The World Emperor System

The World Emperor System
Menyerap Kekuatan Para Bawahan



Tawa keras Yuan Jin terus terdengar di saat dia semakin yakin dapat mengalahkan lawannya. “Hanya dengan kekuatanmu itu, kau jangan bermimpi terlalu tinggi untuk dapat mengalahkan ku!.... Dengan seluruh kekuatanku saat ini, aku akan mengalahkan mu, sekalipun gagal, aku masih punya banyak cara untuk mengalahkanmu....” Ujar Yuan Jin dengan tawa yang terus terdengar.


Lilia yang semula tak pernah ikut campur jalannya pertempuran Reinar dan Yuan Jin, kali ini dia membuka suara saat tuannya sangat diremehkan oleh lawannya. “Hanya semuat tetapi terlalu banyak bicara. Kalau kau memang mampu mengalahkan tuanku, lebih baik kau langsung membuktikannya daripada terus mengatakan omong kosong!....”


Yuan Jin menoleh, melihat kearah Lilia yang tengah menatapnya dengan angkuh. “Menarik, bagaimana wanita cantik sepertimu dapat menjadi bawahan pemuda lemah sepertinya?.... Tapi itu tak akan lama, karena sebentar lagi kau akan menjadi milik ku setelah aku membunuh pemuda lemah yang kau panggil tuan!....” Ujar Yuan Jin dengan hawa ***** terlihat di matanya saat dia menatap lekuk tubuh Lilia.


Lilia menatap jijik Yuan Jin yang menatap setiap sisi tubuh berharganya yang masih dalam masa pertumbuhan. Rasanya dia benar-benar ingin memuntahkan isi perutnya saat melihat bagaimana cara Yuan Jin menatapnya, walau dia sendiri tak tahu apa yang akan di keluarkan nya saat dia memuntahkan isi perutnya.


Namun Lilia memilih tak lagi melihat kearah Yuan Jin untuk menghilangkan rasa jijiknyajijiknya, dan kini dia lebih memilih melihat sosok agung tuannya.


“Kau jangan pernah berkata untuk mengambil Lilia dari sisi ku!.... Sekalipun di dalam mimpi, kau tak akan pernah bisa mengambilnya dari sisiku!....“ Kata Reinar yang kini penampilannya sedikit mengalami perubahan.


Dia tahu kalau tak ada satu orang pun di dunia ini yang dapat memisahkan dirinya dengan Lilia, karena bagaimanapun juga mereka adalah satu kesatuan yang tak dapat di pisahkan. Bisa dikatakan kalau mereka adalah satu sosok yang hidup dalam satu tubuh.


Yuan Jin mengeram marah mendengar apa yang dikatakan oleh Reinar. Selama ini semua wanita yang diinginkannya selalu dia dapatkan, kecuali para wanita penghuni Istana Surgawi. Tetapi saat ini dia berada di Dunia Immortal, dan tentunya dia yakin bisa memiliki seluruh wanita di dunia ini.


“Kau terlalu sombong untuk orang lemah!.... Saat ini dia memang milikmu, tetapi saat aku telah berhasil membunuhmu, aku akan menjadikannya wanita penghangat di atas ranjangku, sekalipun aku harus memaksanya!....” Kata Yuan Jin dengan ujung mata melirik kearah Lilia.


“Membunuh ku?.... Bukannya aku dari tadi sedah terlalu sering mengatakan kalau akulah yang akan membunuhmu, kalau perlu aku akan menghancurkan seluruh kekuatan Ras mu, dan membuat Ras Iblia Kuno hanya ada dalam cerita legenda....” Kata Reinar yang berencana memerangi seluruh kejahatan Ras Iblis Kuno begitu dia berada di Dunia Surgawi.


“Kau benar-benar ingin mati!.... Karena itu keinginan mu, dengan senang hati aku akan mengabulkannya....”


Dengan kecepatan yang tak dapat dilihat oleh mata orang-orang yang masih bertahan di aula Kekaisaran Dewa Langit, Yuan Jin dengan tubuh tinggi besarnya melesat cepat kearah Reinar. Jari-jari tangan Yuan Jin yang dihiasi kuku-kuku tajam langsung diarahkan nya untuk mencabik-cabik tubuh Reinar.


Walaupun kecepatan Yuan Jin sangatlah cepat, tetapi gerakannya yang cepat itu masih terlihat begitu lambat di kedua mata Reinar. Kali ini Yuan Jin benar-benar salah mencari musuh, bagaimanapun juga Reinar adalah sosok yang jauh lebih berbahaya jika dibandingkan dengan sosok Ayahnya.


Berkali-kali Yuan Jin mengayunkan tangan dengan kuku-kuku panjangnya untuk mencabik-cabik tubuh Reinar, berkali-kali itu juga serangannya dapat dihindari oleh Reinar dengan begitu mudahnya. Sampai sebuah kelengahan akhirnya membuat tubuhnya terpental setelah sebuah tendangan menghantam tepat kearah pinggangnya.


Yuan Jin merasakan sakit di pinggangnya setelah dia bangkit dari posisi terjatuh setelah dia dibuat terpental oleh tendangan yang dilakukan Reinar. Terlihat luka lebam di pinggangnya yang menjadi bukti kuatnya tendangan yang dilakukan oleh Reinar.


Melihat Yuan Jin telah bangkit, Reinar tiba-tiba saja menghilang dari tempatnya, dan sedetik kemudian dia telah muncul di dekat Yuan Jin. Dengan mengkombinasikan serangan tinjuan dan tendangan kaki, Reinar kembali menyerang Yuan Jin yang belum sepenuhnya bangkit. Akibatnya, Yuan Jin kini menjadi bulan-bulanan serangan Reinar, dan dia hanya berhasil menghindari satu dua kali serangan Reinar.


