
Lelang bawah tanah akhirnya selesai banyak orang sudah pergi meninggalkan beberapa orang penting seperti Li Wuxin, Sie Angle, Aldi dan Sony Hartawan di sebuah ruangan.
“Aku tidak mengira barang teratas akan diambil kalian,” Sony Hartawan berkata.
Li Wuxin tersenyum mendengar itu dan berkata, “paman sony anda terlalu memuji.”
Kemudian Sony Hartawan menjelaskan bagaimana barang itu di dapatkan. Panci aneh telah di jual oleh Li Wuxin, kotak lampu aneh diberikan oleh Sie Angle dan 3 pil punya Aldi.
“Aku tidak menyangka saudara Aldi mempunyai barang yang sangat berharga,” kata Sie Angle dengan senyum ringan.
“Aku benar-benar iri dengan keberuntungan mu saudara Aldi, sebenarnya putri Sie Angle adalah perempuan yang sangat jarang tersenyum."
Alasan Sie Angle jarang tersenyum karena dia merasa tidak nyaman dipandang orang lain. Ketika Aldi memandangnya dia merasakan suatu emosi yang membuatnya tiba-tiba merasa bahagia.
“Saudara Sie Angle, Saudara Li Wuxin terima kasih atas pujiannya.” Aldi berkata sambil tersenyum ringan khasnya.
Setelah mereka berempat berbincang ringan tentang kehidupan dan bisnis selanjutnya akhirnya mereka saling berpisah.
Didepan restoran Godlight Aldi berkumpul dengan Shie, Amir hardiman, Simon Hardiman mereka berencana pulang bersama.
Sebelum mereka memasuki mobil tiba-tiba ada seseorang memanggil.
“Aldi!” ternyata itu adalah Li Wuxin.
Li Wuxin merupakan pria muda berumur 17 tahun. Dia mempunyai tinggi 176 cm dengan paras yang tampan. Tingkat tenaga dalamnya berada pada jingga tahap awal.
“Tuan Muda Li ada yang bisa saya bantu?” Aldi menjawab dengan sopan dan tersenyum tipis.
“Aku berencana mengundangmu ke rumah keluargaku,” kata Li Wuxin dengan tenang serta senyum tipis.
Mendengar itu Aldi berpikir beberapa saat sebelum berkata, “Tentu, sangat terhormat bisa di undang oleh tuan muda Li, tapi aku berharap dapat membawa teman-temanku ikut.”
“Sepertinya aku dan anakku akan pulang duluan karena ada kabar bahwa kakek sudah siuman,” kata Simon Hardiman dengan ekspresi yang senang.
Mendengar itu Shie langsung menjawab, “Selamat, Paman ... semoga kakek Samsul bisa lebih sehat.”
Dia mengatakan itu karena pernah mengalami kehilangan yang sangat menyakitkan.
“Baiklah, Paman” jawab singkat Aldi.
Jawaban singkat itu mempunyai tujuan agar Simon Hardiman tidak menunda keberangkatannya.
“Tuan Muda Li, sepertinya aku dan temanku saja yang bisa hadir tapi kita tidak mempunyai kendaraan untuk ke sana,” kata Aldi.
Ketika ke pelelangan Aldi dan Shie menumpang di mobil Simon Hardiman jadi sekarang mereka tidak mempunyai kendaraan.
Li Wuxin tersenyum dan berkata, “Silahkan datang dan mengobrol di mobilku.”
-Kediaman keluarga Li-
Kediaman keluarga li terletak di sebuah bukit yang dikelilingi pohon yang lebat serta banyak prajurit yang berlatih di halamannya.
Setelah sampai di sebuah ruangan Li Wuxin memperkenalkan Aldi dan Shie kepada kepala keluarga lebih tepatnya ayah dari Li Wuxin.
“Ayah, seperti yang anda lihat mereka berdua memancarkan aura yang sangat biasa,” kata Li Wuxin menghadap kelapa keluarga Li Sogun.
“Jadi apa maksudmu?” kata Li Sogun.
Dengan senyum ringan Li Wuxin berkata, “Aku mengundang mereka bertujuan untuk bertarung dengannya.”
Li Sogun tidak menolak usulan itu karena dia tau Li Wuxin sekarang dalam masa pertumbuhan. Aldi tidak menolak tantangan tapi sebaliknya Shie menolak karena kekuatan peringkat 4 belum bisa di kontrol dengan sempurna.
Li Wuxin tampak sangat percaya diri menghadapi Aldi dengan menggunakan tenaga dalam tingkat jingga.
“Baiklah, Saudara Aldi, bersiaplah!” kata Li Wuxin.
Aldi merespon dengan posisi tangan di bawah pipi dan kaki kanan maju selangkah. Li Wuxin tidak mau kalah dia memajukan kaki kanan memasang kuda-kuda khas dari keluarga Li.
Li Wuxin menyerang dahulu dengan pukulan normal.
Aldi menghindari menghindar ringan dan membalas dengan pukulan pelan mengarah ke bagian perut.
