
Empat penjaga arah mata angin, Nezha, dan Sikong Yu mengepung Zahru yang tidak dapat melakukan perlawanan.
Dia tidak boleh melepaskan energi langit jika keadaan tidak terlalu mendesak, hal itu dikarenakan kekuatannya sangat tabu untuk para manusia biasa.
Keadaannya sekarang tidak memungkinkan untuk menyimpan kekuatannya, akhirnya dia melepaskan energi langit yang sangat padat.
Semua orang yang mengepung Zahru langsung terhempas. Mereka terpental hingga ratusan meter jauhnya.
"Seperti yang diharapkan dari Utusan Langit!" kata Nezha tampak sangat senang melihat lawannya menggunakan kekuatan aslinya.
Anehnya kelima orang lainnya mengangkat sudut bibirnya. Mereka juga menunggu kesempatan seperti ini untuk mengukur kekuatan.
Pasukan yang dipimpin Rafael sudah datang di perbatasan, mereka melihat Zahru yang terpojok oleh 6 orang misterius.
Salah satu prajurit bertanya kepada Rafael, "Ketua, mungkinkah Tuan Zahru akan kalah?"
"Tenanglah, aku mengetahui kekuatannya jauh lebih kuat dari Tuan Hida." Rafael menenangkan pasukannya. Dia sebenarnya juga terkejut dengan keadaan sekarang.
Kekuatan Zahru dan Hida berada di ranah yang sama. Seharusnya jika Seven Soul tidak muncul Zahru tidak akan kalah.
Semua orang Seven Soul telah di hafal oleh Rafael, tetapi keenam pria yang mengepung Zahru bukan anggota Seven Soul.
"Siapa mereka?" kata Rafael sedikit kebingungan.
Tidak mau tinggal diam, Rafael menyuruh pasukannya untuk menyerang Kerajaan Bima Sakti.
Seorang pria terbang di atas langit, dia adalah Andreas. "Kalian tidak mempunyai rasa takut, biarkan aku memberitahu apa itu ketakutan!" katanya sambil mengangkat kedua tangannya.
Sebuah energi hitam berbentuk bola keluar dari atas tangannya. Jika diperhatikan dengan teliti, energi di dalamnya berputar sangat cepat hingga tidak terlihat putarannya.
Kemudian Andreas melemparkannya Rafael dan pasukannya.
Rafael yang melihat bola energi mengerutkan kening, seharusnya Andreas hanyalah seorang Immortal Jendral. Namun dia melihat energi yang dapat membunuh seorang Immortal Perang.
"Mungkinkah dia menyembunyikan kekuatannya?" gumam Rafael. Dengan santai dia menghindari serangan, karena kecepatan bola energi yang lambat.
Sedangkan pasukan yang dia pimpin sudah terlanjur berlari menuju bola energi, mereka tidak memiliki kesempatan untuk menghindar.
Tepat ketika bola energi menyentuh rambut seorang prajurit, ledakan besar tercipta. Bahkan ruang dan waktu bergetar hingga membuat ruangan retak.
Rafael mengerutkan kening, kekuatan itu seharusnya dapat membunuh seorang Maha Segalanya tahap 2 atau 3.
"Kenapa dia bisa mempunyai kekuatan seperti itu?" gumam Rafael yang kebingungan. Akhirnya dia tahu kenapa Raja Langit tidak ingin berurusan dengan Andreas walaupun hanya seorang Immortal Jendral.
Setelah asap ledakan terhempas angin, semua pasukan yang dibawa Rafael hilang tanpa menyisakan jasat ataupun jiwa.
Sekali lagi Rafael terkejut, dia akhirnya mengerti kenapa Langit tidak ingin berurusan dengan Andreas. Namun karena Rafael bukan orang bodoh, dia melihat Andreas yang jatuh dari langit.
Tanpa pikir panjang, Rafael menyerang dengan. Pedangnya. Namun seorang pria menghentikannya, dia adalah Aldi yang telah memperbaiki teknik Andreas.
"Bukankah menyerang orang yang tidak bisa bertarung adalah tindakan tercela?" kata Aldi yang sudah kembali ke wujud aslinya.
