7 Soul Reinforcement

7 Soul Reinforcement
Orc Menyerang



Malam hari sebelum perang dimulai. Raja wilayah Sumatera Selatan, memberi perintah kepada dua Jendral kepercayaan untuk menangani masalah Orc.


Dua Jendral yang akan menghadang serangan Orc merupakan senior dari Jendral Zhou. Mereka adalah Jendral Song dan Jendral We.


Jendral Song terkenal dengan kemampuan berpedang, sedangkan Jendral We bijak dalam menentukan strategi perang.


Mereka berdua memiliki kekuatan setara dengan tingkat Raja. Tetapi kekuatan energinya jauh dibawah tingkat Raja.


Aldi sedang menuju Kerajaan Elf, dia tidak mengetahui berita tentang penyerangan Ras Orc. Carlos juga tidak menghubungi, karena dia menganggap bahwa perang seperti itu tidak ada hubungan dengannya.


Pasukan Selatan telah mengerahkan 500 ribu prajurit untuk menghadang gempuran pasukan Orc yang dipimpin oleh Yonimaru.


Dalam ruang komando Jendral We menyusun strategi terbaik melawan para Orc.


"Daratan tinggi merupakan keunggulan kita. Lebih baik menggunakan serangan jarak jauh. Hal itu dapat mengurangi korban di pihak kita." Jendral We memberikan strategi, tidak ada satu orangpun yang berani berbicara.


Mereka sangat menghormati Jendral We karena jasanya yang sangat besar. Bahkan Raja memberikan sebuah gelar kehormatan untuknya.


"Jendral, anak panah kita terlalu sedikit untuk menjalankan rencana itu." Seorang prajuti memberikan pandangannya tentang strategi.


"Kita akan merampok panah musuh," ucap Jendral We sambil tersenyum tipis.


Dini hari telah datang, kabut masih menutupi pandangan para Ras Orc.


"Penyerangan!" teriak seorang penjaga pasukan Orc.


Ada ratusan ribu manusia terlihat menyerang kamp pasukan Orc. Kapten Yonimaru tidak tinggal diam, dia memerintahkan untuk menembak semua musuh dengan panah.


Karena embun pagi sangat mempengaruhi penglihatan ras Orc. Berbeda dengan manusia yang dapat melihat secara detail. Ras Orc hanya dapat membedakan 10 warna.


Jika kabut tidak kunjung berhenti, maka pasukan Orc tidak mempunyai kesempatan untuk menang.


Panah yang diluncurkan 50 ribu panah setiap gelombang serangan, tetapi pasukan Selatan tidak bergerak mundur.


Setelah 15 gelombang serangan panah dari Orc, kabut mulai menipis. Kapten Yonimaru melihat sesuatu yang salah.


"Berhenti!" perintah Yonimaru menghentikan penembakan panah.


Dia melihat sebuah jerami terbang kearahnya. Sebuah memedi sawah yang terbuat dari jerami, banyak panah yang menancap.


"Mundur!" perintah Jendral We melihat kabut mulai berhenti. Dia merupakan dalang dari rencana mencuri panah.


Dalam sekejap, pasukan Selatan telah mengumpulkan 400 ribu panah. Karena ada panah yang patah dan tidak menancap di memedi sawah.


Jika semua menancap, mereka mendapatkan 750 ribu anak panah dengan mudah.


Yonimaru kehilangan ketenangan, dia memerintahkan semua pasukan untuk menyerang. Namun, Jendral We sudah siap dengan panah yang dilumuri minyak.


Jadi sebelum dilepaskan, anak panah dilumuri minyak kemudian akan di bakar. Sehingga membuat api di ujung anak panah.


Setiap gelombang terdapat 100 ribu panah yang terbang menuju pasukan Orc. Dalam sekejap Orc telah kehilangan 30 ribu pasukannya.


