7 Soul Reinforcement

7 Soul Reinforcement
Lemah Tanpa Rasa Takut



Shen San mengetahui dia tidak dapat mengalahkan ketiganya secara bersamaan. Namun siapa sangka 3 orang berpakaian hitam menghantam ketiga orang tersebut. Mereka adalah Kim Hoon, Kim William, dan Shen Wu.


Tidak sampai disitu 15 prajurit lainnya menghentikan menyerang ketiga musuhnya.


Tian Lian yang merasa risih dengan keberadaan musuh yang semakin banyak melepaskan aura kematian.


Namun pasukan Seven Soul bukanya ketakutan. Mereka malah tambah ganas untuk menyerang musuhnya.


Karena Aldi memberikan teknik Prinsip Jiwa yang dapat memungkinkan penggunanya menyerap energi musuhnya. Kemudian akan dijadikan kekuatan sementara.


Pergerakan pasukan Galaksi Cerutu mulai terdesak, Tian Lian tidak pernah menyangka Kerajaan Bima Sakti memiliki pasukan yang sangat mengerikan.


Akhirnya mereka harus mundur, hanya dengan 4 orang tidak mungkin mengalahkan puluhan orang yang sangat terampil dalam pertarungan kelompok.


"Mundur!" teriak Tian Lian sambil berlari menuju gerbang Galaksi Cerutu.


Beberapa prajurit mengejar Tian Liang dan kelompoknya. Namun Shen San tidak dapat mengejar karena sedang terluka.


Lawannya adalah seorang Immortal Perang tahap 9, sudah sewajarnya dia kalah. Tekad dan kerjasama tim yang bagus membuatnya bisa bertahan.


Kim bersaudara dan Shen Wu mengejar mereka sampai masuk kedalam Gerbang Galaksi Cerutu. Namun mereka tidak ikut masuk karena belum ada perintah.


Aldi selalu memperingatkan pasukan Seven Soul untuk berpikir sebelum bertindak. Jika para pengejar mengikuti Tian Liang, maka akan ada kemungkinan mereka disergap.


Bukan berarti mereka takut mati, tetapi kekuatannya masih dibutuhkan untuk keutuhan Seven Soul. Aldi belum bisa mengambil resiko terlalu tinggi.


Dominik dan Doran menyerbu Kerajaan Bima Sakti. Mereka telah membawa 1 miliar prajurit yang siap bertempur.


Galaksi Kincir Angin tidak terima karena kekalahannya tempo hari. Organisasi Perompak Galaksi sudah diurus Opik, jadi mereka menganggap halangan selanjutnya adalah Kerajaan Bima Sakti.


Dominik belum mengetahui bahwa Opik sudah tidak ada untuk selamanya, jiwa dan raga ya telah dimakan Abraham.


1 miliar pasukan belum semua orang yang bisa digerakkan Galaksi Kincir Angin. Mereka hanya melakukan sedikit eksperimen kekuatan Kerajaan Bima Sakti.


Doran sudah siap kehilangan 1 miliar pasukan jika keadaan menjadi buruk.


Seorang pria paruh baya mendatangi Doran yang sedang berdiri di samping Dominik yang telah memotong rambutnya.


Sebagai seorang pangeran, Dominik tidak seharusnya memotong rambut. Hal itu sangat tabu jika dilakukan di Galaksi Kincir Angin.


Namun sekarang keadaan memaksanya, bertarung dengan rambut panjang membuatnya kurang nyaman. Sehingga lebih baik dia memotong rambutnya.


"Doran, semua pasukan sudah siap menyerang." kata pria paruh baya yang memakai perlengkapan perang.


Dia adalah Rama, Jendral Besar Galaksi Kincir Angin. Kekuatannya setara dengan Immortal Perang tahap 5.


Jika Rafael bertarung dengannya, ada kemungkinan Rafael akan kalah. Karena Rama mempunyai tubuh budha emas yang sangat langka.


Perang adalah halaman bermain untuknya sudah ribuan peperangan skala besar telah dia hadiri. Bahkan yang paling ekstrim adalah perang yang melibatkan 32 miliar prajurit.


Ketika itu Galaksi Kincir Angin sedang menghadapi masa kejayaan Kerajaan Bima Sakti. Kala itu ada seorang Leluhur yang dapat menggerakkan miliaran orang di Kerajaan Bima Sakti.


Namun sekarang, orang tersebut telah tiada. Pria itu telah di singkirkan oleh para pesaingnya, bahkan rumor mengatakan pria yang dimaksud telah dibunuh.


Akhirnya sebagian besar prajurit yang membela Kerajaan Bima Sakti mulai menghilang, hanya orang yang setia dengan Andreas yang masih bertahan.


Namun siapa sangka Keluarga Ling yang sangat dia percayai adalah seorang pengkhianat sesungguhnya.


Walaupun pasukan Kerajaan Bima Sakti terpecah, mereka masih menjadi entitas yang sangat mendominasi.


Sebelum para pembudidaya kuat menunjukkan kekuatannya dan menghancurkan semua Pasukan Kerajaan Bima Sakti.


Untungnya Seven Soul datang untuk membantu. Jika tidak, Kerajaan Bima Sakti dapat dipastikan akan runtuh dalam beberapa bulan.


Walaupun pasukan Seven Soul hanya memiliki beberapa anggota, kekuatan mereka sangat berpengaruh dalam peperangan.