Li Wuxin tidak bisa menghindar dan terpental 3 langkah kebelakang.
-Pukulan Harimau Putih.
Pukulan berbentuk harimau dengan aura jingga mengarah ke Aldi. Tanpa mengeluarkan teknik tempur Aldi berjalan dengan tempo yang tidak menentu.
-Langkat Bayangan.
Aldi merespon dengan teknik tempur kelincahan untuk mendekati Li Wuxin. Pukulan tampa Energi mengarah ke pelipis kiri tapi ternyata di tangkis mengakibatkan pukulannya mengenai tangan kiri Li Wuxin.
“Seperti yang diharapkan dari Saudara Aldi,” kata Li Wuxin dengan tangan kiri yang gemetar setelah menangkis pukulan.
Li Sogun tercengang melihat kejadian ini, Li Wuxin adalah anak genius beladiri di generasinya dapat dikalahkan dengan mudah oleh seorang anak.
“Kamu terlalu memuji, Tuan Muda.” Aldi bekata dengan senyum ringan.
“Baiklah, aku akan mengeluarkan semuanya,” kata Li Wuxin dengan ekspresi serius.
-Pukulan Kura-Kura Hitam
Aura hitam terpancar ke segala arah. Sebuah aura berbentuk kura-kura menuju Aldi dengan sangat cepat.
-Telapak Kong
sebuah telapak tangan besar berwana putih transparan menghantam pukulan Li Wuxin.
“Duarr,” Suara ledakan.
Tanpa terduga Li Wuxin memuntahkan seteguk darah segar sedangkan Aldi masih dengan mantap dengan pakaian yang bersih.
Pertandingan akhirnya di menangkan oleh Aldi
“Bagaimana kamu bisa sekuat ini, Aldi?” tanya Li Wuxin dengan sangat penasaran.
“Sejujurnya aku tidak mempunyai cara pintas, hanya berlatih tanpa henti,” Aldi menjawab.
Akhirnya mereka berbincang banyak tentang ilmu beladiri. Semua yang di bicarakan Aldi sangat membantu perkembangan Li Wuxin. Aldi juga mendapatkan banyak gambaran tentang Negara Kediri.
~Ringring suara HP Li Sogun berbunyi
“Apa?” Li Sogun kaget mendengar laporan di teleponnya.
“Baiklah, bawa pasukan kita ke sini aku akan merawatnya,” Li Sogun menjawab telepon.
Mereka tidak mendengar apa yang di bicarakan di dalam telepon tapi bisa melihat dari ekspresi Li Sogun yang tidak enak dipandang.
“Ada apa, Ayah,” Li Wuxin bertanya.
“Pasukan kita kalah lagi dalam kompetisi,” jawab Li Sogun.
Pasukan khusus keluarga Li bernama Harimau Putih. Dalam 10 tahun ini mereka selalu menjadi yang terakhir dalam kompetisi antar pasukan khusus. Kompetisi itu untuk menguji seberapa mahir pasukan dalam beladiri. Bukan karena pasukan mereka yang lambat dalam berkembang tapi karena pasukan lain terlalu cepat.
Mendengar itu Li Wuxin langsung mengarahkan pandangannya ke Aldi, “Apa kamu bisa membantuku?”
“Tuan Muda Li, apa yang bisa aku bantu?” jawab Aldi.
“Aku ingin pil yang kamu jual di pelelangan,” kata Li Wuxin.
“Aku mempunyai pil itu terbatas, jika keluarga Li dapat mengeluarkan emas dan banyak bahan pembuatan aku akan mencari pembuatnya,” kata Aldi dengan menggelengkan kepala.
Li Wuxin menjelaskan seberapa penting pil itu ke ayahnya. Sedangkan Aldi meminta bahan yang banyak dan berkualitas di samping pembayaran emas.
Akhirnya mereka menyepakati kerjasama, Aldi menyiapkan 50 pil setiap bulan dengan 500 emas dan bahan tambahan.
Li Sogun mencoba pil yang di berikan Li Wuxin.
“Pil apa ini bisa memperbaiki tubuhku dengan sangat cepat,” tanya Li Sogun.
“Aku tidak tau namanya tapi seseorang dapat membuatnya,” jawab Aldi dengan polos sehingga dia tidak dicurigai membuatnya sendiri.
“Apa kamu mau memperkenalkan kami?” tanya Li Sogun.
“Maafkan aku, Paman ... ahli ini sangat jarang muncul bahkan jika aku mencarinya,” kata Aldi dengan wajah tampak kecewa.
“Jadi bagaimana kamu dapat memasok 50 per bulan?” tanya Li Wuxin.
Aldi membuat berbagai alasan agar mereka dapat yakin bahwa dia bisa memberikan 50 pil setiap bulan.
Jika dia berhasil mendapatkan kesepakatan ini akan sangat menolongnya dalam menghasilkan uang. Dari keluarga Hardiman mendapatkan 300 emas di tambah 500 emas dari keluarga Li. Dalam satu bulan Aldi bisa mendapatkan 800 emas tanpa banyak usaha.