7 Soul Reinforcement

7 Soul Reinforcement
Kutukan



Pertarungan persahabatan antara Aldi melawan Aries dimenangkan oleh Aldi. Hal itu membuat orang yang ada di kediaman keluarga Hardiman tidak memandang rendah Aldi lagi.


"Paman Simon, sepertinya aku merasakan ada sesuatu yang jahat di ruangan itu," kata Aldi sambil menunjuk ruangan kakek Samsul Hardiman.


"Itu ruangan mantan kepala keluarga yang sedang sakit," jelas Simon Hardiman.


"Bolehkan aku melihatnya, Paman. Aku bukan dokter tapi jika itu sesuatu yang aneh akulah ahlinya." Aldi berkata dengan wajah bangga.


Setelah memasuki ruangan Aldi segera menggunakan Teknik Mata Emas tidak lupa Shie juga mengikutinya.


"Kenapa disini banyak Energi jahat," kata Shie dengan bingung.


"Ini adalah kutukan," jelas Aldi.


Kutukan adalah teknik untuk membuat orang sakit tanpa terjadi gejala medis. Jika orang yang melemparkan teknik ini sangat mahir dia bisa mengambil keberuntungan orang tersebut.


Mendengar kata kutukan yang Simon Hardiman langsung tercengang itu sama seperti yang dikatakan oleh seorang pengemis di jalan.


"Aku kemarin juga mendengar itu tadi pengemis," kata Simon Hardiman.


"Kutukan ini dilempar oleh orang yang cukup mahir jadi menghilangkannya butuh waktu, dalam waktu dekat, kakek Hardiman menyinggung siapa?" tanya Aldi memandang Simon Hardiman yang wajahnya tampak khawatir.


"Ayah sempat berselisih dengan keluarga Dong dari Negara Malang," jelas Simon Hardiman.


"Aldi, apa kamu bisa menolong Kakek," kata Amir Hardiman yang khawatir.


"Tentu aku bisa," kata Aldi dengan percaya diri.


Aldi menyebutkan barang yang dia butuhkan setelah menulisnya dia menyusun Formasi untuk memperlambat efek kutukan.


Ketika semua batang sudah ada Aldi menaruhnya di sebuah meja. Dia menyuruh semua orang keluar hari ruangan. Dia melakukan itu agar Teknik Alkimia nya tidak diketahui siapapun.


Setelah berhasil dia memberikan 1 pil untuk langsung di konsumsi sedangkan 6 pil lainnya di makan setiap hari sekali. Setelah 7 hari kakek Samsul Hardianto akan terlepas dari kutukan tapi tubuhnya masih lemah.


"Terima kasih telah membantu keluargaku, Aldi!" kata Simon Hardiman sambil memegang tangan Aldi.


"Sudah kewajiban ku membantu teman yang kesusahan," kata Aldi.


Aldi menganggap Simon Hardianto adalah teman walaupun umur mereka terpaut 30 tahun.


"Sudah malam kalian menginap lah disini," kata Amir Hardiman.


Aldi dan Shie akhirnya menginap di kediaman keluarga Hardianto.


Dini hari jam 3 pagi seperti biasa Aldi dan Shie melatih beladiri nya dan melakukan latih tanding.


Simon Hardiman yang belum tidur melihat keluar jendela untuk menghirup udara segar. Dia melihat pertarungan Aldi dan Shie sangat terkesan setiap pukulan menyerang dengan sedikit suara. Mereka bergantian mengirim pukulannya tapi Aldi tidak tersentuh sedikitpun sedangan Shie terpukul setiap kali dia bergerak.


Setelah melihat pertandingan mereka dia tau bahwa mereka sangat kuat. Mereka tidak menggunakan teknik beladiri apapun hanya mengandalkan pukulan dan tendangan sederhana tapi itu sangat mengesankan.


"Shie, sepertinya kamu sudah sangat berkembang," kata Aldi memuji.


"Walaupun aku sudah berkembang tapi belum bisa sedikitpun menyentuhmu," kata Shie sambil menggaruk kepalanya.


"Sudah aku bilang kemenangan tidak hanya dengan kekuatan," kata Aldi.


Mendengar itu Shie berkata, "Aku tau tapi melakukannya tidak mudah."


"Baiklah, berlatihlah lebih keras!" kata Aldi sambil duduk mengambil pil disaku nya.


~Toktoktok Aldi mengetuk pintu ruang kerja Simon Hardiman.


"Paman Simon, sepertinya aku harus pulang," kata Simon pamit untuk pulang.


"Aldi bolehkan aku tau apa yang kamu makan tadi pagi?" tanya Simon Hardiman.


