
Setelah Roh Terlantar mengucapkan itu, Aldi menunjukkan dirinya.
"Apa yang Kau inginkan?" tanya Aldi.
Roh Terlantar yang berbentuk singa itu mendekatinya.
"Menarik, kau mempunyai kekuatan seperti itu diumur puluhan tahun," kata Roh Terlantar.
"Roh Terlantar, kita tidak mempunyai permusuhan, kenapa kau mengejar kami sampai ujung?," tanya Aldi sekali lagi.
Dalam situasi ini, Aldi tidak bisa bersikap acuh seperti biasa.
Roh Terlantar menggelengkan kepalanya, ia berkata, "Jangan panggil aku Roh Terlantar, namaku Leandro!"
Aldi mulai tersenyum mendengar, bahwa Leandro sedang berdiskusi dengannya.
Andi berkata, "Leandro —"
Sebelum Aldi menyelesaikan perkataannya, Leandro menyela, "Jangan berharap kalian pergi dengan nyawa kalian!"
"Apa yang membuatmu ingin membunuh kita?" tanya Aldi.
Aldi mengulur waktu sebanyak mungkin, formasi ketiga yang disiapkannya belum matang.
"Tidak ada!" ucap Leandro sambil menggelengkan kepalanya.
Aldi menghela nafas setelah mendengar perkataan Leandro.
Singa itu melepaskan auranya, membuat semua orang di belakang Aldi jatuh ketanah.
Bahkan Shie dan Kim Hoon, yang telah dilatih Aldi secara pribadi.
Aldi dan Shen Haise masih berdiri tenang didepan Leandro.
"Kau memaksaku! Teknik Terlarang Pembalik Aura!" teriak Aldi.
Energi ungu tumbuh semakin tebal disekitar Aldi, matanya juga memancarkan petir.
Setelah Aldi mengeluarkan auranya, Leonardo terkejut. Ia tidak menyangka seorang pemuda mempunyai kekuatan yang menantang seperti ini.
Aldi sekarang setara dengan tingkat 7 puncak.
"Haha, kau masih terlalu lemah!" kata Leandro.
"Siapa bilang aku sendiri!" ucap Aldi
Shie juga menggunakan teknik yang sama, membuat Aldi meningkat 1 tahap menjadi tingkat 8 awal.
"Masih terlalu lemah!" ucap Leonardo.
"Baiklah, Formasi Racun aktifkan!" teriak Aldi membuat semua orang yang hadir merinding.
Sebuah kubah berwarna ungu terbentuk diatas mereka. Kekuatan semua orang yang hadiah melonjak 2 tahap, sedangkan Aldi meningkat menjadi tingkat 9.
Leonardo mengerutkan keningnya, ia tidak menyangka kekuatannya ditekan seperti ini.
"Menarik, Bocah, hanya dengan ini kau tidak akan bisa melawanku!" ucap Leonardo.
"Belum tentu!," bantah Aldi.
Aldi menyerang mahluk aneh berbentuk singa, yang menyebut dirinya Leonardo.
Aldi dan beberapa orang sudah tau siapa Leonardo. Sejarah telah menulis Leonardo merupakan mahluk tunggangan Dewa yang telah gagal menerobos.
Sehingga Leonardo dan semua roh orang itu terbebas ke dunia ini, seperti Shen Haise.
Ketika yang pemilik mati Roh ditubuhnya harusnya ikut mati, tapi dalam kasus menerobos ke tingkat yang lebih tinggi, beda cerita.
Shen Haise bisa meloloskan dirinya dari Dunia Roh Asura karena kekuatannya sudah tidak dapat ditampung Dunia Roh.
Pertarungan antara Aldi dan Leonardo sangat dahsyat, setiap jalur yang dilewati kaki Aldi akan kerusakan yang mengerikan. Pohon yang ada di sekitar langsung hangus terbakar ketika tubrukan pukulan mereka.
"Kim Hoon, apa Aldi bisa menang?" tanya Kobayashi Sato.
Semua orang yang hadir disini tidak tau seberapa kuat Leonardo. Jadi semua orang hanya menebak bahwa ia hanya setingkat lebih tinggi dari Hitam Puncak. Bahkan mereka menduga Aldi menggunakan senjata rahasia untuk memperkuat dirinya.
Keadaan Aldi sekarang penuh dengan luka, sedangkan Leonardo juga tidak jauh dari keadaannya.
Pedang yang dibawa Aldi mulai memancarkan aura berwana putih. Aura itu membentang sepanjang 10 meter.
"Pedang Pembelahan Langit!" ucap Aldi sambil mengayunkan pedangnya.
Aura pedang itu menabrak kearah Leonardo.
"Aggh!" teriak Leonardo kesakitan.
Tubuh Leonardo yang terkenal abadi, ditebas dengan teknik yang misterius.
"Bre*gsek, Siapa kau?" kata Leonardo heran.
