7 Soul Reinforcement

7 Soul Reinforcement
Batu Dan Tumbuhan Roh



Lee Yoon yang mendapatkan tiket masuk pelelangan mengucapkan terima kasih kepada Shen Zero.


Sampai di penginapan, Aldi menyuruh Mahesha dan Shen Yi berkeliling mencari informasi di sekitar penginapan, sedangkan dia dan Shie akan mencari informasi di sekitar Pasar.


"Apa kau yakin, Mahkota Jayabaya dijual di pelelangan kali ini," kata seorang pria.


"Aku bekerja di pelalangan, jadi sudah sewajarnya aku tau tentang keaslian berita ini," kata wanita dengan wajah serius.


Aldi mendapatkan banyak informasi tentang pelelangan. Barang yang akan di jual di pelelangan sangat banyak, bahkan membutuhkan 3 hari penuh untuk melelang semua.


Kemudian dia menuju ke pelanggan untuk menjual Pilnya.


"Paman, aku ingin menjual Pil," ucap Aldi melihat Pelayan.


"Baiklah silahkan masuk keruangan sebelah sana." Pelayan itu menunjuk ruangan.


Ketika Aldi dan Shie masuk kedalam ruang mereka merasa ada gas halusinasi. Aldi hanya tersenyum, ia tidak akan bisa terpengaruh oleh gas rendahan seperti itu. Apalagi Shie yang mempunyai Tubuh Naga, racun receh tidak akan mempengaruhinya.


"Anak Muda, apa yang ingin kau lelang?" tanya seorang lelaki tua.


Aldi menjawab, "Aku ingin menjual Pil yang mempunyai efek menambah umur."


Lelaki tua itu terkejut. Ia langsung mengambil botol yang berisi 3 pil.


Dia memastikan bahwa pil itu dapat memperpanjang umur.


"Anak Muda, pilmu tidak memiliki efek seperti yang kau duga," katanya dengan senyum licik. Ia mengembalikan pilnya.


Aldi melihat bahwa lelaki itu mencoba menukarnya dengan pil yang lain.


Aldi berkata, "Jika seperti itu kembalikan pilku."


"Apa maksudmu, Anak Muda?"


"Aku melihatmu menukar Pilku!"


"Jangan bicara omong kosong!"


Aldi meraih saku Lelaki tua dan mengambil 3 pilnya. "Sangat disayangkan, aku berniat melelang barangku tapi malah dicuri."


Seseorang berjalan menuju arah mereka. Orang itu adalah Nanda Pangestu.


"Maafkan kelancangan pelayan kami, Tuan Muda," katanya dengan sopan.


"Lupakanlah." Aldi membuang mukanya dan berjalan kearah pintu keluar.


"Tuam Muda, tunggu sebentar. Bagaimana jika anda melelang barang itu, kita akan menyediakan tempat khusus untukmu," kata Nanda Pangestu.


Aldi meliriknya, "Penawaran yang menarik, menurutmu berapa harga yang bisa aku dapat dari 3 Pil ini?"


"Tidak akan sulit untuk menembus 6 ribu emas," kata Nanda Pangestu.


Aldi menyetujui penawaran itu, ia menukar tiket masuk biasa menjadi tiket emas. Kemudian ia pergi dengan senyum diwajahnya.


"Jangan kau ulangi kelakuanmu itu. Orang itu mempunyai kekuatan yang mengerikan bahkan Gas Halusinasi tidak dapat mempengaruhinya," kata Nanda Pangestu pelan.


Lelaki Tua itu menjawab, "Maafkan aku, Tuan."


Nanda Pangestu kebingungan ketika Aji Marganda tidak menunjukkan wujudnya dari kemarin.


Pasti terjadi sesuatu yang membuatnya tidak dapat memerasnya.


Hubungannya dengan Organisasi Zero Wing tidak terlalu baik, jika bukan karena adanya Dedly Blade yang mendukungnya, dia pasti sudah tidak bernyawa.


Walau Dedly Blade bermusuhan dengan Zero Wing, mereka tidak ingin terlalu memperbesar masalah.


Nanda Pangestu hanya bisa memberikan informasi ketika Aji Marganda memerasnya tentang pembeli tiket.


Sementara disisilain, Aldi sudah mengkonfirmasi bahwa Nanda Pangestu tidak seperti yang ia pikirkan sebelumnya.


"Besok adalah hari pertama pelelangan, istirahatlah." Aldi melihat Mahesha dan Shen Yi.


Pembukaan pelelangan akhirnya dimulai. Suma orang yang sudah memiliki tiket masuk berbaris di depan pintu masuk gedung pelelangan.


Lee Yoon melihat Aldi dan teman-temannya, ia melempar senyum menandakan penghormatan.


Aldi juga tersenyum ringan kearah Lee Yoon. "Sepertinya Lee Yoon memiliki karakter yang menarik," katanya pelan.


"Kim Hoon, ambil daftar barang yang akan dilelang, kita mendapatkan ruang VIP nomor 112!" kata Aldi menghadap Kim Hoon yang mengenakan stelan jas yang rapi.


