7 Soul Reinforcement

7 Soul Reinforcement
Perang Senyap



Perang perebutan wilayah Dewata masih berlangsung sangat sengit.


Mantan pasukan Militer Selatan sangat mendominasi, mereka menunjukkan kekuatan terbaiknya.


Hal yang tidak diduga semua pihak adalah seseorang yang mempunyai kekuatan tingkat Setengah Raja berada disisinya.


Satu orang dapat mengalahkan satu kompi pasukan musuhnya.


Mantan Militer Utara merubah namanya menjadi pasukan Halilintar. Juga menunjukkan taring mereka.


Dengan dukungan masyarakat Semi Rahasia Roda Gila yang dipimpin oleh Krisna sang penjagal yang terkenal sangat sadis.


Mereka telah menguasai 30 persen wilayah Dewata. Sedikit dibawah Militer Selatan yang menduduki 40 persen wilayah.


Sedangkan untuk Militer Barat sudah runtuh, banyak prajurit telah melarikan diri dan bergabung dengan Halilintar dan Militer Selatan.


Curik Ketimbang hanya menempati 10 persen wilayah Dewata, sedangkan yang lainnya di tempati oleh organisasi Menengah.


Dalam ruangan rapat pasukan Curik Ketimbang ada 7 orang yang mendiskusikan langkah selanjutnya menghadapai dua raksasa Militer selatan dan Halilintar.


"Kita tidak bisa bertahan seperti ini, pasukan Halilintar sudah mengarahkan pedangnya kearah kita!" ucap seorang penasehat pasukan dengan nada panik.


"Tenanglah Paman, kita pasti menemukan solusi terbaik," ucap Gung Jendra.


"Aku berencana meminta bantuan Kakek Aldi. Apa pendapat kalian?" tanya Gung Koster.


"Aku tidak keberatan dengan rencana anda, tetapi apa yang bisa kita tawarkan?" tanya Jendral Perang Curik Ketimbang.


Gung Koster belum memikirkan apa yang harus ditawarkan kepada Aldi. Dia meminta saran setiap orang yang hadir dalam pertemuan.


Karena Aldi menyukai ketenangan, mereka sepakat untuk memberikan tanah di atas bukit tanpa ada penduduk disekitarnya.


Gung Koster dan Gung Jendra menuju ke tempat Aldi beristirahat.


Ketika itu Aldi sedang membaca informasi yang ditemukan Shen Lui di lautan yang menghubungkan antara Wilayah Timur dan Wilayah Dewata.


"Kakek Aldi, maaf mengganggumu," ucap Gung Koster dengan nada sopan.


"Tenanglah, aku bukan orang yang mudah terganggu dengan hal sepele. Jadi apa tujuanmu datang kemari?"


"Kami ingin meminta bantuan untuk menghadapi pasukan Halilintar. Jika kita sampai terdesak, maka Militer Selatan akan ikut memperburuk situasi."


Gung Koster sudah melihat seberapa pintar Aldi dalam menyusun strategi perang.


Dia percaya bahwa dengan kebijakan Aldi, serangan pasukan Halilintar dapat ditahan.


"Koster, kau tau aku tidak ingin terseret dalam pertempuran kalian. Aku hanya ingin hidup tenang."


Aldi memanggil Gung Koster dengan namanya. Mereka sudah sangat akrab karena sering berbincang masalah kehidupan.


"Aku tau itu, tetapi aku sudah menyiapkan bukit untuk kompensasi. Berhasil atau tidak, bukit itu akan menjadi milikmu." Gung Koster sudah sangat putus asa melihat pasukan musuh yang sangat perkasa.


Merela berdiskusi tentang masalah ini, akhirnya Aldi setuju untuk membantu pasukan Curik Ketimbang.


Dengan syarat Aldi tidak bergabung dengan Curik Ketimbang, dia akan menggunakan pasukan pribadinya.


Aldi berencana untuk melatih beberapa pasukan yang sudah lama tidak terjun ke medan perang.


