7 Soul Reinforcement

7 Soul Reinforcement
Aliansi Perang



Setelah Shie melepaskan tekniknya. Mahluk aneh yang mencoba menyerangnya langsung berhenti, dia merasakan ancaman dari Shie yang baru melepaskan ketrampilannya.


"Kenapa kamu berhenti, mari kita lanjutkan!" kata Shie sambil tersenyum lebar. Dia sangat menikmati bertarung dengan orang yang lebih kuat darinya.


Mahluk aneh di depannya sangat cocok untuk berlatih. Sayangnya Shie tidak diijinkan untuk membunuh musuhnya, dia hanya boleh bertarung tanpa ada niat membunuh.


Walaupun kekuatannya sebenarnya tidak akan bisa muncul, setidaknya dia bisa melawan mahluk aneh yang tidak mempunyai keberadaan.


Disisi lain Shen Haise dan mahluk aneh saling memandang mereka sedang memperkirakan pergerakan satu sama lain. Tidak akan ada yang menyangka bahwa keduanya memiliki tipe bertarung yang sama persis.


Dengan hembusan nafas pelan Shen Haise menyerang dengan kekuatan penuh ke arah musuhnya. Namun mahluk aneh yang menjadi musuhnya dapat menghindar dengan sangat mudah.


Tampak seperti bahwa mahluk aneh tersebut sudah memperkirakan pergerakan Shen Haise. Kejadian yang sama dialami mahluk aneh yang menyerang Shen Haise.


Keduanya bertarung tanpa senjata, dengan tangan kosong Shen Haise mengendalikan kekuatannya untuk melukai musuhnya.


Keduanya bertarung secara seimbang. Bahkan jika mereka bertarung seperti selama satu tahun, tidak akan ada yang tumbang.


Akhirnya makhluk aneh mulai mengeluarkan aura yang memancarkan energi jiwa. Kekuatannya hampir sama dengan Seven Soul, tetapi sedikit berbeda karena energi yang dipancarkan tidka berwarna ungu gelap melainkan hitam pekat.


Shen Haise tidak bisa tinggal diam, dia mengeluarkan zirah untuk meningkatkan kekuatannya. Pertarungan keduanya mulai berubah, awalnya saling bertukar pukulan sekarang saling melempar energi jiwa untuk melukai lawannya.


Pertarungan Shen Haise tidak seperti Shie yang sangat intens. Mereka berdua hanya bertarung untuk melihat kekuatan musuhnya, sedangkan Shie sedang bertarung untuk menentukan siapa yang lebih kuat.


Aldi yang belum bergerak dari posisi awalnya menyapa Moras yang berdiri di depannya. "Moras?" tanya Aldi dengan senyum manis di bibirnya.


"Aku tidak menyangka masih ada manusia yang mengingat namaku di seluruh alam semesta. Kamu pasti teman dari Moris atau Zuma," katanya menyebutkan dua nama yang tidak asing bagi Aldi.


Moris adalah orang yang memberikan warisannya kepada Aldi, sudah sewajarnya dia mengetahuinya. Namun Zuma adalah mahluk yang terdengar familier di telinganya.


"Jadi kamu mengetahui kamu dari Moris. Bocah itu selalu menginginkan aku menyelesaikan masalahnya."


Orang sekelas Moris di sebut bocah. Dapat dipastikan bahwa Moras adalah entitas yang tidak dapat diremehkan.


Bahkan ada kemungkinan Moras lebih kuat dari Moris. Namun tebakan Aldi kali ini salah total, sebenarnya Moras adalah mahluk yang cukup lemah, tetapi dia tidak akan bisa mati.


Zuma adalah manusia yang berhasil menerobos masuk ke wilayah Moras. Namun dia tidak melakukan kerusakan apapun, dia hanya ingin. Berkeliling tanpa menetap terlalu lama.


Orang itu adalah pewaris dari Mahluk yang tidak seharusnya ada di alam semesta. Namun dia mati karena kesalahannya sendiri.


Kala itu Zuma sedang menolong rekannya dari serbuan pasukan Panca. Sampai akhirnya dia mati di tangan pemimpin mereka.


Bandi adalah pemimpin yang dimaksud, mungkin aneh ketika melihat Bandi adalah pembudidaya tingkat 4. Sebenarnya dia adalah yang terkuat di seluruh Alam semesta dibawah Axel.


Karena itulah dia sangat dihormati oleh rekan satu timnya. Bahkan semua orang bersedia mengorbankan nyawa untuk melindungi Bandi.


