7 Soul Reinforcement

7 Soul Reinforcement
Ratu Sebenarnya



Shen Haise yang telah berhasil menghentikan serangan Naga Putih tersenyum lebar. Tanpa sebab yang jelas dia tertawa keras.


"Sudah lama aku tidak bertarung dengan seluruh kemampuanku. Sebaiknya kamu tidak menahan kekuatan!" kata Shen Haise sambil melepaskan aura pekat miliknya.


Dengan kekuatannya sekarang Dunia Asura bisa saja menjadi debu jika terkena serangannya. Namun Aldi selalu mengatakan bahwa kampung halaman adalah rumah tempat untuk pulang.


Akhirnya Shen Haise masih mempertahankan aura Dunia Asura yang identik dengan kekerasan dan pembunuhan.


10 bayangan tingkat Maha Segalanya tahap 7 muncul di sebelahnya. Sedangkan Shen Haise yang asli merubah dirinya seperti bayangan.


Naga Putih mengerutkan kening, dia tidak bisa menemukan musuhnya yang asli. Sehingga sedikit terlambat menyadari serangan menyelinap dari Shen Haise.


Pedang khusus yang digunakan untuk membunuh para mahluk celah dimensi mengenai leher naga putih. Anehnya luka akibat serangan bukannya sembuh tetapi bertambah membesar.


"Apa yang terjadi, aku tidak bisa menyembuhkan diri!" gumam Naga Putih melihat luka di lehernya yang mengandung aura hitam.


Aura itu adalah teknik khusus milik Dunia Asura, walaupun tidak mematikan tetapi dapat mempengaruhi pergerakan musuhnya.


Shie yang berhasil menyembuhkan diri langsung menyerang balik dengan semburan energi dari mulutnya.


Serangannya mengenai Naga Putih tanpa hambatan sedikitpun. Karena Naga Putih sedang fokus menyembuhkan luka tanpa melihat kondisi sekitarnya.


Bertarung dengan Shie dan Shen Haise harus menggunakan waktu secara efektif, jika tidak mereka akan langsung terkena serangan telah.


Shen Haise yang masih bertubuh mungil merubah tampilan ya menjadi wanita dewasa. "Sepertinya akan lebih menyenangkan jika menggunakan kekuatan penuh di awal pertarungan!" katanya sambil tersenyum lebar.


"Unlimited Blade!" teriak Shen Haise menggunakan ketrampilan yang secara khusus diajarkan Aldi kepadanya.


Teknik itu mengeluarkan belakang dari belakang tubuhnya. Karena Shen Haise dapat menciptakan bayangan, pedang yang muncul terbuat dari energi bayangannya.


10 ribu pedang menunjukkan bilah, membuat Naga Putih merasakan ancaman. "Siapa sebenarnya manusia gila ini!" teriaknya kebingungan.


"Jangan banyak bicara, ayo keluarkan semua kekuatanmu yang telah membunuh banyak rekanmu!" teriak Shen Haise memasang wajah marah. Dia sangat benci dengan orang yang mengorbankan rekannya untuk bertambah kuat.


"Baiklah, kalau kamu memaksa!" kata Naga Putih melepaskan segel pembatas yang dimilikinya. Sekarang bahkan Raja Langit tidak akan bisa mengalahkannya.


"Haha, apa kamu bodoh. Aku tidak pernah mengatakan akan bertarung sendirian!" kata Shen Haise pelan.


700 juta pasukan Seven Soul berdiri dibelakangnya. Mereka semua sangat menghormati Shen Haise sebagai seorang Ratu dari Seven Soul.


Berbeda dengan Aldi yang selalu merendah, mereka semua sudah menganggapnya sebagai seorang ayah yang harus dihormati.


Sedangkan Shen Haise adalah sosok Ratu yang sebenarnya, siapapun yang berbuat kesalahan atau malas berlatih akan mendapat hukuman darinya.


Hal itu dilakukan semata-mata untuk menjadikan Seven Soul pasukan yang terkuat di alam semesta.


