
Karena kemunculan Wildan, Zeus menuju medan perang dengan membawa semua pasukan yang dimiliki wilayah Dewa.
Jumlah pasukan yang dimiliki kerjaan Dewa mencapai 25 miliar. Jumlah tersebut bukan tandingan kerajaan manusia yang hanya memiliki 1 miliar.
Melihat Zeus menggunakan kekuatan terbaiknya, salah satu pemimpin Iblis mengerahkan semua pasukan yang dimiliki kerajaan Iblis.
Jumlah pasukan yang akan datang di medan perang lebih dari 37 miliar iblis tingkat rendah, 20 ribu iblis tingkat menengah, dan 1000 iblis tingkat tinggi.
Aldi hanya bisa tersenyum pahit melihat kedua kekuatan mengerahkan kemampuan terbaiknya. Dia tidak pernah menyangka bahwa pasukan musuh sebanyak itu.
Seven Soul hanya memiliki 300 juta anggota inti yang dapat bertarung dengan baik. Jumlah tersebut sangat kecil jika dibandingkan dengan lainnya.
Keluarga Nur juga mundur perlahan melihat keseriusan Dewa dan Iblis memperebutkan wilayah. Mereka hanya mempunyai 100 juta prajurit yang dapat bertarung dengan baik.
Organisasi Odin hanya mempunyai 100 juta prajurit , sehingga mereka akan bergabung dengan medan perang untuk merampok semua sumber daya.
"Mahesa, apa menurutmu kita bisa memanfaatkan situasi," tanya Lee Yoon yang mengikat rambutnya kebelakang.
"Kesempatan kita mendapatkan keuntungan sangat kecil. Namun kalian pasti tahu, kesempatan itu tidak nol."
Mereka semua yang duduk di ruang komando mengetahui seberapa gila, Aldi menyiapkan strategi yang terbaik.
Selama kesempatan tidak nol, dia akan mencoba yang terbaik.
"Shen Er, segera pulihkan energi jiwa dengan bantuan Rocky dan Pohon Dunia. Aku ingin kamu membuat menara penyerap energi," kata Aldi menggunakan telepati.
Dia ingin mengumpulkan sebanyak-banyaknya energi jiwa untuk meningkatkan kekuatan anggota Seven Soul.
Tidak lupa dia juga membangun simbol penyerap energi di segala titik Dunia Maha Tinggi. Hal tersebut dilakukan supaya dapat menyerap energi di seluruh medan perang.
Pil hasil penyerapan di medan pertempuran sebelumnya terbukti sangat efektif untuk para anggota inti.
Jadi Aldi ingin mencoba mengulangi strategi tersebut dengan menara lebih banyak.
"Wildan, apa kamu tidak malu dengan tindakanmu!" Kata Zeus memandang Wildan dengan ekspresi jijik.
Pasalnya Wildan adalah salah satu orang yang setuju dengan perjanjian perdamaian antara manusia, Dewa, dan Iblis.
"Bukankah kalian terlebih dahulu melanggar perjanjian?" tanya Wildan dengan ekspresi jijik.
"Coba lihat, para manusia tidak ikut dalam perang. Mereka merupakan pihak netral. Perang ini antara Dewa dan Iblis."
"Kata siapa manusia tidak ikut campur?" kata Wildan dengan senyum aneh, dia menunjuk arah utara.
Ada sekelompok manusia menggunakan pakaian perang serta satu orang didepan, dia adalah Qin Huang dan pasukan Manusia.
Walaupun hanya berjumlah 3 miliar, mereka harus memperjuangkan kelangsungan hidup para manusia yang tidak bisa bertarung.
Akibat pertempuran Dewa dan Iblis, manusia yang tidak bertarung merasakan kesakitan akibat aura yang menyebar ke segala arah.
Bahkan beberapa dari mereka tewas akibat aura iblis yang sangat beracun. Qin Huang tidak bisa membiarkan rakyatnya mati tanpa perlawanan.
Akhirnya dia meminta bantuan Wildan untuk membantu manusia mempertahankan keturunannya.
Sebelum pergi, Qin Huang telah meminta bantuan dari tim Shen Er untuk menyusun simbol yang mencegah aura iblis dan Dewa bertemu di wilayah manusia.
Tatapan semua prajurit manusia sangat tajam. Mereka terlihat sudah siap mati, tetapi harus membawa korban bersamanya.
Nur Haryanto yang melihat perkembangan Qin Huang mengerutkan kening. Bahkan Nur Irma tidak mempercayai kedua matanya.
Zeus yang melihat Qin Huang memimpin pasukan manusia mengerutkan kening. "Apa yang terjadi?" katanya kebingungan.
"Energi Dewa dan Iblis kalian telah membuat para manusia tidak bersalah mati. Mungkinkah Qin Huang sebagai raja diam saja?" tanya balik Wildan dengan ekspresi jijik.
Untungnya ingatan Raja Qin Huang telah melebur dengan Qin Huang, jadi dia mengetahui keberadaan yang menakutkan seperti Wildan.
Zeus tidak dapat menjawab pertanyaan Wildan. Pasukan Dewa harus melepaskan aura kuat untuk menghalau gempuran para Iblis.
Energi Dewa dan Iblis jika bertubrukan akan membuat racun yang mematikan untuk manusia tanpa kekuatan.
Bahkan jika ada pembudidaya beladiri tingkat Pengakuan datang ke medan perang, mereka akan mati karena aura yang sangat menyakitkan.
Semua pasukan yang di bawah Qin Huang merupakan manusia yang berada di tingkat Maha Dewa atau lebih tinggi.
Dengan bantuan pil ajaib perusahan Danau Putih. Para manusia yang ingin membalas dendam kepada Dewa dan Iblis mengambil resiko yang besar.