Hal itu sudah terbukti ketika perang melawan pasukan Neraka yang sedang berebut wilayah di Kerajaan Bima Sakti.


Sekarang setelah peperangan panjang hanya tersisa 3 kekuatan besar yang masih beroperasi di Kerajaan Bima Sakti.


Mereka adalah Seven Soul, Panca, dan Pasukan Gaia. Namun pasukan Gaia tidak aktif dalam peperangan, mereka hanya menunggu musuh menyerang.


Berbeda dengan pasukan Seven Soul yang menyerang musuhnya yang menginjakkan kakinya di wilayah kerajaan Bima Sakti.


"Aku datang dengan perdamaian. Biarkan mereka berdua bertarung, aku pikir dengan bertarung dengan mahluk yang kuat akan membuatnya berkembang dengan baik," kata Aldi memberikan saran.


Buktinya sudah terlihat jelas ketika Shie belajar semua kekuatan yang dimiliki lawannya. Walaupun bakat Shie dalam belajar kurang, kekuatan tubuhnya tidak dapat diremehkan.


Dengan memanfaatkan kekuatan tubuhnya Shie mencoba menirukan gerakan musuh. Dia berencana mengambil semua ketrampilan yang berantakan untuk kelompok Seven Soul.


"Apa kamu pikir aku khawatir dengan kedua pengawal?" tanya Moras menatap Aldi dengan tatapan tajam.


Sebelum Aldi menjawab Moras melanjutkan perkataannya, "Mereka berdua tidak akan kalah dengan kedua temanmu."


"Kamu salah, kedua temanku mempunyai kartu yang bisa membunuh kedua pengawal milikmu. Namun mereka tidak akan membunuhnya karena aku datang untuk mengajukan kerja sama." Aldi mengatakannya sambil sedikit menggelengkan kepalanya.


Moras yang telah berwujud manusia mengerutkan kening. "Sama seperti Moris, kamu selalu menginginkan kekuatan untuk melakukan peperangan. Sudah aku bilang sebelumnya, aku tidak akan pernah ikut dalam urusan kalian!."


"Kali ini musuhku bukan seorang manusia biasa, dia adalah Sang Peramal. Bisa saja Sang Pencipta akan mengacaukan peperangan."


Aldi menjelaskan situasi terkini keadaan manusia yang sudah berada di ujung tanduk. Mereka akan musnah jika membiarkan Axel hidup, tetapi jika Gaia menang semua alam semesta juga akan dalam bahaya.


Karena mahluk celah dimensi akan mulai menggerogoti kekuatan manusia di seluruh Alam semesta.


Posisi Sang Pencipta akan kosong. Jadi alam semesta akan menggunakan caranya sendiri untuk menemukan mahluk yang setara dengan Sang Pencipta.


Setelah mendengar perkataan Aldi, akhirnya Moras memahami situasinya. "Jadi kamu ingin kami menjadi perisai para mahluk celah dimensi untuk tidak menuju alam semesta?" tanyanya.


Aldi menggelengkan kepala dan berkata, "Aku ingin kalian bertarung besama kami mempertahankan alam semesta!"


Moras tertawa keras mendengar Aldi ingin menjadi pahlawan yang menyelamatkan alam semesta. "Bodoh, kenapa kamu bersikeras mempertahankan alam semesta yang sudah rusak ini?" tanyanya.


"Aku mempunyai keluarga dan merasa simpatik kepada manusia yang menjalani hidupnya dengan tenang. Karena Moris memilih diam, maka aku akan memilih melawan!" kata Aldi dengan penuh semangat.


Kekuatan semangat Aldi sampai kepada Moras yang tersenyum setelah mendengar perkataan Aldi. Dia juga memiliki pikiran yang sama, tetapi mahluk aneh tidak dapat bergerak dengan bebas karena kutukan tertentu.


Axel adalah orang yang telah memberikan kutukan kepada mereka. Dia mengetahui bahwa mahluk aneh akan menjadi penghalang semua rencananya.


Namun karena membunuh para mahluk aneh tidak menguntungkan. Axel membiarkan mereka semua hidup di bawah tekanan kutukan. Sehingga semua mahluk aneh tidak akan bisa keluar dari wilayahnya.


"Biarkan aku melihatnya. Mungkin saja aku bisa membantu memecahkan simbolnya," kata Aldi memberikan saran.