Gelompang panah api tidak berhenti mereka terus menyerang. Panah yang disumbangkan oleh Kerajaan Orc membuat rencana Jendral We semakin sempurna.


Namun, rencana Jendral We dipatahkan oleh Orc yang dapat memadamkan api. Dia mengeluarkan kemampuan khusus berupa air. Setiap api yang menyentuh airnya akan padam seketika.


Sebanyak 350 pasukan Orc telah sampai pada gerbang pembatas. Karena kekuatan fisik para Orc, mereka dapat menghancurkan gerbang dengan mudah.


Jendral Song sudah menunggu di belakang Gerbang dengan 100 ribu prajurit mengikutinya.


Peperangan terjadi, Jendral Song mendapat hadangan dari 10 Ras Orc. Mereka telah memakan pil iblis seperti Yonimaru sebelumnya.


Benimaru telah memberikan ratusan pil untuk menghancurkan gerbang pasukan Selatan. Dia dan sang Raja sedang merencanakan sesuatu.


Jendral Son tidak menyangka bahwa pasukan Orc sangat kuat. Prajuri yang dia pimpin berkurang perlahan, karena stamina para Orc jauh diatas manusia.


Melihat kejadian itu Jendral We memberikan perintah untuk menyerang Orc dari kedua sisi. Dia ingin memecah pertempuran agar Jendral Song mendapatkan kesempatan untuk mundur.


Situasi tidak menguntungkan bagi Pasukan Selatan, Ras Orc jauh lebih kuat dari yang dilaporkan. Bahkan Jendral We sedikit kewalahan.


Tidak mau berdiam diri, Jendral We turun tangan untuk membantu Jendral Song. Dia memerintahkan semua pasukan untuk mundur.


Namun sebelum mundur, ada seorang pria menerjang Yonimaru yang mengepung Jendral Song dan Jendral We.


Pria itu menggunakan tombak dengan pakaian biru tua ditambah corak putih yang sangat indah. Dia adalah Zhou Ming dengan tombak peninggalan ayahnya.


"Teknik Tombak Seribu Perubahan." Dia mengarahkan teknik andalan keluarga langsung ke arah Yonimaru.


Yonimaru tidak diberikan kesempatan untuk beristirahat, Zhou Ming menyerang segan tombak mengandalkan kecepatan garis darah Byakko.


"Teknik Tombak 12 Bayangan." Bayangan tombak menjadi 12, tetapi bayangan itu dapat menyerang dengan kerusakan yang sama dengan lainnya.


Teknik yang diajarkan Aldi, membuat pertempuran melawan Yonimaru sedikit seimbang. Namun, Yonimaru tersenyum melihat Zhou Ming melancarkan serangan terus menerus.


"Bagus, sekarang aku dapat membuat ayah dan anak bertemu di alam baka." Yonimaru mengayunkan kapak besarnya.


Karena gerakan Zhou Ming belum sempurna, membuat dia kehilangan stamina sangat banyak.


Serangan Yonimaru dapat di hindari oleh Zhou Ming. Namun, dia kehilangan tangan kanannya. Darah keluar dari tangannya.


Yonimaru menentang badan Zhou Ming sampai terbang puluhan meter jauhnya. Namun seorang pria menghentikan tubuh Zhou Ming


Pria itu berbaju biru muda dengan corak emas. Dia adalah Aldi yang telah kembali dari Kerajaan Elf. Carlos mengurangi karena Zhou Ming bersikeras ikut dalam perang.


Aldi bilang membutuhkan 7 hari untuk pergi. Namun, sebenarnya dia hanya membutuhkan 4 hari untuk pulang dan pergi dari medan perang.


"Anak Bodoh, sudah aku bilang kau tidak bisa menang sekarang!" ucap Aldi dengan ekspresi marah.


"Maafkan aku, Guru." kata Zhou Ming menyesal.


"Jangan lakukan hal Bodoh seperti itu lagi. Untungnya aku sampai tepat waktu."