Pelelangan akan dimulai jam 9 pagi, sedangkan mereka sudah duduk jam 8 pagi.


50 rb koin emas dapat disandingkan dengan kekayaan Tang Xiu ditambah Lee Yoon.


Secara luas Tang Xiu adalah pemuda terkaya di Kediri, tapi sebenarnya Aldi adalah pemuda terkaya.


Ia mendapatkan kekayaan itu dari pembagian hasil tahunan perusahaan Elios. Sekarang perusahaan itu sudah mencangkup seluruh wilayah Timur. Pembagian keuntungan setiap tahun melebihi 20 rb koin emas.


Sedangkan bisnis Perkebunan dapat menghasilkan 10 rb koin emas pertahun.


Bisnis yang dipegang Dino sekarang dapat menghasilkan 5 rb koin emas pertahun.


Ditambah dengan penghasilan tambahan dari bisnis Pariwisata serta penjualan obat.


Pemasukan Aldi pertahun lebih dari 50 rb koin emas.


Itupun belum pemasukan dari Bisnis teknologi Alex yang 30% sahamnya dimilikinya.


Pelelangan akhirnya akan dimulai, suara gong terdengar cukup keras.


"Tuan yang terhormat perkenalkan, saya Nanda Pangestu penanggung jawab pelelangan sekaligus juru lelang," kata Nanda Pangestu lugas.


Barang pertama yang akan dilelang adalah sebuah kayu.


Semua orang kebingungan setelah melihat barang di atas pangung lelang. Mereka semua tidak ada yang bisa melihat keistimewaan dari batang kayu itu.


Nanda Pangestu menjelaskan bahwa Kayu itu merupakan peninggalan dari Makam Moral.


Harga awal adalah 100 koin emas. Setelah Nanda Pangestu mengatakan harganya, semua orang terdiam.


Aldi melihat batang kayu itu iya terkejut. Kayu itu adalah Tumbuhan Roh, yang dapat menghasilkan energi murni sangat besar. Tumbuhan Roh dapat mempercepat pertumbuhan Dunia Buatan yang Aldi ciptakan.


Walau kecepatannya dibawah Pohon Dunia dalam menghasilkan energi, tapi benda itu sangat berharga.


"100 emas." Aldi menawar sambil mengangkat papan nomornya.


Akhirnya keheningan terpecahkan setelah Aldi menawar. Banyak orang berdiskusi tentang siapa yang menawar batang kayu itu.


Aldi memenangkan pelelangan dengan sangat mudah. Senyuman manis terpancar di wajahnya.


"Aldi, apa keistimewaan kayu itu?" tanya Shie.


Aldi menjawab, "Itu adalah versi lebih rendah dari Pohon Dunia."


Shie dan Kim Hoon yang mengetahui seberapa berharga Pohon Dunia, terkejut sampai hampir melompat.


Mereka berdua tidak sadar ikut tersenyum seperti Aldi.


Hanya dengan 100 emas mereka mendapatkan barang yang harganya tidak ternilai.


"Jangan terlalu puas, aku merasa masih banyak benda yang harus kita ambil," kata Aldi pelan.


Barang kedua yang dilelang merupakan Mahkota Jayabaya.


Sekali lagi semua orang terdiam ketika juru lelang mengucapkan harganya. Harga awal dari Mahkota Jayabaya adalah 500 emas.


Aldi terkejut sekali lagi, ia melihat Batu Roh yang sangat istimewa. Batu itu dapat mempercepat pertumbuhan Tamanan Roh hingga 10 kali lipat.


"500 emas!" Aldi langsung menawar.


Seorang pria paruh baya menawar. "2000 emas."


Aldi menaikkan harganya menjadi 5000 emas. Tapi, pria itu masih menawar dengan harga 7000 emas.


"10 ribu emas!" Aldi menawar sambil mengangkat papan nomornya.


Pria paruh baya itu hanya tersenyum tidak menawar lagi.


Aldi tau orang itu merupakan pemilik sebelumnya dari Mahkota Jayabaya. Ia tidak peduli dengan harga, karena benda itu adalah sebuah harga bagi Tumbuhan Roh.


Shie dan Kim Hoon tidak bertanya tentang Mahkota Jayabaya, mereka sudah tau persepsi Aldi terlalu tinggi.


Mahesha dengan mata spesialnya dapat melihat sedikit aura aneh yang terkandung dalam Mahkota itu.


Shen Yi hanya mengerutkan keningnya kebingungan.


"Jekpot, aku menemukan satu paket," kata Aldi sambil tertawa kecil.


Dunia Buatannya mempunyai waktu 10 kali lipat dibanding dunia ini, ditambah dengan Batu Roh. Maka, perkembangan semua tumbuhan termasuk Pohon Dunia akan 100 kali lebih cepat dari dunia ini.


Dengan adanya Tumbuhan Roh yang menyuburkan tamanan lain, ditambah dengan Batu Roh yang mempercepat pertumbuhan. Akan membuat Dunia Buatannya siap dipakai dalam beberapa bulan saja.