Moras menggelengkan kepala dan berkata dengan pelan, "Aku sudah mencoba membukanya. Bukannya bebas, kutukan kita semakin kuat."


"Tidak ada salahnya menunjukkannya padaku. Aku adalah pewaris Moris, jadi seharusnya ada sesuatu yang bisa aku lakukan," kata Aldi meyakinkan Moras yang tampak ragu.


"Baiklah!"


Keduanya berjalan menuju pusat wilayah mahkluk aneh. Mereka melihat sebuah penjara raksasa yang tidak bisa hancur dengan serangan penuh. Tidak ada yang tahu seberapa lama mereka telah terkena kutukan tersebut.


Aldi mengerutkan kening ketika melihat simbol khusus yang sama persis seperti Prinsip Jiwa. Namun ada beberapa bagian yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata.


"Mungkinkah, Axel sudah mengetahui ketrampilan Prinsip Jiwa," gumam Aldi sedikit terkejut melihat kebenaran.


"Prinsip Jiwa, teknik itu sangat misterius. Aku hanya pernah mendengarnya dari Zuma," kata Moras sambil tersenyum.


"Aku dan pasukan Seven Soul adalah pembudidaya Prinsip Jiwa. Jadi sudah sewajarnya aku bisa membebaskan kalian dari kutukan," kata Aldi memberikan harapan.


"Baiklah, aku akan membantumu jika berhasil melepaskan kutukan yang dimiliki sukuku," kata Moras pelan. Dia sebenarnya tidak ingin terlibat peperangan, tetapi kondisi sukunya tidak menguntungkan untuk menolak.


Aldi menempelkan kedua telapak tangan di depan dadanya. Sebuah energi jiwa keluar sangat tipis dari tubuhnya.


Moras tidak merasakan kekuatan yang mengancam darinya. "Aneh, ada manusia yang berhasil mengembangkan Prinsip Jiwa dengan sangat baik," katanya dalam pikiran.


Setelah menunggu 3 hari, Aldi memuntahkan darah segar karena serangan balik dari simbol khusus. Namun dengan ketenangannya, dia berhasil menghilangkan kutukan mahluk aneh.


Moras yang tidak pernah bergerak dari tempatnya tidak percaya melihat kutukan yang mengikatnya sangat lama hancur.


"Semua berkumpul!" teriak Moras memberikan perintah kepada seluruh anggotanya. Setidaknya ada 100 miliar mahluk aneh yang mengerumuni Aldi dan Moras.


Semua merubah wujudnya sebagai manusia karena melihat pemimpinnya menggunakan wujud manusia.


Kedua pengawalnya, Shen Haise, dan Shie masih bertarung dengan serius.


Moras mengatakan kepada semua mahluk aneh, "Kita mempunyai penyelamat yang baru. Orang ini berhasil melepaskan kutukan yang diberikan Axel, namanya adalah Shen Zero."


Sekali lagi Aldi terkejut mendengar Moras menyebutkan nama samarannya. Dia tidak pernah menyangka bahwa Moras bisa membaca pikiran seseorang.


Teriakan penuh semangat keluar dari mulut para prajurit.


"Siapapun yang merasa ingi bertarung segera persiapkan diri kalian. Akan ada peperangan melawan Axel!" kata Moras memberikan motivasi kepada setiap anggotanya.


Aldi yang merasakan semangat Moras menjadi lebih bersemangat. "Dia adalah pemimpin yang sangat hebat," kata Aldi dalam hati.


"Terima kasih pujiannya. Namun sekarang lebih asik kamu memberikan sedikit kata-kata untuk menyemangati pasukan," kata Moras sambil tersenyum manis.


Aldi menggelengkan kepala untuk kesekian kalinya, awalnya dia menolak untuk memberikan sambutan. Namun setelah dipaksa, dia berkata, "Kalian ditugaskan untuk perang bukan untuk mati dalam medan perang!"


Perkataannya hampir sama seperti yang dilakukan kepada Seven Soul sebelum menjalankan misi berbahaya.


Dengan sedikit perkataan, manusia dapat berubah menjadi pribadi yang lain. Aldi ingin semua mahluk aneh tidak ada yang menjadi korban dalam perang.


Namun pasukan Axel bukan entitas biasa. Ada kemungkinan mereka akan musnah karena kekuatan musuhnya terlalu kuat.


Moras ikut dengan Aldi berkunjung ke markas besar Seven Soul. Dia ingin melihat seberapa kuat pasukan Seven Soul yang dikatakan Aldi.