dengan santai. "Hanya orang desa yang kebetulan lewat."


Aldi tersenyum kearah Lee Yoon yang bersembunyi.


Lee Yoon dan pengawalnya terkejut melihat Aldi tersenyum kearahnya. Ia tau bahwa Aldi sudah mengetahui keberadaannya sejak awal.


"Siapa mereka?" tanya Lee Yoon kebingungan.


"Aku pernah melihatnya entah dimana," jawab seorang pengawal.


Ketika Aldi baru melangkah kali, ia didatangi bandit lain yang mempunyai tingkat Hitam Atas.


Seorang Lelaki Tua berjalan mendatangi mereka. "Kalian terlalu berlebihan!"


Aldi tidak menjawab, ia hanya tersenyum ringan. Lelaki Tua itu merupakan orang yang merampok Lee Yoon.


"Kau ingin aku merenggut kehidupan kecilmu?" kata Lelaki itu dengan nada tinggi.


"Shie jangan menahan, keluarkan kekuatanmu. Orang Tua itu memiliki aura aneh," perintah Aldi kepada Shie.


Lelaki Tua menyerang dengan telapak tangannya.


Aldi mengerutkan kening ketika melihat teknik telapak tangan. Itu merupakan teknik penghancur tulang.


Ia dapat memastikan bahwa pria itu dari Zero Wing.


Pertarungan Shie dan Lelaki Tua itu semakin sengit.


"Bocah, kau mempunyai kemampuan. Ingat namaku, Aji Marganda."


Ketika nama Aji Marganda disebutkan, Lee Yoon mengerutkan keningnya. Dia tau siapa Aji Marganda yang terkenal sebagai pembunuh bayaran.


Shie membalas dengan senyum lebar. "Sekarang kita mulai serius?"


Aura disekitar Aji Marganda semakin tebal, warna hitam pekat keluar dari tubuhnya.


Shie tidak mau kalah, ia mengeluarkan En nya ke tingkat tertinggi.


Shie memukul dengan Teknik Pukulan Raja Naga. Tanah disekitarnya retak karena tekanan.


Aji Marganda juga mengeluarkan Teknik Penghancur Tulang.


Ketika kedua teknik bertabrakan, semua tanah terhempas.


Shie tiba-tiba tertawa, ia sangat senang karena sudah sangat lama tidak mengeluarkan kekuatan penuhnya.


Pukulan demi pukulan Shie lemparkan tanpa. Dengan Tubuh Naga, staminanya jauh lebih tinggi dibandingkan dengan manusia biasa.


Banyak debu yang berterbangan menghalangi pengelihatan semua orang.


"Haha," suara Shie masih terdengar.


Aji Marganda sudah tidak dapat melawan. Tapi, Shie masih memukul dengan sangat ganas sambil tertawa keras.


Semua orang merinding mendengar suara tawa Shie yang mengerikan.


Aji Marganda terjatuh tanpa nyawa di tanah, bahkan wajahnya sudah tidak dikenali.


"Shie sudahlah, Orang Tua itu sudah mati. Kau akan menemui lawan yang sepadan lain waktu." Aldi berkata sambil tersenyum melihat perkembangan Shie yang sangat memuaskan.


Kim Hoon yang bersembunyi merinding melihat Shie menghajar Aji Marganda sampai halus. Bahkan, tulangnya hancur hampir lembut.


"Aldi, aku tidak membutuhkan tubuh lemahnya. Mungkin Shen Haise dapat memanfaatkan mereka." Shie berkata sambil tersenyum menunjuk para Bandit.


Aldi memanggil Shen Haise, ia menyuruhnya untuk membersihkan para bandit.


Lee Yoon melihat roh yang memakan semua orang dengan lahap sangat ketakutan. Ia tidak dapat mengetahui kedua orang itu. Hanya satu kata yang dapat ia sebutkan, Kejam.


Mahesa dan Shen Yi juga sangat ketakutan sampai kaki mereka gemetar. Tapi, Aldi tidak mengijinkan mereka untuk terjatuh.


Mereka harus membiasakan kejadian seperti ini dimasa depan. Dunia kejam merupakan jalan mereka dimasa depan setelah mengikutinya.


Aldi juga meninggalkan tiket masuk di tanah. Ia tersenyum melirik kearah Lee Yoon.


Lee Yoon terjatuh ketika Aldi dan teman-temannya pergi. "Sialan, siapa mereka?"


"Aku sekarang ingat, dua orang itu adalah pelopor penghancur Red Cape!"


Fakta itu membuat Lee Yoon sadar bahwa kekuatannya sangat rendah dibanding dengan mereka.