The World Emperor System

The World Emperor System
[EXTRA PART] Malam Pertama



Istana Kekaisaran Naga.


Kamar Reinar.


Mata Reinar melotot melihat delapan wanita menggunakan pakaian yang begitu tipis sampai dia dapat melihat bagian tubuh mereka yang tertutup pakaian.


“Suamiku, siapa yang akan jadi yang pertama, atau kamu ingin langsung bermein dengan kami semua?.” Kata Luna dengan menempelkan dada besarnya pada punggung Reinar.


Hangat dan lembut, Reinar ingin sekali membalik tubuhnya dan memegang milik Luna yang saat ini menempel di punggungnya.


“Melihat wajah imut suamiku, membuat aku ingin segera memakannya.” Ungkap Freya lalu dia melompat ke pangkuan Reinar.


“Biarkan aku bantu membuka pakaianmu.” Vexia membuka pakaian bagian atas yang digunakan Reinar, dan tak butuh waktu lama Reinar sudah bertelanjang dada di depan para istrinya.


Dada kekar serta perut berotot Reinar membuat air liur keluar dari mulut kedelapan istrinya.


“Dasar cabul!.” Bentak Ling Yue pada Rhea yang mulai meraba dada Reinar.


“Ini punya suamiku, jadi aku bukan cabul.” Kata Rhea sambil menunjukkan senyum genitnya.


Wajah Reinar sudah semerah tomat melihat dan merasakan apa yang dilakukan para istrinya. “Ini tidak sama dengan video yang dulu pernah aku lihat.” Batin Reinar.


Wajah Ling Yue tiba-tiba muncul tepat di hadapan Reinar. “Suamiku, aku menginginkan bibirmu.” Kata Ling Yue lalu dia mencium bibir Reinar, dan membuat iri wanita lainnya yang merasa kecolongan.


“Emmm....” Ling Yue mencium dan membuat basah bibir Reinar.


“Aku sangat mencintaimu, suamiku.” Ling Yue tersenyum setelah puas mencium bibir Reinar.


Reinar tersenyum mendengar ungkapan perasaan Ling Yue. “Aku juga mencintai kalian...” Kata Reinar dan dia tak sungkan lagi untuk menyentuh tubuh istri-istrinya.


“Suamiku, apa kamu sudah siap?.” Tanya Bella yang berjalan mendekati Reinar dengan tubuh polos tanpa busana.


Di sisi Bella ada Shania yang juga telah menanggalkan seluruh pakaiannya.


“I... I... Itu, apa, maksud ku siap untuk apa?.” Kata Reinar dengan kedua mata tak berkedip melihat tubuh polos kedua istrinya.


“Bersiap untuk malam pertama kita.” Kata Freya lalu dia mencium dengan lembut bibir Reinar.


Reinar yang tak lagi gugup, dia membalas ciuman Freya dengan tak kalah lembut, dan semakin lema ciuman mereka semakin panas dengan nafas keduanya yang saling memburu.


Setelah dengan Freya, seluruh wanita mengantri mengambil gilirannya, dan malam itu pertarungan berdarah menghangatkan ranjang Reinar bahkan saat matahari terbit suara merdu para wanita masih terdengar dari dalam kamar Reinar.


Para prajurit dan pelayan istana segera pergi menjauh saat mendengar suara dari kamar Reinar yang seolah mengatakan, “Jangan mengganggu kami kalau kalian masih sayang dengan nyawa yang kalian miliki.”


Di dalam kamar Reinar sendiri sudah enam wanita tumbang, dan tersisa dua wanita yang baru saja mendapat kenikmatan dari sang suami yang begitu tangguh.


“Aku butuh waktu lebih lama untuk menaklukkan mereka berdua, ternyata ras mereka juga berpengaruh pada kekuatan fisik diatas ranjang.” Batin Reinar yang kemudian tertidur di tengah-tengah para istrinya.


***


Siang harinya Reinar terbangun, dan dia mendapati seluruh istrinya masih tertidur di atas tempat tidurnya yang bahkan muat untuk belasan orang.


Reinar tersenyum melihat kedelapan istrinya, dia merasa beruntung karena memiliki istri yang cantik dengan tubuh yang sangat sempurna, dan terpenting mereka sangat mencintainya.


Tak ingin membangunkan istrinya, Reinar perlahan turun dari tempat tidur dan pergi ke kamar mandi.