Aldi melempar sebuah batu formasi untuk menghentikan pendarahan Zhou Ming. Carlos keluar dari persembunyian, dia ditugaskan untuk menjaga Zhou Ming.


Yonimaru melihat Aldi datang kearahnya menjadi gemetar ketakutan. Bahkan Benimaru melihat Aldi sampai merinding buku kuduknya.


"Siapa kau?" tanya Yonimaru.


"Shen Zero, guru dari Zhou Ming. Aku tidak akan melanjutkan perang jika kalian mundur!" kata Aldi dengan ekspresi serius.


Udara yang awalnya bertiup kencang tiba-tiba berhenti tanpa sebab. Suasana itu membuat semua pasukan Orc ketakutan.


Keringat dingin keluar dari dahi mereka. Benimaru tidak bisa tinggal diam, dia keluar untuk menyerang Aldi.


Namun, dapat dihindari dengan sempurna. Aldi membalas dengan tamparan sederhana untuk membuatnya terbang puluhan meter.


Raja Orc melihat kekuatan Aldi berkata, "Gila, ada manusia sekuat itu. Aku mungkin tidak memiliki kesempatan untuk menang."


Aldi berjalan perlahan menuju Benimaru dan Yonimaru. "Aku ingin kalian mundur, jika tidak aku akan menghancurkan kerajaan kalian."


Dia memandang kearah Raja Orc yang puluhan kilometer jauhnya. "Yang Mulia Raja Orc. Aku tidak mempunyai tujuan khusus untuk menghentikan perang kali ini. Hanya saja muridku terluka parah."


Raja Orc membuka lebar matanya, dia tidak menyangka Aldi mengajaknya bicara dengan jarang sejauh itu.


Benda khusus membantu Raja Orc melihat dan mendengar jarah sejauh itu. Namun seorang manusia telah melihatnya tanpa menggunakan alat khusus.


"Jadi apa yang kau mau?" ucap Raja Orc pelan. Dia mencoba menguji kemampuan lawannya.


"Gencatan senjata selama 6 bulan. Zhou Ming akan menjadi Jendral perang melawan pasukan Orc saat itu." Aldi menjawab dengan jarak puluhan kilometer.


Sekali lagi Raja Orc melebarkan matanya. Dia dapat mengkonfirmasi bahwa manusia didepannya dapat melihat dan mendengarnya.


"Baiklah, tetapi aku butuh kompensasi." Raja Orc tidak mau melepas dengan tangan kosong.


Namun Aldi sudah memperhitungkan hal tersebut. Dia meninggalkan sebuah obat di ruang kerjanya.


"Aku telah meninggalkan obat yang dapat membantumu sembuh dari pil iblis. Ia berada pada meja kerjamu." Aldi menjawab dengan senyum tipis khasnya.


Mata Raja Orc melotot, dia terkejut karena Aldi dapat memasuki ruangan tanpa terdeteksi oleh penjaga kerajaan.


"Mundur!" perintah Raja Orc kepada pasukan. Yonimaru tidak ingin menunda, dia membawa badan Benimaru yang terluka dan memerintahkan pasukan Orc mundur.


Aldi dan Carlos membawa Zhou Ming ke sebuah tempat khusus untuk menyembuhkan tangannya yang terputus.


Dengan teknik aneh milik Aldi, menyambungkan tangan bukan hal yang sulit. Bahkan dia dapat menumbuhkan tangan yang hilang.


Dia menyuruh Carlos untuk melanjutkan mencari informasi tentang wilayah Sumatera Selatan.


Sedangkan Aldi membawa Zhou Ming kedalam Dunia Buatan. Dia sudah memberikan Segel penyerahan kepadanya. Hal itu membuatnya bisa masuk kedalam Dunia Buatan.


Hanya dalam 2 hari di Dunia Buatan semua luka Zhou Ming sembuh total. Bahkan dia siap untuk berperang lagi.