"Itu pil yang dapat membantu memperbaiki tubuh," Jelas Aldi tanpa menyembunyikan kebenaran.


"Darimana kamu membelinya?" Simon bertanya dengan penuh minat.


Mendengar itu Aldi menggelengkan kepalanya dan berkata, "Itu tidak dijual di manapun, Paman."


"Darimana kamu mendapatkannya?" Simon Hardianto sangat penasaran dengan pil itu.


Setelah penolakan Simon Hardiman tahu bahwa pil itu tidak di edarkan di pasar maupun lelang beladiri. Dia sudah mendengar banyak pil di lelah tapi semuanya untuk tenaga dalam tidak untuk kekuatan tubuh.


Setelah berdiskusi akhirnya mereka mendapat kesepakatan bahwa Aldi bisa memberikan 20 pil dengan harga 300 emas setiap bulan. Tidak lupa Aldi memperingatkannya hanya mengkonsumsi 1 pil setiap hari.


Pil penguat tubuh sebenarnya dapat dibuat dengan sangat mudah oleh Aldi dengan bahan yang bisa ditemui di pasar. Jika dia mau satu bulan bisa menghasilkan ribuan pil dengan kekuatannya peringkat 5.


Tiba-tiba Aldi merasakan sesuatu yang tidak normal, "Paman, sepertinya orang yang mengirim kutukan telah mengirim lagi karena kemarin sempat aku hentikan."


"Apa?" kata Simon Hardiman dengan ekspresi serius.


Dengan cepat Aldi memperkuat formasinya. Simon Hardiman mendengar suara tidak jelas di udara.


"Sepertinya kamu meremehkanku," kata Aldi tidak jelas siapa yang dia ajak bicara.


 


Di sebuah gua yang gelap ada orang tua yang memuntahkan seteguk darah.


"Sialan, siapa dia yang mengganggu bisnisku?" Kata orang yang tidak jelas wajahnya karena tertutup rambut.


"Ada apa guru?" seorang pria muda memakai baju hitam dengan wajahnya yang ditutupi topeng.


"Ada orang yang melepaskan kutukan Samsul Hardiman"


"Siapa dia? Aku akan ke Kota Bandar untuk mengurusnya! "


"Bodoh, jelas dia orang yang kuat kita harus punya rencana untuk melenyapkannya."


Setelah kutukan itu terhapus hanya sisa-sisa di tubuh kakek Samsul Hardiman yang akan hilang 7 hari dengan pil dimakan setiap hari.


"Untuk sementara kita tidak perlu menghawatirkan kutukan akan datang lagi," kata Aldi dengan ekspresi tenang.


"Syukurlah tapi apa bisa dia akan melempar kutukan itu lagi?" kata Simon Hardiman dengan cemas.


"Tentu, bisa tapi tidak dalam waktu dekat, aku menyarankan untuk memperkuat keluargamu. Aku akan mencoba mencari pil yang lebih baik dan siapkan anggota keluargamu untuk menghadapi musibah itu," terang Aldi.


Setelah berbicara rencana pencegahan jika orang yang mengirim kutukan itu mendatangi mereka.


"Aldi, apa pendapatmu untuk datang ke lelang khusus untuk para petarung beladiri," kata Simon Hardiman.


"Diaman, Paman?" sahut Aldi dengan sangat antusias.


"Itu akan diadakan hari ini di restoran Godlight," jawab Simon Hardiman.


Mendengar itu Aldi langsung berkata, "Bolehkan kita ikut, Paman?"


Mereka sepakat untuk datang ke pelelangan itu serta Amir Hardiman juga ikut.


Pelayanan mendatangi mereka, "Ingin makan tuan?"


"Tidak aku raja," jawab Simon Hardiman.


"Silahkan ikuti aku, Tuan." Pelayanan itu memimpin jalan.


Seperti pada Sun and Moon lift mereka berjalan kebawah.


"Tuan, ruang apa yang kalian pesan?" tanya pelayan.


"VIP," jawab singkat Simon Hardiman.


Setelah mereka duduk di sebuah ruangan. Di dalam ruangan terdapat kaca besar di depan tempat duduk yang langsung menghadap ke panggung pelelangan.


Menunggu pelelangan dimulai Aldi bertanya banyak tentang pelelangan.


Aldi mendapatkan informasi bahwa pelelangan dilakukan 1 tahun 2x dan melelang barang seputar beladiri.


"Paman, jika aku melelang 3 pil penguat tubuh apakah bisa?" tanya Aldi.


"Tentu, bisa aku akan mendaftarkannya."