Itulah kenapa semua orang menyebutnya sebagai Ratu Seven Soul. Tidak seperti Zhu Tian yang menganggap jiwa penasaran sebagai Ratu Seven Soul.


Tanpa sadar Naga Hitam mundur satu langkah melihat aura hitam yang muncul di setiap musuhnya.


Sebuah Nuklir raksasa keluar tepat di atas kepala Naga Putih. Ketika ingin bergerak, sebuah akar aneh menghentikan pergerakannya.


"Sialan, apa kamu pikir aku tidak bisa menerima serangan lemah milik kalian!" teriak Naga Putih dengan percaya diri.


Dia menahan Nuklir Raksasa dengan kedua tangannya, Nuklir tidak akan meledak sebelum waktu yang ditentukan.


Jadi selama Naga Putih berhasil melenyapkannya, maka ledakan tidak akan pernah terjadi. Sayangnya bahan yang digunakan untuk membuat Nuklir Raksasa bukan sembarangan.


Jadi tidak akan mudah dihancurkan walaupun Naga Putih menggunakan seluruh kemampuannya.


Shen Haise tidak ingin melihat Naga Putih menahan Nuklir. Dia menyerang dengan pedang yang sudang berkumpul di belakangnya.


10 ribu pedang bayangan menusuk Naga Putih tanpa ada satupun yang meleset. Hal itu karena Naga Putih sedang berfokus menahan Nuklir Raksasa.


Siapa sangka pilihannya adalah yang terburuk, pedang bayangan yang diciptakan Shen Haise bisa digunakan untuk memuntahkan kekuatan atau menyerap kekuatan musuhnya.


Shen Haise langsung menutup matanya dan berkonsentrasi menyerap kekuatan Naga Putih.


"Sial, kamu pikir menyerap kekuatanku itu mudah!" kata Naga Putih sambil mengeratkan giginya. Dia melepas tangannya dari Nuklir Raksasa.


Setelah asap ledakan menghilang, Naga Putih penuh dengan luka yang tidak bisa disembuhkan.


Shie mendatanginya dan berkata, "Itulah perasaanku ketika aku memiliki kekuatan yang tidak bisa kalian kalahkan. Bedanya aku tidak memilih sepertimu!."


"Haha, aku tidak perlu nasihatmu. Intinya aku kalah lagi, di pertandingan selanjutnya aku tidak akan kalah!" kata Naga Putih dengan ekspresi serius.


Shie berubah menjadi wujud manusianya, kemudian menggelengkan kepala. "Sepertinya kamu salah mengira, wanita di sebelah sana sudah mengutuk jiwamu. Jadi kamu tidak akan pernah bisa menuju Roda Reinkarnasi," katanya pelan.


"Jadi seperti ini akhir dari pertemuan kita. Semoga pilihanmu adalah yang terbaik. Tolong berikan kehormatan padaku!" kata Naga Putih sambil merentangkan kedua tangannya.


Shie mengerti apa yang dia maksud, Naga Putih ingin dibunuh oleh musuh bebuyutannya. Dengan begitu dia tidka akan menyesal untuk mati dengan keadaannya sekarang.


Dengan pukulan kuat, Shie menembus tubuh Naga Putih yang sudah rapuh karena terkena Nuklir Raksasa dan senjata bayangan dari Shen Haise.


"Terima kasih," kata Naga Putih sambil tersenyum.


Jiwa dan raga ya menghilang dari alam semesta, artinya Shen Haise telah menyerap semua kekuatan Naga Putih dengan sempurna.


Semua pasukan memandang Shen Haise dengan wujudnya sebagai wanita dewasa. "Kita Menang!" teriak Shen Haise sambil mengepalkan tangannya.


Aldi yang tidak ingin ikut campur dalam pertempuran tersenyum manis melihat perkembangan pasukannya. Disebelahnya ada Rocky dan Leon yang berwujud manusia.