“Terbukti bukan apa yang aku katakan, kau benar-benar lemah dan hanya orang yang gemar mengatakan omong kosong....” Kata Reinar begitu dia membuat tubuh Yuan Jin kembali terpental dan kali ini tubuh besar itu dengan keras menghantam dinding aula Kekaisaran sampai hancur.


“Ba.. bagaimana bisa tuan dibuat babak belur oleh pemuda itu?.... Dan lagi pemuda itu masih terlihat baik-baik saja setelah memukuli tuan!....”


“Jangan-jangan pemuda itu jauh lebih kuat dari tuan, dan dia sampai saat ini masih menyamarkan kekuatannya?....”


“Aku tidak ingin mati di tempat ini!.... Dari pada mati di tempat ini, lebih baik kita memikirkan cara bagaimana untuk secepatnya pergi dari tempat ini!....”


Para petinggi Kekaisaran yang merupakan para bawahan Yuan Jin, mereka segera memikirkan cara untuk meninggalkan aula Kekaisaran Dewa Langit begitu melihat kondisi yang tidak menguntungkan bagi mereka. Sedangkan di kejauhan, Wei Jian tersenyum melihat para pengkhianat Kekaisarannya yang saat ini tengah dilanda ketakutan.


“Kalian tidak akan bisa pergi kemana-mana karena kalian akan merasakan apa yang tuan kalian rasakan. Kalau ada dari kalian yang mencoba melarikan diri dari tempat ini, percayalah kami dengan senang hati akan memusnahkan kalian!....” Kata bawahan Reinar yang saat ini tengah mengawasi para petinggi Kekaisaran yang merupakan bawahan dari Yuan Jin.


Di saat kedua kubu para bawahan saling mengawasi satu sama lain, pertarungan yang terjadi di aula Kekaisaran Dewa Langit masih terus berlangsung walau pada kenyataannya hanya Reinar lah yang terus menyerang Yuan Jin. Sekalipun bisa langsung melenyapkan lawannya, Reinar tak buru-buru melakukan itu karena dia ingin melihat kejutan apa lagi yang akan dilakukan oleh lawannya.


Dan lagi jangan melupakan tentang kesenangan Reinar yang selalu terlihat berseri-seri saat menyiksa lawannya, sekalipun lawannya telah dalam keadaan antara hidup dan mati.


Begitu Yuan Jin kembali bangkit setelah berkali-kali dibuatnya tumbang, dia dapat melihat sekujur tubuh Yuan Jin yang dipenuhi luka lebam yang merupakan hasil karya indahnya. Yuan Jin juga sudah cukup sering memuntahkan darah segar dari mulutnya, tetapi luka di tubuhnya belum mempengaruhi kesadarannya.


Reinar perlahan berjalan mendekati Yuan Jin yang hanya berdiri di tempatnya. “Kau sudah terluka cukup parah, apa kau masih akan terus menahan kekuatan aslimu?....” Tanya Reinar dengan santainya.


Yuan Jin menyeringai begitu mendengar pertanyaan Reinar. Dia memang belum mengerahkan seluruh kekuatannya, tetapi dia juga tahu kalau lawannya juga masih belum mengeluarkan seluruh kekuatannya.


“Aku akui kau memang hebat karena dapat menghindari seluruh seranganku, bahkan kau mampu menghajar ku sampai babak belur. Tetapi kau belum juga bisa menumbangkan ku, karena pada kenyataannya aku masih jauh lebih kuat dari mu....” Ungkap Yuan Jin sambil membersihkan darah di bibirnya dengan punggung tangan kanannya.


Tak ada pilihan lain, mau tak mau Yuan Jin harus menggunakan kekuatan penuhnya untuk mengalahkan lawan. Sekalipun tidak bisa mengalahkan lawannya, Yuan Jin ingin menggunakan kekuatan penuhnya untuk melarikan diri dari Dunia Immortal.


Perlahan Yuan Jin mengangkat kedua tangannya, lalu tak lama ribuan benang muncul dari telapak tangannya yang terbuka. Benang-benang itu bergerak kearah orang-orang yang telah Yuan Jin jadikan bawahan. “Izinkan aku meminjan kekuatan kalian semua!....” Kata Yuan Jin yang dapat terdengar di pikiran orang-orang yang telah menjadi bawahannya.


Seluruh bawahan Yuan Jin tiba-tiba merasakan kekuatan mereka lenyap dan seketika tubuh mereka terasa lemas, tetapi mereka masih sadar dan yang pasti mereka masih hidup.


“Kekuatanku?.... Bagaimana bisa kekuatanku begitu saja menghilang?.... Apa sebenarnya yang sudah terjadi?....” Tanya salah satu petinggi Kekaisaran Dewa Langit yang menjadi bawahan Yuan Jin.


Seluruh bawahan Yuan Jin di manapun berada, mereka memiliki pertanyaan yang sama, dan mereka kini telah kehilangan seluruh kekuatannya yang membuat mereka kini sama halnya dengan manusia biasa tanpa kekuatan.


“Hahahaha.... Kekuatan kalian adalah milikku, dan kini aku akan menjadi penguasa di dunia ini!....” Teriak Yuan Jin dengan suara kerasnya.


°°°


Jangan lupa like, vote, dan komentarnya setelah selesai membaca, terimakasih.....