Selesai membersihkan diri, Reinar pergi mengambil selimut untuk menutupi tubuh polos para istrinya. Sambil menyelimuti mereka, sesekali Reinar melirik milik istrinya yang telah dia miliki. “Mungkin satu kali percobaan tak akan membuat mereka hamil.” Batin Reinar.


Setelah menyelimuti tubuh polos istri-istrinya yang masih tertidur, Reinar pergi keluar kamar dan menuju ruang makan untuk mengisi perutnya yang keroncongan setelah menyelesaikan peperangan berdarah bersama para istrinya.


“Selamat siang Ibunda.” Kata Reinar menyapa Allea yang tengah menikmati makan siang sendirian.


“Bukan hanya puas, tapi aku lemas karena mereka.” Batin Reinar yang tentunya tidak akan dia katakan langsung pada ibunya. Reinar memilih tersenyum dan tak menjawab pertanyaan Ibundanya.


Allea terkekeh melihat ekspresi putranya, tanpa di jawab, dia sudah tahu seberapa puas putranya akan pelayanan para istrinya.


“Lanjutkan perjuangan mu putraku, dan berikan cucu pada wanita tua ini.” Kata Allea yang melanjutkan acara makan siangnya.


Melihat Allea melanjutkan makannya, Reinar ikut duduk dan mulai mengisi perutnya dengan makanan yang disajikan di atas meja.


Di dalam kamar Reinar.


Satu persatu para wanita yang tertidur bangun, dan semua wanita merasakan ngilu setelah kehilangan mahkota berharga yang telah mereka berikan pada Reinar.


Luna, Vexia, Shania, Helena, Ling Yue, Bella, Freya, dan Rhea. Mereka berdelapan saling menatap dan tersenyum mengingat apa yang telah mereka lakukan bersama Reinar.


“Itu terlalu besar, aku akan pingsan jika melayaninya seorang diri.” Ungkap Shania.


“Aku sepertinya akan kesulitan berjalan.” Kata Vexia.


“Begitu juga denganku.” Imbuh Luna.


“Suami kita terlalu kuat saat berhadapan dengan kita diatas ranjang.” Kata Helena.


“Tapi aku menikmatinya.” Ujar Bella.


“Aku belum puas.” Kata Rhea malu-malu.


“Aku menginginkannya lagi dan lagi, hehehehe....” Tawa Freya membuat wanita yang lainnya tertawa, dan kini kamar Reinar dipenuhi dengan tawa para istrinya.


“Ada yang bisa membantuku ke kamar mandi?. Aku sudah kebelet.” Kata Ling Yue setelah mereka berhenti tertawa.


Swusshh....


Tiba-tiba Reinar muncul dan menunjukkan senyum termanisnya pada para istrinya.


“Biarkan aku yang membantumu.” Kata Reinar yang langsung menggendong Ling Yue ala tuan putri.


Wanita lainnya tersenyum melihat suami mereka yang begitu perhatian dan selalu siap membantu mereka di kala butuh bantuan.


Menjelang sore para wanita telah selesai membersihkan diri, tapi mereka tak ada yang pergi meninggalkan kamar, dan memilih tiduran di atas ranjang empuk yang telah dibersihkan oleh mereka.


“Mau sampai kapan kalian bermalas-malasan?.” Tanya Reinar yang kembali masuk kedalam kamarnya dan duduk di dekat Ling Yue.


“Kami masih lelah dan merasakan ngilu, jadi lebih enak seperti ini.” Jawab Freya.


“Aku tidak menyangka kalian para wanita kuat sudah kelelahan hanya dengan bermain satu ronde.” Kata Reinar tersenyum sambil membelai rambut panjang Ling Yue.


“Apa suamiku tidak merasa kelelahan?.” Tanya Ling Yue.


Reinar membelai pipi Ling Yue dan mengecup bibirnya yang mungil. “Suamimu ini sangat kuat, jangankan bermain semalaman, dua hari dua malam saja aku masih sanggup melayani kalian.” Kata Reinar yang mulai ingin kembali merasakan milik para istrinya.


Ling Yue tersenyum dan langsung memeluk Reinar karena dia merasa bahagia memiliki suami seperti Reinar.


“Karena aku yang di dekatmu, biarkan aku jadi yang pertama.” Kata Ling Yue menggigit bibir bawahnya dan itu membuat dia terlihat begitu genit di mata Reinar.


“Jangan ada yang keluar kamar sampai besok....” Kata Reinar yang langsung menerkam Ling Yue, dan berlanjut ke semua istrinya.


***


***Bersambung...***