Teknik pedang yang digunakan Aldi sangat menyiksa tubuhnya, bahkan dapat mempengaruhi regenerasi tubuh abadi.
Aldi tidak menjawab pertanyaannya, ia malah mengayunkan pedangnya sekali lagi.
Leonardo tidak dapat bergerak, ia sudah kehabisan tenaga.
Tidak berhenti disitu Aldi mengayunkan pedangnya sekali lagi. Tapi sebelum mengenai Leonardo, pedangnya berhenti.
Mata Aldi berdarah serta ia memuntahkan seteguk darah segar.
"Haha, kau sudah sampai batas," kata Leonardo.
Aldi hanya tersenyum, ia masih belum bisa berbicara.
Keadaan Aldi sekarang sangat parah, bahkan organ dalamnya sedang dalam situasi memprihatinkan.
"Yeah, Aldi menang!"
Semua orang mulai bersorak saat melihat Leonardo jatuh ketanah.
Hanya Shen Haise yang masih berwajah serius.
Aldi tidak bergerak, ia tetap pada posisi ketika dia memuntahkan seteguk darah.
Setelah beberapa saat berlalu, semua orang yang hadir mulai cemas. Mereka tidak bisa berada
"Ada apa dengannya?" ucap Kobayashi Sato menunjuk Aldi.
Semua orang terdiam, tidak ada yang bisa menjawab pertanyaannya.
Bahkan Shie yang sedang mengaktifkan tekniknya tidak tau apa yang terjadi.
"Haise, Sekarang!" teriak Aldi.
"Aku sudah lama menunggunya," ucap Shen Haise dengan senyum lebar.
Formasi Racun yang di aktifkan Aldi, mulai menghilang. Hal itu membuat semua orang panik.
Formasi itu yang melindungi mereka dari aura ganas Leonardo.
Sebuah simbol aneh terbentuk di atas Aldi dan Leonardo. Simbol itu menyerap semua energi sekitar. Shie jatuh pingsan. Setelah itu disusul oleh semua orang karena energi mereka ditarik paksa.
"Apa yang kau lakukan, Bocah," kata Leonardo cemas melihat simbol yang memancarkan aura mengerikan.
"Haha, kau masih terlalu dini untuk terkejut," kata Aldi sambil tersenyum tipis.
Energi yang diserap tidak mandang siapapun, bahkan energi Aldi terserap.
Setelah beberapa saat energi Leonardo terkuras habis, ia sekarang hanya seperti mahluk biasa. Aldi juga seperti manusia biasa.
"Segel Roh!" ucap Aldi sambil melempar batu yang berisi formasi penyegelan.
"Agrhh!" teriak Leonardo kesakitan.
Kejadian itu hanya dilihat oleh Aldi, Shen Haise, dan Leonardo.
"Sekarang aku akan memberimu kesempatan ... jika kau menolak, dia akan memakan dirimu yang sangat kecil," kata Aldi menunjuk Shen Haise.
"Jika kau setuju maka, kau akan hidup ... bahkan akan menjadi lebih kuat!" kata Aldi dengan senyum tipis di bibirnya.
Leonardo yang kesakitan segera menjawab, "Apa yang kau inginkan? aku tidak peduli apapun itu, aku akan memilih hidup."
Leonardo sudah tidak mau bermain dengan orang gila seperti Aldi. Semua teknik yang dia keluarkan dapat melukai tubuh abadinya.
Tubuh abadinya merupakan pemberian leluhur Roh, bahkan jika seseorang dapat melukainya dia tidak akan bisa membuat Leonardo seperti ini.
Siksaan Aldi meninggalkan kesan yang mengerikan di hati Leonardo.
Aldi berkata, "Layani Aku!"
Ketika kata itu keluar dari mulut Aldi, Leonardo terkejut. Ia tidak pernah menyangka musuhnya ingin menjadikannya budak.
Tanpa menunggu lama, Leonardo langsung menolak, "Aku tidak akan melayani manusia!"
"Bodoh," kata Shen Haise sambil -menggelengkan kepala.
"Roh sepertimu tidak tau tentang harga diri!" bentak Leonardo.
Shen Haise tidak marah dengan perkataannya, "Kau tidak tau apa yang dapat dilakukan Bos ..."
"Kau tau aku hanya menghabiskan 1 tahun untuk mencapai kekuatanku!"
"Sejujurnya aku sepertimu, aku bertekad untuk tidak melayani manusia, tapi ... Bos datang saat itu dan menunjukkan besarnya dunia. Hal itu membuat diriku terlihat seperti debu di padang pasir." Shen Haise berkata dengan memejamkan matanya, tampak menghayati apa yang ia katakan.
Setelah berdebat cukup lama, Aldi bertanya lagi, "Apa pilihanmu?"
Leonardo berfikir keras, dia terdiam cukup lama. Hal ini menyangkut hidup dan matinya.