Seperti biasa Aldi menggunakan taktik HIT And RUN. Taktik itu sangat ampuh untuk melatih fokus para pasukan perang.


Leo diperintahkan untuk menyiapkan pasukan yang belum pernah masuk ke medan peran. Aldi meminta 50 ribu prajurit dengan kekuatan di atas tingkat Hitam.


Tidak seperti biasanya, kali ini Aldi tidak memberikan segel untuk menyelamatkan nyawa mereka.


Jadi setiap prajurit harus mengandalkan dirinya dan rekan mereka.Tujuan Aldi dalam pelatihan perang ini untuk meningkatkan ikatan para prajurit.


Pasukan Halilintar akan menyerang 1 minggu dari sekarang, Aldi menyusun strategi yang memungkinkan mereka keluar tanpa korban jiwa.


Walaupun tidak menggunakan segel penyelamat, Aldi tetap memperhatikan setiap rekannya yang akan terjun ke medan peran.


Dia memberikan 3 pil penyelamat hidup. Pil itu berfungsi untuk menyelamatkan hidup mereka dikala keadaan kritis.


Setelah memakannya kesembuhan dan energi didalam tubuh akan meningkat beberapa kali lipat.


Aldi membuat pil penyelamat hidup menggunakan teknik api biru yang diberikan burung Curik.


Malam sebelum penyerangan telah tiba. Aldi memerintahkan setiap pasukan Seven Soul, untuk menyerang tanpa mengungkapkan identitas meraka.


Di kamp pasukan Halilintar yang dipimpin oleh jendral perang. "Bagaimana keadaan pasukan?" tanya Sang Jendral dengan nada tegas.


"Kondisi semua pasukan dalam keadaan terbaik." jawab seorang prajurit berpakaian merah.


Seorang pria terbang di langit, pria itu adalah Krisna pemimpin masyarakat Semi Rahasia Roda Gila.


"Putu, aku melihat beberapa tikus telah menyelinap di kamp," kata Krisna tanpa ekspresi.


Setelah berteriak cukup keras, Putu tidak melihat prajurit penjaga. Dia curiga mereka mengalami kecelakaan.


Putu merupakan jendral yang sangat berkompeten, dia dapat mengenali setiap prajurit dengan sangat baik.


Pasukan yang dibawa kali ini berjumlah 120 ribu orang, tetapi dia masih sanggup untuk mengenali sebagian besar prajurit.


Krisna menghampiri pasukan dari Barat, kemudian dia menebaskan pedangnya kearah pemimpin pasukan.


"Apa yang kau lakukan Krisna!" ucap Putu dengan nada tinggi.


"Bodoh, mereka bukan pasukan Halilintar."


"Seperti yang diharapkan dari seorang Krisna." pemimpin pasukan itu menjawab dengan senyum di bibirnya. Tebasan pedang Krisna tidak melukainya.


Sosok pria pemimpin pasukan itu adalah Sikong Yu Sang Tubuh Phoenix. Tebasan sederhana seperti itu tidak dapat membahayakan tubuhnya.


Tubuh super yang berfokus pada regenerasi dapat dengan sangat cepat menyembuhkan luka tebasan.


Hanya sekejap mata luka parah Sikong Yu telah sembuh sepenuhnya.


"Menarik, aku sangat ingin bertarung denganmu," ucap Krisna. Setelah dia selesai dengan perkataannya, serangan pedang kedua dilepaskan.


Pertarungan sengit antara Krisna dan Sikong Yu sangat memukau para prajurit yang menonton.


Ketika beberapa pasukan sedang asik menonton, pasukan Seven Soul yang menyamar segera mengaktifkan formasi racun yang telah disiapkan.


Putu yang mempunyai kekuatan terkuat kebingungan. Dia tidak bisa melihat prajurit karena hadangan dari 20 orang.


Setiap orang yang menghalangi Putu mempunyai kekuatan lebih rendah, tetapi dalam pertarungan mereka sangat unggul.