Karena peperangan pasti akan berlangsung dengan waktu yang lama. Para manusia tidak akan bisa bertahan tanpa asupan makanan bergizi.
Walaupun pembudidaya beladiri dapat hidup tanpa makan selama beberapa tahun, tetapi kekuatan mereka tidak akan maksimal.
Karena itu, perusahaan Danau Putih yang dipimpin Lee Yoon menyediakan pil gizi yang dapat mencukupi kebutuhan para manusia dalam beberapa tahun ke depan.
Semua pil diberikan tanpa meminta imbalan sedikitpun. Kontribusi tersebut akan di tulis dalam sejarah manusia, jika mereka berhasil selamat.
Keluarga Nur yang mengetahui kebenaran tidak bisa berbuat banyak. Karena semua peran sudah diambil oleh Perusahan Danau Putih dan Qin Huang.
Nur Ajeng mengerutkan kening, dia hanya beberapa saat berfokus kepada perang. Namun Qin Huang berhasil mengambil hati semua orang di wilayah manusia.
"Aku merasa bahwa Qin Huang yang sekarang berbeda dari sebelumnya." Insting Nur Ajeng sangat kuat karena dia adalah pecinta hewan.
"Sial sudah terlambat untuk menjatuhkan Qin Huang," kata Nur Andik mengeratkan giginya.
"Tenang, belum tentu dia dapat keluar dari medan perang dengan selamat." Nur Irma memberikan motivasi kepada kelompoknya.
Nur Ivan memberikan pendapatnya, "Sudah aku bilang, perusahaan Danau Putih harus segera disingkirkan!"
Kelompok mereka yang terdiri dari Nur Ajeng, Nur Andik, Nur Ivan, dan Nur Andik di datangi oleh dua orang pria.
Mereka adalah Nur Angga dan Nur Rizki. Kekuatan mereka berada di tingkat Coklat tahap 1 atau satu tingkat di bawah Nur Haryanto.
"Aku setuju untuk melengserkan Qin Huang, tetapi tidak sekarang. Dia sedang menikmati Tahta ya dengan baik," kata Nur Rizki.
Nur Angga tersenyum. "Sebaiknya kita tidak mengganggu Qin Huang dan perusahaan Danau Putih. Mereka mempunyai dukungan yang sangat kuat!"
Peringatan Nur Angga menjadi pukulan telak untuk kelompok Nur Ajeng. Mereka tidak mempunyai informasi tentang dukungan di belakangnya.
Akhirnya mereka berenam memutuskan untuk membiarkan Qin Huang dan perusahaan Danau Putih.
Butuh waktu ratusan tahun untuk menghilangkan prestasi Qin Huang dan perusahaan Danau Putih.
Di medan perang, Qin Huang menyusun strategi untuk penyerangan. Dia tidka dapat mengerahkan semua prajurit secara langsung.
Sehingga harus mengirim beberapa prajurit untuk penyerangan dalam skala kecil. Bukan tanpa alasan, mereka tidak memiliki banyak pemimpin yang dapat menggerakkan pasukan dalam jumlah banyak.
"Para Jendral, jangan pernah mati. Kita masih membutuhkan kehadiran kalian untuk memimpin para manusia ..."
"Untuk para prajurit, jangan pernah menyesali hidup. Kerahkan semua yang kalian miliki untuk menjadikan para manusia lebih baik!"
Qin Huang memberikan motivasi sebelum mengirim prajurit ke medan perang. Setelah mereka terjun ke medan perang, kesempatan untuk hidup sangat kecil.
Suara teriakan prajurit terdengar sangat keras. Mereka membuatkan tekad untuk terjun ke medan perang tanpa penyesalan.
"Serang!" teriak Qin Huang menunjuk medan perang.
Ratusan juta prajurit menerjang musuhnya seperti anak panah yang lepas dari busurnya. Suara ledakan udara terlihat sangat mengerikan.
Aura yang sangat padat dipancarkan para manusia, dengan penuh tekad mereka mengayunkan senjatanya.
Perang pecah dengan darah yang tercecer di segala penjuru medan perang. Senjata yang mereka gunakan adalah buatan robot penghasil senjata pembunuh dewa dan Iblis.
Senjatanya dapat melukai Dewa dan Iblis dengan sangat parah, sehingga memberikan pukulan besar pada pasukan musuhnya.
Aldi yang telah selesai menyusun menara segera menuju medan perang. Dia melihat manusia yang terjatuh tidak bernyawa setiap detiknya.
Namun dia tidak dapat berbuat banyak. Aldi hanya manusia yang bisa berusaha melakukan yang terbaik. Pertarungan Wildan dan para Dewa berlanjut.
Petir yang menyambar di setiap serangannya membunuh para prajurit Dewa dan Iblis. Mereka bertarung di wilayah Dewa, jadi sudah pasti melukai prajurit Dewa.
Karena pemimpin Iblis sangat sedikit. Wildan tidak memperhatikan mereka. Ditambah jendral iblis telah memberontak Lucifer, hanya perlu menunggu waktu sebelum para Iblis akan berperang tanpa arah.
Aura suci terpancar di istana kerajaan Dewa. Hal itu menandakan bahwa Ares telah berhasil bebas dari belenggunya.
Dalam sekejap mata, Ares sudah sampai di medan peran dan menembakkan cahaya putih untuk memusnahkan ratusan juta prajurit iblis.
Qin Huang langsung memerintahkan semua pasukannya yang hidup untuk mundur, bukan tanpa alasan mereka tidak dapat menghadapi Dewa sekuat dia.
Wildan juga langsung mundur ketika melihat Ares. Bukan karena takut, tetapi kekuatannya masih dibutuhkan untuk perang selanjutnya.