Rafael sangat terkejut ketika pedangnya dihentikan dengan tangan kosong oleh lawannya. Dia segera mengetahui bahwa lawannya bukan pasukan sembarangan.
"Memang tindakan seperti itu sangat tercela, tetapi dalam perang harus menghalalkan segala cara!" jawab Rafael menarik pedangnya dengan tujuan menggores tangan Aldi.
Namun Aldi tampak tidak merasakan apapun. Bahkan tangannya yang menghentikan tidak terlihat adanya goresan.
"Baiklah, bagaikan jika kalian mundur untuk menghormati kakekku. Anggap saja kalian menang dalam perang kali ini." Aldi menatap Rafael dengan teknik mata dari Kitty yang sudah bangun karena banyak menyerap energi kematian.
Rafael tertawa keras, dia tidak menyangka lawannya akan menjadi pengecut setelah kekuatan yang diperlihatkan Organisasi Perompak Galaksi.
"Aku akan mundur setelah membawa kepala Andreas!" kata Rafael dengan tegas. Dia diperintahkan untuk menyerang bukan untuk mundur.
Aldi tersenyum sambil menggerakkan tangannya secara cepat. Sebuah sayatan angin menebas leher Rafael dengan kecepatan super tinggi.
Bahkan sayatannya membelah ruang dan waktu di sekitarnya, itu adalah teknik yang hampir sama dengan bola energi milik Andreas.
Rafael mulai kehilangan kesadarannya, dia tidak pernah menyangka lawannya akan sangat kuat. Bahkan bisa menandingi Zahru yang berada di tingkat Maha Segalanya.
"Aku sudah memberimu kesempatan, tetapi kamu memilih untuk melawan. Sebaiknya layani tuan yang baik di kehidupanmu selanjutnya ..."
Aldi tersenyum dan melanjutkan perkataannya, "Oh... aku lupa mengatakannya, kamu tidak akan pernah memiliki kehidupan selanjutnya!"
Tawa Aldi sangat mengerikan. Bahkan jika ada Shen Haise berdiri di depannya sekarang, dia akan terjatuh karena ketakutan.
Bisa dibilang Batu Yuanshi yang awalnya sangat suci sekarang ternoda dengan Batu Neraka yang sangat gelap.
Anehnya Aldi merasakan keakraban yang pernah dia rasakan ketika bertemu dengan kakek tua di alam bawah sadarnya.
"Sikong Yu, segera selesaikan pertarungan. Kita memiliki tamu yang sangat ramah," kata Aldi melihat arah utara.
Tanpa mengurangi hormat, Aldi tersenyum dan sedikit membungkukkan badannya untuk menyapa. Pria di atas gunung yang melihat pertarungan adalah Delta, Leluhur Galaksi Mata Hitam.
"Baik, Bos!" jawab Sikong Yu.
Pertarungan Sikong Yu dan kelompoknya sangat berat. Mereka sedang terdesak karena kekuatan Zahru yang sangat mengejutkan.
Namun Aldi telah memberikan perintah supaya segera menyelesaikan pertarungan. Tanpa pikir panjang Sikong Yu menggunakan teknik rahasia Seven Soul.
"Pembalikan Jiwa!" kata Sikong Yu menyebutkan nama tekniknya. Matanya berubah menjadi merah darah, serta aura ditubuhnya berubah menjadi ungu gelap. Mata kirinya mengeluarkan darah hitam dan darahnya segera menguap setelah menetes.
Zahru yang merasakan aura yang aneh langsung melihat Sikong Yu. "Apa yang terjadi?" katanya kebingungan.
Dengan kecepatan tinggi, Sikong Yu berada di depan Zahru. Tanpa menunggu lama Sikong Yu mengayunkan pedangnya.
Suara ledakan terdengar sangat keras setelah Zahru menghantam tanah.
Tidak sampai disitu, Sikong Yu mengeluarkan api berwarna ungu gelap kemudian melemparnya ke arah Zahru yang tergeletak di tanah.