Andreas menganggap satu orang Seven Soul sama dengan 10 prajurit Bima Sakti. Bisa dibilang mereka adalah pasukan lemah yang tidak memiliki rasa takut.


Bahkan Hida yang diduga memiliki kekuatan tingkat Immortal Maha Segalanya dapat mereka kalahkan dengan serangan kombinasi yang sangat mengesankan.


"Mereka siap menyerang dengan jendral besarnya, Rama. Namun untuk melancarkan serangan, mereka masih mengirim pengintai untuk mencari informasi."


Seorang wanita yang terluka sebelumnya muncul d sebelah Andreas, dia adalah Zelda yang telah berhasil menyerap energi kematian Neraka.


Kekuatannya telah berkembang, dia sekarang setara Immortal Perang tahap 3. Walaupun masih belum setara dengan Rama, dia memiliki tim yang dapat mengisi kekurangannya.


"Semua pengintai sudah aku singkirkan, mereka tidak akan menyerang sebelum memiliki informasi pasti," kata Zelda sambil tersenyum.


Andreas menyerukan kening, dia melihat kekuatannya sudah tidak setara lagi dengan Zelda. Padahal hanya beberapa hari mereka tidak bertemu.


Josua yang memiliki mata khusus juga terkejut melihat perkembangan Zelda yang sangat signifikan. Anehnya umurnya tidak banyak bertambah.


"Apa Seven Soul sudah mulai bergerak?" tanya Andreas sambil mengerutkan kening.


"Iya, sebagian kecil dari kami sudah mulai bergerak. Jika Pasukan Galaksi Kincir Angin melepaskan serangan, kami sudah siap!" kata Zelda tegas.


Disisi lain Rama yang mengirim banyak pengintai tidak kunjung kembali, ada dua kemungkinan yang dia ketahui.


Yang pertama para pengintai menemui ajalnya, sedangkan yang kedua mereka sedang di tahan oleh seseorang.


"Tuan Rama, bagaimana perkembangan informasi kita?" tanya Doran penuh sopan santun. Dia sangat menghormati Rama karena alasan khusus.


Bisa dibilang Rama adalah penyelamat keluarga Doran, jadi tidak heran dia sangat menghormatinya bahkan sampai memujanya.


Patung Dewa Perang Rama di buat dan banyak orang menyembahnya. Galaksi Kincir Angin sudah biasa menyembah seseorang yang dianggap sangat berjasa.


"Informasi kita tidak berkembang. Bisa dibilang ada seseorang yang sedang menghalangi penyebaran para pengintai."


Rama adalah orang yang cerdas, dia tidak akan melangkah sebelum menemukan peluang kemenangan.


Sekarang dia tidak bisa berbuat apapun. Semua informasi telah di blokir oleh seseorang, bahkan Burung merpati tidak bisa digunakan.


Sayangnya teknologi Galaksi Kincir Angin tidak semaju milik Seven Soul. Jadi sangat mudah menghentikan penyebaran informasi mereka.


Sebagai seorang pangeran yang sangat ambisius, Dominik membawa pasukannya menyerang Kerajaan Bima Sakti dengan 200 juta orang.


"Serang!" teriak Dominik sambil menunjuk istana Kerajaan Bima Sakti.


200 juta prajurit berlari menuju istana Kerajaan Bima Sakti. Namun sebuah jebakan mematikan terbuka di depan para penyerang.


Sebuah senjata otomatis menempa semua orang dengan peluru energi yang dapat melukai jiwa. Senjata tersebut dirancang oleh Aldi dan dikembangkan Shen Qiu.


Suara jutaan tembakan perdetik membuat gendang telinga sangat tersiksa. Dalam beberapa menit saja, semua pasukan yang dipimpin Dominik terjatuh tanpa nyawa.


Sedangkan Dominik berlari menyelamatkan dirinya, tetapi ada dia seorang pemuda tampan yang menghalanginya. Dia adalah wujud manusia dari Lembuswana dan Bojong.


"Kenapa terburu-buru?" kata Lembuswana.


Tanpa berpikir panjang, Bojong menyerang dengan kepalan tangannya. Hingga membuat Dominik kembali ke tempat asalnya.


"Bukankah kamu terlalu brutal. Tubuhnya tidak sekuat yang kamu kira, bisa jadi dia mati ditempat," kata Lembuswana sambil menggelengkan kepala.


"Aku sudah mengendalikan pukulan, jadi sudah pasti dia tidak akan mati," kata Bojong dengan percaya diri. Namun kepercayaan dirinya segera hilang ketika melihat Dominik yang tidak kunjung bangun.


Rama langsung menyerang Lembuswana dan Bojong yang ingin mengambil tubuh Dominik yang kemungkinan pingsan.


Serangan Rama sangat kuat, tetapi Lembuswana dan Bojong bukan mahluk sembarangan. Mereka membelokkan serangan musuh dan menyerang balik.


Walaupun tidak sempurna, serangan mereka berdua dapat membuat Rama sedikit kerepotan.


"Nak, kita akan bertemu lagi. Bocah bodoh ini sudah sekarat," kata Rama. Dia menghilang sambil membawa Dominik yang tidak sadarkan diri.


Lembuswana melirik Bojong yang sebelumnya percaya diri dengan pengendalian pukulannya.


"Sungguh kendali pukulan yang sangat bagus,"kata Lembuswana sambil terbang meninggalkan Bojong


"Mungkin aku sedikit kehilangan kendali, baiklah akan aku perbaiki lain kali!" kata Bojong menyusul Lembuswana.