Tidak lebih dari 6 jam, semua pasukan Halilintar tewas di kamp mereka. Yang masih hidup hanya Krisna dan Putu.


Pasukan Seven Soul juga mengalami kerugian besar, sebanyak 40 ribu prajurit terluka parah. Namun, tidak ada yang mengalami kematian.


Sikong Yu masih bertarung sengit dengan Krisna di langit.


"Krisna, semua pasukan Halilintar sudah lenyap. Putu seorang diri tidak akan mampu melawan 10 ribu orang," ucap Sikong Yu dengan darah di sekujur tubuhnya.


Tidak berbeda dengan Sikong Yu, Krisna juga penuh luka di sekujur tubuhnya. "Aku tidak peduli dengan orang rendahan seperti mereka. Aku hanya ingin bertarung denganmu!"


Aura disekitar Krisna meningkat tajam, "Sudah waktunya aku serius."


Tidak mau kalah, Sikong Yu juga menggunakan kekuatan maksimalnya. Dia menggunakan teknik Phoenix Membara.


Setiap benda disekitarnya akan terbakar oleh api yang sangat panas dari tubuhnya.


Ketika kedua serangan bertabrakan, ledakan besar terdengar. Cahaya sangat terang muncul dari benturan serangan mereka.


Sayangnya, teknik Sikong Yu lebih. Tubuh Krisna terbakar api Phoenix yang sangat mematikan.


Suara teriakan Krisna terdengar sangat nyaring. Dia kesakitan karena teknik itu telah dimodifikasi Aldi agar mengandung efek korosif ringan.


Setiap luka yang terbuka akan sangat menyiksa orang yang terkena api phoenix.


Ketika Krisna terbakar api, seorang lelaki tua menggunakan teknik air untuk memadamkan api.


Kekuatan Sikong Yu sangat terbatas, jadi api itu tidak dapat bertahan dari teknik air lelaku tua itu.


"Anak Muda, pertarungan ini milikmu. Aku akan membawa Krisna, jadi jangan memperpanjang masalah." Lelaki tua itu merupakan pelindung masyarakat Semi Rahasia Roda Gila.


Sikong Yu tidak menjawab atau membantah perkataannya. Dia sedang dihadapkan dengan seseorang yang mempunyai kekuatan jauh diatasnya.


Lelaki tua itu mempunyai kekuatan tingkat Raja tahap 6.


Pasukan Seven Soul kembali ketempat Leo untuk memasuki Dunia Buatan.


Latihan perang ini tidak memakan korban jiwa di pihak Seven Soul. Walaupun beberapa orang telah kehilangan tangan, selama mereka masih hidup dengan simbol penyembuhan, Aldi dapat memasang atau menumbuhkan tangan mereka.


Seorang pria yang bersembunyi didalam kegelapan memunculkan wujudnya. Pria itu adalah Sanjaya dan Gusti Rahmat.


"Sekarang kau tau, seberapa mengerikannya pasukan Shen Zero?" kata Sanjaya.


Gusti Rahmat menggelengkan kepalanya, "Aku masih tidak mengerti. Kekuatan mereka sangat sederhana."


"Kau tau tidak ada satu orangpun dalam perang ini yang ikut peperangan melawan Blood Axe. Masih ada Sang Jendral Tertawa, Shie ada juga Sang Ratu Perang, Shen Haise ..."


"Kekuatan mereka sangat mengerikan. Bukan karena tingkat kekuatan, tetapi mereka tidak bisa mati layaknya makhluk abadi!" kata Sanjaya tegas.


Sekarang Gusti Rahmat mengerti kenapa organisasi Hantu mundur ketika bersenggolan dengan pasukan Shen Zero.


Kurangnya informasi tentang musuh dapat menjadi bumerang dalam perang. Organisasi Hantu masih kekurangan informasi tentang kekuatan khusus pasukan Seven Soul.