"Sepertinya memang cocok menyebutnya Ratu yang sesungguhnya. Apa kamu tidka berniat menikahinya, Bos?" tanya Leo melirik Aldi yang tersenyum.


Aldi menggelengkan kepala, "Aku sudah pernah kecewa untuk pertama kalinya. Akan sangat sulit untuk melangkah ke yang lainnya. Ditambah aku masih memiliki misi yang tidak bisa aku katakan kepada kalian semua."


Rocky mengetahui beratnya tugas yang dibawa Aldi dengan melihat ekspresi wajahnya. Dia sudah sering bersama Aldi, jadi bisa mengetahui sikapnya sekarang.


"Kita adalah keluarga, kenapa kamu tidak mengatakannya padaku?" tanya Leo menawarkan diri.


Arief tersenyum melirik Leo, "Terima kasih. Namun sekarang bukanlah waktu yang tepat untuk mengatakannya. Berikan aku sedikit waktu."


"Baiklah, apapun yang terjadi kamu adalah ketua dari Seven Soul. Jika kamu ingin menghancurkan Neraka, maka semua pasukan akan ikut denganmu!" kata Leo tegas.


Semu pasukan merayakan kemenangan besar mereka, dengan makan jiwa yang telah di serap Shen Qiu. Targetnya adalah mencapai Maha Segalanya tahap 9.


Waktu berlalu dengan cepat, pasukan Langit dan Neraka tidak membuat pergerakan lain untuk menyerap Dunia Utama dan Dunia Maha Tinggi.


Mereka sedang merencanakan serangan besar ke markas Seven Soul di Kerajaan Bima Sakti. Menurut Axel ada sebuah harta yang disimpan di dalam markasnya.


Axel mengatakan itu karena dia mendapatkan ramalan bahwa ada salah satu benda yang akan menggagalkan seluruh rencananya menghancurkan alam semesta.


Jadi dia memanfaatkan Langit dan Neraka untuk menghancurkan makan besar Seven Soul di Kerajaan Bima Sakti.


Semua pasukan Langit dan Neraka berkumpul di sekitar Markas Besar Seven Soul. Mereka berharap dapat menemukan benda tersebut.


Sayangnya mereka tidak mengetahui benda apa itu, Axel juga tidak mengetahui benda apa itu. Tetapi dia merasa bahwa ada sebuah energi yang dapat membunuhnya.


Jika Axel mati, maka dia akan sangat senang. Namun sebelum mati tanpa mengetahui sebabnya, dia harus mencari tahu benda apa itu.


600 miliar pasukan telah mengepung Kerajaan Bima Sakti. Mereka tidak peduli dengan siapapun, setiap mata memandang maka manusia akan langsung dibunuh.


Bahkan keluarga Ling dan Organisasi Perompak Galaksi telah di hancurkan tanpa perlawanan berarti. Kekuatan Langit dan Neraka tidak dapat diremehkan.


Paling lemah diantara mereka adalah Immortal Kapten, jadi dengan mudah membunuh para musuhnya.


"Bos, keadaan Kerajaan Bima Sakti semakin buruk. Jika kita terus berdiam semuanya akan rata dengan tanah," lapor Mahesa melihat laporan dari pengintai.


Aldi menggelengkan kepala. "Kita tidak bisa muncul di sana dengan kekuatan sekarang. Setidaknya semua pasukan harus berada di Maha Segalanya tahap 9 untuk melawan pasukan Langit dan Neraka."


Bukan tanpa alasan, dia berada bahwa Panca dan Maha Pencipta akan menggunakan Kerajaan Bima Sakti sebagai tempat pertempuran.


"Baik, Bos. Bagaimana jika kita merekrut beberapa prajurit dari Kerajaan Bima Sakti?" tanya Mahesa memberikan saran.


"Baiklah, rekrut mereka kemudian berikan segel ketulusan. Mereka akan menjadi bala bantuan yang kuat setelah berlatih di Dunia Buatan!."