"Sialan, siapa kau!" teriak Zahru sambil berlari sekuat tenaga. Dia tidak ingin menerima serangan api dari Sikong Yu.
Anehnya api tersebut mengejar Zahru bahkan ketika dia berlari keluar medan perang. Seorang pria misterius menyelamatkan Zahru dengan kecepatan tinggi.
Api Sikong Yu membakar lengannya, dengan cepat pria tersebut memotong tangannya. Dia dan Zahru terbang keluar dari medan perang.
Anehnya prajurit Organisasi Perompak Galaksi mengamankan jalur pelariannya. Mereka bertekad menyelamatkan kedua orang tersebut.
"Biarkan mereka pergi," kata Sikong Yu melihat Zahru dan pria misterius pergi bersama dengan pasukannya.
"Kenapa kamu melepaskannya?" tanya Nezha yang belum mengeluarkan kekuatan terbaiknya. Dia hanya ingin duel satu lawan satu dengan Zahru, sayangnya keinginan itu gagal karena Sikong Yu mengambil alih.
"Kita mendapatkan tamu yang ramah," kata Sikong Yu.
Setelah Sikong Yu menyelesaikan perkataannya, semua anggota lainnya segera menyadari bahwa ada seseorang yang lebih berbahaya dari Zahru.
Dengan kecepatan tinggi mereka muncul di belakang Aldi yang menatap Delta dengan senyuman.
Aldi menganggukkan kepala dan berkata, "Bukankah sudah waktunya anda keluar, Tuan?"
"Mengesankan anak muda. Kamu tidak hanya menyadari keberadaan ku, tetapi juga mengetahui posisiku dengan sangat tepat," kata Delta sambil tersenyum dan menunjukkan dirinya.
"Tuan, kita tidak mempunyai permusuhan. Seharusnya anda tidak datang untuk pertarungan, jadi apa yang anda butuhkan?" tanya Aldi dengan penuh sopan santun.
Delta tersenyum tipis, dia kagum dengan temperamen lawan bicaranya. "Aku hanya datang untuk memastikan keberadaan seperti apa yang bisa melepaskan energi yang dapat melewati Dimensi."
Serangan Rocky dapat melewati dimensi, makanya banyak kekuatan besar telah mengunjungi Kerajaan Bima Sakti.
"Jika kamu mencari orang tersebut, dia tidak ada disini. Kami hanya anak kemarin sore yang kebetulan lewat," kata Aldi merendah.
Dia telah melihat kekuatan Delta yang telah disembunyikan. Sekilas banyak orang akan menganggap Delta sebagai seorang Immortal Perang tahap 9.
Namun kenyataannya Delta adalah seorang Maha Segalanya tahap 4. Mata Dunia tidak mudah ditipu oleh teknik penyembunyian seperti itu.
"Aku tahu itu, tapi ada mahluk yang lebih mengerikan dari orang yang bisa menembus dimensi dengan serangannya. Orang itu adalah kamu!" kata Delta pelan. Dia merasakan sebuah ancaman dari Aldi yang tidak dapat dikatakan.
Delta merasa bahwa Aldi adalah musuh yang harus dimusnahkan sebelum berkembang. Namun dia berasa bahwa berurusan dengan Aldi akan merenggut nyawanya.
Aldi tertawa kecil. "Kamu terlalu memujiku, Tuan. Kami hanya anak kemarin sore yang mencoba melindungi kampung halaman."
Delta tertawa keras dan berkata, "Menarik anak muda, aku berharap kamu tidak menjadikan Mata Hitam sebagai musuh!"
Aldi tersenyum kecut, dia telah mengambil Batu Neraka dari Galaksi Mata Hitam. Bisa dibilang dengan diambilnya Batu Neraka energi kebaikan akan sangat tinggi.
Karena energi tidak seimbang, Galaksi Mata Hitam akan mengalami kekurangan energi kematian. Bahaya orang baik hati yang akan muncul di Galaksi Mata Hitam.
Akibatnya kejahatan di sana akan berkurang sangat tinggi. Hal itu membuat kemajuan Galaksi akan menjadi sangat lambat.